Manfaat Gula Jawa, Si Manis yang Menyehatkan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

“Gula manis gula jawa, habis nangis ketawa.” Zaman kecil dulu, Anda mungkin sering mendengar slogan konyol seperti itu. Ya, selain manfaat gula jawa sebagai bahan masakan tradisional dengan cita rasanya yang manis, mitosnya, makan gula jawa juga bisa membuat badan lebih berenergi? Benarkah? Baiknya, Anda simak dulu penjelasan di bawah ini.

Asal usul dan manfaat gula jawa

Gula jawa adalah gula yang dibuat dari pohon palma. Gula jawa berwarna kekuningan atau kecokelatan dengan rasa manis nira kelapa. Disebut gula jawa karena banyak dibuat oleh para pengrajin yang kebanyakan dari pulau Jawa, dan dibentuk menjadi setengah lingkaran, batok,  atau tabung, seperti yang sudah biasa Anda lihat.

Gula jawa merupakan salah satu jenis dari gula merah. Gula ini terbuat dari jenis pohon kelapa palma (dalam bahasa Inggris disebut palm sugar) yang disadap getahnya dari kuncup bunga pohon kelapa tersebut. Setelah getah didapat, cairan tersebut dimasak hingga mengental lalu dicetak ke dalam batok kelapa atau cetakan kecil bentuk bulat.  

Gula jawa dikenal sebagai gula alami karena pengolahannya yang masih dibuat secara tradisional (khususnya di Indonesia) tanpa campuran bahan kimia di dalamnya.

Gizi yang terkandung dalam gula jawa

Gula jawa tak bisa jadi sumber gizi yang utama bagi tubuh. Tetapi, dibandingkan pemanis lainnya, gula jawa tidak kalah sehat dan bermanfaat daripada pemanis lain, contohnya dibandingkan dengan gula pasir. Manfaat gula jawa di dapat dari kandungan vitamin C, kalium, fosfor, magnesium, kalsium, dan zat besi di dalamnya. Manfaat gula jawa lainnya adalah kandungan sejumlah zat fitonutrien, seperti polifenol, flavonoid dan antosianin, serta antioksidan. Zat-zat fitonutrien tersebut dapat meningkatkan kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih berenergi, serta bisa menangkal sel kanker.

Lebih baik mana dengan gula pasir biasa?

Setiap pemanis yang diserap tubuh pastinya memiliki indeks glikemik. Indeks glikemik adalah skala untuk mengukur seberapa cepat karbohidrat yang dikonsumsi meningkatkan glukosa dalam darah Anda. Makanan yang indeks glikemiknya tinggi akan berdampak lebih besar pada meningkatnya gula darah Anda.

Rentang skala yang digunakan untuk mengukur indeks glikemik adalah 1-100. Indeks yang berada di bawah 55 dianggap tidak begitu memengaruhi gula darah tubuh, namun jika lebih tinggi kemungkinan lebih tidak sehat.

Mengenai indeks glikemik gula jawa, seperti dilansir dari Philippine Food and Nutrition Research Institute menemukan, gula kelapa merah atau gula jawa memiliki indeks glikemik rendah sebesar 35. Penelitian ini dilakukan pada 10 orang responden. Hampir dua kali berbeda dengan nilai indeks glikemik gula pasir yaitu 64, yang berarti mendekati indeks glikemik tinggi (>70).

Selain nilai indeks glikemik yang rendah, gula merah kelapa juga mengandung sejumlah zat gizi yang tidak terdapat atau sangat sedikit terdapat dalam gula pasir. Gula merah kelapa juga mengandung sejumlah asam amino dan vitamin. Jadi, lebih aman dan bermanfaat gula jawa dibandingkan gula pasir.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit