home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Manfaat Sehat Cocoa Butter, Berkhasiat untuk Kulit dan Jantung

5 Manfaat Sehat Cocoa Butter, Berkhasiat untuk Kulit dan Jantung

Begitu mendengar kata cocoa butter mungkin yang terlintas di kepala yaitu bayangan cokelat, es krim, dan kue lapis yang lezat. Namun, bahan lezat ini sering dijadikan sebagai komponen utama dalam krim kulit atau produk skincare lainnya. Simak apa saja manfaat cocoa butter yang tentu sayang Anda lewatkan.

Kandungan cocoa butter

Cocoa butter atau lemak kakao adalah jenis lemak yang berasal dari biji kakao atau cokelat. Bahan ini biasanya tersedia dalam bentuk minyak.

Pengolahan biji kakao menjadi cocoa butter perlu melalui proses penggilingan biji kakao.

Setelah itu, biji kakao dipanaskan agar lemak dapat dipisahkan dari padatan kakao.

Berdasarkan kandungan gizinya, cocoa butter mengandung minyak yang cukup tinggi yang didominasi oleh lemak jenuh, sama seperti minyak kelapa.

Jumlah minyak jenuh di dalam cocoa butter yaitu sekitar 57 hingga 64% dari total kandungan lemak.

Ada pun sejumlah jenis asam lemak yang terkandung dalam cocoa butter yang nantinya menawarkan manfaat bagi tubuh antara lain:

  • asam stearat,
  • palmitat,
  • miristat,
  • arakidik, dan
  • laurat.

Manfaat cocoa butter

ciri kulit sehat

Mengingat kandungan asam lemak yang tinggi di dalamnya, berikut segudang manfaat yang ditawarkan oleh cocoa butter, baik untuk kulit maupun tubuh.

1. Melembapkan kulit

Salah satu manfaat utama dari cocoa butter, terutama untuk kesehatan kulit, yaitu membantu melembapkan kulit.

Pasalnya, bahan untuk krim kecantikan ini mengandung asam lemak yang tinggi.

Kandungan asam lemak pada cocoa butter dipercaya dapat melembapkan dan memberi nutrisi pada kulit. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan kulit yang lebih kenyal.

Terlebih lagi, kandungan vitamin A, C, dan E di dalamnya bertugas menjaga kelembapan yang dibutuhkan saat kulit kering meskipun hanya sedikit.

2. Mencegah bibir pecah-pecah

Selain melembapkan kulit, manfaat lain dari cocoa butter yang sayang dilewatkan yaitu mencegah bibir pecah-pecah. Ini dikarenakan cocoa butter dianggap sebagai emolien.

Emolien merupakan istilah untuk zat yang dapat menambahkan lapisan pelindung pada kulit dan bibir.

Artinya, Anda bisa menggunakan cocoa butter untuk mencegah efek suhu dingin atau paparan sinar matahari yang membuat bibir kering.

Umumnya, pelembap ini digunakan bersama dengan minyak jeruk bali, vanila, atau peppermint guna menghasilkan wangi pada telapak tangan.

3. Memperlambat penuaan kulit

Berkat kandungan polifenol di dalamnya, cocoa butter dianggap dapat membantu mengurangi tanda-tanda penuaan.

Polifenol merupakan jenis antioksidan yang bisa meningkatkan kesehatan, baik saat dimakan maupun ketika dioleskan pada kulit.

Hal ini dibuktikan melalui jurnal yang berjudul Polyphenols in Human Health and Diseaser.

Para ahli dalam jurnal tersebut menyebutkan bahwa polifenol dapat mengurangi penuaan dini dengan beberapa cara, antara lain:

  • meningkatkan elastisitas kulit,
  • menghasilkan kolagen, dan
  • menjaga hidrasi kulit.

Namun, Anda tetap perlu waspada karena ada beberapa cocoa butter yang dapat memicu iritasi dan masalah kulit lainnya.

4. Meredakan gejala masalah kulit

Bagi Anda yang punya masalah kulit seperti dermatitis atau ruam, cocoa butter ternyata punya kegunaan untuk meredakan gejala yang dialami.

Pada dasarnya, kandungan fitokimia pada kakao bisa membantu menenangkan kulit sensitif.

Kandungan senyawa ini juga menjaga kekenyalan kulit, menjaga produksi kolagen, serta keseimbangan cairan kulit.

Walaupun demikian, pastikan Anda memilik produk yang berlabel 100% murni cocoa butter tanpa tambahan alkohol, wewangian, atau zat aditif lainnya.

Pasalnya, ketiga hal tersebut dapat menyebabkan peradangan pada kulit sensitif.

5. Membantu menjaga kesehatan jantung

Cocoa butter tidak hanya menawarkan banyak manfaat bagi kulit, tetapi juga untuk kesehatan jantung.

Manfaat tersebut diduga berasal dari senyawa polifenol di dalamnya berpotensi membantu menurunkan penanda inflamasi yang terlibat dalam aterosklerosis.

Tidak heran bila kini kakao dianggap sebagai makanan anti-inflamasi.

Kakao juga tampaknya membantu metabolisme lipid (lemak) yang dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung.

Efek samping cocoa butter

cara mengangkat dan menghilangkan sel kulit mati

Manfaat yang ditawarkan cocoa butter memang banyak, terlebih banyak orang yang menggunakannya karena cenderung aman.

Normalnya, lemak kakao murni tidak mengandung bahan apa pun yang bisa memicu masalah serius.

Anda bisa mengonsumsi cocoa butter, tetapi tidak untuk produk cocoa butter yang dirancang untuk kulit.

Penting untuk diingat bahwa Anda perlu membatasi konsumsinya karena kandungan lemak jenuhnya yang tinggi.

Selain itu, skincare dengan cocoa butter bisa mengandung bahan lain yang dapat mengiritasi kulit pada sejumlah produk.

Bahkan, salah satu produk lemak kakao memiliki efek anti-estrogenik, yaitu mengurangi efek hormon estrogen pada tubuh.

Bila hal ini terjadi, Anda mungkin memiliki dampak terhadap perkembangan remaja selama pubertas.

Itu sebabnya, penting untuk selalu memeriksa label yang bisa berisiko terhadap iritasi kulit.

Konsumsi atau penggunaan cocoa butter tentu tidak akan maksimal bila tidak disertai dengan asupan gizi seimbang, serta perawatan kulit sesuai kondisi Anda.

Untuk itu, silakan konsultasikan dengan dokter guna mengetahui apa yang tepat untuk Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Katz, D. L., Doughty, K., & Ali, A. (2011). Cocoa and chocolate in human health and disease. Antioxidants & redox signaling, 15(10), 2779–2811. https://doi.org/10.1089/ars.2010.3697. Retrieved 29 September 2021. 

Oil, cocoa butter. (2019). U.S Department of Agriculture. Retrieved 29 September 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/171421/nutrients 

Khan, N., Khymenets, O., Urpí-Sardà, M., Tulipani, S., Garcia-Aloy, M., Monagas, M., Mora-Cubillos, X., Llorach, R., & Andres-Lacueva, C. (2014). Cocoa polyphenols and inflammatory markers of cardiovascular disease. Nutrients, 6(2), 844–880. https://doi.org/10.3390/nu6020844. Retrieved 29 September 2021. 

Myers, S. L., Yang, C. Z., Bittner, G. D., Witt, K. L., Tice, R. R., & Baird, D. D. (2015). Estrogenic and anti-estrogenic activity of off-the-shelf hair and skin care products. Journal of exposure science & environmental epidemiology, 25(3), 271–277. https://doi.org/10.1038/jes.2014.32. Retrieved 29 September 2021. 

Menaa, F., Menaa, A., & Tréton, J. (2014). Polyphenols against Skin Aging. Polyphenols In Human Health And Disease, 819-830. doi: 10.1016/b978-0-12-398456-2.00063-3. Retrieved 29 September 2021. 

Afaq, F., & Katiyar, S. K. (2011). Polyphenols: skin photoprotection and inhibition of photocarcinogenesis. Mini reviews in medicinal chemistry, 11(14), 1200–1215. https://doi.org/10.2174/13895575111091200. Retrieved 29 September 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 15/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan