4 Manfaat Makan Buah Zaitun untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Buah zaitun (Olea europaea) alias olive sudah terkenal sejak jaman dahulu kala sebagai buah dengan banyak manfaat. Di Indonesia, buah ini umumnya digunakan saat sudah diolah menjadi minyak zaitun, yang bisa digunakan sebagai minyak untuk memasak, minyak untuk merawat kecantikan wajah, minyak untuk menutrisi rambut, dan masih banyak lagi.

Sebenarnya, manfaat buah zaitun tidak hanya jika dijadikan sebagai minyak. Buah yang berwarna hijau atau ungu kehitaman ini juga bermanfaat jika dikonsumsi langsung. Manfaat buah zaitun berasal dari nutrisi, vitamin, mineral, dan senyawa organiknya, termasuk zat besi, serat, tembaga, vitamin E, senyawa fenolik, asam oleat, dan berbagai antioksidan. Selain itu, buah zaitun juga memiliki indeks glisemik yang rendah.

Kandungan nutrisi buah zaitun

Buah zaitun mengandung 115-145 kalori per 100 gram, atau sekitar 59 kalori untuk 10 buah zaitun (dengan asumsi rata-rata berat buah zaitun 4 gram). Kandungan ini terdiri dari 75-80% air, 11-15% lemak, 4-6% karbohidrat dan sejumlah kecil protein.

Lemak

Buah zaitun merupakan buah yang memiliki kandungan lemak yang tinggi, sebesar 11 sampai 15 persen. Namun lemak yang ada di dalam buah ini adalah lemak baik. Asam lemak yang paling melimpah adalah asam oleat yang termasuk asam lemak tak jenuh tunggal,  dan merupakan 74 persen dari seluruh kandungan buah zaitun.

Asam oleat dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan, seperti mengurangi pembengkakan dan menurunkan risiko penyakit jantung. Bahkan dapat melawan kanker.

Karbohidrat dan serat

Buah zaitun memiliki kandungan karbohidrat yang rendah, hanya sebanyak empat sampai enam persen. Sebagian besar karbohidrat ini terdiri dari serat. Ada sebanyak 52 sampai 86 persen serat yang dihasilkan dari total kandungan karbohidrat dalam buah zaitun.

Manfaat buah zaitun

Melawan infeksi

Buah zaitun sangat kaya akan antioksidan, seperti oleuropein, hydroxytyrosol, tyrosol, asam oleonalik, quercetin. Buah zaitun dapat mengurangi kerusakan oksidatif dalam tubuh dan membantu melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Meningkatkan kesehatan jantung

Buah zaitun mengandung asam oleat yang dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan mengatur kadar kolesterol dan melindungi kolesterol LDL dari oksidasi, serta dapat membantu mengurangi tekanan darah. Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Kandungan hydroxytyrosol pada buah zaitun juga dapat melindungi jantung. Antioksidan ini bertindak sebagai antikoagulan untuk menipiskan darah, yang mengurangi kemungkinan pembekuan darah dan menghalangi aliran darah.

Memperbaiki kesehatan tulang

Osteoporosis ditandai dengan penurunan massa tulang dan kualitas tulang. Hal ini dapat meningkatkan risiko patah tulang. Tingkat osteoporosis lebih rendah di negara-negara Mediterania (yang rajin makan buah zaitun) daripada di negara-negara Eropa lainnya, yang menyebabkan peneliti berspekulasi bahwa buah zaitun mungkin bersifat protektif untuk tulang. Beberapa senyawa yang ditemukan pada buah zaitun dan minyak zaitun telah terbukti membantu mencegah keropos tulang pada hewan percobaan.

Mencegah kanker

Kandungan antioksidan dan asam oleat yang tinggi pada buah zaitun, dapat membantu mengurangi risiko kanker. Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah penelitian bahwa buah zaitun dapat mengganggu siklus hidup sel kanker di payudara, usus besar dan perut. Namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit