home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengupas Manfaat Biji Labu Kuning yang Kaya Mineral

Mengupas Manfaat Biji Labu Kuning yang Kaya Mineral

Meski berukuran kecil, biji labu kuning mengandung gizi yang cukup tinggi. Tidak heran bila biji dari labu kuning ini digadang-gadangkan memiliki khasiat bagi kesehatan. Lantas, apa saja manfaat biji labu kuning yang sayang Anda lewatkan?

Kandungan biji labu kuning

Sebelum mengetahui apa saja khasiat dari biji labu kuning, tidak ada salahnya bukan untuk mengenali apa saja kandungan di dalamnya.

  • Energi: 446 kkal
  • Protein: 18,6 g
  • Lemak total: 19,4 g
  • Serat: 18,4 g
  • Karbohidrat: 53,75 g
  • Kalsium: 55 mg
  • Zat besi: 3,31 mg
  • Magnesium: 92 mg
  • Fosfor: 92 mg
  • Kalium: 919 mg
  • Sodium: 18 mg
  • Zinc: 10,3 mg
  • Mangan: 0,5 mg
  • Vitamin C: 0,3 mg
  • Vitamin B1 (tiamin): 0,03 mg
  • Vitamin B2 (riboflavin): 0,05 mg
  • Vitamin B3 (niasin): 0,29 mg
  • Vitamin B5 (asam pantotenat): 0,06 mg
  • Vitamin B6 (piridoksin): 0,04 mg

Manfaat biji labu kuning

mpasi labu kuning

Berkat kandungan di dalamnya, biji labu kuning memiliki manfaat bagi manfaat bagi tubuh. Apa saja?

1. Menjaga kesehatan jantung

Salah satu manfaat biji labu kuning yang sayang dilewatkan yaitu menjaga kesehatan jantung. Pasalnya, fitosterol dan asam lemak omega-3 dalam biji labu kuning dapat menurunkan kadar kolesterol LDL.

Bahkan, menurut studi dari Lipid Technology, kedua senyawa ini dapat mencegah penggumpalan darah dan penyakit aterosklerosis. Tidak heran bila biji labu kuning dipercaya dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

2. Membuat tidur lebih nyenyak

Jika Anda merasa lelah atau stres melewati hari yang melelahkan, konsumsi biji labu kuning sebagai camilan mungkin bisa menjadi alternatif.

Bagaimana tidak, biji labu kaya akan triptofan dan magnesium. Konsumsi triptofan, yakni asam amino, sekitar 1 gram setiap hari, dianggap dapat meningkatkan kualitas tidur.

Sementara itu, magnesium di dalamnya juga dikaitkan dengan tidur yang lebih nyenyak. Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut apakah efek tersebut sama ketika seseorang mengonsumsi biji labu kuning.

3. Meningkatkan kesehatan prostat

Khasiat biji labu kuning yang tak kalah menguntungkan Anda, terutama para pria, yaitu meningkatkan kesehatan organ prostat.

Sebuah laporan yang dimuat dalam Fitoterapia Journal menyebutkan bahwa biji labu baik untuk meredakan gejala pembesaran prostat. Hal ini dikarenakan kandungan sengnya yang tinggi membantu memelihara prostat.

Selain itu, kadar mineral zinc (seng) yang rendah dapat memicu penurunan kadar testosteron pada pria. Manfaat ini pun berpengaruh besar terhadap kualitas sperma yang sehat untuk memastikan para pria memiliki kesuburan yang tinggi.

4. Mempercepat pertumbuhan rambut

Kerontokan rambut merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh banyak orang, terutama para pria. Penyebab rambut rontok ini biasanya berkaitan dengan kadar androgen yang rendah.

Untungnya, sebuah studi dari Evidence-based complementary and alternative medicine menyebutkan, minyak biji labu kuning dapat meningkatkan kadar androgen.

Jadi, biji labu kuning secara tidak langsung memberikan manfaat yang baik untuk pertumbuhan rambut para pria. Namun, penelitian lebih lanjut dibutuhkan guna mengetahui bagaimana mekanisme biji labu kuning terhadap pertumbuhan rambut.

5. Membantu mengobati penyakit kanker

Tahukah Anda bahwa ternyata biji labu kuning memperlihatkan manfaat yang cukup besar bagi para pasien kanker? Kandungan fitoestrogen yang bernama lignan dalam ekstrak biji labu memiliki sifat anti-kanker dan antioksidan.

Biji berwarna putih pucat ini juga diketahui dapat mengurangi risiko kanker payudara pada wanita pascamenopause. Temuan ini telah dibuktikan melalui studi dari Wright State University.

Studi tersebut mengevaluasi hubungan antara fitoestrogen, makanan, dan lignan terhadap risiko kanker payudara. Hasilnya, wanita pascamenopause yang lebih banyak mengonsumsi biji labu mengalami penurunan risiko kanker payudara.

6. Mengontrol diabetes

Biji labu kuning merupakan salah satu sumber magnesium yang baik untuk para penyandang diabetes.

Magnesium diklaim dapat membantu menurunkan kadar gula darah dengan meningkatkan produksi insulin dan mengurangi stres oksidatif tubuh.

Kedua hal tersebut dapat membantu mencegah penyakit diabetes tipe 2 seperti dilansir dari penelitian yang dimuat dalam Advanced Pharmaceutical Bulletin.

7. Melawan peradangan

Setiap 100 gram biji labu kuning mengandung sekitar 10 miligram mineral zinc (seng) yang dibutuhkan oleh tubuh. Bahkan, jumlah tersebut menyumbang sebagian besar dari asupan harian yang direkomendasikan.

Sementara itu, seng merupakan mineral yang mengandung antioksidan dan bersifat anti-peradangan. Kedua hal tersebut tentu berperan penting dalam proses metabolisme tubuh.

Terlebih lagi, kandungan antioksidan pada seng dalam biji labu kuning pun memberikan manfaat lain, yakni melawan peradangan tubuh.

8. Mencegah osteoporosis

Sebagai salah satu biji-bijian dengan beragam mineral yang cukup tinggi, biji labu kuning ternyata berkhasiat dalam mencegah osteoporosis.

Bagaimana tidak, biji labu kuning memiliki kadar seng, kalsium, tembaga, serta mineral lainnya yang cukup tinggi. Sedangkan, mineral-mineral yang disebutkan telah terbukti dapat meningkatkan kepadatan tulang.

Tidak heran bila biji labu kuning termasuk makanan yang mungkin bisa mencegah osteoporosis karena memberikan asupan mineral terhadap tulang Anda.

9. Mengendalikan tekanan darah

Bagi orang yang kerap mengalami tekanan darah tinggi mungkin bisa memanfaatkan biji labu kuning untuk mengendalikan masalahnya.

Hal ini dikarenakan biji labu mengandung kadar mineral tembaga yang dapat meningkatkan sel darah merah dalam tubuh. Seng pada biji labu kuning juga berkhasiat dalam meningkatkan aliran darah yang mengandung oksigen melalui pembuluh darah.

Bila dikombinasikan dengan diet rendah garam atau sodium, biji labu kuning menawarkan manfaat bagi kesehatan jantung dengan membantu mengontrol tekanan darah.

10. Melancarkan sistem pencernaan

Susah buang air besar sering dikaitkan dengan kurangnya asupan zat gizi serat dalam makanan.

Anda tidak perlu khawatir karena biji labu kuning mempunyai kadar serat yang cukup untuk melancarkan sistem pencernaan.

Tak hanya melancarkan buang air besar, kandungan serat pada biji labu kuning pun baik untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan Pasalnya, serat memberikan perasaan kenyang lebih lama.

Tips mengonsumsi biji labu kuning

Setelah mengetahui apa saja manfaat yang ditawarkan biji labu kuning, tidak lengkap rasanya bila tidak tahu cara mengonsumsi biji-bijian ini.

Di bawah ini beberapa tips mengonsumsi biji labu kuning yang bisa Anda coba di rumah.

  • Panggang biji labu kuning dan tambahkan ke salad, roti, atau pesto.
  • Tambah biji labu ke puding, sup, atau kuah kaldu untuk menambah tekstur.
  • Konsumsi bersama sayuran lainnya sebagai camilan pada tengah hari.

Bila mempunyai pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi guna memahami solusi yang tepat untuk Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pumpkin seeds pack a healthy punch. (2018). American Heart Association. Retrieved 30 April 2021, from https://www.heart.org/en/news/2018/10/25/pumpkin-seeds-pack-a-healthy-punch 

The 6 Best Seeds to Eat. (2021). Cleveland Clinic. Retrieved 30 April 2021, from https://health.clevelandclinic.org/the-6-best-seeds-to-eat/ 

Seeds, pumpkin and squash seeds, whole, roasted, without salt. (2019). U.S Department of Agriculture. Retrieved 30 April 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/170188/nutrients 

Oelschlägel, S., Menzel, C. and Speer, K., (2012). Phytosterols and steryl esters in diverse Cucurbita, Cucumis and Citrullus seed oils. Lipid Technology, 24(8), pp.181-184. Retrieved 30 April 2021. 

Halson S. L. (2014). Sleep in elite athletes and nutritional interventions to enhance sleep. Sports medicine (Auckland, N.Z.), 44 Suppl 1(Suppl 1), S13–S23. https://doi.org/10.1007/s40279-014-0147-0. Retrieved 30 April 2021. 

Prasad A. S. (2013). Discovery of human zinc deficiency: its impact on human health and disease. Advances in nutrition (Bethesda, Md.), 4(2), 176–190. https://doi.org/10.3945/an.112.003210. Retrieved 30 April 2021. 

Medjakovic, S., Hobiger, S., Ardjomand-Woelkart, K., Bucar, F., & Jungbauer, A. (2016). Pumpkin seed extract: Cell growth inhibition of hyperplastic and cancer cells, independent of steroid hormone receptors. Fitoterapia, 110, 150-156. doi: 10.1016/j.fitote.2016.03.010. Retrieved 30 April 2021. 

Cho, Y. H., Lee, S. Y., Jeong, D. W., Choi, E. J., Kim, Y. J., Lee, J. G., Yi, Y. H., & Cha, H. S. (2014). Effect of pumpkin seed oil on hair growth in men with androgenetic alopecia: a randomized, double-blind, placebo-controlled trial. Evidence-based complementary and alternative medicine : eCAM, 2014, 549721. https://doi.org/10.1155/2014/549721. Retrieved 30 April 2021. 

Shaban, A., & Sahu, R. (2017). Pumpkin Seed Oil: An Alternative Medicine. International Journal Of Pharmacognosy And Phytochemical Research [PDF File], 9(2). doi: 10.25258/phyto.v9i2.8066. Retrieved 30 April 2021. 

Mahmoodpoor, A., Medghalchi, M., Nazemiyeh, H., Asgharian, P., Shadvar, K., & Hamishehkar, H. (2018). Effect of Cucurbita Maxima on Control of Blood Glucose in Diabetic Critically Ill Patients. Advanced pharmaceutical bulletin, 8(2), 347–351. https://doi.org/10.15171/apb.2018.040. Retrieved 30 April 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 08/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x