home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa yang Akan Terjadi Bila Tubuh Kekurangan Vitamin D?

Apa yang Akan Terjadi Bila Tubuh Kekurangan Vitamin D?

Vitamin D merupakan salah satu vitamin yang memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan fungsi organ tubuh. Sayangnya, vitamin D tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Oleh karena itu, Anda harus mendapatkan asupannya dari sumber lain seperti sinar matahari. Tapi, kalau Anda jarang beraktivitas di luar atau tidak terpapar sinar matahari sama sekali, maka tubuh Anda bisa saja kekurangan vitamin D. Padahal, kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan yang serius.

Tanda-tanda kekurangan vitamin D

Sebelum mengetahui dampak yang ditimbulkan dari kurangnya asupan vitamin D, Anda baiknya mengenali terlebih dahulu apa saja tanda-tandanya.

Terkadang, tanda kurang vitamin D yang dialami orang dewasa tidak terlihat dengan jelas. Namun, Anda bisa merasakan gejala seperti:

Sedangkan gejala kekurangan vitamin D pada anak-anak biasanya lebih terlihat. Pada kasus yang serius, anak bisa mengalami rakitis, yaitu sebuah kondisi di mana tulang menjadi rapuh sehingga pertumbuhannya mengalami kelainan. Kondisi ini bisa menimbulkan tanda seperti nyeri pada tulang, kelemahan otot, serta kelainan bentuk persendian.

Dampak kekurangan vitamin D pada tubuh

Bila terus dibiarkan, kurang asupan vitamin D bisa berujung pada berbagai penyakit serius. Berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Tulang jadi rapuh

Karena vitamin D adalah salah satu zat gizi pembentuk tulang, maka kekurangan vitamin ini di dalam tubuh tentu saja akan menimbulkan berbagai masalah pada tulang Anda. Di dalam tulang, vitamin D berperan dalam menjaga jumlah kalsium dan fosfor, yang merupakan mineral penting untuk kepadatan tulang.

Tidak adanya vitamin D membuat mineral-mineral ini tidak ada yang menjaga dan bisa saja menyebabkan penurunan jumlah mineral. Hal ini yang kemudian membuat tulang Anda menjadi rapuh, mudah patah, hingga berisiko osteoporosis.

2. Mudah depresi

Apakah Anda merasa mudah sekali tertekan, terlalu sensitif, bahkan hingga depresi? Bisa jadi tubuh Anda kurang vitamin D. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Psychiatry menyatakan bahwa orang yang asupan vitamin D-nya kurang – entah itu dari makanan atau matahari – cenderung lebih sering mengalami depresi.

Pada penelitian tersebut dijelaskan jika vitamin D memiliki peran dalam mengatur hormon serta memengaruhi bagian otak yang menjadi pusat suasana hati. Dalam teori lain, disebutkan juga bahwa vitamin matahari ini mampu meningkatkan zat kimia pada otak, yang dapat menurunkan tingkat stres.

3. Risiko untuk terkena penyakit kanker lebih besar

Risiko untuk terserang kanker akan lebih besar ketika tubuh Anda kekurangan vitamin D. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam pertemuan rutin American Society for Radiation Oncology, mengungkapkan bahwa tubuh yang kurang vitamin D berisiko alami kanker payudara, kanker prostat, kanker paru, kanker tiroid, hingga kanker usus.

Para ahli mengatakan bahwa vitamin D memiliki kemampuan sebagai anti-kanker, yang dapat membantu tubuh dalam mencegah pertumbuhan serta penyebaran sel kanker. Orang yang memiliki jumlah vitamin D yang kurang, berisiko 3 kali lebih tinggi terserang penyakit kanker.

mencegah demensia

4. Mengganggu kemampuan otak, hingga menyebabkan pikun

Demensia adalah penyakit yang menyerang kemampuan otak terkait dengan ingatan, berpikir, dan bahasa. Sederhananya, penyakit ini membuat Anda pikun dan sulit berpikir. Biasanya memang kondisi ini banyak dialami oleh lansia, tapi bukan tidak mungkin menyerang Anda yang masih muda karena kekurangan vitamin D.

Sebuah studi yang dilaporkan dalam jurnal Neurology, kondisi kekurangan vitamin D yang parah pada orang dewasa, meningkatkan risiko demensia alias pikun hingga 2 kali. Meski belum diketahui secara pasti alasannya, namun para ahli mengaitkan peran vitamin D dalam otak. Pada otak, vitamin D bekerja sebagai ‘pengikat’ plak di otak yang berkaitan dengan demensia.

5. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Meski peran utama vitamin D adalah sebagai pembentuk tulang, tetapi vitamin ini juga memengaruhi kerja jantung. Beberapa penelitian menyatakan kalau orang yang mengalami kekurangan vitamin D berisiko mengalami masalah sirkulasi darah hingga akhirnya menjadi penyakit jantung.

Beberapa teori menyatakan bahwa vitamin D juga memiliki peran dalam kerja jantung. Vitamin D yang terpenuhi dengan baik, akan membantu jantung memompa darah lebih efektif. Sehingga, ketika jumlahnya kurang di dalam tubuh, risiko penyakit jantung, khususnya gagal jantung meningkat.

6. Risiko impotensi pada pria

Bagi Anda kaum pria, hati-hati, kurang vitamin D bisa menyebabkan impotensi. Hal ini telah dibuktikan dalam penelitian yang dilakuka di Amerika dan melibatkan sebanyak 3.400 pria. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa orang yang memiliki jumlah vitamin D kurang dari 20 nanogram per ml dalam darahnya, berisiko tingi untuk mengalami impotensi.

Impotensi dapat terjadi akibat adanya gangguan aliran darah pada penis pria. Para ahli percaya kalau kekurangan vitamin D dalam tubuh akan menyebabkan masalah pada aliran darah, dan kali ini dapat terjadi pada alat reproduksi pria.

Bagaimana cara mengatasi kekurangan vitamin D?

Agar terhindar dari berbagai risiko penyakit yang telah disebutkan, maka Anda harus memenuhi kebutuhan vitamin D yang cukup. Begitu juga bila Anda telah mengalami kekurangan vitamin D, biasanya dokter akan memberikan suplemen vitamin D bila dibutuhkan.

Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin D dengan berjemur di bawah sinar matahari. Namun ingat, Anda sebaiknya tidak berjemur terlalu lama karena sinar ultraviolet dari matahari dapat meningkatkan risiko kanker atau penuaan kulit.

Biasanya berjemur selama 10 – 15 menit sudah cukup membantu memenuhi asupan vitamin D. Bagi Anda yang memiliki warna kulit lebih gelap atau berusia lebih tua, Anda mungkin membutuhkan paparan sinar matahari yang lebih banyak.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan vitamin D dari konsumsi makanan yang memiliki kandungannya. Beberapa di antaranya adalah ikan salmon, ikan tuna, telur, susu, dan yogurt.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Reid, I., Bolland, M. and Grey, A. (2014). Effects of vitamin D supplements on bone mineral density: a systematic review and meta-analysis. The Lancet, 383(9912), pp.146-155.

Vitamin D Deficiency: Symptoms and Treatment. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved 22 February 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/15050-vitamin-d–vitamin-d-deficiency

Sorenson, M., & Grant, W. B. (2012). Does vitamin D deficiency contribute to erectile dysfunction? Dermato-Endocrinology, 4(2), 128–136. Retrieved 22 February 2021.

Anglin, R.E., Samaan, Z., Walter, S.Det al., Vitamin D deficiency and depression in adults: systematic review and meta-analysis. Br J Psychiatry, 2013. 202: p. 100-7. Retrieved 22 February 2021.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 08/11/2017
x