Hati-hati, Kekurangan Vitamin D Ternyata Bisa Memicu Penyakit Tiroid

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit tiroid terjadi ketika kadar hormon dalam tubuh Anda tidak seimbang; bisa berlebih dan juga bisa kurang produksinya. Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Cellular and Molecular Immunology mengatakan bahwa ada hubungannya antara kekurangan vitamin D dengan penyakit tiroid. Benarkah penyakit tiroid disebabkan karena vitamin D dalam tubuh kurang? Baca terus ulasannya di sini.

Apa hubungan antara vitamin D dan penyakit tiroid?

tes fungsi tiroid

Penelitian telah menemukan adanya hubungan antara kekurangan vitamin D dengan penyakit tiroid autoimun, tiroiditis Hashimoto, dan penyakit Graves.

Kekurangan vitamin D juga lebih sering ditemukan pada pasien dengan penyakit tiroid dibandingkan dengan orang yang sehat dan tidak menderita penyakit autoimun.

Hal ini juga didukung oleh penelitian dari Turki yang menyatakan bahwa kekurangan vitamin D bisa memicu perkembangan penyakit tiroid autoimun. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa antibodi orang dengan penyakit tiroid autoimun bisa menurun cukup drastis setelah mengonsumsi vitamin D dosis 1.000 IU (25 mcg) per hari dalam kurun waktu sebulan. 

Menurunnya antibodi khusus penanda penyakit tiroid tersebut berarti kondisi tiroid dan tubuh pasien telah membaik. Para ahli pun meyakini kemajuan ini salah satunya terjadi karena pemberian vitamin D dosis 1.000 IU per hari.

Intinya, vitamin D diduga punya peran dalam menjaga kesehatan tiroid, tetapi adanya hubungan langsung antara kurangnya vitamin D dalam tubuh dan pengembangan atau perkembangan penyakit tiroid masih belum diketahui secara pasti.

Kenapa tubuh jangan sampai kekurangan vitamin D?

vitamin D saat puasa

Peran utama vitamin D adalah mengatur pertumbuhan tulang, kadar kalsium, dan fosfor dalam tubuh. Jadi tidak mengherankan jika banyak penelitian dan anjuran yang mengaitkan vitamin D dengan menjaga tulang Anda kuat dan sehat.

Vitamin D juga sangat diperlukan untuk ibu yang sedang hamil. Mengapa? Bila ibu hamil kekurangan vitamin D, ini akan berdampak pada kesehatan tulang janin dalam kandungan. Wanita hamil harus memiliki cukup vitamin D pada saat melahirkan untuk memastikan bayi mereka memilki tingkat vitamin D yang cukup untuk 4-6 bulan pertama kehidupannya. Pasalnya, status vitamin D pada bayi sepenuhnya bergantung pada ibu sebagai sumber vitamin D.

Apa yang menyebabkan seseorang kekurangan vitamin D?

sindrom metabolik buncit obesitas

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan tubuh kekurangan vitamin D. Penyebab pertama adalah karena tubuh kurang terpapar sinar matahari. Lalu, penggunaan sunblock atau tabir dengan SPF yang terlalu besar juga bisa menyebabkan kulit kurang menyerap sinar matahari sebagai sumber vitamin D di dalam tubuh.

Kurang makan makanan yang mengandung vitamin D juga bisa bikin tubuh kekurangan vitamin D. Selain itu, ada beberapa hal yang menyebabkan vitamin D dalam tubuh Anda kurang:

  • Penyakit Celiac atau penyakit Crohn bisa menyebabkan gangguan penyerapan vitamin D
  • Bila Anda memiliki penyakit dengan gejala kejang, obat antikejang yang Anda minum bisa membuat vitamin D dalam tubuh berkurang
  • Penyakit hati atau ginjal bisa menyebabkan gangguan produksi bentuk aktif dari vitamin D
  • Orang dengan kulit gelap lebih sedikit menyerap vitamin D
  • Obesitas bisa membuat vitamin D dalam tubuh kurang terserap secara maksimal

Mengingat tidak banyak makanan yang mengandung vitamin D, kebanyakan orang jadi mengonsumsi suplemen vitamin D. Namun, kebanyakan multivitamin tidak mengandung cukup vitamin D, karena umumnya satu kapsul hanya mengandung sekitar 400 IU vitamin D. Padahal rekomendasi asupan harian vitamin D adalah sekitar 600 IU untuk orang dewasa dan 800 IU untuk orang lanjut usia (di atas 70 tahun).

Penting untuk diperhatikan, terlalu banyak kandungan vitamin D di dalam tubuh juga belum tentu baik. Kelebihan vitamin D bisa bikin seseorang mengalami gejala kadar kalsium yang tinggi atau disebut hiperkalsemia. Hiperkalsemia menunjukkan gejala seperti kelelahan, kehilangan nafsu makan, sembelit, mual dan muntah, dan jadi linglung. Aritmia jantung dan masalah ginjal juga bisa disebabkan oleh keracunan vitamin D.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit