5 Makanan Pengganti Telur yang Tingi Kandungan Protein

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Telur merupakan salah satu sumber makanan yang mengandung protein baik untuk tubuh. Tapi sayangnya, sebagian besar orang memiliki alergi atau reaksi tubuh buruk terhadap telur. Lalu, adakah makanan pengganti telur yang sama bergizi dan bermanfaatnya bagi tubuh?

5 Jenis makanan pengganti telur

1. Daging hewan

Daging sapi, ayam ataupun daging unggas lainnya merupakan salah satu makanan pengganti telur yang memiliki protein dalam jumlah banyak. Meskipun daging punya kandungan lemak jenuh yang tinggi, tapi kalau mengonsumsinya dalam takaran yang cukup tidak akan menyebabkan efek tertentu pada tubuh.

Mengapa tidak boleh makan daging banyak-banyak? Pasalnya, lemak pada daging akan membuat penumpukan plak pada dinding ateri yang akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Walau begitu, semua jenis daging tidak hanya mengandung protein tinggi, tapi juga memiliki kandungan zat besi baik untuk melancarkan peredaran oksigen dalam tubuh.

2. Ikan

Selain telur dan daging, ikan juga punya sumber nutrisi serupa yang sama dibanding dengan keduanya. Tidak hanya ikan, sumber protein lain juga bisa didapat dari makanan laut lainnya seperti kerang dan tiram. Disarankan untuk mengonsumsi ikan salmon karena kandungan rendah lemaknya. Pada kandungan ikan salmon, ikan nila dan ikan tuna terdapat 21 gram protein per porsinya, yang jumlahnya sudah mencukupi kebutuhan protein tubuh sehari-hari.

3. Produk makanan dan minuman berbahan susu

Susu dan bahan makanan lain yang juga terbuat dari susu, bisa menjadi salah satu makanan pengganti telur yang aman dan baik untuk tubuh. Ada keju, yoghurt, keju cottage dan masih banyak lainnya. Masing-masing makanan berbahan susu tersebut, memiliki protein dalam jumlah yang cukup serta dapat menjadi sumber kalsium baik bagi tubuh. Contohnya dalam satu cangkir keju cottage mengandung 24 gram protein, sedangkan yoghurt memiliki protein sebanyak 20 gram per porsinya.

4. Biji gandum

Olahan biji gandum utuh seperti tepung gandum, roti gandum dan pasta gadum mengandung sejumlah protein dan berbagai nutrisi lainnya. Pada 100 gram olahan biji gandum mengandung sekitar 12,5 gram protein. Tapi sayang, tidak sama halnya dengan telur, biji gandum memang mengandung protein, tapi tidak semua kandungan protein ada di dalamnya. Salah satu contoh protein yang kurang adalah kandungan asam amino esensial, namun olahan bii gandum masih sehat dan bergizi untuk dijadikan makanan pengganti telur.

5. Tofu

Tofu adalah olahan dari kedelai yang digadang bagus untuk menurunkan kadar kolesterol dari dalam tubuh. Karena kandungan dari kedelai yang telah dimodifikasi menjadi bahan makanan lain, secara genetik dapat mengubah kadar kolesterol jahat menjadi kolesterol baik.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit