home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Makan Alpukat Bikin Badan Jadi Gemuk?

Benarkah Makan Alpukat Bikin Badan Jadi Gemuk?

Alpukat adalah salah satu makanan favorit orang-orang yang sedang berdiet. Dari salad hingga camilan sehat, Anda bisa menemukan buah ini dalam variasi menu diet. Namun, Anda mungkin pernah mendengar bahwa alpukat mengandung cukup banyak lemak. Jika demikian, apakah makan alpukat justru bikin Anda bertambah gemuk?

Yuk, cari tahu jawabannya dalam ulasan berikut ini!

Keuntungan makan alpukat untuk berat badan Anda

alpukat untuk bayi

Benar bahwa alpukat tergolong sebagai makanan tinggi lemak. Malah, alpukat mungkin merupakan satu-satunya buah dengan kandungan lemak yang tinggi. Buah ini berbeda dengan buah-buahan pada umumnya yang tinggi akan karbohidrat dan gula.

Meski begitu, apakah makan alpukat pasti bikin Anda gemuk? Rupanya anggapan ini keliru. Alpukat memang dapat membuat Anda gemuk apabila Anda memakannya dalam jumlah banyak dengan tujuan menambah berat badan.

Namun, buah dengan rasa yang gurih ini juga mempunyai efek sebaliknya. Lemak pada alpukat merupakan lemak yang sehat. Bersama serat, kandungan lemak tersebut bisa membantu menurunkan berat badan dengan cara berikut.

1. Membuat Anda kenyang lebih lama

Buah alpukat mengandung banyak serat dan lemak yang menyehatkan. Mengonsumsi makanan yang kaya akan kedua zat tersebut dapat membuat Anda kenyang lebih lama. Pasalnya, lemak dan serat memperlambat gerakan makanan dari lambung ke usus.

Sebuah penelitian dalam Nutrition Journal pernah menunjukkan khasiat ini. Orang yang makan setengah buah alpukat saat makan siang justru mampu menahan lapar hingga selama 5 jam ke depan. Namun, efek ini memang lebih tampak pada 3 jam pertama.

Makanan dengan tambahan alpukat juga membuat para peserta 23% lebih kenyang dibandingkan makanan tanpa buah ini. Dengan membuat Anda merasa kenyang, buah alpukat tidak akan bikin badan Anda gemuk.

2. Melancarkan pencernaan

Jika pencernaan tidak lancar, tubuh pun tidak dapat memecah dan menyerap zat gizi dengan sempurna. Kondisi ini bisa mengganggu metabolisme dan kemampuan tubuh dalam membuang zat limbah. Salah satu dampaknya yakni pertambahan berat badan.

Alpukat kaya akan serat larut dan tak larut yang sama-sama membantu melancarkan pencernaan Anda. Serat tak larutnya dapat melunakkan feses sehingga lebih mudah dikeluarkan, sedangkan serat larutnya menjadi makanan bagi bakteri baik dalam usus.

3. Menurunkan kolesterol dan trigliserida

Alih-alih bikin Anda gemuk, makan alpukat justru membantu mengurangi kolesterol total dan trigliserida darah. Serat dan antioksidan pada buah ini juga membantu mengurangi peradangan pada tubuh. Peradangan merupakan salah satu faktor risiko obesitas.

Tidak hanya itu, berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi alpukat dapat meningkatkan kolesterol “baik” yang disebut high-density lipoprotein (HDL). HDL akan menyerap kolesterol “jahat” dan mencegah pembentukan pembuluh arteri.

4. Menyerap zat gizi makanan dengan lebih baik

alergi alpukat

Zat gizi tertentu seperti vitamin A, D, E, dan K perlu diserap dengan bantuan lemak. Lemak juga membantu membawa zat gizi dari makanan menuju jaringan tubuh supaya bisa digunakan. Inilah satu lagi alasan mengapa asupan lemak sangatlah penting.

Dengan menambahkan alpukat atau minyak alpukat ke dalam salad, tubuh bahkan bisa menyerap antioksidan beberapa kali lipat lebih banyak. Jadi, bukannya bikin gemuk, alpukat justru meningkatkan kualitas gizi dari makanan yang Anda konsumsi.

5. Mudah ditambahkan ke dalam menu diet

Alpukat adalah bahan makanan serbaguna yang dapat ditambahkan ke hampir semua jenis makanan diet. Ini karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang lembut cocok mendampingi sayuran dan buah-buahan yang bertekstur lebih renyah.

Selain itu, lemak pada alpukat juga bisa membantu Anda yang sedang menjalani diet keto. Ada banyak cara untuk mengolah buah ini, mulai dari dibuat menjadi jus alpukat hingga diolah dengan bumbu-bumbu menjadi olesan yang disebut guacamole.

6. Membantu mengontrol berat badan

Anda perlu cermat memilih makanan yang tepat untuk diet. Pasalnya, diet yang tidak konsisten atau makanan yang salah justru dapat membuat berat badan naik lagi. Kabar baiknya, alpukat bisa menjadi pilihan yang baik dan tidak bikin tubuh kembali gemuk.

Sebuah penelitian dalam jurnal Lipids mengungkapkan bahwa lemak tak jenuh pada alpukat bisa membantu mengontrol berat badan dengan beberapa cara, yaitu:

  • meningkatkan laju pembakaran lemak,
  • diubah menjadi energi lebih cepat dibandingkan jenis lemak lain,
  • menurunkan nafsu makan dan keinginan untuk makan lagi, serta
  • membuat tubuh membakar lebih banyak kalori setelah makan.

Meski mengandung banyak lemak, alpukat tidak bikin badan gemuk. Sebaliknya, lemak menyehatkan pada buah ini justru membantu menurunkan berat badan Anda dengan banyak cara.

Agar Anda pun tidak ketinggalan manfaatnya, jangan lupa tambahkan alpukat ke dalam menu diet harian Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

LDL and HDL Cholesterol: “Bad” and “Good” Cholesterol. (2020). Retrieved 13 April 2021, from https://www.cdc.gov/cholesterol/ldl_hdl.htm

Peou, S., Milliard-Hasting, B., & Shah, S. A. (2016). Impact of avocado-enriched diets on plasma lipoproteins: A meta-analysis. Journal of clinical lipidology, 10(1), 161–171. https://doi.org/10.1016/j.jacl.2015.10.011

Schwab, U., Lauritzen, L., Tholstrup, T., Haldorssoni, T., Riserus, U., Uusitupa, M., & Becker, W. (2014). Effect of the amount and type of dietary fat on cardiometabolic risk factors and risk of developing type 2 diabetes, cardiovascular diseases, and cancer: a systematic review. Food & nutrition research, 58, 10.3402/fnr.v58.25145. https://doi.org/10.3402/fnr.v58.25145

Hammad, S., Pu, S., & Jones, P. J. (2016). Current Evidence Supporting the Link Between Dietary Fatty Acids and Cardiovascular Disease. Lipids, 51(5), 507–517. https://doi.org/10.1007/s11745-015-4113-x

Wien, M., Haddad, E., Oda, K., & Sabaté, J. (2013). A randomized 3×3 crossover study to evaluate the effect of Hass avocado intake on post-ingestive satiety, glucose and insulin levels, and subsequent energy intake in overweight adults. Nutrition Journal, 12(1). https://doi.org/10.1186/1475-2891-12-155

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 24/01/2017
x