home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Fakta Unik Seputar Kalori yang Sering Ditanyakan

7 Fakta Unik Seputar Kalori yang Sering Ditanyakan

Kalori bukan cuma sesuatu yang menjadi penyebab bertambahnya berat badan. Entah Anda seorang pegiat diet, binaragawan, atau sekadar ingin menjaga berat badan, kalori punya peran yang sangat penting bagi kesehatan. Yuk, simak lebih jauh beberapa fakta tentang kalori!

Beragam fakta unik tentang kalori

Makanan tinggi lemak

Berikut berbagai fakta unik seputar kalori yang sebaiknya Anda ketahui.

1. Setiap zat gizi memiliki jumlah kalori yang berbeda

Kalori adalah suatu unit dari energi. Setiap makanan dan minuman yang mengandung energi memiliki kalori yang dinyatakan dalam satuan kilokalori (kkal). Sebagian besar kalori ini berasal dari karbohidrat, lemak, dan protein.

Ketiga zat gizi tersebut menyumbangkan kalori dalam jumlah yang berbeda. Satu gram karbohidrat dan protein masing-masing menyumbangkan 4 kkal, sedangkan satu gram lemak menyumbangkan kalori sebanyak 9 kkal.

Jadi, jika Anda mengonsumsi suatu makanan yang mengandung 4 gram karbohidrat, 10 gram lemak, dan 15 gram protein, jumlah kalori yang masuk ke tubuh Anda yakni (4×4)+(10×9)+(15×4)= 166 kkal.

2. Tanpa kalori, tubuh akan mati

Fakta unik selanjutnya yakni tubuh perlu kalori untuk tetap hidup. Tanpa asupan kalori, sel-sel dalam tubuh Anda akan mati dan jantung akan berhenti berdetak. Maka dari itu, jangan takut lagi dengan kalori karena tubuh justru sangat membutuhkannya.

Anda bisa mendapatkan kalori dari makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Jika makanan dan minuman ini bisa mencukupi kebutuhan kalori Anda dalam sehari, tubuh pun dapat bekerja secara optimal dan melakukan aktivitasnya.

Meski begitu, bukan berarti Anda harus makan sebanyak-banyaknya untuk mendapat kalori. Menurut studi dalam jurnal Cell Metabolism, asupan kalori melebihi kebutuhan sehari-hari justru bisa meningkatkan risiko obesitas dan penyakit diabetes tipe 2.

3. Tubuh membakar kalori bahkan saat Anda tidur

Anda tentu tahu bahwa tubuh membakar kalori saat melakukan aktivitas fisik. Apa pun yang membuat tubuh beraktivitas akan membuat kalori terbakar, mulai dari menyapu dan mengepel, berjalan kaki, hingga olahraga berat seperti angkat beban.

Namun, ada lagi satu fakta unik tentang kalori yang perlu Anda ketahui: tubuh ternyata juga membakar kalori ketika tidur. Seseorang rata-rata membakar sekitar 50 kalori saat tidur, tapi jumlah ini bisa beragam tergantung basal metabolic rate (BMR) Anda.

BMR merupakan kalori yang tubuh perlukan untuk melakukan aktivitas dasar seperti bernapas, mencerna makanan, dan memompa darah. Semua fungsi ini berjalan bahkan ketika Anda tidur. Inilah mengapa makhluk hidup butuh kalori sepanjang waktu.

4. Banyak makanan mengandung “kalori kosong”

Istilah makanan ber-“kalori kosong” merujuk pada makanan yang tinggi kalori, tetapi hanya mengandung sedikit zat gizi. Makanan ini biasanya tidak menyumbangkan cukup protein, serat, vitamin, dan mineral yang penting bagi tubuh Anda.

Makanan dalam kelompok ini biasanya mengandung lemak trans dan gula tambahan. Produsen makanan sering menambahkan lemak trans untuk memperbaiki tekstur dan rasa makanan, padahal lemak ini berdampak buruk bagi kesehatan.

Sementara itu, gula tambahan kerap tersembunyi dalam produk seperti es krim, cake, kentang goreng, dan minuman ringan. Fakta lainnya, banyak studi menunjukkan kaitan antara konsumsi produk tinggi kalori ini dengan risiko obesitas, hipertensi, dan diabetes.

5. Berat badan naik karena jumlah kalori tidak seimbang

menjaga berat badan saat hamil

Tubuh mengubah kalori dari makanan menjadi energi untuk melakukan aktivitas setiap hari. Selama Anda bisa mempertahankan keseimbangan antara kalori yang masuk dan yang keluar, hal ini cukup untuk menjaga berat badan tetap stabil.

Apabila berat badan Anda naik, ini sebenarnya terjadi karena kalori yang masuk lebih banyak dari yang terbakar. Tubuh menyimpan kelebihan kalori dalam jaringan lemak. Semakin banyak kalori yang menumpuk, semakin banyak pula jaringan lemak Anda.

Tanpa aktivitas fisik dan pola makan sehat untuk mengimbanginya, kondisi ini dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas. Obesitas bisa meningkatkan risiko banyak penyakit, mulai dari tekanan darah tinggi, stroke, hingga serangan jantung.

6. Diet ketat dengan memangkas kalori justru membuat berat badan naik

Tidak sedikit yang berusaha keras memangkas kalori untuk menurunkan berat badan. Nah, ada fakta penting tentang diet defisit kalori yang sangat populer ini. Asupan kalori yang terlalu sedikit justru bisa memperlambat metabolisme tubuh Anda.

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Obesity, diet rendah kalori malah menurunkan jumlah kalori yang terbakar sebanyak 23 persen. Para peneliti menduga inilah alasan mengapa sekitar 80% orang mengalami kenaikan berat badan setelah diet ketat.

Laju metabolisme Anda menurun karena diet ketat menyebabkan hilangnya massa otot, terutama bila Anda mengurangi asupan kalori tanpa berolahraga. Akibatnya, massa otot berkurang tapi jumlah lemak tetap sehingga berat badan tidak berubah.

7. Tidak ada yang namanya makanan nol kalori

salad sayur untuk diet

Anda mungkin pernah menjumpai produk makanan segar atau olahan dengan label “bebas kalori”. Fakta ilmiah menunjukkan bahwa klaim “bebas kalori” ini tidaklah benar. Selain air putih, tidak ada yang namanya makanan atau minuman nol kalori.

Ingat bahwa proses pencernaan memerlukan kalori? Makanan berserat tinggi memang lebih sulit dicerna dan Anda butuh banyak kalori untuk menguraikannya. Namun, hal ini tetap tidak berpengaruh banyak terhadap keseimbangan kalori dalam tubuh Anda.

Meski demikian, tak ada salahnya mengonsumsi makanan alami berlabel “bebas kalori” seperti apel, kol, seledri, atau mentimun. Buah dan sayuran ini setidaknya mengandung banyak zat gizi bermanfaat yang tidak ada dalam makanan olahan.

Dari berbagai fakta tentang kalori tersebut, mana yang sudah akrab di telinga Anda? Kalori merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Kalorilah yang membuat Anda bisa beraktivitas, berolahraga, dan yang terpenting, hidup sehat.

Agar tubuh tetap sehat, pastikan Anda mendapatkan asupan kalori sesuai kebutuhan. Jangan lupa pilihlah sumber kalori yang menyehatkan dari makanan alami dan batasi asupan kalori dari makanan olahan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Learning About Calories (for Kids) – Nemours Kidshealth. (2021). Retrieved 27 September 2021, from https://kidshealth.org/en/kids/calorie.html

How Your Body Uses Calories While You Sleep | Sleep Foundation. (2019). Retrieved 27 September 2021, from https://www.sleepfoundation.org/how-sleep-works/how-your-body-uses-calories-while-you-sleep

Understanding calories. (2018). Retrieved 27 September 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/understanding-calories/

McCoy, K., & Niya Jones, M. (2009). The Truth About Zero-Calorie Food – Weight Center – EverydayHealth.com. Retrieved 27 September 2021, from https://www.everydayhealth.com/weight/zero-calorie-food-myths.aspx

5 Ways Restricting Calories Can Be Harmful. (2021). Retrieved 27 September 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/calorie-restriction-risks

Hall, K., Ayuketah, A., Brychta, R., Cai, H., Cassimatis, T., & Chen, K. et al. (2019). Ultra-Processed Diets Cause Excess Calorie Intake and Weight Gain: An Inpatient Randomized Controlled Trial of Ad Libitum Food Intake. Cell Metabolism, 30(1), 67-77.e3. doi: 10.1016/j.cmet.2019.05.008

Müller, M., & Bosy-Westphal, A. (2013). Adaptive thermogenesis with weight loss in humans. Obesity, 21(2), 218-228. doi: 10.1002/oby.20027

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui baru saja
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x