home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Hentikan Diet Dulu Jika Anda Mengalami 6 Kondisi Ini

Hentikan Diet Dulu Jika Anda Mengalami 6 Kondisi Ini

Diet memang memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Namun saat diet tidak lagi terasa menyenangkan atau malah membuat Anda kewalahan, mungkin inilah waktu yang tepat untuk stop diet.

Kapan waktu yang tepat untuk stop diet?

Diet apa pun akan berawal dari tujuan yang positif, entah itu menurunkan berat badan, mencegah penyakit, atau membuat Anda panjang umur.

Namun, tak jarang, diet justru melahirkan tuntutan yang membebani orang yang menjalaninya. Jika demikian, pola makan Anda mungkin sudah berubah menjadi diet yang tidak sehat.

Anda mungkin mengalami berbagai kondisi berikut yang menandakan bahwa inilah waktu yang tepat untuk stop diet.

1. Berat badan naik-turun

timbangan kesehatan

Anda perlu berpikir ulang apakah akan melanjutkan diet ketika mengalami penurunan berat badan yang tidak stabil. Berat badan yang naik-turun merupakan ciri diet yoyo.

Alih-alih mencapai berat badan ideal, Anda justru semakin kesulitan menurunkan berat badan dan lebih berisiko mengalami obesitas.

Diet yang tidak sehat ini juga dapat menambah lemak tubuh, khususnya pada perut.

Bertambahnya lemak perut bisa meningkatkan risiko banyak masalah kesehatan, antara lain sindrom metabolik dan penyakit diabetes tipe 2.

2. Anda tidak menikmati hidup

Diet bukanlah sesuatu yang Anda lakukan untuk sesaat, melainkan gaya hidup yang membantu Anda menjadi lebih sehat dan bahagia.

Jadi, jika diet justru membuat Anda sulit menikmati hidup, mungkin ini waktu yang tepat untuk stop melakukannya.

Biasanya, emosi seseorang menjadi sangat negatif pada awal menjalani diet.

Menurut studi dalam International Journal of Obesity, hal tersebut berkaitan dengan perubahan pola makan secara mendadak yang bisa menyebabkan perubahan zat kimia pengatur mood pada otak.

3. Aturan diet sangat banyak

Beberapa diet punya aturan yang simpel, misalnya diet defisit kalori dengan membatasi asupan kalori harian menjadi 1.800 kkal.

Namun, banyak pula diet dengan aturan rumit yang mungkin malah membuat Anda sulit menjalaninya.

Salah satu contohnya ialah diet keto, yang mengharuskan Anda mengonsumsi banyak lemak dan sedikit sekali karbohidrat. Jika Anda tidak terbiasa, pola makan ini justru bisa menyebabkan sembelit, tekanan darah rendah, hingga kekurangan gizi.

4. Terus memikirkan makanan yang tidak bisa Anda konsumsi

tidak nafsu makan saat tifus

Apakah Anda terus-terusan memikirkan kue, gorengan, dan minuman manis yang tidak bisa Anda konsumsi? Atau Anda selalu menghitung asupan kalori setiap hari?

Jika ya, ini merupakan waktu yang tepat untuk stop diet. Coba sediakan waktu sejenak untuk mengubah pola pikir Anda.

Makan seharusnya menjadi kegiatan normal yang membantu Anda bertahan hidup, bukan sesuatu yang menyiksa, apalagi sampai membuat Anda terobsesi memikirkannya.

5. Anda sangat takut berat badan akan naik

Coba ingat-ingat seberapa sering Anda menimbang berat badan dalam pekan ini?

Jika angka pada timbangan mulai membuat Anda khawatir, sedih, atau uring-uringan, Anda mungkin perlu berhenti berdiet untuk sementara.

Pada beberapa orang, rasa takut akan bertambahnya berat badan juga dapat menjadi ciri awal dari anoreksia nervosa.

Orang-orang yang mengalami gangguan makan memerlukan penanganan lebih lanjut oleh terapis dan ahli gizi.

6. Mulai muncul gangguan kesehatan

Dehidrasi

Diet yang tepat semestinya membuat tubuh Anda semakin sehat dan bugar. Maka dari itu, munculnya gangguan kesehatan merupakan tanda bahwa inilah waktu yang tepat untuk stop diet.

Gangguan kesehatan yang perlu Anda waspadai selama diet meliputi:

  • dehidrasi,
  • tubuh lemah dan lesu,
  • sakit kepala,
  • mual,
  • sembelit, serta
  • kurangnya asupan vitamin dan mineral.

Kondisi ini biasanya terjadi pada orang-orang yang mencoba fad diet

Fad diet menjanjikan penurunan berat badan secara drastis dalam waktu singkat. Padahal, fad diet mungkin malah membuat Anda kekurangan zat gizi tertentu.

Diet yang tepat dan sehat dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Namun, bila perubahan pola makan ini malah membuat Anda sengsara, Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk berhenti diet sejenak.

Waktu yang tepat untuk stop diet mungkin berbeda pada tiap orang. Kuncinya yakni “mendengarkan” tubuh Anda ketika ia mulai menunjukkan gejala, baik dari segi fisik maupun psikologis.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is yo-yo dieting making you fat?. (2021). Retrieved 7 December 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/expert-answers/yo-yo-dieting/faq-20348589

Scientists start explaining Fat Bastard’s vicious cycle – Canadian Association for Neuroscience. (2012). Retrieved 7 December 2021, from https://can-acn.org/scientists-start-explaining-fat-bastards-vicious-cycle/

A Saner Mindset For Weight Loss. (2021). Retrieved 7 December 2021, from https://www.npr.org/2019/04/25/717059239/a-saner-mindset-for-weight-loss

Weight loss and fad diets – Better Health Channel. (2021). Retrieved 7 December 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/weight-loss-and-fad-diets

The Deal With Diets (for Teens) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 7 December 2021, from https://kidshealth.org/en/teens/dieting.html

Weight loss and fad diets – Better Health Channel. (2021). Retrieved 7 December 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/weight-loss-and-fad-diets

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 14/12/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan