home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Diet Dengan Cara Hanya Makan Sup, Sehat atau Tidak?

Diet Dengan Cara Hanya Makan Sup, Sehat atau Tidak?

Hampir setiap tahun rasanya muncul berbagai jenis diet. Beberapa waktu lalu, sedang ramai-ramainya jenis diet sup atau dalam bahasa Inggris disebut souping. Diet ini sangat populer dan banyak yang bilang bahwa diet ini bisa membersihkan tubuh dengan membuang racun atau detoksifikasi. Apakah klaim manfaat kesehatan yang ada pada diet sup sehingga membuat orang tergila-gila itu benar? Atau mungkin sebaliknya, diet sup malah berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Apa itu diet sup?

Diet sup adalah pola makan untuk turunkan berat badan yang terdiri dari jenis makanan sup. Seperti yang Anda ketahui, ada banyak sekali jenis sup. Sup ayam, sup jagung, sup kentang, dan lain sebagainya.

Diet ini menjadi populer karena efeknya yang cukup baik untuk menurunkan berat badan. Anda hanya perlu menyeruput sup dan tidak perlu repot-repot mengunyah. Tentu terkesan praktis dan tampaknya cukup baik untuk pencernaan.

Anda juga bisa melakukan kombinasi dari berbagai macam makanan dalam satu sup. Misalnya Anda menggabungkan berbagai makanan seperti daging ayam rendah lemak, gandum, dan berbagai jenis sayuran.

Apa bedanya diet sup dengan metode diet lainnya?

Diet sup juga bermanfaat bagi orang-orang dengan gangguan pencernaan. Saat kena gangguan pencernaan, Anda disarankan untuk memudahkan tugas dari saluran pencernaan Anda dengan tidak mengonsumsi makanan padat atau terlalu keras. Makanan berbentuk cair seperti sup akan membantu proses pemulihan.

Salah satu masalah diet pada orang-orang saat ini adalah terlalu banyak memakan daging yang berasal dari otot hewan, misalnya dada ayam, namun kurang dalam memakan sumber hewani yang mengandung gelatin, misalnya pada tulang rawan dan jaringan pengikat misalnya pada sendi hewan. Sup ayam banyak mengandung gelatin, sehingga bisa membuat asupan Anda seimbang dan menjauhkan dari peradangan dan peningkatan risiko kesehatan.

Selain itu, diet sup mencakup beragam jenis makanan. Selain sayur-sayuran, protein dan lemak juga ada di sana. Dengan kata lain, ini membuat diet jenis ini lebih seimbang dari sisi kandungan gizinya. Selain itu, kelebihan diet sup ini adalah karena sup tidak memiliki kandungan gula yang sangat sangat tinggi seperti diet jus.

Pola diet sup rendah kalori

Biasanya, dalam pola diet sup rendah kalori, orang-orang akan mengonsumsi semangkuk sup sekitar lima kali dalam sehari, setiap beberapa jam. Sering makan hanya dalam selang waktu beberapa jam ditujukan agar Anda tidak merasa lapar dan malah tergoda untuk makan makanan tinggi kalori yang tidak menyehatkan.

Jangan salah, walaupun Anda mengonsumsi sup lima kali, satu mangkoknya hanya mengandung sekitar 100 hingga 200 kalori. Dengan jumlah kalori seperti itu, sup tidak akan membuat Anda cepat gemuk. Justru memang bisa membantu menurunkan berat badan bila dijalankan sesuai aturannya.

Dengan total kalori yang sangat sedikit, apakah diet sup menyehatkan?

Pada dasarnya, diet sup dengan pola seperti di atas tidak boleh digunakan untuk pola makan terus-menerus. Anda tetap membutuhkan makanan lainnya untuk memenuhi kebutuhan gizi pada tubuh Anda.

Misalnya, Anda bisa melakukan diet sup dengan mengonsumsi sup rendah kalori sebelum makan makanan utama. Walaupun Anda tetap makan makanan berat, dengan makan sup di awal makan siang, Anda tetap bisa mengurangi jumlah kalori yang masuk secara signifikan.

Sebuah riset yang dilakukan oleh Pennsylvania State University membuktikan bahwa dengan makan sup sebagai hidangan pembuka saat makan siang, akan mengurangi total asupan kalori hingga 20 persen dibandingkan orang-orang yang tidak makan sup di awal.

Anda tetap membutuhkan makanan padat, bukan hanya sup. Tidak ada salahnya untuk memakan makanan padat karena tubuh memang dirancang untuk mencerna makanan padat. Anda memiliki enzim untuk mengubah makanan padat menjadi makanan yang cair seperti sup.

Dengan tetap memakan makanan padat, berarti Anda menjalankan fungsi enzim pencernaan Anda.

Selain tetap perlu memakan makanan padat, Anda juga perlu memerhatikan sup yang Anda makan. Sup buatan sendiri untuk diet sup tentu jauh lebih baik dibandingkan dengan sup instan dalam kemasan yang bisa dibeli di toko. Sup instan dalam kemasan mengandung kadar natrium yang sangat tinggi serta bahan pengawet. Selain itu, pemanasan juga dapat menghancurkan beberapa zat gizinya.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Penn State. 2007. Eating soup will help cut calories at meals. EurekAlert. Dilihat di https://www.eurekalert.org/pub_releases/2007-05/ps-esw042507.php. Diakses pada 29 September 2017.

Joseph, M. 2016. Souping diet: what is it and does it work? Nutrition advance. Dilihat di http://nutritionadvance.com/souping-diet-work/. Diakses pada 29 September 2017.

Sakimura, J. 2016. Is souping healthier than juicing? Everyday Health. Dilihat di https://www.everydayhealth.com/columns/johannah-sakimura-nutrition-sleuth/is-souping-healthier-than-juicing/. Diakses pada 29 September 2017


Foto Penulis
Ditulis oleh Fauzan Budi Prasetya Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x