home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Diet Nordik, Diet Ala Eropa yang Mengharuskan Anda Banyak Makan Ikan dan Buah

Diet Nordik, Diet Ala Eropa yang Mengharuskan Anda Banyak Makan Ikan dan Buah

Makin banyak tren diet baru yang bermunculan untuk membantu Anda memiliki berat badan ideal. Salah satu yang belakangan ini ramai dibicarakan adalah diet Nordik. Diet Nordik terinspirasi dari kebiasaan makan orang-orang Eropa Utara. Seperti apa diet Nordik itu, dan apa manfaatnya? Yuk, cari tahu lebih lanjut di sini.

Apa itu diet Nordik?

Diet nordik adalah diet rendah gula dan lemak yang dirancang oleh sekelompok ahli gizi, ilmuwan dan koki internasional setelah terinspirasi pola makan penduduk Eropa Utara (Norwegia, Denmark, Swedia, Finlandia, dan Islandia) yang banyak makan ikan. Maka selain mengurangi gula dan lemak, diet ini juga mengharuskan Anda untuk memperbanyak makan ikan dan makanan laut (seafood) lainnya hingga dua kali lipat.

Keunikan lainnya dari diet nordik adalah Anda juga harus makan lebih banyak buah-buahan beri (buah buni) — seperti anggur, blackcurrant, acai berry, kesemek, goji berry, raspberry, stroberi, blackberry, blueberry, cranberry, arbei, tomat, timun, terong, pisang, semangka, hingga labu.

Anjuran dan pantangan makan selama diet nordik

Secara garis besar, panduan makan diet Nordik sebenarnya mirip dengan diet Mediterania. Keduanya sama-sama mengutamakan menu makanan protein nabati yang kaya akan karbohidrat kompleks, vitamin, mineral, serta antioksidan. Keduanya juga sama-sama membatasi asupan gula dan lemak jenuh alias lemak trans.

Asupan lemak yang diutamakan dalam kedua diet ini adalah jenis lemak tidak jenuh yang justru baik untuk kesehatan jantung. Bedanya, diet Mediterania mengutamakan minyak zaitun sebagai sumber utama lemak tak jenuh, sementara diet Nordik menggunakan minyak kanola (minyak rapia).

Lalu, apa saja yang boleh dan tidak boleh dimakan selama menjalani diet Nordik?

  • Yang harus diperbanyak: Buah-buahan berry, sayuran, kacang polong, kentang, biji-bijian, kacang-kacangan, roti gandum, ikan dan makanan laut, susu rendah lemak, rempah-rempah alami, dan minyak kanola.
  • Yang boleh dikonsumsi secukupnya: daging giling, telur, keju, dan yogurt
  • Yang boleh dimakan sedikit saja: daging merah, dan makanan mengandung lemak hewan lainnya
  • Yang tidak boleh dimakan sama sekali: minuman manis, gula tambahan, daging olahan, makanan dan minuman kemasan, dan makanan cepat saji

Apa manfaat diet nordik?

Selain menurunkan berat badan, diet Nordik bermanfaat untuk menurunkan risiko berbagai macam penyakit kronis dan menjaga tekanan darah tetap stabil.

1. Menurunkan berat badan

Sebuah penelitian menemukan bahwa menjalani diet Nordik selama 6 bulan secara teratur mampu menurunkan berat badan hingga 23 kilogram, sementara diet lainnya hanya mentok turun 7,2 kg dalam rentang waktu yang sama.

Temuan ini diamini oleh sebuah penelitian terbitan Journal Internal Medicine tahun 2011, yang melaporkan bahwa 6 minggu menjalani diet Nordik mampu menurunkan berat badan 4% lebih banyak daripada cara diet standar.

2. Menurunkan tekanan darah

Dalam American Journal of Clinical Nutrition tahun 2013, sebuah penelitian menunjukan bahwa diet Nordik menurunkan tekanan darah cukup drastis pada orang-orang obesitas dalam kurun waktu 6 bulan.

Beberapa penelitian lainnya juga melaporkan bahwa diet ini mampu membantu menurunkan trigliserida. Tingginya trigliserida dalam darah sering menjadi pertanda obesitas dan sindrom metabolik. Trigliserida tinggi juga meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, hingga pankreatitis akut.

3. Menurunkan risiko penyakit jantung

Dilansir dari laman Harvard Medical School, memperbanyak konsumsi buah-buahan beri dapat membantu menjaga berat badan dan menurunkan risiko penyakit jantung dibandingkan jika Anda tidak memakannya sama sekali. Pasalnya, buah-buahan beri termasuk tinggi kandungan antosianin.

Antosianin bertindak sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas penyebab berbagai penyakit kronis. Antosianin juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah karena membuat pembuluh darah jadi lebih elastis.

Lebih lanjut, antosianin berperan dalam proses antiradang, antivirus, dan diduga berpotensi sebagai agen antikanker.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Leech Joe. 2015.  The Nordic Diet: An Evidence-Bsed Review. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/nutrition/the-nordic-diet-review (Diakses 16 April 2018)

Harvard Medical School. 2015. The Nordic Diet: Healthy Eating with an Eco-Friendly Bent. [Online] Tersedia pada: https://www.health.harvard.edu/blog/the-nordic-diet-healthy-fare-with-an-eco-friendly-bent-201511198673 (Diakses 16 April 2018)

Body Nutrition. Everything You Need to Know About the Nordic Diet. [Online] Tersedia pada: https://bodynutrition.org/nordic-diet/ (Diakses 16 April 2018)

Poulsen SK, dkk. 2014. Healthy Effect of the New Nordic Diet in Adults with Increased Waist Circumference: a 6-mo Randomized Controlled Trial. The American Journal of Clinical Nutrition. (1) 99: 35-45

Adamsson, dkk. 2011. Efects of a Healthy Nordic Diet on Cardiovascular Risk Factors in Hypercholesterolaemic Subjects: A Randomized Controlled Trial (NORDIET). Journal of Internal Medicine 269(2): 150-159

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 09/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x