Bolehkah Diet Dengan Hanya Minum Jus Saja?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sekarang ini sedang populer tren diet dengan mengandalkan jus buah dan sayuran. Berbagai alasan dapat menjadi dasar mengapa banyak orang menggunakan metode ini. Selain untuk menurunkan berat badan, mengonsumsi jus saja atau diet jus juga dimanfaatkan untuk mendetoksifikasi atau mengeluarkan racun dari tubuh. Tapi, apakah mengonsumsi jus saja baik untuk kesehatan?

Bahaya diet dengan minum jus saja

Diet dengan hanya mengonsumsi jus buah dan sayur setiap hari mungkin dapat membantu Anda dalam menurunkan berat badan. Jumlah kalori yang sedikit dalam jus membuat tubuh Anda terpaksa membakar cadangan energi yang ada dalam tubuh untuk menunjang aktivitas Anda. Namun, diet dengan jus tampaknya tidak serta-merta membawa dampak yang baik bagi kesehatan Anda. Anda tidak benar-benar diuntungkan ketika hanya mengonsumsi jus saja dalam waktu tertentu. Mengapa?

1. Mengandung protein rendah

Anda disarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda. Namun, jika Anda hanya mengonsumsi satu jenis makanan dalam periode waktu tertentu, hal ini tentu membuat Anda kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi Anda.

Salah satu nutrisi yang sulit Anda penuhi saat melakukan metode ini adalah protein. Ya, buah dan sayur hanya memiliki kandungan protein sedikit. Jadi, kekurangan protein mungkin bisa Anda alami saat Anda hanya mengonsumsi jus buah dan sayur setiap hari. Hal ini tentu merugikan kesehatan Anda. Mengapa? Karena protein dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda dan regenerasi otot. Kekurangan protein membuat Anda lebih rentan terkena penyakit, serta massa otot Anda dapat berkurang.

2. Membuat Anda mudah lapar

Jika Anda berencana untuk diet, mengonsumsi hanya jus saja setiap hari justru membuat Anda tidak kenyang sehingga Anda tergoda untuk mengonsumsi makanan lain. Jus hanya mengandung serat dan protein dalam jumlah sedikit. Bahkan, kandungan serat dalam jus bisa hilang hingga 90%. Padahal, serat dan protein dapat membuat Anda kenyang lebih lama. Tidak hanya serat dan protein, kandungan nutrisi lainnya yang terdapat dalam buah dan sayur juga bisa hilang atau rusak.

Selain itu, tekstur jus yang cair juga membuat tubuh tidak sadar bahwa ada kalori yang masuk. Penelitian telah menemukan bahwa otak tidak merespon kalori cair dalam cara yang sama seperti yang dilakukannya saat kalori padat masuk ke dalam tubuh. Hal ini mungkin membuat Anda terus merasa lapar.

3. Mengandung kalori rendah

Saat Anda diet, jumlah kalori minimal yang harus masuk ke dalam tubuh Anda adalah 1200 kalori. Jika kurang dari jumlah ini, maka Anda berisiko untuk mengalami penyakit tertentu, seperti batu empedu. Jus buah dan sayur tentu mengandung kalori yang sedikit, walaupun Anda mengonsumsinya berkali-kali dalam sehari. Jika Anda hanya mengonsumsi jus buah dan sayur selama 10 hari, tubuh Anda mungkin dapat mengartikan hal ini sebagai kelaparan sehingga tubuh akan merespon dengan memperlambat metabolisme Anda. Hal ini tentu dapat mengganggu metabolisme normal Anda.

4. Menimbulkan efek samping

Pemenuhan nutrisi yang kurang dapat membuat Anda mengalami efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin Anda rasakan karena hanya mengonsumsi jus adalah cepat lelah, sakit kepala, bau mulut, sulit berpikir, murung, sakit perut, dan kelaparan. Anda mungkin juga mengalami masalah dengan pencernaan, seperti diare.

Hanya mengonsumsi jus juga tidak baik bagi Anda yang punya diabetes. Hal ini dapat mengganggu kadar gula darah Anda. Wanita yang sedang hamil atau menyusui juga tidak disarankan untuk melakukan diet dengan jus. Pada saat hamil dan menyusui, Anda membutuhkan banyak sekali nutrisi yang tidak mungkin terpenuhi hanya dari jus. Orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, penyakit jantung, penyakit hati, atau penyakit ginjal juga tidak disarankan untuk melakukan diet atau detoksifikasi jus.

Orang yang melakukan detoksifikasi dengan jus mungkin berpikir metode ini dapat membantu tubuhnya dalam mengeluarkan racun. Namun, tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa racun atau senyawa berbahaya dalam tubuh dapat benar-benar dikeluarkan saat Anda melakukan detoksifikasi dengan jus. Sebenarnya, tubuh Anda sendiri sudah mempunyai mekanisme khusus dalam membuang racun yang ada dalam tubuh. Jadi, Anda tidak benar-benar membutuhkan jus untuk detoksifikasi. Mengonsumsi buah dan sayuran utuh akan membawa dampak yang lebih baik untuk Anda, daripada hanya mengonsumsi jus.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Bagi yang sedang diet, konsumsi beras atau nasi mungkin akan dibatasi. Beras merah atau beras shirataki dapat menjadi pilihan, tapi mana yang lebih efektif?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Tidak hanya bermanfaat bagi orang yang sehat, olahraga juga harus dilakukan oleh mantan penderita kanker. Apa saja manfaatnya? Olahraga apa yang dianjurkan?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kebugaran 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

Beberapa jenis makanan dan minuman ternyata bermanfaat untuk meringankan keluhan pada penderita sakit maag. Apa saja daftarnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perbedaan mentega dan margarin

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
resep oatmeal sehat

7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
diet alpukat

Mengenal Diet Alpukat, Betulkah Bermanfaat untuk Turun Berat Badan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit