home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Gastric Balloon Insertion, Ampuhkah Mengatasi Kelebihan Berat Badan?

Gastric Balloon Insertion, Ampuhkah Mengatasi Kelebihan Berat Badan?

Meskipun telah melakukan diet dan olahraga rutin, berat badan kadang tak juga turun. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan prosedur medis untuk menurunkan berat badan, salah satunya gastric balloon insertion.

Apa itu gastric balloon insertion?

Gastric balloon insertion adalah prosedur penurunan berat badan dengan memasang balon silikon berisi udara atau cairan saline pada lambung.

Cara kerja prosedur yang juga disebut intragastric balloon ini membuat Anda merasa lebih cepat kenyang sehingga mengurangi porsi makan.

Dengan begitu, Anda akan lebih mudah berkomitmen menerapkan pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat.

Dokter biasanya mempertimbangkan prosedur ini bila diet atau program latihan yang Anda lakukan tidak kunjung menurunkan berat badan.

Kapan perlu membutuhkan prosedur medis ini?

Kelebihan berat badan (obesitas) bisa menimbulkan masalah serius, seperti GERD, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga stroke.

Sebelum memasang gastric balloon, dokter akan mengevaluasi riwayat medis dan kondisi Anda. Umumnya pemasangan baru bisa Anda lakukan dalam kondisi berikut.

  • Indeks massa tubuh berada antara 30 hingga 40.
  • Indeks massa tubuh di atas 35 yang disertai diabetes tipe 2 atau tekanan darah tinggi.
  • Perlu menurunkan berat badan sebelum operasi penurunan berat badan.
  • Belum pernah menjalani operasi perut atau kerongkongan sebelumnya.

Balon silikon yang dipasang di dalam lambung hanya dapat bertahan sampai 6 bulan.

Untuk itu, prosedur ini biasanya bertujuan membantu penurunan berat badan dalam jangka pendek.

Dalam kondisi tertentu, dokter bisa mempertimbangkan operasi bariatrik untuk menurunkan berat badan, seperti gastric bypass atau gastric banding.

Persiapan sebelum gastric balloon insertion

pemeriksaan dokter gastroenterologi

Jika Anda akan melakukan pemasangan gastric balloon, umumnya dokter dan tim perawat akan memberikan instruksi khusus sebelum menjalani prosedur ini.

Anda juga perlu mendiskusikan ke dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi, alergi, atau kondisi kesehatan lainnya.

Dokter mungkin mengharuskan berpuasa penuh atau tidak makan dan minum selama 12 jam sebelum pemasangan gastric balloon.

Sebelum menjalani prosedur gastric balloon insertion, Anda perlu mengetahui hal-hal berikut ini.

Saat pengangkatan gastric balloon, dokter hanya memperbolehkan diet cairan selama 48 jam sebelumnya. Ini berarti, Anda tidak boleh mengonsumsi makanan padat sama sekali.

Prosedur gastric balloon insertion

Pemasangan gastric balloon umumnya berlangsung selama 20 menit sampai satu jam. Dokter mungkin akan memberikan anestesi (obat bius) agar Anda merasa lebih rileks.

Dokter akan melakukan endoskopi dengan teleskop fleksibel (endoskop) ke bagian belakang tenggorokan hingga turun ke lambung Anda.

Saat endoskopi, dokter mungkin menemukan masalah lambung, seperti gastritis atau tukak lambung.

Jika kondisi tersebut terjadi, dokter Anda perlu mengobatinya terlebih dahulu.

Apabila tidak ada gangguan lambung, endoskop akan dokter gunakan untuk membawa balon yang masih kempis ke dalam lambung Anda.

Balon akan dipasangkan ke selang yang akan mengisi balon dengan 650–750 mililiter udara atau 400–700 mililiter larutan saline.

Hal-hal setelah menjalani gastric balloon insertion

Setelah pemasangan gastric balloon, umumnya Anda diperbolehkan pulang pada hari yang sama atau keesokan harinya.

Anda bisa merasakan nyeri pada bagian perut atau punggung setelah prosedur. Untuk itu, Anda juga perlu mengikuti anjuran dokter berikut ini.

  • Mengonsumsi cairan saja selama 1 minggu, perlahan mengonsumsi makanan halus, lalu setelah 1 atau 2 minggu baru boleh mengonsumsi makanan padat.
  • Beristirahat penuh sebelum kembali kerja. Anda dapat kembali bekerja setelah 1 atau 2 hari, atau tergantung pemulihan.
  • Berolahraga ringan agar bisa kembali beraktivitas seperti biasa, tetapi konsultasikan ke dokter terlebih dahulu.

Penting untuk diketahui bahwa prosedur medis bersifat sementara. Balon akan diangkat setelah 6 bulan.

Selama balon silikon dipasang, pastikan untuk selalu menjaga pola makan sehat dan olahraga rutin untuk menghindari kenaikan berat badan.

Anda mungkin akan lebih sering berkonsultasi ke ahli gizi untuk membantu menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

Setelah 6 bulan, jadwalkan konsultasi ke dokter untuk pemasangan balon silikon baru atau rencana perawatan lainnya.

Komplikasi gastric balloon insertion

Gejala asam lambung naik

Gastric balloon insertion mungkin dapat menimbulkan komplikasi, baik dari prosedur endoskopi maupun pemasangan balon silikon dalam lambung.

Berikut ini adalah kemungkinan komplikasi yang timbul saat atau setelah prosedur.

  • Perdarahan atau perforasi lambung akibat cedera selama pemasangan atau pengangkatan balon.
  • Penurunan kadar oksigen dalam darah atau detak jantung tidak teratur, terkadang bisa memicu serangan jantung.
  • Penyumbatan usus oleh balon silikon yang bisa terjadi saat balon kempis dan masuk ke dalam usus halus.
  • Rasa tidak nyaman pada perut, mual, dan muntah pada minggu pertama setelah pemasangan balon.
  • Refluks asam lambung atau gangguan pencernaan lainnya.
  • Perasaan berat atau sakit di perut atau punggung.
  • Kerusakan pada crown atau bridge gigi.
  • Iritasi usus akibat balon bocor dan menghalangi usus.
  • Infeksi dada akibat pemasangan balon silikon.

Efek samping ringan dari gastric balloon dapat berupa mual, muntah, ketidaknyamanan lambung, refluks asam lambung, dan gangguan pencernaan lain.

Untuk mendeteksi kebocoran balon, dokter mungkin akan menambahkan pewarna kontras biru ke dalam balon silikon.

Jika balon bocor, pewarna kontras akan lolos ke saluran kemih dan menyebabkan perubahan warna urine.

Anda dapat menghindari risiko komplikasi dengan mengikuti instruksi dokter, seperti berpuasa dan berhenti mengonsumsi obat tertentu.

Penting bagi Anda memahami sejumlah peringatan di atas sebelum menjalankan prosedur ini.

Efektifkah prosedur ini menurunkan berat badan?

Gastric balloon yang mengisi sebagian lambung bisa membuat Anda merasa kenyang lebih cepat. Hal ini bisa menekan nafsu makan.

Menurut Mayo Clinic, sejumlah pasien yang melakukan gastric balloon umumnya kehilangan 7–15% dari berat badan selama 6 bulan.

Jumlah berat badan yang turun tergantung seberapa banyak perubahan gaya hidup, termasuk melalui diet sehat dan olahraga rutin.

Selain itu, sebuah studi dalam Obesity Surgery menunjukkan pasien dengan indeks massa tubuh di bawah 32 dapat menurunkan berat badan lebih baik setelah pengangkatan balon.

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai prosedur dan risiko dari gastric balloon, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Intragastric balloon. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 19 October 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/intragastric-balloon/about/pac-20394435

Intragastric balloon safe and effective in total weight management program. Mayo Clinic. (2016). Retrieved 19 October 2021, from https://www.mayoclinic.org/medical-professionals/digestive-diseases/news/intragastric-balloon-safe-and-effective-in-total-weight-management-program/mac-20430253

Inserting a gastric balloon. HealthDirect Australia. (2021). Retrieved 19 October 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/surgery/inserting-a-gastric-balloon

Gastric Balloon Procedure. NHS UK. Retrieved 19 October 2021, from https://www.dbth.nhs.uk/wp-content/uploads/2017/07/WPR34491-Gastric-Balloon-Procedure.pdf

Tai, C. M., Lin, H. Y., Yen, Y. C., Huang, C. K., Hsu, W. L., Huang, Y. W., Chang, C. Y., Wang, H. P., & Mo, L. R. (2013). Effectiveness of intragastric balloon treatment for obese patients: one-year follow-up after balloon removal. Obesity surgery, 23(12), 2068–2074. https://doi.org/10.1007/s11695-013-1027-7

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro