home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bisakah Puasa Menurunkan Berat Badan?

Bisakah Puasa Menurunkan Berat Badan?

Bulan Ramadan merupakan waktu ketika umat Islam berpuasa penuh selama 30 hari. Tidak makan dan minum dari fajar hingga tenggelamnya matahari. Terlepas dari puasa yang diharuskan dalam agama, benarkah puasa bisa menurunkan berat badan?

Manfaat puasa untuk menurunkan berat badan

pilihan superfood untuk puasa

Puasa pada bulan Ramadan merupakan kesempatan emas bagi umat Muslim untuk beribadah sekaligus menurunkan berat badan.

Bagaimana tidak, sejumlah studi medis melaporkan bahwa puasa dapat mengendalikan tekanan darah hingga kadar kolesterol. Tidak heran bila menahan hawa nafsu ini disinyalir bisa menurunkan berat badan dengan sehat.

Di bawah ini beberapa alasan mengapa puasa bisa menjadi alternatif untuk mengurangi berat badan.

1. Detoksifikasi

Salah satu alasan mengapa puasa bisa menjadi cara aman menurunkan berat badan yaitu membantu mendetoks tubuh.

Pada saat Anda berpuasa, racun yang tersimpan di lemak larut dan dikeluarkan dari tubuh. Bahkan, tubuh akan menghasilkan hormon endorfin lebih banyak setelah beberapa hari Anda berpuasa.

Endorfin merupakan hormon yang membuat Anda merasa bahagia, sehingga berdampak pada kesehatan mental yang lebih baik.

2. Mengurangi resistensi insulin

persiapan puasa hari pertama Ramadan

Tak hanya detoksifikasi, puasa selama bulan Ramadan dapat mengurangi resistensi insulin.

Umumnya, penyandang obesitas memiliki rasio leptin/adiponektin plasma yang tinggi. Akibatnya, resisten insulin pun cenderung terjadi pada orang yang kelebihan berat badan.

Untungnya, puasa di bulan Ramadan dapat menurunkan kadar serum leptin, sehingga rasio leptin dan resistensi insulin ikut berkurang. Jadi, berpuasa ternyata cukup baik untuk mengontrol obesitas yang bisa menyebabkan resistensi insulin.

3. Mengurangi risiko obesitas

Dilansir dari artikel yang dimuat dalam Journal of Fasting and Health, puasa Ramadan dapat menurunkan BMI dan lingkar pinggang secara signifikan.

Indeks massa tubuh (BMI) dan lingkar pinggang merupakan indikator untuk melihat apakah seseorang berisiko mengalami obesitas atau tidak. Bila angka kedua indikator tersebut turun, artinya berat badan pun ikut turun.

Meski begitu, diperlukan penelitian lebih lanjut bagaimana mekanisme puasa Ramadan ikut mengurangi risiko obesitas.

4. Membakar lemak sebagai energi

berat badan naik setelah puasa

Salah satu alasan terkuat mengapa puasa di bulan Ramadan dapat menurunkan berat badan yaitu membakar lemak sebagai energi. Pada saat Anda berpuasa, tubuh akan mengalami perubahan, seperti:

  • asupan energi berkurang,
  • total cairan tubuh menurun, serta
  • kadar serum leptin, insulin, dan kortisol berubah.

Perubahan tersebut terjadi karena pola tidur yang berubah. Tak hanya itu, Anda pun tidak mendapat asupan cairan semestinya dan hanya makan pada malam hari.

Hal tersebut dapat menunda penyerapan karena lebih rendahnya pengosongan lambung dan aliran darah dibandingkan pada siang hari. Itu sebabnya, tubuh akan lebih banyak membakar lemak untuk menghasilkan energi.

Meski begitu, berat badan yang hilang selama Ramadan bisa naik kembali dengan cepat. Jika menjalani gaya hidup sehat selama puasa untuk menjaga berat badan tetap stabil, Anda tetap harus melakukannya selepas bulan Ramadan berakhir.

5. Meregenerasi sel kekebalan tubuh

Berpuasa juga merupakan cara efektif untuk meregenerasi sel imun atau sel kekebalan tubuh. Pasalnya, tubuh akan mencoba menyimpan energi pada saat berpuasa.

Hal tersebut dilakukan dengan mendaur ulang sel imun yang tidak dibutuhkan atau berisiko untuk rusak. Walaupun cara ini tidak secara langsung menurunkan berat badan, setidaknya puasa baik untuk meningkatkan sistem imun Anda.

Tips aman menurunkan berat badan selama puasa Ramadan

porsi makan sahur

Berpuasa memang terbukti dapat menurunkan berat badan. Namun, Anda tidak boleh menjalaninya sembarangan karena bisa memicu sejumlah penyakit.

Ada pun hal yang perlu diperhatikan ketika ingin menurunkan berat badan saat Ramadan meliputi:

  • perhatikan asupan makanan ketika sahur dan berbuka,
  • tidak tidur setelah sahur karena bisa menimbun kalori yang baru masuk,
  • batasi makanan manis saat berbuka puasa,
  • minum air secukupnya saat puasa, minimal delapan hingga dua belas gelas per hari, serta
  • tetap lakukan aktivitas seperti biasanya.

Bila Anda memiliki kondisi tertentu dan ingin menurunkan berat badan saat puasa, silakan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

A healthy Ramadan. (2021). British Nutrition Foundation. Retrieved 13 April 2021, from https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/seasons/ramadan.html 

Pakkir Maideen, N., (2017). Health Benefits of Islamic Intermittent Fasting. Journal of Fasting and Health, 5(4), pp.162-171. Retrieved 13 April 2021. 

Sadeghirad, B., Motaghipisheh, S., Kolahdooz, F., Zahedi, M. J., and Haghdoost, A. A. (2014). Islamic fasting and weight loss: a systematic review and meta-analysis. Public Health Nutrition, 17(2), 396–406. http://doi.org/10.1017/S1368980012005046. Retrieved 13 April 2021. 

Eat healthy throughout all your life. (n.d). World Health Organization – Eastern Mediterranean. Retrieved 13 April 2021, from https://www.emro.who.int/nutrition/healthy-eating/index.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi Diperbarui 08/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x