4 Cara Menjalani Diet Tanpa Rasa Lapar Berlebih

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Merasa lapar saat menjalani diet adalah hal wajar karena tubuh menerima asupan kalori yang lebih rendah dari kebutuhan normal. Namun tak jarang rasa lapar berlebih memicu kita untuk melakukan sabotase terhadap usaha membatasi pola asupan seperti mengonsumsi makanan atau minuman dengan kalori yang lebih tinggi. Hasilnya, tidak ada penurunan berat badan yang signifikan walaupun sudah “diet” dalam waktu yang lama.

Pada dasarnya, rasa lapar berlebih muncul karena tubuh tidak terbiasa, atau kalori yang dikurangi selama diet terlalu banyak. Padahal yang dibutuhkan selama diet adalah membentuk pola makan baru yang lebih sehat dengan kalori lebih sedikit. Berikut beberapa tips mencegah rasa lapar berlebih mengganggu diet Anda:

1. Makanlah makanan yang membuat Anda kenyang lebih lama

Di samping jumlah makanan yang dikonsumsi, nutrisi dari makanan adalah faktor yang membuat rasa kenyang lebih lama, salah satunya adalah serat dan air. Serat termasuk dalam karbohidrat kompleks yang lebih tahan lama di dalam saluran pencernaan karena ia sulit dicerna. Sama seperti jenis karbohidrat lainnya, serat dapat menghasilkan energi dan kalori, namun tidak terlalu banyak dan cenderung lebih tahan lama.

Kadar kalori yang tinggi dalam makanan biasanya berasal dari makanan berlemak dan memiliki karbohidrat sederhana seperti gula dan tepung. Sebaliknya, makanan dengan kalori rendah biasanya mengandung banyak serat dan air. Berikut beberapa contoh makanan yang memiliki kalori rendah:

  • Buah dan sayuran, misalnya bayam, brokoli, tomat, wortel, melon, buah berry, dan apel.
  • Berbagai produk olahan susu.
  • Gandum utuh, seperti nasi merah, roti gandum, pasta gandum, dan popcorn.
  • Kacang-kacangan.
  • Daging tanpa lemak (lean meat) dari ayam dan sapi dan ikan (terutama ikan salmon).

Di samping serat, konsumsi daging dan ikan memiliki kandungan lemak baik seperti omega-3, EPA, dan DHA yang membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Selain itu, nutrisi ini juga memiliki manfaat bagi kesehatan jantung, otak dan kesehatan kulit.

2. Tetap makan banyak, namun batasi kalori dari minuman

Mungkin hal ini tidak menjadi pertimbangan Anda saat berdiet, tetapi pada kenyataannya jumlah kalori dari minuman juga bisa cukup tinggi, bahkan bisa melebihi kalori total dari makanan Anda. Minuman yang memiliki rasa manis seperti sirup dan jus dalam kemasan, minuman bersoda, dan minuman kemasan yang mengandung susu, termasuk memiliki kalori yang tinggi. Sebagai gantinya, cobalah minuman seperti jus buah yang memiliki gula alami dari buah-buahan. Air putih juga lebih baik dikonsumsi karena tidak memiliki gula tambahan. Dengan begitu, anda tidak perlu mengurangi jumlah makanan yang terlalu banyak dengan mengurangi konsumsi kalori dari minuman manis.

3. Lakukan berbagai tips ini supaya porsi makan lebih terkontrol

Porsi makanan yang kita ambil saat makan menentukan seberapa banyak yang kita habiskan. Porsi yang terlalu banyak akan memicu kita untuk makan berlebih. Berikut beberapa tips untuk mengatur porsi makanan anda:

  • Jangan memakan langsung dari kemasan atau toples makanan. Ambil porsi lebih sedikit dan letakkan di tempat makan.
  • Biasakan konsumsi air putih sebelum makan, cukup sekitar 250ml akan mencegah Anda untuk makan terlalu banyak.
  • Jika porsi terlalu besar saat di restoran atau tempat makan, sediakan tempat makan atau box takeout untuk membagi porsi makanan untuk makan di tempat dan untuk dibawa pulang.
  • Saat Anda memasak makanan sendiri, campurkan sayuran sebagai bahan masakan.
  • Makan makanan Anda perlahan dan sertakan minum air putih saat anda mengunyah.
  • Saat mengemil, pilihlah makanan yang memiliki kulit, seperti kacang dan buah jeruk, sehingga Anda tidak memakan terburu-buru.
  • Jauhkan benda yang mengalihkan perhatian Anda dari makanan saat makan, seperti TV atau handphone. Hal ini dapat menyebabkan Anda kurang menikmati makanan dan cenderung ingin menambah makanan setelah usai makan.

4. Jangan melewatkan waktu makan

Melewatkan waktu makan malah akan membuat Anda cenderung kelaparan dan dapat membuat Anda makan lebih banyak pada waktu makan berikutnya. Terutama jika Anda melewatkan makan pagi yang tidak hanya berdampak pada kekurangan energi namun juga menurunkan performa dalam beraktivitas. Waktu makan pada pagi hari adalah waktu yang penting untuk menyediakan energi hingga waktu makan siang, terutama jika Anda melakukan aktivitas yang menghabiskan banyak tenaga.

Dengan melewatkan waktu maka biasanya seseorang akan lebih banyak mengemil hingga waktu makan berikutnya, sehingga konsumsi kalori total harian akan menjadi lebih banyak akibat ngemil dibandingkan kalori dari makan besar.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

    Tidak hanya bermanfaat bagi orang yang sehat, olahraga juga harus dilakukan oleh mantan penderita kanker. Apa saja manfaatnya? Olahraga apa yang dianjurkan?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kebugaran 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

    Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

    Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

    Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

    Telur mentah bisa ditemukan dalam berbagai minuman dan masakan. Tapi ternyata ada banyak risiko makan telur mentah, apalagi untuk orang-orang tertentu.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Fakta Gizi, Nutrisi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pertolongan pertama keracunan makanan

    Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Ivena
    Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    apa itu kalori adalah

    Mengenal Kalori: Pengertian, Sumber, Kebutuhan Harian, dan Jenis-Jenisnya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Brigitta Maharani
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    makanan penyubur sperma

    10 Makanan Penyubur Sperma agar Pasangan Cepat Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
    pilihan beras untuk menurunkan berat badan

    Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit