home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Memilih Makanan Bagi Pasien Cuci Darah

Panduan Memilih Makanan Bagi Pasien Cuci Darah

Seseorang yang mengalami kerusakan ginjal parah seringnya dianjurkan untuk melakukan cuci darah (dialisis). Hal ini dilakukan sebagai upaya menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak berfungsi dengan normal. Saat melakukan prosedur ini, dokter Anda mungkin akan meminta setiap pasiennya untuk mengikuti pola makan khusus selama melakukan tindakan cuci darah. Pasalnya, mengonsumsi makanan dan minuman yang tepat dapat membantu meningkatkan kesehatan pasien yang harus melakukan prosedur cuci darah. Lantas, seperti apa pola makan terbaik bagi pasien cuci darah? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini.

Pola makan bagi pasien cuci darah

1. Cukupi kebutuhan protein

Pasien cuci darah umumnya membutuhkan asupan protein yang tinggi karena banyak protein yang hilang saat proses cuci darah berlangsung. Meskipun kebanyakan pasien cuci darah dianjurkan untuk mengonsumsi protein berkualitas tinggi, Anda tetap harus memperhatikan jumlah dan jenis protein yang dikonsumsi

Pasalnya, konsumsi protein yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan naiknya jumlah urea dalam darah yang justru akan membebani ginjal yang sudah lemah.

Itu sebabnya, konsultasikan ke dokter atau ahli gizi terlebih dulu supaya Anda tahu seberapa banyak protein yang bisa dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan Anda.

2. Perhatikan asupan cairan

Fungsi ginjal yang terganggu berdampak pada kemampuan ginjal dalam menyingkirkan kelebihan cairan dalam tubuh. Itu sebabnya, penting bagi orang yang mengalami kerusakan ginjal untuk memerhatikan asupan cairannya.

Nah, bagi pasien cuci darah, dokter atau ahli gizi Anda biasanya akan menentukan seberapa banyak cairan yang bisa Anda konsumsi setiap hari. Ini dilakukan karena kelebihan cairan dalam tubuh dapat meningkatkan tekanan darah, membuat jantung bekerja lebih keras, dan meningkatkan stres selama cuci darah.

Ingat, asupan cairan ini tidak hanya sebatas air mineral atau air putih saja. Anda pun harus membatasi asupan cairan dari buah dan sayur yang mengandung banyak air.

3. Batasi garam

Asupan garam yang berlebih bagi orang yang memiliki kerusakan ginjal kronis bisa membuat Anda lebih cepat haus, membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa cairan, serta menyebabkan tekanan darah tinggi dan gagal jantung kongestif.

Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk membatasi asupan makanan yang tinggi garam atau bahkan hindari garam sama sekali pada makanan Anda.

Beberapa jenis makanan tinggi garam yang harus Anda hindari seperti daging kalengan, keripik asin, mie instan, dan makanan cepat saji. Sebaliknya, tingkatkan asupan sayur yang kadar garamnya rendah seperti kubis, timun, dan terong.

4. Konsumsi fosfor secukupnya saja

Asupan fosfor dibutuhkan tubuh untuk membantu ginjal dalam menyaring zat sisa yang sudah dibutuhkan lagi oleh tubuh. Sayangnya, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi fosfor justru akan memperparah kerusakan ginjal. Itu sebabnya, kebanyakan dokter umumnya menganjurkan pasien untuk membatasi konsumsi fosfor agar tidak memberatkan kerja ginjal yang semakin lemah.

Beberapa makanan tinggi fosfor yang harus Anda hindari seperti susu dan produk olahan susu, sarden, minuman bersoda, dan bir.

Pada dasarnya, untuk memastikan apa saja asupan makanan terbaik bagi pasien cuci darah, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter atau ahli gizi. Pasalnya, berbagai asupan makanan yang sudah disebutkan di atas akan disesuaikan dengan kebutuhan kalori, berat badan, dan kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Recommended Food for Kidney Dialysis Patients – https://www.livestrong.com/article/368329-recommended-food-for-kidney-dialysis-patients/ diakses pada 20 November 2017

Eating and Nutrition for Hemodialysis – https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/kidney-failure/hemodialysis/eating-nutrition diakses pada 20 November 2017

Kidney Disease: Changing Your Diet – https://www.webmd.com/a-to-z-guides/eating-plan-for-chronic-kidney-disease diakses pada 20 November 2017

The Best Food to Increase Kidney Function – http://healthyeating.sfgate.com/foods-increase-kidney-function-6538.html diakses pada 20 November 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 28/09/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x