Sakit Kaki, Padahal Kaki Sudah Diamputasi. Lho, Kok Bisa?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setelah seseorang diamputasi tangan atau kakinya, mereka mungkin masih dapat merasakan “keberadaan” anggota tubuhnya yang hilang. Individu yang diamputasi dapat mengalami berbagai sensasi di bagian tubuh yang hilang, seperti rasa sakit tajam atau menusuk, nyeri, kram, atau panas terbakar. Sensasi ini disebut sebagai phantom pain, dan ini dialami oleh 70-90% dari orang yang mengalami amputasi.

Apa itu phantom pain?

Phantom pain adalah rasa sakit berkelanjutan yang dirasakan oleh seseorang setelah amputasi, padahal bagian tubuh tersebut sudah tidak lagi ada. Ia merasa bahwa anggota tubuhnya yang hilang tersebut masih ada, tapi ukurannya telah menyusut jadi lebih kecil. Rasa nyeri “gaib” ini paling sering terjadi pada orang-orang yang mengalami amputasi lengan atau kaki. Tapi phantom pain juga dapat terjadi pada bagian tubuh lain yang umum diamputasi, seperti payudara, penis, mata, hingga bahkan lidah.

Timbulnya rasa sakit ini paling sering terjadi segera setelah operasi. Rasa sakitnya dapat terasa seperti banyak hal, seperti terbakar, terkilir, gatal, atau tekanan. Sensasi yang dirasakan si bagian tubuh yang hilang sebelum diamputasi mungkin dapat dirasakan kembali. Lamanya waktu rasa sakit bisa berbeda dari satu orang ke yang lainnya.

Phantom pain dapat berlangsung hanya sedetik-dua detik, beberapa menit, berjam-jam, bahkan harian. Bagi kebanyakan orang, phantom pain bisa hilang dalam enam bulan pertama setelah amputasi, tapi banyak yang terus mengalami keluhan ini selama bertahun-tahun.

Apa yang menyebabkan phantom pain setelah amputasi?

Tidak seperti rasa sakit yang disebabkan oleh trauma langsung pada anggota tubuh, phantom pain diduga disebabkan oleh campur aduk pengiriman sinyal rasa sakit dari otak atau sumsum tulang belakang. Meskipun anggota tubuh itu sudah tidak ada, ujung saraf di lokasi ujung amputasi terus mengirim sinyal rasa sakit ke otak yang membuat otak berpikir anggota tubuh tersebut masih ada. Kadang, memori otak terhadap rasa nyeri terus dipertahankan dan ditafsirkan sebagai rasa sakit nyata, padahal sinyal tersebut datang dari saraf yang cedera.

Ilmuwan menduga bahwa akar penyebab fenomena misterius ini dimulai bagian otak yang bernama cortex somatosensorik. Cortex somatosensorik adalah area otak yang menyimpan data peta somatotopik, pusat penyimpanan segala jenis informasi mengenai bagian tubuh yang bertanggung jawab untuk indera sentuhan kita.

Setelah amputasi, otak mengalami penyesuaian peta somatotopik akibat adanya anggota tubuh yang hilang. Persepsi otak terhadap anggota tubuh tersebut tidak akan hilang dan bisa dimunculkan lagi ke permukaan. Ini dilakukan otak dengan berupaya memberikan respon untuk menyambungkan kembali sirkuit-sirkuit saraf yang tidak lagi menerima rangsangan dari bagian tubuh yang diamputasi. Adanya respon otak ini diduga menimbulkan rangsangan “hantu”, yang dianggap sebagai rasa sakit nyata oleh tubuh.

Seperti jenis lain dari rasa sakit, Anda mungkin menemukan bahwa kegiatan atau kondisi tertentu akan memicu phantom pain. Beberapa pemicu ini mungkin termasuk:

Bagaimana cara mengatasi phantom pain?

Orang-orang sering enggan untuk memberi tahu siapapun bahwa mereka mengalami phantom pain, karena takut dianggap “gila”. Namun penting untuk diingat bahwa meski bagian tubuhnya sudah hilang, rasa sakitnya nyata. Anda perlu untuk melaporkan keluhan Anda segera setelah pertama kali Anda mengalami rasa sakit sehingga pengobatan dapat segera dimulai.

Untuk manajemen nyeri phantom pain, dokter biasanya meresepkan obat yang secara khusus bekerja mengganggu sinyal rasa sakit di otak atau sumsum tulang belakang, serta menggunakan terapi non-obat tertentu seperti akupunktur atau hipnotis, yang juga bekerja memengaruhi pemahaman otak Anda terhadap sinyal-sinyal ini.

Ada banyak kategori yang berbeda dari obat yang dapat menurunkan rasa sakit Anda, meliputi:

  • Acetaminophen dan non-steroid anti-inflammatory (NSAID)
  • Opioid
  • Antidepresan
  • Antikonvulsan
  • Beta-blocker
  • Relaksan otot

Pemasangan anggota tubuh palsu (prostesis fungsional) juga umum direkomendasikan sebagai cara penanggulangan rasa sakit semu ini, sehingga otot-otot pada bagian tubuh yang diamputasi bisa kembali pulih dan nyeri berkurang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Apakah nafsu makan Anda bertambah saat stres? Berikut makanan sehat yang dapat membantu Anda menghilangkan stres dan penatnya pikiran.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

2 Jenis Hepatitis Berdasarkan Penyebabnya, Apa Saja?

Hepatitis mengacu pada peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus. Namun, ada juga jenis hepatitis yang tidak disebabkan infeksi virus.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Penyakit Hepatitis

Penyakit hepatitis adalah salah satu ancaman kesehatan utama di dunia. Ketahuai apa saja penyebab, gejala, dan pengobatannya pada artikel berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 6 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Panduan Menjalani 30 Hari Diet Bebas Gula

Konsumsi gula berlebih meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, hingga kanker. Untuk memerangi risiko mengerikan ini, satu solusinya: diet bebas gula.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Tips Makan Sehat, Nutrisi 4 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan rasa cemas

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat untuk cantengan, bagaimana cara mengobati cantengan

Pilihan Obat dan Cara untuk Mengatasi Cantengan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit