Pusing, Stres, dan Susah Fokus? Coba Minum Air Dulu, Yuk!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Stres dapat diartikan sebagai kondisi di mana tubuh dan otak mengalami tekanan sebagai respon terhadap ancaman yang sedang dihadapi. Hal ini membuat tubuh bereaksi sedemikian rupa agar Anda mampu menghadapi tekanan tersebut. Reaksinya antara lain jantung berdegup kencang, mudah berkeringat, atau Anda jadi susah berpikir panjang. Nah, salah satu cara untuk membantu tubuh menghilangkan stres adalah dengan minum air putih yang cukup.

Memangnya minum air bisa menghilangkan stres?

Tubuh manusia sebagian besar disusun oleh air. Sekitar 60 persen dari komposisi tubuh manusia adalah air. Nah, ternyata otak memiliki komposisi air yang lebih tinggi dibandingkan tubuh secara keseluruhan, jumlahnya sekitar 73 persen. Itu sebabnya ketika cairan tubuh berkurang, fungsi otak akan mengalami gangguan untuk berpikir jernih sehingga mengganggu proses pengelolaan stres.

Anda tentu sudah bisa menyimpulkan, minum air bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan di otak. Kalau cairan di otak sudah tercukupi, Anda pun lebih mampu menghilangkan stres.

cemas mempertajam ingatan

Efek kurang minum dan stres berputar seperti siklus

Baik kondisi stres yang menyebabkan dehidrasi atau dehidrasi yang memicu stres, keduanya berputar terus seperti lingkaran setan.

Munculnya stres bermula dari reaksi kelenjar adrenal yang berada di atas organ ginjal. Kelenjar tersebut memproduksi hormon stres yaitu kortisol. Pada dasarnya hal tersebut normal, sebab hormon tersebut membuat seseorang menjadi lebih waspada untuk menghadapi stres.

Akan tetapi, Anda akan merasakan tanda-tanda seperti peningkatan detak jantung dan napas yang menjadi lebih berat atau ngos-ngosan. Kedua proses ini tanpa disadari akan meningkatkan volume air yang keluar dari tubuh.

Tingginya hormon kortisol juga berarti ada gangguan hormon lain seperti aldosteron. Hormon tersebut berperan dalam mengatur kadar elekrtrolit. Ketika kadar aldosteron menurun, maka tubuh kehilangan kemampuan menjaga keseimbangan elektrolit dan akhirnya tubuh mengalami dehidrasi.

Sedangkan dehidrasi akan menyebabkan tanda stres yang parah. Ini karena saat tubuh mengalami dehidrasi, proses sirkulasi juga akan terhambat. Akibatnya oksigen yang dibawa ke otak dan bagian tubuh lainnya menjadi lebih sedikit. Itu sebabnya gangguan mood ringan dan kesulitan konsentrasi dapat terjadi sejak tubuh mengalami dehidrasi ringan.

Keduanya, baik dehidrasi maupun stres, memiliki gejala yang sama seperti peningkatan denyut jantung, lemas, sakit kepala, dan mual.  Di saat yang bersamaan dehidrasi menyebabkan otak dan tubuh tidak dapat bekerja optimal untuk menghilangkan stres. Mengalami stres yang berkepanjangan juga erat kaitannya dengan pola konsumsi air yang lebih sedikit (jadi jarang minum) hingga gangguan kelelahan adrenal dan depresi.

cara diet air putih

Tips menjaga cairan tubuh saat stres melanda

Untuk memutus lingkaran setan antara kurang minum dan stres, kuncinya adalah jangan sampai Anda kurang minum. Untuk menghilangkan stres dan mencegah kekurangan cairan, ikuti tips-tips berikut ini.

  • Kenali kapan tubuh mulai kekurangan air. Segera minum air ketika haus serta warna urine menjadi lebih gelap dengan bau yang lebih menyengat.
  • Minum yang cukup. Kebutuhan air minum seseorang adalah sekitar 2-4 liter per hari. Tingkatkan konsumsi air minum jika Anda beraktivitas fisik, berada di lingkungan yang panas atau kering, serta mengeluarkan banyak keringat.
  • Selalu sedia air minum. Bawa botol minum ke mana pun dalam tas. Sediakan juga air minum di meja kerja atau di kamar tidur.
  • Pilih sumber air yang baik. Air mineral dapat membantu menjaga cairan tubuh jauh lebih efektif dibandingkan minuman manis, soda, atau kopi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berimajinasi Bantu Atasi Stres dan Gangguan Kecemasan

Studi membuktikan bahwa berimajinasi membantu Anda menyelesaikan masalah, menciptakan hal-hal baru, bahkan mengatasi stres dan gangguan kecemasan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 7 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Stres Berkepanjangan Ternyata Bisa Mengubah Bentuk dan Fungsi Otak

Stres adalah hal yang wajar. Namun, stres yang dibiarkan berlarut-larut bisa mengubah bentuk dan fungsi otak. Ini sederet cara mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 7 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 5 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Stres Ternyata Membuat Seseorang Menerima Berita Buruk dengan Berbeda

Siapa yang tidak pernah merasa stres? Faktanya, ketika seseorang dilanda stres disebut dapat mengubah cara mereka menangani kabar buruk. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 4 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bagaimana cara menghilangkan stres

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
cara mengatasi jantung berdebar

5 Cara Mengatasi Jantung Berdebar Kencang yang Efektif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tidak suka air putih

Kenapa Bisa Ada Orang yang Tidak Suka Minum Air Putih?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
stres pada anak

Kenali Gejala Stres pada Anak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 November 2020 . Waktu baca 11 menit