Apakah Anda Sedang Stres? Lihat Gejalanya dari Kuku Jari

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kadang, stres bisa menyerang siapa saja tanpa Anda sadari. Stres karena pekerjaan, misalnya. Atasan Anda di kantor mungkin baru saja memercayakan tanggung jawab baru yang membuat Anda kewalahan. Tanpa disadari, lama-lama beban yang Anda pikul membuat Anda stres. Anda jadi sulit tidur, makan lebih banyak, dan mudah tersinggung. Namun, memang susah untuk mengenali gejala stres begitu saja.

Tahukah Anda bahwa selain adanya perubahan gaya hidup, gejala stres juga bisa dilihat dari kuku jari? Ya, para peneliti berhasil menemukan kaitan antara kondisi psikologis seseorang dengan kuku jarinya. Ingin tahu seperti apa rupa kuku jari Anda ketika dilanda stres berat? Ini dia ulasan lengkapnya.

Gejala stres dilihat dari kuku jari

Perhatikan kuku-kuku jari tangan Anda. Apakah permukaan kuku Anda tampak mulus dan sehat? Kalau kuku Anda terlihat sehat, maka kemungkinan besar Anda sedang berada dalam kondisi psikologis yang stabil.

Namun, bila pada permukaan kuku Anda tampak garis-garis vertikal (tegak lurus ke bawah) berwarna putih, Anda perlu waspada. Munculnya garis vertikal berwarna putih pada permukaan kuku bisa menandakan stres. Selain itu, kuku yang rapuh dan mudah patah juga bisa disebabkan oleh stres yang terselubung.

Apa hubungannya kuku dengan stres?

Kuku mungkin jadi bagian tubuh terakhir yang Anda perhatikan ketika sedang dilanda stres. Memang banyak orang menganggap remeh masalah pada kuku. Padahal, kuku bisa menggambarkan kondisi kesehatan tubuh dan pikiran Anda saat ini.

Saat Anda stres, tubuh akan bereaksi secara alamiah untuk melindungi diri dari ancaman. Menurut sebuah riset dalam Journal of the American Medical Association, salah satu caranya adalah dengan mengurangi kadar air di permukaan kulit, yaitu di bawah kuku. Ini terjadi supaya dalam situasi darurat, tubuh tetap punya cadangan air yang cukup. Akibatnya, kuku Anda pun akan jadi sangat kering dan mudah mengelupas. Kuku yang terlalu kering juga akan membuat permukaan kuku kasar dan muncul garis-garis vertikal berwarna putih.

Selain karena reaksi kimia di dalam tubuh, beberapa orang juga memiliki respon yang unik terhadap stres. Ketika sedang gugup atau tertekan, tanpa sadar Anda mungkin menggigiti kuku atau menggosok-gosokkan kuku ke ruas jari atau permukaan lainnya. Hal ini membuat kuku jadi rusak dan rapuh. Kulit di sekitar kuku Anda juga mungkin ikut mengelupas karena kebiasaan tersebut.

Mencegah kerusakan kuku karena gejala stres

Munculnya garis-garis vertikal pada kuku atau kuku rapuh memang sebenarnya tidak membahayakan kesehatan. Namun, kalau Anda tidak berhati-hati, kuku bisa patah dan menyebabkan luka. Jadi, kalau Anda merasakan berbagai gejala stres, sebaiknya segera potong kuku Anda. Jangan dibiarkan tumbuh terlalu panjang karena jadi lebih rentan cedera.

Selain itu, usahakan untuk menambah asupan zat besi, vitamin B12, vitamin C, dan kalsium yang bisa membuat kuku jadi lebih kuat. Pastikan juga Anda cukup minum air putih agar kuku tidak kekurangan cairan.

Namun, cara terbaik untuk mencegah kerusakan pada kuku adalah dengan mengatasi akar masalahnya, yaitu stres. Cobalah untuk mengenali penyebab stres dan cari solusi terbaiknya. Bila jalan keluarnya memang belum ada, usahakan untuk melepas stres dengan cara yang sehat. Misalnya dengan berolahraga, bercerita pada orang terdekat, atau mencari waktu berkualitas bagi diri sendiri.  

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tanpa Disadari, Hal-Hal Ini Bisa Menyebabkan Bulu Mata Rontok

Bulu mata membantu membangun karakter wajah seseorang. Tidak heran jika bulu mata rontok bisa bikin Anda minder. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Gemetar Setelah Minum Kopi? Mungkin Anda Overdosis Kafein

Tangan atau tubuh tiba-tiba gemetar setelah minum kopi? Hati-hati, mungkin Anda sudah mengalami overdosis kafein. Apa saja gejala lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

5 Fakta Unik Viagra, Bukan Sekadar Obat Kuat Pria

Obat viagra kini dikenal sebagai obat kuat pria. Padahal, ada beragam fakta obat viagra yang mungkin tidak Anda sangka. Yuk, ketahui info lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Sarmoko, Apt.
Kesehatan Pria, Impotensi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat mimisan alami

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bercak putih di puting

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
payudara sakit tanda hamil

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
selingkuh hati

5 Tanda Pasangan Anda Sedang Memendam Rasa Dengan Orang Lain

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit