home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Anda Sedang Stres? Lihat Gejalanya dari Kuku Jari

Apakah Anda Sedang Stres? Lihat Gejalanya dari Kuku Jari

Kadang, stres bisa menyerang siapa saja tanpa Anda sadari. Stres karena pekerjaan, misalnya. Atasan Anda di kantor mungkin baru saja memercayakan tanggung jawab baru yang membuat Anda kewalahan. Tanpa disadari, lama-lama beban yang Anda pikul membuat Anda stres. Anda jadi sulit tidur, makan lebih banyak, dan mudah tersinggung. Namun, memang susah untuk mengenali gejala stres begitu saja.

Tahukah Anda bahwa selain adanya perubahan gaya hidup, gejala stres juga bisa dilihat dari kuku jari? Ya, para peneliti berhasil menemukan kaitan antara kondisi psikologis seseorang dengan kuku jarinya. Ingin tahu seperti apa rupa kuku jari Anda ketika dilanda stres berat? Ini dia ulasan lengkapnya.

Gejala stres dilihat dari kuku jari

Perhatikan kuku-kuku jari tangan Anda. Apakah permukaan kuku Anda tampak mulus dan sehat? Kalau kuku Anda terlihat sehat, maka kemungkinan besar Anda sedang berada dalam kondisi psikologis yang stabil.

Namun, bila pada permukaan kuku Anda tampak garis-garis vertikal (tegak lurus ke bawah) berwarna putih, Anda perlu waspada. Munculnya garis vertikal berwarna putih pada permukaan kuku bisa menandakan stres. Selain itu, kuku yang rapuh dan mudah patah juga bisa disebabkan oleh stres yang terselubung.

Apa hubungannya kuku dengan stres?

Kuku mungkin jadi bagian tubuh terakhir yang Anda perhatikan ketika sedang dilanda stres. Memang banyak orang menganggap remeh masalah pada kuku. Padahal, kuku bisa menggambarkan kondisi kesehatan tubuh dan pikiran Anda saat ini.

Saat Anda stres, tubuh akan bereaksi secara alamiah untuk melindungi diri dari ancaman. Menurut sebuah riset dalam Journal of the American Medical Association, salah satu caranya adalah dengan mengurangi kadar air di permukaan kulit, yaitu di bawah kuku. Ini terjadi supaya dalam situasi darurat, tubuh tetap punya cadangan air yang cukup. Akibatnya, kuku Anda pun akan jadi sangat kering dan mudah mengelupas. Kuku yang terlalu kering juga akan membuat permukaan kuku kasar dan muncul garis-garis vertikal berwarna putih.

Selain karena reaksi kimia di dalam tubuh, beberapa orang juga memiliki respon yang unik terhadap stres. Ketika sedang gugup atau tertekan, tanpa sadar Anda mungkin menggigiti kuku atau menggosok-gosokkan kuku ke ruas jari atau permukaan lainnya. Hal ini membuat kuku jadi rusak dan rapuh. Kulit di sekitar kuku Anda juga mungkin ikut mengelupas karena kebiasaan tersebut.

Mencegah kerusakan kuku karena gejala stres

Munculnya garis-garis vertikal pada kuku atau kuku rapuh memang sebenarnya tidak membahayakan kesehatan. Namun, kalau Anda tidak berhati-hati, kuku bisa patah dan menyebabkan luka. Jadi, kalau Anda merasakan berbagai gejala stres, sebaiknya segera potong kuku Anda. Jangan dibiarkan tumbuh terlalu panjang karena jadi lebih rentan cedera.

Selain itu, usahakan untuk menambah asupan zat besi, vitamin B12, vitamin C, dan kalsium yang bisa membuat kuku jadi lebih kuat. Pastikan juga Anda cukup minum air putih agar kuku tidak kekurangan cairan.

Namun, cara terbaik untuk mencegah kerusakan pada kuku adalah dengan mengatasi akar masalahnya, yaitu stres. Cobalah untuk mengenali penyebab stres dan cari solusi terbaiknya. Bila jalan keluarnya memang belum ada, usahakan untuk melepas stres dengan cara yang sehat. Misalnya dengan berolahraga, bercerita pada orang terdekat, atau mencari waktu berkualitas bagi diri sendiri.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Feeling Stressed? How Your Skin, Hair and Nails Show It. https://www.sciencedaily.com/releases/2007/11/071109194053.htm Diakses pada 13 Maret 2017.

6 Things Your Nails Say About Your Health. https://health.clevelandclinic.org/2015/05/6-things-your-nails-can-say-about-your-health/ Diakses pada 13 Maret 2017.

Fingernails Are A Window to Your Health. http://newsnetwork.mayoclinic.org/discussion/fingernails-are-a-window-to-your-health/ Diakses pada 13 Maret 2017.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 10/11/2020
Fakta medis diperiksa oleh Admin HHG
x