Tidak Hanya untuk Fisik, Puasa Juga Memiliki Manfaat Psikologis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Puasa Ramadan yang penuh manfaat menyebabkan banyak perubahan fisiologis, biokimiawi, metabolisme, dan spiritual dalam tubuh. Perubahan saat puasa tersebut di antaranya memberikan ragam manfaat pada kesehatan jiwa atau psikologis.

Manfaat psikologis puasa

manfaat psikologis puasa

Pada orang dewasa yang sehat, puasa Ramadan tidak memiliki efek buruk pada tubuh. Puasa Ramadan justru disebut sebagai cara non-pengobatan untuk meminimalkan faktor risiko penyakit.

Studi berjudul Physiological changes during fasting in Ramadan menunjukkan beberapa manfaat dari puasa. Saat berpuasa, jumlah sel darah merah dan sel darah putih meningkat dan kolesterol menurun.

Selain itu, puasa juga memiliki manfaat pada psikologis atau kesehatan jiwa. Saat berpuasa tubuh mengeluarkan hormon-hormon yang dapat membantu memperbaiki rasa cemas, menjaga suasana hati, hingga mengurangi stres. 

1. Puasa menjaga suasana hati

manfaat psikologis puasa

Salah satu manfaat puasa pada psikologis adalah membantu meningkatkan suasana hati (mood) yang positif.

Pada minggu awal puasa Ramadan, tubuh mulai beradaptasi dengan rasa lapar yang melepaskan sejumlah besar katekolamin yang membuat perasaan menjadi lebih baik. Katekolamin adalah sekelompok hormon untuk menanggapi perasaan stres, termasuk hormon adrenalin, norepinefrin, dan dopamin.

Studi berjudul Effect of Ramadan Fasting on Endorphin and Endocannabinoid level in Serum juga memberikan penjelasan beberapa hormon yang kemungkinan diproduksi tubuh saat puasa.

Jurnal tersebut menyebut puasa mampu meningkatkan opioid endogen dan hormon endorfin. Keduanya adalah hormon yang mampu menimbulkan perasaan bahagia dan dapat menekan efek negatif stres, menjadikannya lebih tenang serta lebih santai.

2. Puasa meningkatkan ketahanan terhadap stres

Manfaat psikologis lainnya dari puasa Ramadan adalah bisa mengurangi stres dan menurunkan rasa cemas.

Dalam buku berjudul The Fast Diet, Michael Mosley mengatakan puasa dapat menyebabkan pelepasan produksi protein ke otak yang dinamakan BDNF (Brain-derived neurotrophic factor).

Protein otak yang dilepaskan ini memiliki efek yang mirip dengan efek obat-obatan antidepresan sehingga tingkat kecemasan, stres, dan depresi ringan bisa menurun.

“Ini (puasa) telah terbukti melindungi sel-sel otak dan dapat mengurangi depresi dan kecemasan,” kata Mosley seperti dikutip dari Al Jazeera.

Ia menekankan puasa yang dimaksud dalam penjelasannya tersebut adalah bentuk puasa ‘time-restricted eating’, yakni puasa yang hanya makan dalam waktu tertentu seperti puasa Ramadan.

3. Puasa meningkatkan kualitas tidur

manfaat psikologis puasa

Manfaat rutin puasa dapat membantu kondisi tubuh bisa tetap seimbang untuk tidur yang berdampak baik bagi psikologis seseorang. 

Penelitian menunjukkan pembatasan makan pada jeda 8 – 12 jam dapat membantu mempertahankan berat badan yang sehat dan menghindari gula darah tinggi.

Batas waktu makan yang ditentukan saat berpuasa juga dapat memperkuat siklus jam biologis (sirkadian) seseorang atau biasa dikenal dengan waktu tubuh harus tidur. 

Psikolog Michael J Breus Ph.D. dalam Psychology Today menjelaskan ketika jam biologis itu diperkuat dan tersinkronisasi maka akan berpengaruh dominan pada kemudahan dan kualitas tidur seseorang.

Kombinasi konsistensi dan kualitas tidur dapat membuat tubuh merasa lebih segar dan melindungi kesehatan seseorang seiring bertambahnya usia juga dari waktu ke waktu.

Nutrisi puasa untuk buka dan sahur

vitamin puasa

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan fisik dan psikologis dari puasa Ramadan perhatikan juga asupan nutrisi puasa yang Anda konsumsi saat sahur dan berbuka. 

Asupan nutrisi sahur pastikan mampu menyediakan energi yang cukup bagi tubuh selama berpuasa hingga waktu berbuka. Penuhi kebutuhan vitamin, protein, dan karbohidrat agar sehat dan bugar dalam beribadah.

Sedangkan nutrisi berbuka puasa yang dibutuhkan tubuh sebagai pengganti energi yang hilang. Ada tiga hal yang dibutuhkan yakni makanan yang memiliki banyak cairan, rendah lemak, dan mengandung gula alami.

Sudah jelas bahwa selain memiliki banyak kegunaan untuk fisik, puasa juga punya manfaat psikologis yang berguna bagi kualitas jiwa Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental untuk Pebisnis Startup

Menekuni usaha yang sesuai passion adalah impian sejumlah orang. Namun, jangan sampai lupa waktu. Simak cara menjaga kesehatan untuk pebisnis sekarang.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
Kesehatan, Asuransi 7 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Bagaimana Pandemi Membuat Seseorang Berisiko Mengalami PTSD?

Pandemi COVID-19 memberikan dampak beragam, beberapa orang berisiko mengalami PTSD akibat melewati peristiwa mengguncang ini. Siapa saja yang berisiko?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 22 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Psikoterapi

Psikoterapi adalah cara yang umum digunakan untuk mengatasi gangguan mental dan psikologis. Ketahui definisi, manfaat, prosedur, dan lainnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 20 Juni 2020 . Waktu baca 12 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 13 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat sering menangis

Ini Alasan Orang yang Sering Menangis, Justru Mentalnya Sekuat Baja

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
depresi pagi hari

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gambar gatal pada kulit

Fakta Seputar Gatal pada Kulit yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
foto keluarga bahagia yang sudah dilindungi oleh manfaat asuransi jiwa

5 Manfaat Asuransi Jiwa bagi Keluarga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit