Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

4 Penyebab Kepala Anda Pusing Saat Puasa

    4 Penyebab Kepala Anda Pusing Saat Puasa

    Mungkin Anda sering merasakan pusing saat puasa. Ini hal yang umum terjadi, tetapi hati-hati mungkin kondisi ini dapat berbahaya bagi kesehatan Anda. Kepala pusing saat puasa dapat menjadi tanda bahwa ada yang tidak benar dalam tubuh Anda. Lantas, apa penyebab, ya?

    Beberapa alasan kepala pusing saat puasa

    pusing saat puasa

    Selama berpuasa, pola makan sehari-hari akan mengalami perubahan.

    Jika biasanya Anda dapat makan dan minum kapan saja yang Anda inginkan, saat puasa, Anda hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan setelah berbuka hingga sahur.

    Itu sebabnya, tubuh butuh waktu untuk membiasakan diri menahan rasa lapar dan haus ketika berpuasa.

    Pada beberapa orang, sejumlah gangguan kesehatan dapat terjadi karena biasanya tubuh mendapatkan asupan makanan dan minuman.

    Tak jarang, tidak makan dan tidak minum selama puasa dapat membuat Anda merasa lemas, bahkan pusing.

    Hal ini tentu dapat membuat puasa Anda terganggu dan tidak nyaman untuk melakukan berbagai aktivitas saat puasa.

    Ada beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab mengapa kepala pusing saat puasa, yaitu sebagai berikut.

    1. Dehidrasi

    Puasa tentu membuat Anda merasa haus, tapi Anda harus tetap menahannya sampai waktu buka puasa tiba.

    Jika Anda merasa sangat haus dan tubuh tidak banyak mempunyai cadangan air, Anda berisiko mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi.

    Terlebih jika cuaca sedang panas, Anda banyak melakukan aktivitas dan banyak mengeluarkan keringat.

    Dehidrasi membuat tubuh Anda tidak bisa berfungsi dengan baik. Beberapa gejala dari dehidrasi adalah pusing, lemas, jarang buang air kecil, dan urine berwarna lebih gelap.

    Untuk mencegah dehidrasi, Anda disarankan untuk minum setidaknya delapan gelas atau lebih per hari.

    Anda bisa membagi waktu untuk minum sesuai dengan kebutuhan Anda dari berbuka hingga sahur. Sebaiknya perbanyak minum air putih dan jus buah.

    Hindari minum terlalu banyak kafein, seperti teh dan kopi, karena dapat membuat tubuh menghasilkan lebih banyak urine dan meningkatkan risiko tubuh kekurangan cairan.

    2. Gula darah rendah

    Selain menahan haus, Anda juga wajib menahan lapar saat puasa.

    Hal ini berisiko menyebabkan tubuh kekurangan glukosa sebagai energi, terutama jika Anda tidak cukup banyak mengonsumsi makanan saat buka puasa dan sahur.

    Glukosa merupakan sumber energi utama yang digunakan tubuh untuk melakukan semua fungsi normalnya.

    Kekurangan glukosa dalam tubuh dapat membuat otak kekurangan energi untuk melakukan fungsinya. Akibatnya, Anda merasa lemas dan pusing saat puasa.

    Oleh karena itu, saat buka puasa dan sahur, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang dapat mempertahankan energi lebih lama.

    Contohnya yaitu makanan yang mengandung serat tinggi dan karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, roti gandum, sayuran, dan buah-buahan.

    Hindari konsumsi makanan sumber karbohidrat sederhana, seperti kue manis, minuman manis, biskuit, dan lainnya.

    Karbohidrat kompleks dapat diserap oleh tubuh secara lambat dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama hingga 8 jam.

    Sementara karbohidrat sederhana hanya bisa bertahan di dalam tubuh selama 3-4 jam.

    Selain itu, karbohidrat sederhana dapat membuat gula darah Anda naik dengan cepat, tetapi juga lebih cepat turun sehingga memicu kepala pusing saat puasa.

    3. Tekanan darah rendah

    pusing saat puasa

    Anda bisa merasa pusing jika jantung tidak cukup memompa darah ke otak. Salah satu penyebab kondisi ini adalah tekanan darah rendah.

    Tekanan darah yang turun tiba-tiba dapat membuat jantung tidak mampu mengantarkan darah ke otak dalam jumlah yang cukup.

    Hal tersebut bisa menyebabkan Anda berkeringat secara berlebihan, kurang bertenaga, pusing (terutama saat Anda berdiri dari duduk dengan sangat cepat), hingga merasa seperti akan pingsan.

    Pada saat puasa, pusing akibat tekanan darah rendah biasanya dialami ketika menjelang sore hari.

    Ini karena tubuh telah kehilangan lebih banyak cairan dan tidak memperoleh asupan garam yang cukup.

    Untuk mengatasinya, usahakan cukupi kebutuhan cairan tubuh dan asupan garam saat berbuka dan sahur.

    Dilansir dari Imperial College London, saat puasa, tekanan darah menjadi rendah hanya selama tidak makan dan minum, dan akan kembali normal setelah berbuka puasa.

    Jika kondisi yang dialami cukup parah, Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter guna memastikan penyebabnya.

    Dokter mungkin juga akan meresepkan obat untuk mengatasi tekanan darah rendah saat puasa.

    4. Kelelahan

    Anda mungkin akan lebih mudah merasa kelelahan saat puasa, terlebih saat Anda kurang minum dan kurang banyak mengonsumsi makanan saat buka puasa dan sahur.

    Kelelahan dapat disebabkan karena Anda terlalu banyak beraktivitas saat puasa atau mungkin juga karena Anda kurang tidur.

    Kurang tidur sangat mungkin terjadi saat Anda puasa karena jadwal tidur Anda berubah untuk makan sahur. Hal ini kemudian dapat membuat Anda merasa pusing.

    Oleh karena itu, atur waktu tidur agar cukup atau sekitar 8 jam jika Anda berencana untuk berpuasa keesokan harinya.

    Dengan begitu, Anda bisa beristirahat dengan lebih baik sehingga memiliki tenaga yang cukup untuk beraktivitas selama puasa.

    Pentingnya menjaga asupan nutrisi agar tidak pusing saat puasa

    Meski berpuasa mengharuskan Anda untuk membatasi waktu makan dan minum, sangat penting bagi Anda untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh.

    Ini bertujuan untuk mencegah kemungkinan terjadinya kondisi yang tidak diinginkan saat puasa, salah satunya yaitu pusing.

    Asupan nutrisi yang Anda peroleh sebaiknya tidak berubah apalagi berkurang dari asupan yang biasanya Anda butuhkan ketika sedang tidak berpuasa.

    Anda dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian dengan menjaga pola makan, seperti yang telah dijelaskan di atas.

    Meski mengonsumsi cukup makanan dan minuman sangat penting untuk memenuhi asupan nutrisi harian, perlu diingat bahwa makan dan minum tetap perlu dilakukan secara perlahan dan tidak berlebihan.

    Mengutip dari Cleveland Clinic, tidak disarankan untuk langsung makan makanan yang berat atau terlalu banyak saat berbuka puasa, melainkan awali dengan makanan ringan, seperti kurma.

    Ini untuk menghindari membebani kerja sistem di dalam tubuh secara tiba-tiba yang berisiko menyebabkan masalah kesehatan, misalnya gangguan sistem pencernaan.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Health guidelines for Ramadan – IslamiCity. (2022). Retrieved 14 March 2022, from https://www.islamicity.org/5353/health-guidelines-for-ramadan/

    (2022). [Ebook]. Retrieved from https://www.birminghamandsolihullccg.nhs.uk/about-us/publications/your-health/coronavirus-advice-for-professionals/general-advice-and-management-of-suspected-cases/3990-ramadan-rapid-review-recommendations/file

    Does Fasting Affect Heart and Blood Pressure. (2022). Retrieved 14 March 2022, from https://health.clevelandclinic.org/fasting-how-does-it-affect-your-heart-and-blood-pressure/ 

    Head, E., & Campus, S. (2022). Fasting during Ramadan may lower blood pressure – at least temporarily | Imperial News | Imperial College London. Retrieved 14 March 2022, from https://www.imperial.ac.uk/news/231056/fasting-during-ramadan-lower-blood-pressure/

    Wellness, H., Health, D., & Know, F. (2022). Fasting: What You Need to Know | Sutter Health. Retrieved 14 March 2022, from https://www.sutterhealth.org/health/digestive/fasting-what-you-need-to-know 

    4 intermittent fasting side effects to watch out for – Harvard Health. (2022). Retrieved 14 March 2022, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/4-intermittent-fasting-side-effects-to-watch-out-for

    How to Treat Reactive Hypoglycemia. (2022). Retrieved 14 March 2022, from https://health.clevelandclinic.org/how-to-treat-reactive-hypoglycemia/

    Dizziness – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 14 March 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dizziness/symptoms-causes/syc-20371787

    Fatigue – Better Health Channel. (2022). Retrieved 14 March 2022, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/fatigue

    Dehydration – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 14 March 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/symptoms-causes/syc-20354086

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Reikha Pratiwi Diperbarui Apr 11
    Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita
    Next article: