Pria Single Ternyata Lebih Stres dari Wanita Single, Ungkap Penelitian

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Semua orang yang menjalin hubungan tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya masalah datang silih berganti hingga akhirnya hubungan harus berakhir. Nah, baru-baru ini penelitian menemukan bahwa pria cenderung merasa lebih stres tanpa pasangan ketimbang wanita. Dengan kata lain, wanita dinilai lebih mampu hidup single daripada pria. Mengapa bisa begitu, ya?

Benarkah pria merasa lebih stres tanpa pasangan ketimbang wanita?

Studi dari sebuah pusat penelitian asal Inggris, Mintel, menemukan bahwa hanya 49 persen pria yang merasa lebih bahagia saat hidup sebagai jomblo ketimbang saat punya pasangan. Sedangkan 61 persen wanita justru lebih bahagia jadi jomblo daripada punya pasangan.

Terlebih, fakta menujukkan bahwa pria lebih cepat berpacaran atau menikah lagi dalam satu tahun terakhir setelah berakhirnya hubungan. Sebanyak 75 persen wanita memilih untuk tidak memulai hubungan baru dalam jangka waktu satu tahun terakhir, sedangkan pria sebesar 65 persen.

Mengapa pria single lebih stres daripada wanita yang juga single?

Profesor Emily Grundy, dari University of Essex, Inggris mengatakan bahwa banyak penelitian yang menunjukkan wanita yang single umumnya lebih terlibat dalam aktivitas sosial sehingga punya banyak teman. Hal sebaliknya justru terjadi pada pria. Pria single justru lebih jarang bersosialisasi untuk mengisi waktu mereka.

Jack Duckett, seorang pengamat dari Mintel, meyakini bahwa pria harus menghadapi tekanan sosial yang lebih besar akibat menyimpan perasaan mereka sendirian. Hal ini karena kebanyakan pria tidak membicarakan masalah atau curhat pada orang terdekatnya. Tidak seperti wanita yang cenderung terbuka untuk menceritakan masalah yang dihadapinya, pria lebih selektif dalam memilih teman curhat.

Salah satu orang yang biasanya menjadi orang kepercayaannya dalam berbagi perasaan ialah pasangan. Oleh karenanya, ketika pria menjadi jomblo, ia akan kehilangan tempat yang dianggap nyaman untuk dapat diajak bicara dan mencurahkan segala isi hati dan pikirannya.

Sebaliknya, wanita biasanya cenderung lebih mudah berbagi cerita serta kesedihan pada siapa pun, terutama teman terdekatnya. Wanita dapat dengan mudah menumpahkan apa yang mereka rasakan sebagai bentuk curahan hati untuk meringankan beban yang ada di hati serta pikirannya.

Hal-hal inilah yang menjadi salah satu penyebab terbesar mengapa pria lebih stres tanpa pasangan ketimbang wanita.

Menjomblo bisa jadi ajang instrospeksi diri

Apa pun jenis kelamin Anda, menjadi seorang jomblo dan menikmati kesendirian bisa menjadi sebuah keuntungan. Clarissa Silva, seorang psikolog asal Amerika Serikat mengatakan bahwa hidup menjomblo akan membantu Anda agar lebih matang secara emosional untuk menjalani fase hidup yang lebih serius.

Orang yang menjomblo setelah putus akan memiliki waktu untuk melakukan instrospeksi diri. Selain itu, hidup tanpa pasangan juga dapat meningkatkan kesadaran diri. Di balik kesedihan akan perpisahan yang baru saja Anda alami, Anda bisa memanfaatkanya untuk meningkatkan kualitas diri ketimbang meratapinya. Anda bisa bercermin pada diri sendiri untuk mengetahui mana sifat yang perlu Anda perbaiki dan tingkatkan kualitasnya dan mana yang perlu dibuang jauh-jauh.

Selain itu, menjadi single bukanlah akhir dari segalanya. Menjadi single berarti menikmati kebebasan dengan cara yang berbeda. Anda bisa melakukan hal yang Anda inginkan yang mungkin sebelumnya berada dalam batas merah aturan yang ditetapkan pasangan Anda sebelumnya. Tentunya, dalam hal positif, misalnya pergi berjalan-jalan menikmati alam dan berkumpul bersama teman-teman terdekat. Anda juga bisa memanfaatkan kesendirian untuk fokus mengeksplorasi kemampuan demi meningkatkan kualitas diri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Micellar water populer di kalangan makeup artist dan pencinta produk skincare. Namun, apakah produk ini aman dan bermanfaat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Lutut manusia bertugas untuk menopang aktivitas Anda sehari-hari. Yuk, cari tahu berbagai fakta menarik soal kesehatan lutut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kanker, Kanker Lambung 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Ragam Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan yang enak, gurih, dan lebih sehat. Simak beragam resep membuat bakwan yang mudah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Resep Sehat, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit dari tikus

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
mie instan atau nasi

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit