Menyusui merupakan suatu hal yang tidak kalah penting dari kehamilan. Pada saat menyusui, ibu masih berperan memberikan makanan lewat ASI yang diberikannya kepada anak. Sama seperti kehamilan, apa yang dimakan ibu saat ibu menyusui juga berpengaruh ke anak, sehingga memperhatikan asupan ibu saat ibu menyusui juga sangat penting. Makan makanan dengan zat gizi lengkap pada saat menyusui turut membantu memenuhi zat-zat gizi yang diperlukan anak. Namun, apa saja makanan yang harus dihindari ibu menyusui?

Pengaruh makanan ibu terhadap kualitas ASI

Penelitian menunjukkan bahwa kualitas makanan ibu hanya mempunyai sedikit pengaruh terhadap kualitas ASI-nya. Asupan gizi yang kurang pada ibu menyusui akan lebih berpengaruh pada ibu daripada ke bayinya. Tubuh ibu akan mengambil zat gizi yang diperlukan dari ibu untuk memproduksi ASI. Jika zat gizi yang dimakan ibu kurang memenuhi kebutuhan produksi ASI, maka tubuh ibu akan mengambil cadangan zat gizi tersebut dalam tubuh ibu sehingga nantinya yang akan kekurangan adalah ibu, bukan bayi. Laktosa, mineral, dan konsentrasi elektrolit tampaknya tidak dipengaruhi oleh asupan ibu.

Namun, di lain sisi, ada beberapa komposisi zat gizi dalam ASI yang dipengaruhi oleh asupan ibu. Seperti konsentrasi asam lemak, zat yang larut dalam lemak, dan vitamin yang larut dalam air pada ASI, secara signifikan dipengaruhi oleh zat gizi yang dimakan oleh ibu. Konsentrasi protein juga dipengaruhi oleh beberapa kondisi, meskipun besar pengaruhnya relatif terbatas (Lonnerdal, 1986).

Pengaruh asupan gizi ibu terhadap komposisi ASI-nya berbeda-beda antar zat gizi. Oleh karena itu, akan lebih baik jika ibu tetap memperhatikan asupan gizinya yang lengkap agar kebutuhan zat gizi ibu dan bayi terpenuhi. Ibu dapat memakan semua jenis makanan untuk memenuhi kebutuhannya dan bayinya, tetapi ada beberapa makanan yang harus dihindari oleh ibu menyusui.

Makanan yang sebaiknya dihindari ibu menyusui

Ibu menyusui sebaiknya tidak membatasi diri untuk makan makanan jenis tertentu karena ibu menyusui sedang membutuhkan banyak kalori dari berbagai jenis makanan untuk produksi ASI-nya. Namun, ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari oleh ibu saat menyusui, yaitu:

  1. Makanan berkafein, seperti kopi, teh, dan cokelat. Sebaiknya batasi minum minuman yang mengandung kafein tidak lebih dari 2 atau 3 gelas dalam sehari. Kafein yang ada dalam ASI dapat mengganggu tidur bayi.
  2. Alkohol. Alkohol tidak baik berada dalam ASI karena dapat berdampak pada perkembangan saraf dan otak bayi. Sebaiknya hindari minum minuman yang mengandung alkohol. Jika ibu minum alkohol, sebaiknya tidak memberikan ASI kepada bayinya sampai kadar alkohol dalam tubuh dan ASI benar-benar hilang. Memompa ASI keluar tidak membantu kadar alkohol dalam ASI hilang dengan cepat.
  3. Ikan bermerkuri tinggi. Ikan atau seafood merupakan sumber protein dan asam lemak omega-3 yang baik bagi tubuh. Namun, beberapa seafood mengandung merkuri yang tidak baik bagi tubuh. Makanan laut yang mengandung merkuri tinggi di antaranya adalah ikan makerel raja, ikan todak, dan tilefish. Ikan tuna juga memiliki kandungan merkuri tetapi tidak begitu tinggi dan sebaiknya batasi konsumsi ikan tuna tidak lebih dari 2 kali per minggu. Kandungan merkuri yang tinggi dalam ikan ini dapat mengkontaminasi ASI dan berisiko pada perkembangan otak bayi.
  4. Berbagai jenis makanan yang membuat Anda alergi. Makanan yang biasanya menyebabkan alergi adalah telur, kacang, kedelai, jagung, dan susu. Namun, jika ibu tidak mempunyai alergi terhadap berbagai jenis makanan, makanan tersebut tidak harus dihindari oleh ibu. Jika sesuatu terjadi pada bayi setelah menyusui, biasanya itu disebabkan oleh sesuatu yang ibu makan 2 sampai 6 jam sebelum ibu memberikan ASI kepada bayinya.

Yang juga penting untuk diketahui oleh ibu menyusui adalah ibu harus tetap mengonsumsi banyak makanan lebih dari jumlah yang biasanya ibu makan. Hal ini karena jumlah kalori yang ibu makan turut menyumbang kalori untuk bayi melalui ASI yang ibu berikan. Ibu membutuhkan tambahan kalori dari makanan untuk memproduksi ASI-nya. Makanan yang ibu makan juga harus beraneka ragam agar ASI yang diberikan ibu ke bayi kaya akan zat gizi.

BACA JUGA

Sumber
Yang juga perlu Anda baca