home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Memahami Manfaat Terapi Kognitif pada Lansia, Serta Langkah-langkah Prosedurnya

Memahami Manfaat Terapi Kognitif pada Lansia, Serta Langkah-langkah Prosedurnya

Tidak semua orang bisa melalui proses penuaan dengan mudah, bahkan meski proses tersebut terjadi secara alami dan tidak terelakkan. Terlebih lagi, ada yang harus melalui proses ini dengan mengalami masalah kesehatan tertentu, baik yang menyerang fisik maupun mental. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu penanganan yang bisa Anda lakukan adalah menjalani terapi psikologi yang dikenal sebagai terapi kognitif. Lalu, bagaimana prosedur terapi kognitif pada lansia? Simak penjelasannya berikut ini, yuk!

Terapi kognitif untuk mengatasi masalah kesehatan mental

Anda mungkin belum pernah mendengar mengenai terapi kognitif sebelumnya. Terapi psikologi ini termasuk salah satu jenis terapi yang paling umum dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan mental. Pada pelaksanaannya, psikoterapis atau konselor kesehatan mental akan mendampingi lansia untuk menjalani beberapa sesi terapi.

Terapi kognitif akan membantu lansia dalam mengenali berbagai pemikiran negatif yang tidak akurat. Artinya, pemikiran tersebut mungkin hanya hidup dalam kepala lansia tapi tidak sesuai dengan fakta yang ada. Ini artinya, psikoterapis akan membantu lansia untuk mengubah pola pikir dan sikapnya.

Hal ini bertujuan agar lansia bisa menghadapi berbagai masalah yang menimpanya dengan pola pikir yang lebih positif. Dengan begitu, lansia bisa lebih memahami situasi yang menantang dengan baik sekaligus memberikan respons yang efektif sesuai dengan fakta yang ada.

Terapi ini akan sangat bermanfaat baik sebagai penanganan tunggal. Bahkan, terapi ini juga efektif untuk penanganan kombinasi dengan terapi lain yang khusus mengatasi masalah kesehatan mental. Sebagai contoh, terapi khusus depresi, post-traumatic disorder (PTSD), atau terapi untuk mengatasi gangguan makan.

Namun ingat, tidak semua orang yang menjalani terapi ini sudah pasti memiliki masalah kesehatan mental. Oleh karena itu, terapi kognitif ini juga dapat bermanfaat untuk membantu lansia menghadapi proses penuaan yang tidak mudah baginya.

Mengapa lansia perlu menjalani terapi kognitif?

Terapi kognitif dapat membantu untuk mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan proses penuaan pada sebagian lansia yang tidak bisa menghadapinya dengan baik. Tentu saja ada lansia yang bahagia menanti-nanti masa pensiun, menimang cucu, dan menghadapi fase baru dalam hidupnya.

Namun, tidak sedikit lansia yang justru merasa kesulitan ‘menyambut’ perubahan besar ini dan justru mengalami berbagai masalah pada kesehatan fisik dan mentalnya. Tak hanya itu saja, meski penurunan fungsi otak sudah menjadi bagian dari proses penuaan, tetapi ada pula lansia yang justru mengalami demensia atau penyakit pikun.

Pikun

Demensia memang tidak termasuk sebagai penyakit mental, melainkan masalah kesehatan fisik. Namun, hal ini berpotensi menyebabkan penurunan fungsi otak secara drastis pada lansia dan memicu berbagai masalah kesehatan mental.

Ya, demensia yang tidak teratasi dapat memicu berbagai kesehatan yang menyerang mental seperti depresi, paranoia, disfungsi seksual, gangguan tidur, dan gangguan kecemasan. Pada tingkatan yang sudah parah, hal tersebut juga dapat memicu percobaan bunuh diri pada lansia.

Oleh sebab itu, menjalani psikoterapi seperti terapi kognitif untuk lansia dapat membantu mengatasi kondisi ini. Setidaknya, terapi ini bisa bermanfaat dalam mengelola gejala yang muncul, melakukan pencegahan terhadap komplikasi, hingga mengatasi kondisi yang tidak bisa diatasi dengan penggunaan obat.

Langkah-langkah menjalani terapi kognitif pada lansia

Pada dasarnya, prosedur pelaksanaan terapi kognitif, baik untuk lansia atau untuk kelompok usia lainnya, tidak berbeda. Ya, terapi psikologi ini tidak memandang usia dari pasien yang menjalani terapi. Akan tetapi lebih fokus terhadap masalah kesehatan mental yang sedang dihadapi.

Keputusan untuk menjalani terapi ini sepenuhnya ada pada Anda. Artinya, meski dokter atau orang lain menyarankan untuk mengikuti terapi ini, Anda yang berhak memutuskan apakah ingin menjalani terapi ini atau tidak. Nah, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menjalani terapi kognitif untuk lansia:

  • Mencari ahli terapi psikologi yang dapat membantu menjalani terapi ini.
  • Menghitung biaya yang harus Anda keluarkan selama prosedur terapi kognitif untuk lansia ini berlangsung.
  • Memahami keluhan yang ingin Anda atasi saat menjalani terapi kognitif ini.

Tahap awal terapi kognitif

Saat pertama kali menjalani sesi terapi dengan ahli terapi yang sudah Anda pilih, pastikan apakah ahli terapi ini sudah sesuai dengan harapan Anda. Hal ini menjadi salah satu faktor penting pada pelaksanaan terapi kognitif untuk lansia nantinya. Pasalnya, sebagian besar pelaksanaan dari terapi ini dilakukan sambil berbicara dengan ahli.

Ini artinya, jika Anda merasa tak cocok dengan ahli terapi yang hendak membantu dalam proses terapi kognitif untuk lansia ini, lebih baik mencari ahli terapi baru. Lebih baik menghentikannya dari awal sebelum terlalu jauh menjalani terapi dengan orang yang tidak cocok dengan Anda.

Ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadi penentu apakah ahli terapi tersebut cocok dengan Anda, misalnya:

  • Pendekatan yang akan ahli terapi tersebut pilih.
  • Tipe atau jenis terapi yang sesuai untuk kondisi.
  • Tujuan atau hasil yang ingin dicapai dari terapi kognitif.
  • Lama waktu dari masing-masing terapi.
  • Jumlah sesi terapi yang dibutuhkan hingga kondisi teratasi.

Meski begitu, para ahli terapi tentu harus melakukan beberapa sesi terlebih dahulu untuk sepenuhnya memahami situasi dan kondisi yang Anda alami. Baru setelah itu bisa menentukan tipe terapi kognitif dan pendekatan seperti apa yang menurutnya sesuai.

Namun, jika Anda sudah merasa kurang nyaman dengan ahli terapi sejak pertemuan awal, lebih baik mencari ahli terapi lain untuk membantu menjalani terapi kognitif untuk lansia ini. Hal ini penting karena kecocokan dengan segala aspek dalam terapi dapat memengaruhi hasil akhir yang ingin Anda dan ahli terapi capai bersama.

Prosedur pelaksaan terapi kognitif pada lansia

Jika Anda sudah menemukan ahli terapi yang sesuai, kini saatnya memahami prosedur pelaksaan dalam teori kognitif untuk lansia. Biasanya, psikoterapi ini meliputi beberapa hal berikut ini:

1. Mengidentifikasi kondisi dan situasi yang Anda alami

Awalnya, ahli terapi akan mencari tahu kondisi dan situasi yang sedang Anda hadapi. Hal ini termasuk kondisi kesehatan fisik yang mungkin Anda alami. Selain itu, ahli terapi juga akan mencari tahu apakah ada masalah hidup yang sedang mengganggu pikiran.

Sebagai contoh, baru menghadapi perceraian, rasa sedih karena kehilangan orang tersayang, amarah atau dendam yang tak terselesaikan, hingga berbagai gejala kesehatan mental yang mungkin Anda alami. Pada tahapan ini, ahli terapi mungkin akan mengajak Anda berdiskusi apa masalah utama yang perlu Anda hadapi dan atasi melalui terapi ini.

2. Membantu memahami pikiran dan emosi yang Anda miliki terhadap masalah

Setelah berhasil mengidentifikasi masalah utama yang harus diselesaikan melalui terapi ini, ahli terapi akan mendorong Anda untuk lebih nyaman berbagi pemikiran terhadap kondisi tersebut.

Pada tahapan ini, ahli terapi mungkin mencari tahu apa yang Anda sampaikan kepada diri sendiri dalam menghadapi situasi tersebut. Selain itu, sang ahli juga akan berusaha memahami sudut pandang yang Anda pilih saat menghadapi kondisi ini.

3. Mengidentifikasi pemikiran negatif yang tidak akurat

Jika sudah berhasil memahami pola pikir dan sudut pandang yang Anda pilih dalam menghadapi situasi tersebut, kini saatnya mengidentifikasi pola pikir mana yang tidak akurat. Artinya, pola pikir negatif ini tidak sesuai dengan apa yang terjadi dan hanya hidup dalam kepala Anda saja.

Anda dan ahli terapi harus mengidentifikasi pemikiran tersebut karena bisa jadi hal ini yang memiliki kontribusi besar terhadap munculnya masalah. Dalam tahapan ini, ahli terapi mungkin akan meminta Anda untuk lebih perhatian terhadap respons fisik, emosi, dan sikap dalam menghadapi berbagai situasi.

4. Mengubah pemikiran negatif yang tidak akurat

Menurut Mayo Clinic, jika Anda berhasil mengidentifikasi pemikiran negatif yang tidak sesuai fakta, akan lebih mudah pula untuk membantu mengatasi masalah tersebut melalui terapi kognitif untuk lansia ini.

Pada tahapan ini, ahli terapi akan meminta Anda untuk bertanya kepada diri sendiri mengenai pola pikir dalam menghadapi situasi atau kondisi tertentu. Apakah pola pikir terhadap kondisi tersebut sudah sesuai dengan fakta atau hanya berdasarkan persepsi yang tidak akurat?

Tahapan ini mungkin akan terasa sulit pada awalnya. Akan tetapi dengan keinginan yang kuat dan latihan yang Anda lakukan terus-menerus, hal ini bisa menjadi kebiasaan yang baik. Dengan begitu, akan lebih mudah menghadapi masalah yang sedang Anda hadapi tersebut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cognitive behavioral therapy. Retrieved 15 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cognitive-behavioral-therapy/about/pac-20384610

Overview – Cognitive Behavioral Therapy. Retrieved 15 March 2021, from https://www.nhs.uk/mental-health/talking-therapies-medicine-treatments/talking-therapies-and-counselling/cognitive-behavioural-therapy-cbt/overview/

What is Cognitive Behavior Therapy? Retrieved 15 March 2021, from https://www.abct.org/Information/?m=mInformation&fa=_WhatIsCBTpublic

Psychotherapy & Older Adults. Retrieved 15 March 2021, from https://www.apa.org/pi/aging/resources/guides/psychotherapy

Aging and Geriatric Issues. Retrieved 15 March 2021, from https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/issues/aging

Anxiety and Older Adults: Overcoming Worry and Fear. Retrieved 15 March 2021, from https://www.aagponline.org/index.php?src=gendocs&ref=anxiety

Wilkinson P. (2013). Cognitive behavioural therapy with older people. Maturitas76(1), 5–9. https://doi.org/10.1016/j.maturitas.2013.05.008
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 24/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x