home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Lansia Uring-uringan di Malam Hari? Bisa Jadi Karena Sindrom Sundowning

Lansia Uring-uringan di Malam Hari? Bisa Jadi Karena Sindrom Sundowning

Memang merawat lansia bisa menjadi sebuah tantangan besar, apalagi jika mereka memiliki masalah kesehatan, misalnya penyakit Alzheimer. Anda harus memasang mata untuk mengawasi pola hidup sehat lansia tersebut, termasuk mengamati perilakunya. Pasalnya, pengidap penyakit Alzheimer kerap kali mengalami juga sundowning (sundown syndrome). Namun, tahukah Anda tentang sindrom ini?

Apa itu sindrom sundowning?

Penyakit Alzheimer merupakan penyakit progresif yang menyebabkan otak menyusut dan sel-sel otak mati. Lansia dengan penyakit ini umumnya akan mengalami penurunan kemampuan dalam berpikir, berperilaku, dan bersosialisasi. Kondisi ini membuat lansia kesulitan untuk menjalankan fungsi dirinya sendiri secara mandiri.

Diperkirkan satu dari lima orang dengan Alzheimer, bisa mengalami sundown syndrome. Menurut Jonathan Graff-Radford, M.D, pada laman Mayo Clinic, sundowning atau sindrom sundown adalah kondisi yang menyebabkan perubahan perilaku lansia pada sore hari atau menjelang malam.

Sebenarnya, sundown syndrome bulanlah sebuah penyakit, melainkan sekelompok gejala yang terjadi pada waktu tertentu. Penyebab dari sindrom ini tidak peneliti ketahui secara pasti. Namun, mereka berpendapat bahwa perubahan perilaku dipengaruhi oleh kondisi otak dan jam biologis tubuh lansia yang mulai terganggu.

Tanda dan gejala lansia yang mengalami sundowning

masalah tidur lansia

Lansia yang mengalami sundown syndrom biasanya akan menunjukkan gejala, berupa:

  • Agitasi, yakni perilaku mudah marah atau tersinggung.
  • Terlihat gelisah dan cemas.
  • Linglung dan mengabaikan arahan (instruksi) jika Anda memberita tahunya.
  • Mondar-mandir atau pergi ke luar rumah tanpa tujuan yang jelas.
  • Lebih mudah curiga terhadap sesuatu.
  • Berteriak atau mengalami halusinasi.

Kesemua gejala sundowning di atas, kemungkinan muncul karena terpicu oleh berbagi hal di antaranya:

  • Durasi tidur lansia yang sedikit berkurang daripada seharusnya karena lansia mengalami gangguan tidur.
  • Lansia berada di tempat yang gelap dan redup atau terlalu terang.
  • Tubuh terasa kelelahan, kelaparan, atau kehausan.
  • Lingkungan tempat tinggal terlalu berisik.

Lantas, bagaimana mengatasi sundowning pada lansia?

aktif berhubungan seks lansia

Gejala sundowning bisa terjadi sangat parah, tapi akan membaik di pagi harinya. Namun, kondisi ini dapat menganggu keluarga yang harus beristirahat dan tentunya mengganggu kualitas tidur lansia sendiri.

Berikut beberapa tips untuk menghadapi dan mengatasi lansia dengan sundowning syndrome, seperti:

1. Pahami pemicunya

Setiap lansia dengan sundown syndrome memiliki pemicu yang berbeda. Untuk itu, mulailah memerhatikan dan mengawasi aktivitasnya tepatnya ketika menjelang sore. Dengan cara ini, Anda bisa menemukan pemicunya dan bisa mengurangi atau membatasi lansia dengan paparan pemicu tersebut.

2. Cari tahu cara menghadapinya

Saat gejala sundowning terjadi, Anda harus tetap tenang. Jangan tunjukkan rasa cemas Anda yang bisa memperburuk kondisinya. Kemudian, cobalah menenangkannya dengan beberapa hal berikut ini:

  • Dekati lansia dan tanyakan apa yang dibutuhkan.
  • Ingatkan lansia bahwa waktu sudah malam dan lebih baik beristirahat.
  • Yakinkan lansia bahwa semuanya baik-baik saja.
  • Temani lansia, jangan biarkan sendirian.

Bila tips di atas tidak berpengaruh sama sekali, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan pengobatan dan saran terbaik supaya gejala tidak semakin bertambah buruk.

3. Atur aktivitas dan kebiasaan lansia

sundowning
Sumber: Home Care Assistance

Cobalah untuk membuat jadwal kegiatan untuk pasien, agar rutinitasnya tetap berjalan normal dan lansia tidak merasa kebingungan ataupun merasa terancam dengan hal-hal yang tidak bisa ia prediksi. Ada banyak aktivitas fisik untuk lansia, yang bisa Anda pilih, seperti berkebun atau berolahraga bersama.

Selain untuk fisik, olahraga bisa menjadi aktivitas sehat untuk otak lansia. Apalagi untuk lansia dengan penyakit Alzheimer dan sundowning, yang umumnya mengalami penurunan fungsi otak.

Nah, adanya kegiatan ini tentu membuat perubahan pada aktivitas harian lansia. Jadi, terapkan secara perlahan untuk memberi waktu pasien beradaptasi. Anda dapat membiarkan lansia memiliki waktu untuk sekadar mengobrol dengan tetangga atau jalan-jalan pada sore hari, untuk membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres.

Kemudian, jangan biarkan pasien merokok atau minum alkohol yang akan menganggu kesehatannya. Bila pemicunya akibat rasa haus atau lapar, mungkin Anda harus kembali mengecek pola makan lansia, misalnya menyediakan camilan kecil di sore hari dan sediakan segelas air di atas laci dekat tempat tidurnya.

4. Ciptakan suasana yang nyaman

sundowning
Sumber: Attentive Care Senior

Jika pemicu sundowning pada lansia adaah pencahayaan yang terlalu terang, pastikan Anda mengatur pencahayaan ruangan sedikit lebih redup. Ciptakan suasana nyaman di kamar tidurnya dengan menutup tirai dan tidak membiarkan daerah sekitarnya menjadi sangat gelap.

Siapkan selimut favoritnya dan taruh foto keluarga di kamarnya, agar pasien tidak merasa sendiri. Mungkin Anda bisa membacakan cerita, membuka obrolan ringan, atau menyalakan musik yang bisa menenangkan hatinya sehingaa pasien dapat tidur dengan nyenyak nantinya.

Namun, bila pemicunya adalah kebalikannya, Anda bisa memasang lampu kecil khusus, agar ruangan tidak menjadi lebih gelap.

5. Perhatikan kesehatan lansia secara menyeluruh

Dalam merawat lansia dengan sundowning, Anda tidak hanya terpaku pada kondisi ini saja. Anda juga harus memastikan penyakit lain yang lansia miliki juga mendapat perawatan atau pengobatan dari dokter. Contohnya jika lansia memiliki hipertensi atau penyakit degeneratif lainnya.

Pastikan mereka mengikuti pengobatan dokter secara rutin. Jangan lupa, untuk membantu mereka untuk menerapkan gaya hidup yang sehat untuk lansia. Sediakan makanan yang sehat bergizi untuk lansia, dan batasi makanan tinggi garam, gula, dan lemak. Imbangi dengan cukup minum air putih dan cukup beristirahat.

Kondisi lansia dengan sindrom ini mungkin membuat Anda memiliki waktu tidur atau beristirahat lebih sedikit. Namun, Anda yang merawat lansia atau perawat lansia harus tetap sehat supaya bisa memantau dan merawat kesehatannya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sundowning: Tips for dealing with late-day confusion. (2021). Retrieved 19 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alzheimers-disease/expert-answers/sundowning/faq-20058511.

Tips for Coping with Sundowning. (2021). Retrieved 19 March 2021, from https://www.nia.nih.gov/health/tips-coping-sundowning.

Sundowning and dementia. (2021). Retrieved 19 March 2021, from https://www.alzheimers.org.uk/about-dementia/symptoms-and-diagnosis/symptoms/sundowning.

Canevelli, M., Valletta, M., Trebbastoni, A., Sarli, G., D’Antonio, F., Tariciotti, L., de Lena, C., & Bruno, G. (2016). Sundowning in Dementia: Clinical Relevance, Pathophysiological Determinants, and Therapeutic ApproachesFrontiers in medicine3, 73. https://doi.org/10.3389/fmed.2016.00073.

Alzheimer’s disease – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 19 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alzheimers-disease/symptoms-causes/syc-20350447.

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 4 minggu lalu
x