home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Anoreksia Geriatri, Mengapa Bisa Terjadi pada Lansia dan Bagaimana Mengatasinya?

Anoreksia Geriatri, Mengapa Bisa Terjadi pada Lansia dan Bagaimana Mengatasinya?

Anoreksia geriatri atau pada usia lanjut adalah hilangnya nafsu makan atau penurunan jumlah asupan makanan pada lansia. Meski hal ini tergolong wajar terjadi, tetapi kondisi menyebabkan lansia tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Dampaknya, terjadi peningkatan risiko mengalami penyakit lansia yang lebih serius, seperti gangguan fungsi organ dan kematian. Nah, apa sih penyebab dari anoreksi geriatri dan bagaimana mengatasinya?

Berbagai penyebab terjadinya anoreksia geriatri

Lansia adalah sekelompok orang yang telah memasuki usia lanjut. Pada saat itu, para lansia mengalami berbagai penurunan fungsi tubuh. Khususnya lansia sudah berusia lebih dari 50 tahun, lebih rentan terhadap penyakit. Ya, kondisi ini juga menjadi penyebab terjadinya anoreksia geriatri.

Berbeda dengan anoreksia yang terjadi pada individu berusia lebih muda, anoreksia geriatri atau yang terjadi pada lansia tidak hanya terpengaruh oleh faktor penyakit dan kejiwaan, tetapi juga terpicu oleh kondisi fisik akibat proses penuaan.

Nah, berikut ini adalah beberapa kondisi lain yang mungkin menyebabkan lansia mengalami anoreksia geriatri:

1. Mengalami inflamasi pada otak

Proses penuaan memicu terjadinya inflamasi atau peradangan pada bagian otak yang berperan dalam mengatur stimulus perifer dari sel lemak, asupan nutrisi, dan hormon. Inflamasi pada bagian otak menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

Hal ini terjadi karena otak pada lansia mengalami hambatan untuk merespons hormon lapar, yaitu hormon ghrelin dan cholecystokinin (CCK). Akibatnya, terjadi penurunan berat badan pada lansia karena cenderung kehilangan rasa lapar. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan anoreksia geriatri.

2. Menurunnya fungsi indra penciuman dan perasa

Hilangnya keinginan lansia untuk mengonsumsi suatu makanan tertentu bisa menjadi penyebab anoreksia geriatri. Biasanya, keinginan lansia untuk makan cenderung menurun, karena kehilangan kemampuannya untuk menghirup aroma makanan kesukaan hingga kesulitan dalam merasakan makanannya.

Terlebih lagi, umumnya lansia akan kehilangan kemampuan untuk merasakan rasa manis dan asin terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan para lansia kehilangan nafsu makan, karena merasa bosan dan tidak menikmati makanannya.

Namun, penurunan fungsi indera penciuman dan perasa pada lansia juga bergantung pada kondisi yang disebabkan penyakit, efek samping obat, dan merokok. Itu artinya, belum tentu lansia akan mengalami kondisi ini.

3. Menurunnya fungsi saluran pencernaan

Kondisi pencernaan, termasuk gangguan kesehatan mulut dan gigi lansia juga bisa menjadi penyebab anoreksi geriatri. Pasalnya, hilangnya gigi untuk menghaluskan makanan atau penurunan sekresi asam lambung menyebabkan tubuh kesulitan untuk menyerap makanan.

Selain itu, lambung yang masih terisi makanan karena proses penyerapan terlalu lambat dapat mengganggu kerja hormon untuk mengirimkan sinyal lapar. Akibatnya, lansia hanya mengonsumsi makanan dalam jumlah sedikit. Penyebab dari kondisi ini biasanya efek samping atau interaksi obat yang lansia konsumsi dalam waktu berdekatan.

4. Memiliki kondisi kesehatan mental yang kurang baik

Selain masalah kesehatan fisik, gangguan mental pada lansia juga bisa menjadi penyebab anoreksia geriatri. Ya, lingkungan sosial yang menimbulkan rasa tak nyaman dan gangguan mental, seperti depresi, menjadi faktor paling umum yang menyebabkan kondisi tersebut.

Saat mengalami kondisi ini, lansia cenderung mengisolasi diri atau memilih untuk sendiri. Menurut sebuah penelitian yang dimuat pada jurnal Nutrients, menyendiri dan mengisolasi diri dari lingkungan luar menjadi salah satu faktor utama terjadinya anoreksia pada lansia.

Pasalnya, hal tersebut menyebabkan lansia kehilangan nafsu makan. Sementara itu, depresi pada lansia lebih sering terpicu oleh stres dan penurunan fungsi kognitif. Jadi, bisa disimpulkan bahwa penurunan fungsi kognitif, stres, dan berbagai pemicu depresi lainnya bisa juga menjadi pemicu terjadinya anoreksi geriatri.

Cara mengatasi anoreksia geriatri

Meskipun penurunan nafu makan pada usia lanjut terjadi secara alami, tetapi kondisi kekurangan asupan makanan bergizi dapat memberikan dampak yang fatal pada kesehatan lansia. Oleh sebab itu, berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu lansia mengatasi anoreksia geriatri, yaitu:

1. Mengganti pola makan

persiapan puasa untuk lansia

Cara pertama yang bisa Anda coba adalah mengganti pola makan lansia. Pasalnya, lansia mungkin merasa jenuh terhadap makanan yang selama ini termasuk dalam menu makanan harian untuk lansia. Oleh karena itu, Anda, sebagai perawat lansia, perlu mencari variasi agar lansia tidak merasa bosan.

Sebagai contoh, ubah cara mengolah bahan makanan tertentu. Selain itu, hindari penggunaan garam dan gula berlebihan, dan sebagai gantinya, gunakan rempah-rempah dan bumbu dapur sebagai penambah rasa.

2. Mengajak makan bersama untuk mengatasi anoreksia geriatri

makanan untuk lansia yang susah makan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perilaku menyendiri atau mengisolasi diri dari lingkungan sosial dapat memicu terjadinya anoreksia geriatri. Oleh karena itu, Anda bisa membantu lansia mengatasi kondisi ini dengan menemaninya makan bersama.

Setelah makan, Anda bisa mengajak lansia untuk mengobrol atau melakukan kegiatan bersama untuk mendorong lansia lebih terbuka terhadap lingkungan sosial. Selain itu, hal tersebut mungkin membantu lansia agar tidak terlalu merasa kesepian.

3. Membantu mencukupi kebutuhan nutrisi

zat gizi yang dibutuhkan tubuh lansia

Saat menyiapkan makanan untuk lansia, jangan lupa untuk memilih bahan makanan yang dapat membantunya memenuhi kebutuhan nutrisi lansia. Sebagai contoh, kebutuhan energi utama bisa lansia dapatkan dari makanan seperti daging, telur, dan ikan yang menjadi sumber protein.

Tak lupa penuhi kebutuhan vitamin dan mineral untuk lansia dari sayur-sayuran dan buah. Jika lansia hanya makan dalam jumlah sedikit, setidaknya makanan yang dikonsumsinya adalah makanan bergizi. Jika perlu, Anda bisa memberikan suplemen makanan atas seizin dokter.

4. Mengajak lansia aktif bergerak

latihan keseimbangan lansia

Aktif bergerak dapat membantu lansia mengatasi anoreksia geriatri. Pasalnya, otot-otot tubuh yang bergerak aktif dapat mencegah hilangnya massa dan penurunan fungsinya. Selain itu, lansia yang aktif bergerak akan memiliki tulang yang lebih kuat.

Biasanya, rutin berolahraga untuk lansia juga dapat membantu lansia mengembalikan nafsu makannya yang sempat hilang. Dengan begitu, kondisi anoreksia pada lansia ini bisa teratasi.

5. Memerhatikan obat yang dikonsumsi

vitamin untuk nyeri sendi

Ada beberapa jenis obat yang dapat memicu terjadinya anoreksia pada lansia. Sebagai contohnya obat jantung, anti-rematik, antidepresan, dan obat pencahar. Oleh sebab itu, pertimbangkan kembali atau konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat-obatan tersebut.

Jika memang harus menggunakan obat-obatan ini, tanyakan kepada dokter bagaimana menyiasati nafsu makan lansia yang mungkin menurun setelah mengonsumsi obat. Dokter akan membantu mencarikan solusi terbaik agar lansia bisa menghindari kondisi ini.

6. Memeriksa penyakit penyebab anoreksia geriatri

ditanggung bpjs kesehatan asuransi lansia

Anoreksia geriatri juga bisa terjadi pada lansia yang mengalami kondisi kesehatan tertentu. Contohnya, lansia yang mengalami gangguan pada mulut, gangguan lambung, stroke, penyakit jantung, dan depresi dapat kehilangan nafsu makannya.

Oleh sebab itu, untuk menghindari anoreksia pada lansia, lakukan penanganan sedini mungkin terhadap penyakit-penyakit tersebut. Pasalnya, jika kondisi ini tak teratasi, anoreksia ini menyebabkan malnutrisi pada lansia.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Landi, F., Calvani, R., Tosato, M., Martone, A. M., Ortolani, E., Savera, G., Sisto, A., & Marzetti, E. (2016). Anorexia of Aging: Risk Factors, Consequences, and Potential Treatments. Nutrients8(2), 69. https://doi.org/10.3390/nu8020069

Aziz, V., Rafferty, D., & Jurewicz, I. (2017). Disordered eating in older people: Some causes and treatmentsBJPsych Advances, 23(5), 331-337. doi:10.1192/apt.bp.116.016568

Zayed, M., & Garry, J. (2017). Geriatric Anorexia NervosaThe Journal Of The American Board Of Family Medicine30(5), 666-669. doi: 10.3122/jabfm.2017.05.170182

Martone, A. M., Onder, G., Vetrano, D. L., Ortolani, E., Tosato, M., Marzetti, E., & Landi, F. (2013). Anorexia of aging: a modifiable risk factor for frailty. Nutrients5(10), 4126–4133. https://doi.org/10.3390/nu5104126
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal diperbarui 4 minggu lalu
x