Trikotilomania

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu trikotilomania?

Trikotilomania atau gangguan menarik rambut adalah suatu kondisi yang menyebabkan penderita secara kompulsif menarik rambut dari setiap bagian di mana rambut tumbuh, dari kulit kepala, alis, dan bulu mata. Meskipun orang-orang dengan gangguan ini mengetahui konsekuensinya, mereka tidak dapat menahan diri dari dorongan tersebut. Mereka mungkin menarik rambut ketika merasa tertekan sebagai cara untuk menenangkan diri. Akibatnya, kulit kepala akan mengalami kebotakan yang sangat mungkin mempengaruhi penampilan pasien serta fungsi kerja mereka.

Seberapa umumkah trikotilomania?

Trikotilomania dulu dianggap sebagai kondisi langka. Namun, penyebaran yang meluas secara bertahap mulai diketahui. Menurut hasil yang dilakukan dari satu penelitian di AS, 1- 2% dari siswa yang telah disurvei memiliki riwayat atau saat ini sedang menderita trikotilomania. Hal ini dapat mempengaruhi pasien pada usia berapa pun. Dari semua anak-anak, perempuan dan laki-laki berada dalam jumlah yang sama. Namun di masa dewasa, wanita jauh lebih mungkin untuk memiliki kondisi ini daripada pria. Hal ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala trikotilomania?

Gejala umum dari trikotilomania dapat mencakup:

  • Anda berulang kali menarik rambut Anda dari kulit kepala, alis atau bulu mata dan bagian tubuh lainnya.
  • Anda mungkin berusaha keras untuk menghentikan diri dari menarik rambut tapi tidak bisa menolak.
  • Anda biasanya merasa senang atau lega setelah rambut ditarik.
  • Rambut lebih pendek, menipis atau botak di kulit kepala atau area lain dari tubuh Anda, termasuk bulu mata yang jarang atau hilang atau alis
  • Anda menghadapi tekanan atau masalah kejiwaan dalam pekerjaan atau kehidupan sosial karena menarik rambut.
  • Anda menyadari adanya kebotakan dibagian rambut yang telah ditarik keluar.
  • Anda menyadari beberapa perilaku aneh seperti memeriksa akar rambut, memutar-mutar rambut, menarik rambut antara gigi, mengunyah rambut, atau makan rambut.

Sebagian besar orang-orang yang memiliki trikotilomania juga menarik kulit mereka, menggigit kuku, atau mengunyah bibir mereka. Kadang-kadang menarik rambut dari binatang peliharaan, boneka, atau dari bahan berbulu seperti pakaian atau selimut juga dapat dianggap sebagai tanda. Kebanyakan orang dengan trikotilomania menarik rambut di saat sendirian dan umumnya mencoba untuk menyembunyikan gangguan ini dari orang lain.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda sebaiknya periksa ke dokter jika Anda menarik rambut Anda tanpa sadar atau jika Anda melihat anak Anda melakukannya. Dengan memperhatikan perilaku Anda dan memeriksa bagian di mana rambut hilang, dokter akan memeriksa penyebab gangguan menarik rambut seperti infeksi kulit.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab trikotilomania?

Penyebab trikotilomania masih belum jelas, tetapi ada beberapa pendapat. Beberapa ahli berpikir menarik rambut adalah jenis kecanduan. Ketika Anda mulai merasa baik ketika menarik rambut, Anda mungkin secara bertahap membentuk kebiasaan. Trikotilomania juga bisa menjadi cerminan dari masalah kesehatan mental. Menurut penelitian psikologis, menarik rambut mungkin menjadi cara untuk melepaskan stres atau kecemasan. Dalam beberapa kasus, trikotilomania mungkin merupakan bentuk menyakiti diri, di mana orang sengaja melukai diri mereka sebagai cara untuk mencari bantuan sementara dari tekanan emosional.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk trikotilomania?

Ada banyak faktor risiko untuk trikotilomania, seperti:

  • Riwayat keluarga: genetika mungkin memainkan peran dalam pengembangan trikotilomania, dan gangguan dapat terjadi pada mereka yang memiliki kerabat dekat dengan gangguan tersebut.
  • Umur: trikotilomania biasanya berkembang sebelum atau selama masa pubertas umumnya pada usia 11 sampai 13 dan mungkin menjadi masalah seumur hidup. Bayi juga dapat rentan terhadap menarik rambut, tapi ini biasanya ringan dan hilang sendiri tanpa pengobatan.
  • Emosi negatif: bagi banyak penderita trikotilomania, menarik rambut adalah cara menangani perasaan negatif atau tidak nyaman, seperti stres, kecemasan, ketegangan, kesepian, kelelahan atau frustrasi.
  • Penguatan positif: penderita trikotilomania sering menemukan bahwa menarik rambut terasa memuaskan dan memberikan perasaan lega. Akibatnya, mereka terus menarik rambut mereka untuk mempertahankan perasaan positif ini.
  • Gangguan lain: penderita trikotilomania juga mungkin memiliki gangguan lain, seperti depresi, kecemasan atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD).

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana trikotilomania didiagnosis?

Bila Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter akan:

  • Memeriksa jumlah kerontokan rambut Anda
  • Mendiskusikan kondisi kerontokan rambut Anda dan mungkin meminta Anda mengisi kuesioner
  • Mengeliminasi kemungkinan penyebab lain dari menarik rambut atau rambut rontok melalui pemeriksaan yang ditentukan oleh dokter Anda

Menurut Anxiety Disorders Charity, kriteria diagnosis trikotilomania adalah:

  • Adanya tarik-menarik rambut di bagian manapun dari tubuh disertai dengan dorongan atau rasa ketegangan sebelum menarik rambut
  • Menarik rambut memberikan perasaan lega, senang
  • Rasa “gatal” lega dengan menarik rambut tersebut
  • Kecemasan yang signifikan atau penurunan sosial, aspek pekerjaan

Apa saja pengobatan untuk trikotilomania?

Bagi sebagian orang, trikotilomania mungkin ringan dan umumnya bisa diatasi. Bagi yang lain, dorongan kompulsif untuk menarik rambut sangatlah berat. Beberapa pilihan pengobatan telah membantu banyak orang mengurangi kebiasaan tersebut atau berhenti sama sekali.

Terapi psikologi untuk mengubah perilaku menarik rambut Anda adalah metode yang paling efektif  dalam mengobati trikotilomania. Dengan pendekatan ini, penderita trikotilomania akan terlebih dahulu belajar untuk mengidentifikasi kapan dan di mana mereka memiliki dorongan untuk menarik rambut. Mereka juga belajar untuk bersantai dan melakukan beberapa kegiatan lain yang tidak akan menyakiti mereka, sebagai cara untuk membantu meredakan ketegangan ketika mereka merasakan dorongan untuk menarik rambut. Hal ini juga harus dikombinasikan dengan dukungan emosional.

Obat antidepresan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor) digunakan untuk mengobati kondisi kesehatan psikologis lain, seperti depresi dan gangguan obsesif kompulsif (OCD), dilaporkan efektif dalam pengobatan trikotilomania.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi trikotilomania?

Karena ini adalah gejala spontan, tidak ada cara yang terbukti untuk mencegah trikotilomania. Namun, memeriksa adanya perilaku potensial dan mendapatkan pengobatan sedini mungkin saat gejala dimulai dapat membantu. Selain itu, belajar manajemen stres adalah ide yang bagus karena stres sering memicu perilaku menarik rambut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental untuk Pebisnis Startup

Menekuni usaha yang sesuai passion adalah impian sejumlah orang. Namun, jangan sampai lupa waktu. Simak cara menjaga kesehatan untuk pebisnis sekarang.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
Asuransi, Hidup Sehat 7 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Bagaimana Pandemi Membuat Seseorang Berisiko Mengalami PTSD?

Pandemi COVID-19 memberikan dampak beragam, beberapa orang berisiko mengalami PTSD akibat melewati peristiwa mengguncang ini. Siapa saja yang berisiko?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Selain itu studi terbaru menunjukkan bahwa berpikir negatif (negative thinking) terus menerus bisa meningkatkan risiko demensia. Apa bisa dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 20 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu depresi

Penyakit Mental

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit
melatih otak agar percaya diri

3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
tips menjaga kesehatan mental

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental untuk Melawan Penyakit Kritis

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 13 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit