Trauma Saraf Tulang Belakang

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu trauma saraf tulang belakang?

Trauma saraf tulang belakang adalah trauma dari bagian manapun pada tulang belakang atau saraf pada ujung tulang belakang. Kondisi ini merupakan trauma yang parah yang dapat mempengaruhi seluruh aktivitas Anda. Trauma tulang belakang dapat menyebabkan sequelae/gejala sisa permanen seperti kelumpuhan tangan dan kaki (quadriplegia) atau hanya kaki saja (paraplegia).

Seberapa umumkah trauma saraf tulang belakang?

Kondisi kesehatan ini umum terjadi pada khususnya pria, berusia 15 hingga 25 tahun. Di samping itu, lansia dapat menderita trauma tulang belakang karena osteoporosis. Anda dapat mengurangi faktor risiko terkena kondisi ini. Hubungi dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala trauma saraf tulang belakang?

Gejala-gejala bergantung pada posisi dan tingkat dari cedera. Cedera pada area atas ruas tulang punggung dapat menyebabkan gejala-gejala yang lebih parah seperti:

  • Otot yang lemah atau mati rasa
  • Kehilangan kontrol kandung kemih
  • Hilangnya sensasi di area yang terluka
  • Berkeringat yang abnormal
  • Tekanan darah yang abnormal
  • Suhu tubuh yang abnormal

Mungkin ada gejala-gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tersebut di atas atau memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter Anda. Tubuh masing-masing orang bekerja dengan cara yang berbeda. Baiknya diskusikanlah dengan dokter untuk solusi kondisi Anda.

Penyebab

Apa penyebab trauma saraf tulang belakang?

Trauma tulang belakang dapat terjadi karena benturan tiba-tiba pada tulang belakang yang meretakkan atau menekan satu ruas tulang belakang atau lebih. Penyebab lain dapat berupa cedera (kecelakaan, jatuh, dsb.) Penyebab lain yang bukan karena cedera termasuk artritis, kanker, penyakit pembuluh darah, infeksi, dan degenerasi spinal disc. Lansia dengan tulang belakang yang lemah (karena osteoporosis) dapat terkena trauma tulang belakang karena cedera yang sepele.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk trauma saraf tulang belakang?

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko trauma tulang belakang, termasuk:

  • Gender: umumnya mempengaruhi pria. Faktanya hanya 20% pasien wanita dari kasus-kasus trauma tulang belakang
  • Usia: orang-orang yang berusia 16-30 tahun atau di atas 65 tahun lebih rawan terkena kondisi ini
  • Berpartisipasi dalam aktivitas yang berisiko tinggi: melompat ke dalam air dangkal atau berolahraga tanpa perlengkapan pelindung yang sesuai dapat menyebabkan trauma tulang belakang
  • Penyakit tulang atau sendi yang lain

Tidak adanya faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terkena penyakit ini. Tanda-tanda ini adalah hanya untuk acuan. Anda harus berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk trauma saraf tulang belakang?

Pada kasus dari trauma tulang belakang karena kecelakaan, pasien perlu berbaring pada papan yang datar, memperbaiki leher dengan penyangga, dan memeriksa pernapasan dan kemampuan sirkulatori. Tulang belakang harus tetap stabil dan tidak digerakkan. Dokter Anda akan menyuntikkan steroid methylprednisolone ke dalam cedera-cedera tulang belakang akut; metode ini digunakan pada 8 jam pertama setelah cedera terjadi. Sebagai tambahan, dokter Anda mungkin akan melakukan operasi untuk menstabilkan tulang belakang atau mengambil fragmen-fragmen tulang, objek-objek yang tidak teridentifikasi, hernia, atau patahan tulang belakang.

Kaku otot, lecet pada kulit karena berbaring terlalu lama, infeksi saluran kemih, thrombosis, dan komplikasi lain dapat diobati

Untuk trauma tulang belakang yang menyebabkan otot yang lemah atau lumpuh, Anda dapat menggunakan peralatan kesehatan seperti kursi roda elektrik, perlengkapan dengan kontrol komputer, dan stimulator elektrik untuk mempercepat penyembuhan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk trauma saraf tulang belakang?

Di Unit Gawat Darurat, dokter Anda dapat mendiagnosis trauma tulang belakang berdasarkan kepekaan indera dan kemampuan motorik, serta riwayat kecelakaan.

Setelah trauma, Anda mungkin akan sering merasa nyeri pada leher, tidak benar-benar sadar, atau memiliki tanda-tanda dari otot lemah atau kerusakan saraf. Anda harus melakukan tes diagnostik gawat darurat, di antaranya:

  • CT scan
  • Rontgen
  • MRI

Saat bengkak mereda, dokter akan melakukan metode-metode diagnostik pada saraf untuk mengetahui tingkat kerusakannya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi trauma saraf tulang belakang?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut ini dapat membantu Anda mengatasi trauma tulang belakang:

  • Hubungi ambulans apabila ada orang yang tidak sadar sepenuhnya atau mengalami cedera leher atau punggung
  • Bawa dan gunakan perlengkapan pelindung dengan benar saat berpartisipasi dalam olahraga (seperti menyelam atau olahraga kontak). Ikuti peraturan keamanan lingkungan kerja. Gunakan sabuk pengaman
  • Hati-hati dalam berkendara. Jangan berkendara saat Anda tidak sadar sepenuhnya untuk menghindari kecelakaan

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Jika Tak Segera Dipulihkan, Trauma Masa Lalu Bisa Turunkan Daya Ingat

    Bukan sekadar mengganggu kesehatan jiwa seseorang, trauma berkepanjangan juga bisa menurunkan daya ingat Anda. Bagaimana efek trauma ini terjadi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

    Terlalu Lama Dibiarkan, Trauma Masa Kecil Bisa Picu Penyakit Saat Dewasa

    Dampak trauma berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan psikis pada penderitanya. Bahkan, dampaknya bisa sampai memicu penyakit kronis. Kok bisa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

    Mengenal Glasgow Coma Scale (GCS), Penilaian Tingkat Kesadaran Manusia

    Meski Glasgow Coma Scale (GCS) terbilang sederhana, namun metode ini efektif untuk merekam tingkat kesadaran seseorang setelah mengalami cedera kepala.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Sama-Sama Bikin Ketakutan, Apa Bedanya Fobia dan Trauma?

    Fobia dan trauma sama-sama mengakibatkan rasa cemas dan ketakutan berlebih. Namun jika dilihat lebih jauh, keduanya berbeda. Apa saja perbedaannya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini

    Direkomendasikan untuk Anda

    meningitis adalah

    Meningitis (Radang Selaput Otak)

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020
    stres ibu rumah tangga

    Mendengar Cerita Korban Trauma Juga Bisa Bikin Stres, Berikut Penjelasan Ilmiahnya

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 06/12/2019
    trauma masa kecil

    9 Langkah Efektif untuk Memulihkan Diri dari Trauma Masa Kecil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 28/02/2019
    penyakit kepribadian ganda

    Kepribadian Ganda Bisa Memunculkan Berapa Banyak Karakter Berbeda?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 21/12/2018