Sindrom Horner

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu Sindrom Horner?

Sindrom Horner adalah sekelompok gejala yang diakibatkan oleh kerusakan pada jalur saraf yang terbentang dari otak ke wajah dan memengaruhi salah satu mata.

Sindrom Horner adalah kondisi yang cukup langka. Horner’s syndrome juga dikenal sebagai Horner-Bernard syndrome atau oculosympathetic palsy.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala Sindrom Horner?

Sindrom Horner biasanya hanya memengaruhi salah satu sisi wajah. Gejala yang paling umum timbul meliputi:

  • Pupil mata yang mengecil (miosis)
  • Perbedaan ukuran pupil antara kedua mata sangat drastis
  • Pupil yang mengecil terlambat melebar di cahaya redup atau ruangan gelap
  • Kelopak mata atas turun layu (ptosis)
  • Kelopak mata bawah terangkat
  • Sisi wajah yang terpengaruh bisa tidak berkeringat sama sekali (anhidrosis), atau hanya sedikit jika dibandingkan dengan sisi sebelahnya. Atau, daerah yang tidak berkeringat hanya di titik-titik tertentu di bagian wajah tersebut

Beberapa gejala di atas bisa tidak begitu kentara, terutama anhidrosis dan ptosis.

Gejala Sindrom Horner lainnya yang mungkin muncul pada anak-anak adalah:

  • Pada anak di bawah usia 1 tahun, warna iris (lingkaran tengah mata) lebih terang di sisi mata yang terpengaruh
  • Kulit di sisi wajah yang terpengaruh tidak memerah saat kepanasan, berkeringat, atau saat marah atau menangis

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus segera mendapatkan pertolongan medis bila gejala-­gejala Sindrom Horner muncul mendadak, setelah mengalami trauma fisik atau cedera, atau diikuti oleh gejala tambahan berikut:

  • Gangguan penglihatan
  • Pusing
  • Kelemahan otot atau kesulitan mengontrol otot
  • Sakit kepala parah yang muncul tiba-tiba; atau nyeri leher yang muncul tiba-tiba dan parah

Ada beragam faktor risiko yang dapat menyebabkan Sindrom Horner. Beberapa di antaranya lebih serius dari lainnya. Penting untuk segera mendapatkan diagnosis yang akurat.

Penyebab

Apa penyebab Sindrom Horner?

Sindrom Horner disebabkan oleh kerusakan jalur saraf dalam sistem saraf simpatetik. Sistem saraf simpatetik mengatur detak jantung, ukuran pupil, produksi keringat, tekanan darah, dan fungsi tubuh lainnya yang memungkinkan Anda untuk merespon cepat terhadap setiap perubahan di lingkungan sekitar.

Jalur saraf yang dirusak Sindrom Horner dibagi dalam tiga kelompok sel neuron

Neuron orde pertama

Jalur saraf ini dimulai dari hipotalamus yang berada di bagian otak bawah, membentang melewati batang otak dan menjalar hingga ke tulang belakang bagian atas. Beberapa hal yang dapat menyebabkan kerusakan pada jalur saraf ini adalah:

  • Stroke
  • Tumor
  • Penyakit yang mengikir selaput tabung myelin
  • Trauma leher
  • Kista di ruas tulang belakang (syringomyelia)

Neuron orde kedua

Jalur saraf ini membentang dari ruas tulang belakang hingga ke area dada atas dan leher samping. Beberapa hal yang dapat menyebabkan kerusakan pada jalur saraf ini adalah:

  • Kanker paru
  • Tumor pada selaput tabung myelin (schwannoma)
  • Kerusakan pembuluh darah jantung (aorta)
  • Operasi di daerah dada
  • Cedera akibat trauma

Neuron orde ketiga

Jalur saraf ini menjalar dari sisi samping leher hingga ke kulit wajah dan otot-otot sekitar kelopak dan otot iri mata. Beberapa hal yang dapat menyebabkan kerusakan pada jalur saraf ini adalah:

  • Kerusakan pembuluh darah karotid di sisi leher
  • Kerusakan vena jugularis di sisi leher
  • Tumor atau infeksi di dasar tengkorak
  • Migrain
  • Sakit kepala cluster, jenis sakit kepala parah dan kambuhan

Penyebab Sindrom Horner pada anak-anak

Penyebab Sindrom Horner yang paling umum pada anak-anak adalah:

  • Cedera leher atau bahu saat persalinan
  • Cacat aorta saat lahir
  • Tumor neuroblastoma

Pada beberapa kasus, penyebab kondisi ini tidak dapat diketahui. Hal ini disebut sebagai Sindrom Horner idiopatik.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana sindrom Horner didiagnosis?

Selain pemeriksaan fisik standar, dokter akan melakukan beragam tes lanjutan untuk menentukan penyebab gejala dan diagnosis akuratnya.

Tes yang dapat dilakukan untuk diagnosis Sindrom Horner

Dokter dapat membuat diagnosis berdasarkan gejala yang muncul dan riwayat kesehatan Anda.

Dokter, seringnya opthalmologist (spesialis mata), juga dapat memastikan diagnosis dengan meneteskan obat mata yang dapat melebarkan/menyempitkan pupil pada kedua sisi mata. Setelahnya, dokter akan membandingkan hasil reaksi kedua mata Anda, untuk menentukan apakah kerusakan saraf merupakan penyebab kondisi Anda.

Tes untuk mengidentifikasi lokasi kerusakan saraf

Dokter dapat mengetahui jalur saraf mana yang rusak dengan melihat gejala tertentu yang muncul. Dokter juga mungkin melakukan tes tambahan atau pemindaian (scan) untuk mendeteksi lokasi trauma atau abnormalitas yang mengganggu jalur saraf tersebut.

Dokter dapat memastikan diagnosis dengan meneteskan obat mata yang dapat melebarkan pupil pada kedua sisi mata. Setelahnya, dapat diketahui Anda mengalami Sindrom Horner ketika salah satu pupil mata tidak melebar sama besar seperti sisi mata yang sehat. Kemungkinan besar ini diakibatkan oleh kerusakan jalur saraf ketiga, di sepanjang leher ke atas.

Selain itu, dokter dapat melakukan tes pencitraan dengan MRI, CT scan, atau rontgen untuk menentukan lokasi kerusakan yang menyebabkan Sindrom Horner.

Untuk anak-anak pengidap Sindrom Horner, dokter mungkin dapat melakukan tes darah dan tes urin untuk mendiagnosis adanya tumor neuroblastoma.

Bagaimana Sindrom Horner diobati?

Tidak ada pengobatan khusus untuk Sindrom Horner. Cara terbaik untuk mengobati kondisi ini adalah dengan mengobati penyakit atau kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah Sindrom Horner?

Sindrom Horner adalah kelainan genetik bawaan lahir yang tidak dapat dicegah, namun gejalanya bisa dikelola dengan terapi medis dan obat-obatan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Pengobatan Hemofilia untuk Mengatasi Gejalanya

Hemofilia memang tidak dapat disembuhkan secara total. Namun, ada pengobatan tertentu yang bisa membantu Anda mengatasi gejala hemofilia. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 26 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Ciri dan Gejala Hemofilia yang Perlu Diwaspadai

Penyakit hemofilia adalah kelainan darah dengan ciri-ciri darah sulit membeku. Selain mimisan, ada pula gejala lain hemofilia yang wajib Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 26 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Hemofilia, Gangguan yang Menyebabkan Darah Sukar Membeku

Umumnya, penyebab utama penyakit hemofilia adalah keturunan, meski ada pula penyebab lainnya. Bagaimana hemofilia bisa diturunkan dari orangtua ke anak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 26 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Seperti Apa Kebiasaan Mencuci Tangan di Masa Pandemi COVID-19?

Menurut survei tersebut, perempuan lebih disiplin menjalankan kebiasaan mencuci tangan ketimbang laki-laki dan anak muda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pencegahan hemofilia cara mencegah penyakit hemofilia

Bisakah Mencegah Penyakit Hemofilia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
penyakit von willebrand

Penyakit Von Willebrand

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
hemofilia B

Hemofilia B

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
hemofilia a

Hemofilia A

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit