Rubella (Campak Jerman)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu rubella (campak Jerman)?

Rubella atau campak Jerman atau campak tiga hari adalah penyakit menular yang disebabkan virus dan dapat dideteksi dari ruam merah spesifik (bintik atau jerawat). Dahulu, rubella adalah penyakit yang sangat sering terjadi pada anak-anak sebelum semua anak diwajibkan untuk mendapat vaksin untuk melawan cacar air, gondong, dan campak Jerman.

Rubella adalah penyakit yang tidak sama seperti cacar air (rubeola), walaupun 2 penyakit ini sama-sama menyebabkan ruam merah. Rubella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus berbeda dengan cacar air, dan rubella tidak terlalu menular dan serius seperti cacar air.

Menurut WHO, infeksi rubella adalah kondisi yang dapat menyebabkan demam ringan dan ruam pada anak-anak dan orang dewasa, infeksi selama kehamilan, terutama selama trimester pertama. 

Kondisi lain yang dapat disebabkan oleh rubella adalah keguguran, kematian janin, stillbirth, atau bayi dengan kelainan bawaan, yang dikenal dengan congenital rubella syndrome (CRS). 

Seberapa umumkah rubella (campak Jerman)?

Siapapun berisiko terkena rubella. Rubella pada anak dan dewasa adalah kondisi yang dapat membaik dengan cepat, tidak bahaya, dan jarang menyebabkan komplikasi. 

Rubella adalah kondisi berbahaya jika terjadi pada wanita hamil. Jika wanita hamil terinfeksi virus rubella, khususnya selama 4 bulan pertama kehamilan, risiko yang dapat terjadi pada bayinya adalah atau bahkan lahir mati.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala rubella (campak Jerman)?

Anak-anak yang terinfeksi rubella dapat tidak menunjukkan gejala. Umumnya, gejala muncul 2-3 minggu setelah paparan.

Gejala rubella yang dapat muncul adalah:

  • Ruam kulit pada kepala menyebar ke tubuh, selama 2-3 hari. Biasanya muncul terlebih dahulu pada wajah dan leher sebelum menyebar ke tubuh bagian bawah. 
  • Demam ringan (<39℃)
  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat atau beringus
  • Muntah
  • Kelenjar getah bening leher dan belakang telinga membengkak.

Gejala rubella pada remaja dan dewasa adalah:

  • Hilang napsu makan
  • Konjungtivitis (infeksi kelopak mata dan bola mata)
  • Sendi bengkak dan nyeri, pada wanita usia muda yang bertahan pada 3-10 hari. 

Sekali seseorang terinfeksi, virus menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 5-7 hari. Gejala biasanya muncul 2 hingga 3 minggu setelah terinfeksi. Periode paling berpotensi terinfeksi biasanya 1-5 hari setelah munculnya ruam. 

Ketika seorang wanita terinfeksi rubella di masa awal kehamilan, dia punya 90% kemungkinan menularkan virus tersebut pada janin. Rubella adalah kondisi yang dapat menyebabkan kematian janin, atau CRS. 

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Congenital rubella syndrome (CRS)

Kondisi yang dapat dialami anak dengan congenital rubella syndrome (CRS) adalah gangguan pendengaran, cacat mata dan jantung, dan cacat seumur hidup lainnya, termasuk autisme, diabetes mellitus, dan disfungsi tiroid. Kebanyakan dari mereka membutuhkan terapi, operasi, dan perawatan mahal. 

Diperkirakan ada 100 ribu kasus CRS di seluruh dunia setiap tahun. Seringkali, seorang anak dapat mengalami satu atau lebih cacat. Tuli adalah kondisi paling umum yang terjadi. 

Kondisi lain yang diakibatkan oleh congenital rubella syndrome adalah:

  • Katarak
  • Penyakit jantung
  • Anemia
  • Hepatitis
  • Keterlambatan perkembangan
  • Kerusakan retina, dikenal dengan retinopati
  • Kepala, rahang bawah, atau mata yang berukuran kecil
  • Masalah hati atau limpa, yang kadang-kadang hilang segera setelah lahir
  • Berat badan lahir yang rendah. 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda atau anak Anda mengalami ruam atau gejala di atas.

Selama kehamilan, Anda akan dilakukan pemeriksaan rubella dan divaksin jika dibutuhkan oleh dokter kandungan Anda. Meski begitu, jika Anda hamil atau ingin hamil dan mengalami gejala rubella, langkah yang perlu Anda lakukan adalah mendapatkan perawatan.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala rubella (campak Jerman) atau pertanyaan lainnya, berdiskusi dengan dokter adalah hal yang perlu Anda lakukan. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab rubella (campak Jerman)?

Virus rubella adalah hal yang menyebabkan kondisi rubella. Penyebaran virus ini adalah melalui kontak dengan cairan dari hidung dan tenggorokan penderita rubella. 

Rubella adalah penyakit yang sangat menular dan mudah ditularkan pada orang lain. Seseorang dapat menularkan virus ke orang lain seminggu sebelum ruam kulit muncul hingga 1 minggu setelah ruam muncul, dan tetap menular hingga 7 hari setelahnya. 

Namun, 25% hingga 50% orang yang terinfeksi rubella tidak mengalami ruam atau memiliki gejala apapun. Penularan rubella pada wanita hamil ke bayinya adalah melalui aliran darah.

Orang yang terinfeksi rubella harus memberitahukan keadaan mereka kepada teman, keluarga, dan rekan kerja, khususnya wanita hamil. Jika anak Anda terinfeksi rubella, hal yang perlu Anda lakukan adalah memberi tahu kondisi tersebut pada pihak sekolah. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk rubella (campak Jerman)?

Faktor risiko untuk rubella adalah:

  • Pernah menderita rubella;
  • Tidak pernah menerima vaksin gondok, cacar air, dan campak;
  • Bepergian ke negara lain atau tempat epidemi rubella.

Tidak memiliki faktor risiko tidak berarti Anda tidak dapat menderita penyakit ini. Faktor risiko rubella di atas adalah sekadar referensi. Anda harus konsultasi dengan dokter untuk informasi lebih rinci.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk rubella (campak Jerman)?

Saat ini, proses penyakit autoimun dan rubella dianggap berhubungan. Saat terinfeksi rubella, tubuh anak Anda akan secara otomatis kebal dan memiliki imun pada penyakit ini secara permanen. 

Jika anak Anda merasa tidak nyaman saat terkenal rubella, obat penurun panas dan antinyeri seperti paracetamol adalah obat yang biasa diberikan untuk anak Anda. Bertanya pada apoteker untuk krim pengurang rasa gatal juga adalah hal yang bisa Anda lakukan.

Namun, Mayo Clinic menyebut tidak ada pengobatan yang dapat memperpendek perjalanan infeksi rubella, dan gejalanya ringan, sehingga pengobatan biasanya tidak diperlukan. Dokter sering merekomendasikan isolasi dari orang lain, terutama untuk wanita hamil, selama masa infeksi. 

Jika Anda terinfeksi rubella saat hamil, berdiskusi dengan dokter tentang risiko yang mungkin akan dialami bayi Anda adalah hal yang penting. Jika Anda memutuskan untuk melanjutkan kehamilan saat terkena rubella, antibodi yang disebut globulin hiperimun adalah obat yang mungkin diresepkan dokter untuk Anda. 

Antibodi tersebut dapat mengurangi gejala Anda, tetapi tidak menghilangkan kemungkinan bayi Anda menderita CRS. 

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk rubella (campak Jerman)?

Rubella adalah penyakit yang cukup sulit didiagnosis dan gejalanya kurang jelas. Dokter Anda akan mendiagnosis dari riwayat klinis dan pemeriksaan gejala pada anak Anda. 

Jika Anda hamil dengan gejala rubella (campak Jerman) atau terpapar dengan pasien rubella, mengambil sampel cairan dari tenggorokan, darah, dan urin untuk diperiksa adalah langkah yang biasanya diambil oleh dokter.

Pencegahan

Upaya apa yang dapat saya lakukan untuk mencegah rubella (campak Jerman)?

Satu-satunya cara untuk mencegah rubella atau campak Jerman adalah dengan vaksinasi. 

Vaksin rubella (campak Jerman) adalah strain hidup yang dilemahkan dan dosis tunggal memberikan lebih dari 95% kekebalan jangka panjang, yang mirip dengan yang disebabkan oleh infeksi alami. 

Vaksin rubella adalah pencegahan yang tersedia baik dalam formulasi monovalen (vaksin yang diarahkan hanya pada satu patogen) atau kombinasi dengan vaksin lain, seperti dengan vaksin campak (MR), campak dan gondong (MMR), atau campak, gondong, dan varicella (MMRV). 

Dokter merekomendasikan anak-anak menerima vaksin MMR pada usia 12-15 bulan dan 4-6 tahun, sebelum masuk sekolah. Vaksin rubella ini penting untuk anak perempuan demi mencegah rubella selama kehamilan di masa yang akan datang. 

Biasanya, bayi yang berusia enam sampai delapan bulan adalah pihak yang terlindungi dari rubella karena kekebalan tubuh yang diturunkan dari ibu mereka. Jika seorang anak memerlukan perlindungan dari rubella sebelum usia 12 bulan, misalnya untuk perjalanan luar negeri, langkah yang dapat dilakukan adalah memberikan vaksin pada usia 6 bulan. 

Apakah saya membutuhkan vaksin MMR?

Anda tidak memerlukan vaksin jika:

  • Pernah mendapatkan vaksin MMR setelah usia 12 bulan
  • Pernah melakukan tes darah yang mengindikasikan Anda kebal terhadap campak, gondong, dan rubella. 
  • Adalah seorang pria yang lahir sebelum 1957
  • Adalah seorang wanita yang lahir sebelum 1957, Anda pernah mendapatkan vaksin rubella, atau Anda memiliki tes kekebalan rubella dengan hasil positif.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum vaksin rubella adalah Anda tidak memenuhi kriteria di atas dan Anda: 

  • Adalah wanita yang tidak hamil, tapi berada pada usia subur
  • Baru masuk perguruan tinggi, sekolah perdagangan, atau sekolah menengah atas
  • Bekerja di rumah sakit, fasilitas medis, pusat penitipan anak atau sekolahan
  • Berencana bepergian ke luar negeri atau naik kapal pesiar. 

Orang yang tidak direkomendasikan mendapatkan vaksin rubella ini adalah:

  • Wanita hamil atau wanita yang berencana hamil pada empat minggu ke depan
  • Orang yang memiliki reaksi alergi yang mengancam hidup terhadap gelatin, antibiotik neomisin, atau dosis vaksin MMR sebelumnya. 

Jika Anda mengidap kanker, kelainan darah atau kondisi lainnya, atau sedang mengonsumsi obat yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, dikusikan kepada dokter sebelum mendapatkan vaksin MMR. 

Apa efek samping vaksin MMR?

Kebanyakan orang tidak mengalami efek samping apapun setelah mendapatkan vaksin MMR. Sekitar 15 persen orang merasakan demam, 7 hingga 12 hari setelah vaksinasi, dan 5 persen lainnya mengalami ruam ringan. 

Beberapa remaja dan wanita dewasa mungkin akan merasakan nyeri otot atau kekakuan setelah menerima vaksin. Kurang dari 1 dari 1 juta dosis menyebabkan reaksi alergi yang serius. 

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah anak yang didiagnosis dengan autisme meningkat. Hal ini menyebabkan kekhawatiran yang meluas tentang hubungan antara vaksin MMR dan autisme. 

Namun, laporan ekstensif dari American Academy of Pediatrics, National Academy of Medicine, dan CDC menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang terbukti secara ilmiah antara vaksin MMR dan autisme.

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi rubella (campak Jerman)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi rubella (campak Jerman):

  • Konsumsi obat yang diresepkan
  • Jangan menggaruk karena dapat meninggalkan bekas. Anda dapat menggunakan krim pengurang rasa gatal yang dijual di apotek
  • Anda atau anak Anda harus menghindari kontak dengan orang lain hingga membaik, khususnya jangan berdiri dekat atau berkontak dengan orang hamil
  • Aspirin rubella adalah obat yang dapat diberikan untuk anak kecil.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Februari 13, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca