Rubella (Campak Jerman)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu rubella (campak Jerman)?

Rubella, campak Jerman, atau campak tiga hari adalah penyakit menular yang disebabkan virus dan dapat dideteksi dari ruam merah spesifik (bintik atau jerawat). Dahulu, penyakit ini sering menimpa anak-anak sebelum akhirnya semua anak diwajibkan untuk mendapat vaksin MMR.

Vaksin MMR merupakan vaksin yang berguna untuk mencegah campak (measles), gondongan (mumps), dan campak Jerman (rubella).

Campak dan campak jerman memiliki gejala yang mirip, berupa ruam merah. Meski nama dan gejalanya mirip, rubella (campak jerman) tidak sama dengan campak. Virus yang menyebabkannya pun berbeda.

Menurut WHO, infeksi rubella adalah kondisi yang dapat menyebabkan demam ringan dan ruam pada anak-anak dan orang dewasa, infeksi selama kehamilan, terutama jika terserang selama trimester pertama. 

Beberapa kondisi yang disebabkan oleh infeksi rubella selama kehamilan adalah keguguran, kematian janin, stillbirth, atau bayi dengan kelainan bawaan, yang dikenal dengan congenital rubella syndrome (CRS). 

Seberapa umumkah rubella (campak Jerman)?

Siapa pun berisiko terkena rubella. Rubella pada anak dan dewasa adalah kondisi yang dapat membaik dengan cepat, tidak bahaya, dan jarang menyebabkan komplikasi. 

Rubella adalah kondisi berbahaya jika terjadi pada wanita hamil. Jika wanita hamil terinfeksi virus rubella, khususnya selama 4 bulan pertama kehamilan. 

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala rubella (campak Jerman)?

Anak-anak yang terinfeksi rubella dapat tidak menunjukkan gejala. Umumnya, gejala muncul 2-3 minggu setelah paparan.

Gejala rubella yang dapat muncul adalah:

  • Ruam kulit pada kepala menyebar ke tubuh, selama 2-3 hari. Biasanya muncul terlebih dahulu pada wajah dan leher sebelum menyebar ke tubuh bagian bawah. 
  • Demam ringan (<39℃)
  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat atau beringus
  • Muntah
  • Kelenjar getah bening leher dan belakang telinga membengkak.

Gejala rubella pada remaja dan dewasa adalah:

  • Hilang nafsu makan
  • Konjungtivitis (infeksi kelopak mata dan bola mata)
  • Sendi bengkak dan nyeri, pada wanita usia muda yang bertahan pada 3-10 hari. 

Sekali seseorang terinfeksi, virus menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 5-7 hari. Gejala biasanya muncul 2-3 minggu setelah terinfeksi. Periode paling berpotensi terinfeksi biasanya 1-5 hari setelah munculnya ruam. 

Ketika seorang wanita terinfeksi rubella di masa awal kehamilan, dia punya 90% kemungkinan menularkan virus tersebut pada janin. Rubella adalah kondisi yang dapat menyebabkan kematian janin, atau CRS. 

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Congenital rubella syndrome (CRS)

Kondisi yang dapat dialami anak dengan congenital rubella syndrome (CRS) adalah gangguan pendengaran, cacat mata dan jantung, serta kelainan seumur hidup lainnya, termasuk autisme, diabetes melitus, dan disfungsi tiroid. Kebanyakan dari mereka membutuhkan terapi, operasi, dan perawatan terus-menerus seumur hidup. 

Diperkirakan ada 100 ribu kasus CRS di seluruh dunia setiap tahun. Sering kali, seorang anak dapat mengalami satu atau lebih cacat. Tuli adalah kondisi paling umum yang terjadi. 

Kondisi lain yang diakibatkan oleh congenital rubella syndrome adalah:

  • Katarak
  • Penyakit jantung
  • Anemia
  • Hepatitis
  • Keterlambatan perkembangan
  • Kerusakan retina, dikenal dengan retinopati
  • Kepala, rahang bawah, atau mata yang berukuran kecil
  • Masalah hati atau limpa, yang kadang-kadang hilang segera setelah lahir
  • Berat badan lahir yang rendah. 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda atau anak Anda mengalami ruam atau gejala di atas.

Selama kehamilan, Anda mungkin akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan rubella dan mungkin mendapatkan vaksin jika dokter kandungan Anda merekomendasikannya.

Meski begitu, jika Anda hamil atau berencana hamil tapi mengalami gejala rubella, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala rubella (campak Jerman) atau pertanyaan lainnya, berdiskusi dengan dokter adalah hal yang perlu Anda lakukan.

Tubuh masing-masing orang berbeda sehingga gejala yang muncul juga bisa berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab rubella (campak Jerman)?

Penyebaran virus rubella adalah melalui kontak dengan cairan dari hidung dan tenggorokan pasiennya. Sementara itu, penularan rubella pada wanita hamil ke bayinya adalah melalui aliran darah.

Rubella adalah penyakit yang menular dan mudah ditularkan pada orang lain. Seseorang dapat menularkan virus ke orang lain seminggu sebelum ruam kulit muncul hingga 1 minggu setelah ruam muncul, dan tetap menular hingga 7 hari setelahnya. 

Namun, 25-50% orang yang terinfeksi rubella tidak mengalami ruam atau memiliki gejala apa pun. 

Orang yang terinfeksi rubella harus memberitahukan keadaan mereka kepada teman, keluarga, dan rekan kerja, khususnya wanita hamil. Hal ini bertujuan agar penularannya dapat diminimalisasi.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk rubella (campak Jerman)?

Faktor risiko untuk rubella adalah:

  • Pernah menderita rubella
  • Tidak pernah menerima vaksin gondok, cacar air, dan campak
  • Bepergian ke negara lain atau tempat epidemi rubella

Tidak memiliki faktor risiko di atas ukan berarti Anda tidak dapat menderita penyakit ini. Faktor risiko rubella di atas adalah sekadar referensi. Anda harus konsultasi dengan dokter untuk informasi lebih rinci.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk rubella (campak Jerman)?

Saat ini, proses penyakit autoimun dan rubella dianggap berhubungan. Saat terinfeksi rubella, tubuh anak Anda akan secara otomatis kebal dan memiliki imun pada penyakit ini secara permanen. 

Jika muncul gejala seperti demam atau rasa nyeri pada anak, Anda bisa memberikan obat penurun panas dan antinyeri, seperti paracetamol. Ruam yang muncul juga bisa menyebabkan rasa gatal. Tanyakanlah pada dokter untuk krim pengurang rasa gatal yang mungkin bisa diberikan.

Meski terdapat beberapa obat yang bisa saja diberikan, situs Mayo Clinic menyebut tidak ada pengobatan yang dapat memperpendek perjalanan infeksi rubella atau meringankan gejalanya. Itu sebabnya, rubella adalah kondisi yang biasanya tidak membutuhkan pengobatan khusus.

Umumnya, dokter sering merekomendasikan isolasi dari orang lain, terutama untuk wanita hamil, selama masa infeksi. 

Jika Anda terinfeksi rubella saat hamil, berdiskusi dengan dokter tentang risiko yang mungkin akan dialami bayi Anda adalah hal yang penting.

Jika Anda memutuskan untuk melanjutkan kehamilan saat terkena rubella, antibodi yang disebut globulin hiperimun adalah obat yang mungkin diresepkan dokter untuk Anda. 

Antibodi tersebut dapat mengurangi gejala Anda, tetapi tidak menghilangkan kemungkinan bayi Anda menderita CRS. 

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk rubella (campak Jerman)?

Rubella adalah penyakit yang cukup sulit didiagnosis dan gejalanya kurang jelas. Dokter Anda akan mendiagnosis dari riwayat klinis dan pemeriksaan gejala pada anak Anda. 

Jika Anda hamil dengan gejala campak Jerman atau terpapar dengan pasien rubella, mengambil sampel cairan dari tenggorokan, darah, dan urine untuk diperiksa adalah langkah yang biasanya diambil oleh dokter.

Pencegahan

Upaya apa yang dapat saya lakukan untuk mencegah rubella (campak Jerman)?

Satu-satunya cara untuk mencegah rubella atau campak Jerman adalah dengan vaksinasi. 

Vaksin rubella (campak Jerman) adalah strain hidup yang dilemahkan dan dosis tunggal memberikan lebih dari 95% kekebalan jangka panjang, yang mirip dengan yang disebabkan oleh infeksi alami. 

Vaksin rubella adalah pencegahan yang tersedia baik dalam formulasi monovalen (vaksin yang diarahkan hanya untuk satu kondisi) atau kombinasi dengan vaksin lain, seperti dengan vaksin campak (MR), campak dan gondong (MMR), atau campak, gondong, dan varicella (MMRV). 

Dokter merekomendasikan anak-anak menerima vaksin MMR pada usia 12-15 bulan dan 4-6 tahun, sebelum masuk sekolah. Vaksin ini penting untuk anak perempuan demi mencegah rubella selama kehamilan di masa yang akan datang. 

Biasanya, bayi yang berusia 6-8 bulan adalah kelompok yang terlindungi dari rubella karena kekebalan tubuh yang diturunkan dari ibu mereka. Jika seorang anak memerlukan perlindungan dari rubella sebelum usia 12 bulan, misalnya untuk perjalanan luar negeri, langkah yang dapat dilakukan adalah memberikannya vaksin pada usia 6 bulan. 

Apakah saya membutuhkan vaksin MMR?

Anda tidak memerlukan vaksin jika:

  • Pernah mendapatkan vaksin MMR setelah usia 12 bulan
  • Pernah melakukan tes darah yang mengindikasikan Anda kebal terhadap campak, gondong, dan rubella. 
  • Anda merupakan seorang pria atau wanita yang lahir sebelum 1957
  • Pernah mendapatkan vaksin rubella atau hasil tes positif untuk kekebalan rubella

Selain kriteria di atas, Anda juga bisa mendapatkan vaksin rubella apabila: 

  • Anda wanita tidak hamil, tapi berada pada usia subur
  • Baru masuk perguruan tinggi, sekolah perdagangan, atau sekolah menengah atas
  • Bekerja di rumah sakit, fasilitas medis, pusat penitipan anak atau sekolahan
  • Berencana bepergian ke luar negeri atau naik kapal pesiar

Sementara itu, Anda tidak direkomendasikan mendapat vaksin rubella jika:

  • Wanita hamil atau berencana hamil pada empat minggu ke depan
  • Orang yang memiliki reaksi alergi yang mengancam hidup terhadap gelatin, antibiotik neomisin, atau dosis vaksin MMR sebelumnya. 

Jika Anda mengidap kanker, kelainan darah atau kondisi lainnya, atau sedang mengonsumsi obat yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh, diskusikan kepada dokter sebelum mendapatkan vaksin MMR. 

Apa efek samping vaksin MMR?

Kebanyakan orang tidak mengalami efek samping apa pun setelah mendapatkan vaksin MMR. Sekitar 15% orang merasakan demam, 7-12 hari setelah vaksinasi, dan 5 persen lainnya mengalami ruam ringan. 

Beberapa remaja dan wanita dewasa mungkin akan merasakan nyeri atau kekakuan otot sebagai salah satu efek samping vaksin rubella. Kurang dari 1 dari 1 juta dosis menyebabkan reaksi alergi yang serius. 

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah anak yang didiagnosis dengan autisme meningkat. Hal ini menyebabkan kekhawatiran yang meluas tentang hubungan antara vaksin MMR dan autisme

Namun, laporan ekstensif dari American Academy of Pediatrics, National Academy of Medicine, dan CDC menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang terbukti secara ilmiah antara vaksin MMR dan autisme.

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi rubella (campak Jerman)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi rubella (campak Jerman):

  • Konsumsi obat yang diresepkan
  • Jangan menggaruk karena dapat meninggalkan bekas. Anda dapat menggunakan krim pengurang rasa gatal yang dijual di apotek
  • Anda atau anak Anda harus menghindari kontak dengan orang lain hingga membaik, khususnya jangan berdiri dekat atau berkontak dengan orang hamil
  • Aspirin rubella adalah obat yang dapat diberikan untuk anak kecil.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Alergi Makanan

    Alergi makanan adalah reaksi alergi yang muncul setelah mengonsumsi suatu zat makanan tertentu. Makanan apa saya yang menyebabkan reaksi ini?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Alergi, Alergi Makanan 1 September 2020 . Waktu baca 14 menit

    Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

    Pernah meraba ketiak Anda? Apakah menemukan benjolan di sana? Benjolan di ketiak dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit yang mungkin serius.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Pielonefritis (Infeksi Ginjal)

    Pielonefritis adalah infeksi pada salah satu atau kedua ginjal yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Bagaimana menanganinya?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Urologi, Ginjal 6 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

    Infeksi Kandung Kemih

    Infeksi kandung kemih adalah penyakit akibat serangan bakteri pada organ yang menampung urine. Pelajari gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    gejala psoriasis

    Berbagai Gejala Psoriasis, Baik Secara Umum Maupun Sesuai Jenisnya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 7 menit
    psoriasis

    Psoriasis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 12 menit
    bernafas dalam kandungan

    Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    pegal di leher

    8 Penyebab Leher Anda Sering Terasa Pegal

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 4 menit