Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu premenstrual dysphoric disorder (PMDD)?

Premenstrual dysphoric disorder (PMDD) adalah gangguan yang jauh lebih parah daripada PMS atau premenstrual syndrome pada umumnya. Meski PMS dan PMDD sama-sama menunjukkan gejala-gejala fisik dan emosional, PMDD bisa menyebabkan gejala yang ekstrem sampai-sampai Anda tidak bisa beraktivitas seperti biasa atau hubungan Anda dengan orang-orang terdekat terganggu.

Seberapa umumkah premenstrual dysphoric disorder (PMDD)?

PMDD lebih jarang ditemui pada wanita yang masih menstruasi. Kalau PMS bisa ditemukan pada sekitar 31 persen wanita, PMDD hanya terjadi pada 5 sampai 8 persen wanita yang masih menstruasi.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala premenstrual dysphoric disorder (PMDD)?

Beberapa gejala umum dari premenstrual dysphoric disorder adalah:

  • Rasa lemas dan lelah yang luar biasa
  • Perubahan mood yang ekstrem sampai muncul kemasan atau depresi
  • Tidak bisa berkonsentrasi
  • Palpitasi jantung (jantung berdebar keras atau cepat)
  • Paranoia (padahal biasanya Anda tidak memiliki gangguan kepribadian paranoid)
  • Citra diri yang negatif
  • Sulit berkoordinasi
  • Mudah lupa
  • Kembung, sakit perut, dan nafsu makan naik
  • Sakit kepala
  • Kejang otot, mati rasa, atau kesemutan yang luar biasa
  • Masalah kulit seperti jerawat, eksim, dan gangguan lainnya yang semakin parah
  • Hot flashes (kepanasan)
  • Pusing
  • Pingsang (hilang kesadaran)
  • Tidak bisa tidur
  • Retensi cairan, payudara terasa lebih lunak dan sensitif
  • Jarang buang air kecil (atau buang air kecil tapi cuma sedikit yang keluar)
  • Gangguan penglihatan dan mata
  • Gangguan pernapasan seperti alergi atau infeksi
  • Nyeri menstruasi
  • Kehilangan gairah seksual

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter Anda apabila gejala-gejala ini mengganggu aktivitas harian, kesehatan, atau pekerjaan Anda. Tubuh setiap orang bekerja dengan cara yang berbeda. Baiknya konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi dari situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab premenstrual dysphoric disorder (PMDD)?

Para ahli belum memahami secara pasti kenapa PMDD bisa terjadi. Akan tetapi, dugaan yang paling kuat yaitu tubuh bereaksi secara tidak normal terhadap perubahan hormon pada siklus menstruasi wanita.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan kaitan antara PMDD dengan kurangnya kadar serotonin, yaitu zat dalam otak yang bertugas untuk menghantarkan sinyal-sinyal saraf. Sel-sel otak yang bergantung pada serotonin juga berfungsi untuk mengendalikan mood, konsentrasi, tidur, dan rasa sakit.

Karena ada perubahan hormon, tubuh mungkin kekurangan serotonin sehingga akhirnya muncul gejala-gejala PMDD.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko premenstrual dysphoric disorder (PMDD)?

Beberapa faktor risiko seorang wanita kena PMDD antara lain adalah:

  • Riwayat keluarga dengan PMS atau PMDD
  • Punya riwayat depresi, depresi postpartum (pascamelahirkan), dan ganngguan mood lain (baik yang terjadi pada diri sendiri atau dalam anggota keluarga)

Faktor-faktor risiko seperti kebiasaan merokok dan tingkat pendidikan yang rendah juga bisa memicu.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana premenstrual dysphoric disorder (PMDD) didiagnosis?

Karena PMDD bisa menyebabkan gejala-gejala yang mirip dengan kondisi kesehatan lainnya, besar kemungkinan dokter Anda akan menjalani pemeriksaan kesehatan, meminta rekam medis Anda, dan melakukan serangkaian tes tertentu guna memastikan Anda tidak mengidap penyakit lainnya.

Dokter juga mungkin akan menggunakan skema gejala untuk memastikan gejala-gejala yang dikeluhkan memang muncul pada fase tertentu dalam siklus menstruasi Anda.

Biasanya dibutuhkan waktu sekitar dua siklus menstruasi (kurang lebih dua minggu, tergantung pada siklus menstruasi setiap wanita) sebelum dokter memastikan diagnosis PMDD.

Umumnya, gejala-gejala PMDD dirasakan seminggu sebelum mulainya menstruasi hari pertama dan akan membaik sendiri beberapa hari setelah menstruasi dimulai dan setelah selesai menstruasi.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk premenstrual dysphoric disorder (PMDD)?

Strategi-strategi umum yang biasa dilakukan untuk mengatasi PMS sering digunakan untuk membantu pasien dengan PMDD.

Beberapa perawatan yang umum yaitu:

  • Obat antidepresan (jenis selective serotonin reuptake inhibitors atau SSRI)
  • Obat hormon (misalnya pil KB)
  • Perubahan pola makan
  • Olahraga rutin
  • Mengelola stres
  • Mengonsumsi suplemen vitamin
  • Obat antiradang

Beberapa obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti aspirin, ibuprofen, dan obat-obatan nonsteroidal anti-inflammatory (NSAIDs) mungkin membantu gejala sakit kepala, sakit pinggang, dan kram perut. Obat diuretik juga bisa mengatasi gejala retensi cairan atau perut kembung.

Menemui terapis juga bisa membantu Anda menentukan strategi-strategi mengendalikan diri dalam kondisi PMDD. Anda mungkin akan disarankan untuk melakukan relaksasi, meditasi, yoga, dan lainnya. Namun, hingga saat ini memang belum ada bukti penelitian bahwa hal-hal tersebut mampu mengurangi atau membuktikan khasiatnya bagi PMDD.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi premenstrual dysphoric disorder (PMDD)?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut ini dapat membantu Anda mengatasi PMDD:

  • Olahraga rutin untuk mengurangi nyeri
  • Kurangi konsumsi kafein (dari kopi, teh, minuman energi, atau cokelat)
  • Berhenti merokok
  • Batasi konsumsi alkohol (terutama di saat-saat PMDD biasanya muncul)
  • Tidur dan istirahat yang cukup setiap hari
  • Belajar teknik relaksasi seperti meditasi

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Perut Begah Akibat Makan Kekenyangan? Ini Cara Cepat Mengatasinya

    Setelah makan kekenyangan, Anda baru akan merasakan efeknya, yaitu perut begah. Rasanya sungguh tidak nyaman, kan? Segera redakan dengan tips-tips ini!

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 2 September 2020 . Waktu baca 3 menit

    Mengenali Ciri-ciri Andropause, ‘Menopause’ Pada Pria

    Apakah Anda merasa tidak bergairah? Jangan khawatir dulu. Mungkin Anda sedang mengalami gejala andropause? Cek di artikel ini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Hidup Sehat, Seks & Asmara, Tips Sehat 20 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

    Ada Bercak Darah Saat Tidak Sedang Haid? Ini Penyebabnya

    Para perempuan tentu akan panik saat melihat adanya bercak darah padahal ia tidak sedang haid. Berikut arti dari bercak darah saat tidak sedang haid ini.

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Hidup Sehat, Tips Sehat 14 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pubertas atau masa puber

    Ciri-Ciri Pubertas pada Remaja Perempuan dan Laki-laki

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 20 September 2020 . Waktu baca 12 menit
    gejala kista ovarium

    Apakah Anda Mengidap Kista Ovarium? Cari Tahu Gejalanya di Sini

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    mempersiapka gejala menopause

    Memasuki Usia 40-an? Begini Cara Bersiap-siap Menghadapi Menopause

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    kista ovarium harus dioperasi

    Kapan Kista Ovarium Dianggap Bahaya dan Harus Dioperasi?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit