Penyakit Crohn (Crohn’s Disease)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/04/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit Crohn (Crohn disease) ?

Crohn’s disease atau penyakit Crohn adalah kondisi jangka panjang yang menyebabkan peradangan lapisan pada sistem pencernaan.

Peradangan dapat mempengaruhi setiap bagian dari sistem pencernaan, dari mulut ke bagian belakang, tapi paling sering terjadi di bagian terakhir yaitu pada usus kecil (ileum) atau usus besar (kolon).

Seberapa umumkah penyakit ini?

Penyakit Crohn dapat terjadi pada setiap golongan jenis kelamin dan usia, termasuk anak-anak. Namun, sebagian besar kasus terjadi pada orang-orang yang berusia antara 16-30 tahun dan 60-80 tahun.

Pada orang dewasa penyakit ini lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria. Sementara pada anak-anak, lebih banyak anak laki-laki yang terkena penyakit ini dibandingkan anak perempuan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit Crohn?

Crohn disease dapat mempengaruhi setiap bagian dari saluran pencernaan. Gejala yang timbul bervariasi dari satu orang ke orang lainnya dan beberapa gejala mungkin lebih banyak terjadi daripada gejala yang lain.

Beberapa tanda dan gejala khas Crohn disease adalah:

  • Diare dan sembelit terus-menerus secara bergantian
  • BAB berdarah
  • Ingin segera buang air besar
  • Kram dan sakit perut
  • Sering merasa BAB tidak tuntas
  • Demam dan tubuh kelelahan
  • Nafsu makan menurun dan berat badan menurun

Selain gejala di atas, beberapa orang juga mengeluhkan gejala lain. Beberapa gejala Crohn disease yang kurang umum terjadi adalah:

  • Peradangan kulit, mata, dan persendian
  • Peradangan hati atau saluran empedu
  • Lambatnya pertumbuhan dan perkembang seksual pada anak-anak

Gejala-gejala tersebut berkisar dari ringan hingga berat. Biasanya, gejala berkembang secara bertahap, tapi kadang bisa muncul secara tiba-tiba tanpa peringatan dan lebih parah.

Beberapa di antaranya mungkin juga merasakan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Melansir laman Mayo Clinic, Anda perlu mendapatkan perawatan dokter secepatnya ketika mengalami penyakit Crohn menimbulkan gejala berikut:

  • Sakit perut parah
  • BAB berdarah
  • Diare yang tidak juga membaik setelah minum obat tanpa resep
  • Demam yang berlangsung selama satu atau dua hari
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya dengan jelas

Penyebab

Apa penyebab penyakit Crohn?

Penyebab pasti dari penyakit Crohn tidak diketahui. Meski begitu, para peneliti percaya bahwa ada dua hal penting yang berkaitan dengan perkembangan Crohn disease, yaitu:

Reaksi autoimun

Para peneliti percaya bakteri atau virus dapat memicu sistem kekebalan tubuh untuk menyerang lapisan dalam usus. Reaksi sistem kekebalan tubuh ini menyebabkan peradangan, sehingga menimbulkan gejala.

Gen

Penyakit Crohn kadang-kadang menurun dalam keluarga. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang memiliki orangtua atau saudara kandung dengan penyakit Crohn mungkin lebih mungkin untuk menderita penyakit ini.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk Crohn disease?

Selain penyebab, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena Crohn disease. Fakt0r-faktor Crohn disease tersebut adalah:

Usia

Penyakit Crohn memang dapat menyerang usia berapa pun. Namun, kebanyakan orang didiagnosis memiliki kondisi ini di usia muda, yakni sebelum memasuki usia 30 tahun.

Perokok

Perokok mengandung berbagai zat yang dapat menyebabkan peradangan. Itu artinya, seorang perokok akan lebih mungkin terkena penyakit Crohn.

Lingkungan Hidup

Tinggal di lingkungan yang dengan dengan industri atau pabrik memungkinkan adanya paparan bahan kimia. Ini kemungkinan besar berkontribusi pada perkembangan penyakit Crohn.

Obat tertentu

Menggunakan obat-obatan tertentu juga bisa meningkatkan risiko Crohn disease. Beberapa obat yang dimaksud dapat menimbulkan peradangan pada usus sehingga membuat penyakit Crohn jadi lebih buruk adalah ibuprofen, naproxen, dan natrium diklofenak.

Jenis makanan tertentu

Makan makanan dengan lemak yang tinggi juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang lebih mungkin terkena penyakit Crohn.

Komplikasi

Apa saja komplikasi dari Crohn disease?

Tidak mengobati penyakit Crohn dengan tepat menyebabkan gejala jadi lebih parah. Buruknya lagi, dapat menyebabkan komplikasi.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, komplikasi yang mungkin terjadi akibat Crohn disease adalah:

  • Penyumbatan pada usus yang dapat menghalangi aliran isi pencernaan dan melukai dinding usus.
  • Munculnya abses (benjolan berisi nanah) di dalam saluran pencernaan, mulut, anus, hingga sekitar organ intim.
  • Adanya robekan kecil pada jaringan yang melapisi anus dan ini bisa menimbulkan infeksi.
  • Malnutrisi karena gejala diare dan usus tidak dapat menyerap nutrisi tertentu dengan baik.
  • Peradangan membuat sel-sel sekitar usus besar menjadi abnormal sehingga menimbulkan kanker pada usus besar.
  • Menyebabkan masalah kesehatan lain, seperti anemia, penyakit kulit, osteoporosis, atau radang sendi.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk penyakit Crohn?

Untuk dapat mendiagnosis penyakit Crohn, dokter dapat menggunakan metode berikut ini:

  • Kolonoskopi. Tes untuk melihat kondisi usus besar secara menyeluruh dengan memasukkan tabung tipis fleksibel yang terpasang kamera ke dalam tubuh.
  • Tes pencitraan. Tes untuk mengamati detail gambar usus dan jaringan di luar usus dengan bantuan sinar X.
  • Magnetic resonance imaging (MRI). Tes untuk membuat gambaran terperinci dari usus dan jaringan dengan menggunakan medan magnet dan gelombang radio.
  • Endoskopi kapsul. Tes untuk mengamati usus kecil dengan alat khusus yang menghasilkan gambar yang disalurkan ke monitor.
  • Enteroskopi balon. Tes ini digunakan untuk melihat kondisi usus kecil lebih jelas jika endoskopi tidak menjangkau dengan bantuan overtube.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk penyakit crohn?

Hingga kini, tidak obat yang secara khusus dapat menyembuhkan penyakit Crohn. Tujuan pengobatan dilakukan untuk mengurangi gejala, mengendalikan peradangan, dan mencegah komplikasi. Pengobatan biasanya melibatkan terapi obat, operasi, dan terapi nutrisi.

Diare ringan dapat dikendalikan dengan oralit, asupan cairan, dan makanan yang tepat. Jika diare semakin parah dan tidak hilang setelah tiga hari, Anda dapat menggunakan obat anti-inflamasi seperti kortikosteroid, obat imunosupresif seperti azathioprine dan merkaptopurin, antibiotik seperti ciprofloxacin dan metronidazol.

Selain itu, dokter dapat menganjurkan Anda menggunakan suplemen vitamin, suplemen kalsium, zat besi dan vitamin D. Anda dapat mengonsumsi obat penghilang rasa sakit (diluar ibuprofen atau naproxen) jika terjadi gejala yang dirasa cukup parah dan mengganggu aktivitas.

Jika obat-obatan dan diet sehat tidak dapat membantu Anda mengontrol penyakit Crohn, dokter dapat merekomendasikan operasi. Setelah itu, pasien masih memerlukan obat-obatan untuk mengurangi risiko kambuhnya penyakit ini.

Jika diet dan perubahan gaya hidup, terapi obat, atau perawatan lain tidak menghilangkan tanda dan gejala Anda, dokter Anda dapat merekomendasikan operasi perut.

Hampir setengah dari pengidap penyakit Crohn akan membutuhkan setidaknya satu operasi. Prosedur medis ini dilakukan untuk mengangkat jaringan di saluran pencernaan yang meradang, menutup fistula, dan mengeringkan abes.

Namun, operasi tetap bisa membuat penyakit Crohn kembali kambuh. Itulah sebabnya Anda tetap harus mengikuti perawatan dengan obat-obatan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit Crohn?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi Crohn disease adalah:

  • Batasi makanan yang terbuat dari susu dan makanan berlemak
  • Penuhi kebutuhan serat dengan tepat; tidak kurang maupun berlebihan
  • Hindari alkohol, merokok, dan minuman berkafein
  • Banyak minum air putih dan makan dengan porsi kecil tapi sering
  • Konsultasikan selalu pola makan Anda pada dokter atau ahli gizi
  • Ikuti pengobatan dengan rutin dan minum multivitamin jika diperlukan

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020 . Waktu baca 3 menit

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD adalah penyakit yang berhubungan dengan asam lambung. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana cara mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 13 menit

Gastritis

Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 12 menit

Maag (Dispepsia)

Sakit maag adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
IBS dan stres

Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor

Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . Waktu baca 4 menit
komplikasi lupus

Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit