OA (Osteoarthritis, pengapuran sendi)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu osteoarthritis?

OA atau Osteoarthritis adalah sebuah penyakit yang membuat sendi terasa nyeri dan kaku. Sebutan lain yang sering dipakai untuk osteoarthritis adalah pengapuran sendi. Kondisi ini umumnya terjadi saat tulang rawan yang seharusnya melindungi bagian ujung tulang Anda, mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu.

Penjelasannya begini. Sendi merupakan tempat bersatunya tulang, yang mana pada bagian ujung tulang normalnya dilapisi oleh sebuah jaringan pelindung bernama tulang rawan. Namun pada orang dengan osteoarthritis, lapisan pelindung atau tulang rawan tersebut rusak.

Akibatnya, tulang-tulang yang bertemu di dalam sendi tersebut saling bergesakan satu sama lain. Hal inilah yang kemudian menimbulkan rasa sakit, nyeri, maupun kekauan pada satu atau beberapa sendi di bagian tubuh.

Sebenarnya ostheoarthritis adalah penyakit yang bisa menyerang bagian tubuh mana pun. Namun, penyakit ini sering terjadi pada sendi tangan, lutut, pinggul, paha, serta tulang belakang. Osteoarthritis terbilang cukup sulit, atau bahkan tidak bisa disembuhkan.

Akan tetapi, gejala pengapuran sendi ini masih bisa dikelola secara efektif untuk meringankan kondisinya. Biasanya, Anda disarankan untuk tetap aktif dalam beraktivitas serta menjaga berat badan ideal. Berbagai perawatan lainnya juga bisa diterapkan untuk membantu memperlambat perkembangan penyakit, sekaligus meningkatkan fungsi sendi.

Seberapa umumkah osteoarthritis?

Osteoarthritis adalah penyakit yang sering terjadi di usia 60 tahun ke atas. Namun, pengapuran sendi ini juga bisa terjadi di usia muda, yakni sekitar 20 atau 30 tahun.

Orang dewasa muda dengan berat badan berlebih biasanya lebih rentan terkena osteoarthritis. Penyakit ini dapat terjadi pada laki-laki maupun wanita, namun lebih sering terjadi pada wanita yang sudah berusia lebih dari 55 tahun.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala osteoarthritis?

Perkembangan osteoarthritis cenderung sangat lambat. Anda mungkin merasakan gejala awal berupa rasa nyeri atau pegal saat menggerakkan sendi di salah satu bagian tubuh, terlebih jika sudah lama tidak digerakkan. Seiring berjalannya waktu, pengapuran sendi ini bisa membuat sendi di dalam tubuh menjadi lebih kaku.

Sebagian besar orang dengan osteoarthritis umumnya mengeluhkan kekakuan sendi di pagi hari, yang akan pulih sendirinya dalam waktu 30 menit. Atau biasanya, kekuan sendi akan segera mereda setelah sendi mulai “memanas” karena banyak bergerak.

Kondisi ini dapat berkembang lebih parah jika Anda melakukan olahraga berat, tapi bisa semakin membaik dengan memperbanyak istirahat. Namun jika osteoarthritis yang Anda alami semakin memburuk, sendi sasaran yang terasa nyeri dan kaku tersebut mungkin akan menjadi sulit untuk ditekuk.

Alhasil, Anda akan mengalami krepitasi atau timbulnya bunyi saat sendi digerakkan. Berbeda tempat pengapuran sendi, kadang berbeda pula gejalanya, pada tangan misalnya. Ketika osteoarthritis menyerang area tangan, bukan tidak mungkin tulang di jari tangan Anda akan membesar dan membengkak.

Hal ini tentu akan menimbulkan rasa sakit dan nyeri saat digerakkan. Selain itu, berbagai gejala osteoarthritis lainnya meliputi:

  • Sendi terasa sakit selama atau setelah digerakkan.
  • Sendi terasa lebih lunak saat diberikan tekanan.
  • Sendi terasa kaku di pagi hari saat bangun tidur, dan ketika sedang tidak aktif melakukan kegiatan.
  • Peradangan pada sendi.
  • Sendi kehilangan sifat fleksibilitasnya, yang membuatnya menjadi lebih kaku dan sulit untuk digerakkan.
  • Munculnya taji tulang di sekitar sendi sasaran, yakni tonjolan tulang yang keras dan tajam.

Jika osteoarthritis semakin berkembang, rasa sakit yang ditimbulkan bisa berubah menjadi lebih kuat dan intens. Lambat laun, kondisi ini berpeluang menimbulkan pembengkakan di area sendi atau sekitarnya. Mengenali gejala osteoarthritis sedini mungkin dapat membantu mengelola agar kondisi Anda semakin membaik.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Sebaiknya segera hubungi dokter bila sendi Anda terasa nyeri dan kaku, bahkan tidak kunjung membaik dalam beberapa minggu. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab osteoarthritis?

Osteoarthritis adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada sendi, khususnya tulang rawan sebagai pelapis tulang. Normalnya, tulang memiliki lapisan pelindung atau “bantalan” di bagian ujungnya. Tujuannya yakni untuk melindungi tulang jika nantinya bertemu dengan tulang lainnya pada sendi.

Dengan kata lain, sendi merupakan tempat bertemunya antar tulang. Osteoarthritis bisa terjadi ketika tulang rawan yang sebagai pelapis terluar di ujung tulang tersebut mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa berfungsi optimal. Padahal, tulang rawan adalah jaringan keras dan licin yang memungkinkan sendi bergerak dengan mudah dan tanpa gesekan.

Hal ini nantinya dapat berdampak buruk pada sendi ketika tulang yang satu dan lainnya bertemu dan bergesekan. Oleh karena bantalan pelindung tidak memadai, maka pertemuan antar tulang bisa mengakibatkan sendi menjadi bengkak dan terasa nyeri.

Secara umum, seiring bertambahnya usia otomatis sendi biasanya akan menjadi lebih kaku. Selain itu tulang rawan juga bisa lebih rentan kehilangan pelumas alaminya. Kesemua hal tersebutlah yang bisa mengakibatkan osteoarthritis di usia lanjut.

Namun di samping itu, pernah mengalami cedera di masa lalu juga bisa menjadi penyebab osteoarthritis lainnya, seperti:

  • Tulang rawan robek
  • Dislokasi sendi
  • Cedera pada ligamen (penghubung antar tulang di dalam tubuh)

Jika Anda mengalami obesitas dan postur tubuh yang buruk, misalnya sering membungkuk, juga bisa menyebabkan osteoarthritis. Pada akhirnya, menimbulkan pembengkakan pada sendi yang membuatnya terasa nyeri.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk osteoarthritis?

Osteoarthritis adalah sebuah penyakit yang tidak hanya memiliki satu faktor risiko. Ada banyak faktor risiko untuk osteoarthritis, yaitu:

1. Usia

Semakin bertambah usia maka semakin meningkat pula risiko Anda mengalami osteoarthritis.

2. Jenis kelamin

Memang belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun, kebanyakan kasus osteoarthritis biasanya dialami oleh wanita. Itu sebabnya, wanita dikatakan berisiko lebih tinggi untuk mengalami osteoarthritis ketimbang pria.

3. Obesitas

Bobot tubuh besar membuka peluang lebih lebar bagi Anda untuk terserang peradangan sendi. Hal ini diyakini karena peningkatan berat badan akan menambah tekanan pada sendi yang bertugas untuk menahan beban tubuh.

Misalnya, pinggul dan lutut Anda. Selain itu, jaringan lemak juga menghasilkan protein yang menyebabkan inflamasi atau peradangan pada sendi dan di area sekitarnya.

4. Trauma atau cedera

Pernah mengalami trauma atau cedera saat berolahraga maupun kecelakaan, bisa meningkatkan risiko pengapuran sendi. Bahkan meskipun cedera tersebut telah sembuh sekali pun, masih ada peluang untuk menimbulkan pengapuran sendi.

5. Melakukan pekerjaan

Ada beberapa pekerjaan tertentu yang memberikan tekanan berlebih pada sendi. Akhirnya secara bertahap, sendi bisa meradang sehingga menyebabkan osteoarthritis.

6. Genetik

Osteoarthritis adalah penyakit kerusakan sendi yang bisa dipicu oleh riwayat keluarga atau keturunan. Ya, beberapa orang bisa terkena radang sendi bukan karena pernah mengalami cedera atau melakukan pekerjaan berat. Namun, karena ada salah seorang anggota keluarganya yang memiliki penyakit pengapuran sendi ini.

7. Memiliki kelainan bentuk tulang

Seseorang yang memiliki kelainan kongenital atau kelainan bawaan sejak lahir terkait sendi dan tulang, berisiko lebih besar untuk mengalami pengapuran sendi. Khususnya, jika kelainan dari lahir tersebut menyerang tulang rawan.

8. Memiliki penyakit lainnya

Faktor risiko lainnya yang memperbesar peluang osteoarthritis adalah kehadiran penyakit tertentu. Jika Anda memiliki diabetes atau rematik, seperti penyakit asam urat dan rheumatoid arthritis, Anda juga bisa saja mengalami pengapuran sendi.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk osteoarthritis?

Sejauh ini, belum ada pengobatan yang benar-benar mampu untuk menyembuhkan osteoarthritis sepenuhnya. Namun, Anda bisa mengelola gejala yang muncul dengan melakukan perubahan gaya hidup dan saran perawatan dari dokter.

Beberapa pilihan pengobatan untuk osteoarthritis adalah sebagai berikut:

1. Konsumsi obat-obatan

Gejala rasa sakit, nyeri, dan kekakuan akibat osteoartritis, bisa ditolong dengan pemberian obat-obatan tertentu, seperti:

Acetaminophen

Acetaminophen, seperti Tylenol dan Paracetamol, telah terbukti efektif untuk mengobati gejala pada orang dengan osteoarthritis. Penggunaan obat ini dipercaya bisa meredakan nyeri dalam taraf ringan hingga sedang.

Akan tetapi, Anda dianjurkan untuk lebih berhati-hati dan memerhatikan dosis konsumsi obat ini. Pasalnya, terlalu banyak minum obat acetaminophen bisa berujung pada kerusakan fungsi hati.

NSAID

Nonsteroid anti-inflammatory drugs, atau disingkat NSAID, adalah obat yang sering digunakan untuk meringankan nyeri dan masalah pada muskuloskeletal. NSAID yang dijual bebas, seperti ibuproven (Advil dan Motrin IB) dan naproxen sodium (Aleve), bisa meredakan nyeri osteoarthritis.

Jenis obat NSAID tersebut biasanya memiliki dosis yang sedang. Sementara untuk NSAID dengan dosis yang lebih tinggi, tersedia berdasarkan resep dokter. Obat ini juga bisa membantu meringankan peradangan sekaligus menghilangkan rasa sakit.

Duloxetione

Obat duloxetine (Cymbalta) biasanya digunakan sebagai obat untuk mengobati depresi dan kecemasan. Di samping itu, duloxetine juga diminum untuk membantu meredakan nyeri kronis, termasuk osteoarthritis.

2. Melakukan terapi

Bukan hanya dengan obat-obatan saja. Anda bisa mempercepat pemulihan gejala dengan rutin melakukan terapi, meliputi:

Terapi fisik

Terapi fisik adalah prosedur perawatan yang akan membantu Anda untuk melatih otot-otot di sekitar persendian yang nyeri. Terapi ini juga dapat meningkatkan jangkauan gerak, sekaligus meredakan rasa sakit. Dalam melakukan terapi ini, Anda akan dibantu oleh seorang terapis sehingga mempermudah program latihan yang nantinya Anda jalani.

Terapi okupasi

Terapi okupasi adalah jenis perawatan yang biasanya ditujukan khusus untuk mengobati orang dengan keterbatasan fisik dan mental. Namun, metode pengobatan ini juga tak kalah baik untuk diterapkan jika Anda memiliki osteoarthritis lutut.

Seorang terapis okupasi yang akan bertugas membantu Anda dalam menemukan cara yang paling tepat untuk beraktivitas sehari-hari. Khususnya karena keterbatasan Anda akibat serangan rasa nyeri dan sakit karena adanya peradangan sendi.

3. Prosedur operasi

Jika beberapa perawatan sebelumnya tidak cukup membantu, dokter mungkin akan menyarankan prosedur seperti:

Suntikan kortikosteroid

Pemberian suntikan obat kortikosteroid bisa membantu meredakan nyeri pada persendian Anda. Selama prosedur berlangsung, dokter akan membuat area di sekitar persendian Anda mati rasa terlebih dahulu. Selanjutnya, barulah dokter akan menyuntikkan obat tersebut ke sendi sasaran.

Suntikan pelumas

Pemberian suntikan pelumas, misalnya asam hialuronat, disinyalir bisa mengurangi rasa sakit pada sendi. Alasannya karena asam hialuronat memiliki kandungan komponen yang mirip seperti cairan pelumas sendi. Alhasil, asam hialuronat bisa berperan menyerupai bantalan untuk sendi.

Operasi penggantian sendi

Operasi penggantian sendi (artroplasti) bertujuan untuk mengangkat permukaan sendi yang rusak, dan menggantinya dengan suatu bahan khusus. Bahan tersebut bisa terbuat dari plastik atau logam khusus. Hanya saja, permukaan sendi buatan tersebut bisa kehilangan fungsinya sehingga perlu diganti dengan yang baru.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk osteoarthritis?

Pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis osteoarthritis adalah tes fisik, tes pencitraan, dan tes laboratorium. Beberapa tes fisik yang biasa dilakukan berguna untuk mengukur beberapa hal, yakni:

  • Pergerakan sendi yang menimbulkan suara seperti retak
  • Pembengkakan sendi (tulang sekitar sendi terasa lebih besar dari normal)
  • Pergerakan sendi terbatas
  • Nyeri saat sendi ditekan
  • Nyeri saat bergerak seperti biasa

Sedangkan tes pencitraan meliputi pemeriksaan:

1. Sinar-X

Sinar-X atau foto rontgen mampu mendeteksi tulang rawan yang hilang, dengan menunjukkan adanya penyempitan ruang antara tulang-tulang di sendi. Selain itu, foto rontgen juga bisa menunjukkan kemunculan taji tulang di sekitar persendian.

2. MRI

Magnetic resonance imaging atau MRI bekerja dengan menggunakan gelombang radio dan teknologi magnet kuat. Pemeriksaan ini dapat menampilkan gambar detail dari tulang dan jaringan lunak, termasuk tulang rawan. MRI biasanya tidak digunakan untuk mendiagnosis osteoarthritis secara langsung. Namun, setidaknya dapat membantu memberikan lebih banyak informasi jika ada kondisi lain yang lebih kompleks.

Untuk tes laboratorium, bisa dilakukan dengan:

3. Tes darah

Sebenarnya tidak ada tes darah yang cukup spesifik untuk mendeteksi osteoartritis. Akan tetapi, tapi tes-tes tertentu dapat membantu menyingkirkan penyebab lain dari nyeri sendi, seperti rheumatoid arthritis.

4. Analisis cairan sendi

Dokter bisa menggunakan suntikan untuk mengeluarkan cairan dari dalam sendi yang bermasalah. Selanjutnya, cairan tersebut akan diuji dan diperiksa lebih lanjut guna menentukan kemungkinan adanya peradangan di dalam. Jika Anda kerap mengeluhkan nyeri pada persendian, cara ini juga berfungsi untuk mencari tahu penyebab rasa sakit tersebut.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi osteoarthritis?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi osteoarthritis adalah sebagai berikut:

  • Konsumsi obat yang diberikan dokter secara teratur.
  • Fisioterapi untuk mempertahankan kekuatan dan fleksibilitas otot.
  • Aktif melakukan sesuatu untuk mengurangi ketidaknyamanan dan beban pada sendi Anda. Jika ingin berolahraga, lakukan jenis olahraga yang ringan seperti berjalan santai, ketimbang berat seperti berlari atau jogging.
  • Jaga berat badan ideal.
  • Gunakan obat krim untuk meredakan nyeri.
  • Gunakan alat bantu, seperti penopang atau tongkat untuk mengurangi beban lutut Anda saat bergerak.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca