Kenali Berbagai Jenis Obat dan Pengobatan Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Osteoarthritis (OA) atau yang dikenal juga dengan istilah pengapuran sendi adalah bentuk arthritis yang paling umum. Penyakit ini bisa menimbulkan rasa nyeri dan kekakuan pada sendi, yang mungkin bisa mengganggu Anda dalam beraktivitas. Oleh karena itu, penderita osteoarthritis perlu segera mendapat obat dan pengobatan untuk mengatasi penyakitnya.

Secara garis besar, pengobatan untuk osteoarthritis terdiri dari tiga jenis, yaitu medis, perubahan gaya hidup, serta terapi pendukung untuk membantu penderita bergerak lebih mudah. Apa saja bentuk dari berbagai pengobatan tersebut?

Beragam obat dan pengobatan medis untuk mengatasi osteoarthritis

Osteoarthritis adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan total. Pengobatan yang diberikan dokter umumnya untuk meredakan gejala serta membantu penderitanya untuk bergerak dan menjalankan aktivitas.

Selain obat yang diresepkan dokter, beberapa obat mungkin dapat Anda temukan dengan mudah di apotik. Namun, sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui obat yang tepat sesuai tingkat keparahan atau kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Berikut berbagai obat dan pengobatan medis yang umumnya diberikan untuk mengobati osteoarthritis:

1. Analgesik (pereda nyeri)

Obat analgesik atau pereda nyeri berfungsi untuk meredakan nyeri sendi pada penderita osteoartritis. Namun, obat ini tidak bekerja untuk mengobati peradangan yang terjadi pada sendi. Beberapa contoh obat pereda nyeri yang biasa diberikan, yaitu: 

Acetaminophen (paracetamol)

Obat acetaminophen (paracetamol) umumnya diberikan untuk membantu meredakan nyeri sendi pada penderita osteoartritis ringan hingga sedang. Meski dapat ditemukan di apotik, sebaiknya Anda mengonsumsi obat ini sesuai dosis yang dianjurkan atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Pasalnya, penggunaan paracetamol dengan dosis berlebihan bisa menyebabkan kerusakan hati. 

Opioids

Pada kasus yang lebih parah atau bila paracetamol tidak membantu, dokter mungkin akan memberikan obat opioids, seperti codeine, untuk meredakan nyeri sendi Anda. Meski demikian, obat ini dapat menimbulkan efek samping yang lebih berat dibandingkan paracetamol, seperti mual, sembelit, atau mengantuk.

Duloxetine (cymbalta)

Obat ini sebenarnya digunakan untuk mengobati depresi, tetapi bisa juga mengobati rasa sakit kronis akibat osteoarthritis.

2. Obat antiradang nonsteroid (NSAID)

Berbeda dengan obat analgesik, obat antiradang nonsteroid (NSAID) berfungsi untuk menghilangkan rasa nyeri dengan mengurangi peradangan pada sendi. Obat ini dapat ditemukan di apotik dan dapat pula diresepkan oleh dokter.

Beberapa obat NSAID yang dapat ditemukan di apotik, seperti ibuprofen, naproxen, atau aspirin. Sementara obat NSAID yang lebih kuat hanya dapat diresepkan oleh dokter.

Selain dalam bentuk oral, obat NSAID juga tersedia dalam bentuk topikal (krim) yang dioleskan ke sekitar sendi yang terkena. Obat tipe ini biasanya diberikan bagi penderita osteoarthritis atau pengapuran sendi di lutut dan tangan. Selain mengurangi rasa sakit, NSAID topikal juga bisa mengurangi pembengkakan pada sendi.

Namun, penggunaan NSAID yang tidak sesuai anjuran bisa menyebabkan berbagai efek samping, seperti sakit perut, masalah jantung, masalah perdarahan, serta kerusakan hati dan ginjal.

3. Capsaicin cream

Capsaicin cream bekerja dengan menghambat saraf yang mengirimkan rasa nyeri di area sendi yang terkena. Obat ini berbentuk topikal (oles) yang bisa menimbulkan sensasi terbakar atau terasa panas di area kulit yang dioleskan. Meski demikian, rasa panas ini justru bisa mengalihkan fokus dari rasa sakit yang sebenarnya.

4. Kortikosteroid

Obat kortikosteroid berfungsi untuk mengurangi peradangan pada sendi, yang memiliki cara kerja seperti hormon kortisol di dalam tubuh manusia. Jenis obat ini dapat diberikan dalam bentuk oral (minum) atau disuntikkan langsung ke area sendi yang terkena.

Kortikosteroid biasanya digunakan untuk mengobati osteoarthritis yang semakin parah atau bila obat sebelumnya tidak memberikan perkembangan. Meski demikian, obat ini hanya dapat diberikan maksimal tiga atau empat kali dalam setahun. Pasalnya, obat ini dapat memperburuk kerusakan sendi bila digunakan berlebihan. 

5. Suntik pelumas atau asam hialuronat

Suntikan asam hialuronat biasanya diberikan sebagai obat osteoarthritis atau pengapuran sendi di lutut. Suntikan ini dapat membantu meredakan nyeri dengan menginjeksi asam hialuronat, yaitu zat yang mirip dengan komponen pelumas di dalam sendi. Injeksi ini membantu memberikan pelumas atau bantalan di lutut, sehingga Anda dapat lebih mudah bergerak.

Namun, pengobatan ini masih diperdebatkan karena efek sampingnya yang menimbulkan nyeri sementara, kemerahan, dan pembengkakan di tempat suntikan. Pada kasus yang jarang, suntikan ini pun bisa menyebabkan masalah lain, yaitu infeksi. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai perlu atau tidaknya suntikan ini untuk Anda.

6. Operasi

Operasi umumnya dilakukan bila semua jenis obat atau pengobatan lain tidak efektif atau sendi Anda berkembang semakin parah (stadium 4). Prosedur pengobatan ini dapat membantu meredakan gejala serta meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup Anda.

Meski demikian, dilansir dari NHS, pembedahan pun tidak menjamin menghilangkan gejala Anda secara total. Anda mungkin masih mengalami rasa nyeri dan kaku pada persendian Anda. Konsultasikan dengan dokter jenis pengobatan yang terbaik sesuai kondisi Anda.

Berikut beberapa prosedur operasi yang umumnya diberikan untuk mengobati osteoarthritis:

  • Penggantian sendi (arthroplasty). Operasi ini umumnya dilakukan untuk mengobati osteoarthritis di pinggul dan lutut. Pada prosedur ini, dokter bedah akan mengangkat sendi yang rusak dan menggantinya dengan sendi buatan yang terbuat dari plastik dan logam khusus.
  • Penyelarasan tulang (osteotomy). Prosedur ini dilakukan dengan menambah atau menghilangkan sebagian kecil tulang yang ada di atas atau di bawah sendi lutut. Operasi ini membantu menyelaraskan kembali lutut Anda, sehingga berat badan Anda bertumpu pada sisi sendi yang masih sehat.

7. Terapi fisik

Selain mengonsumsi obat atau menjalani pengobatan lainnya, Anda mungkin perlu melakukan terapi pendukung untuk membantu mengobati osteoarthritis yang Anda miliki. Beberapa terapi yang dapat membantu penyakit ini, seperti terapi fisik dan okupasi.

Seorang ahli terapi fisik dapat membantu Anda melatih kekuatan otot di sekitar sendi, meningkatkan rentang gerak, serta mengurangi rasa sakit. Adapun terapi okupasi dapat membantu Anda menemukan cara dalam melakukan aktivitas sehari-hari tanpa membebani sendi Anda yang terasa sakit.

Selain kedua terapi tersebut, Anda pun mungkin memerlukan alat pendukung lainnya untuk membantu Anda menjalani aktivitas, seperti sepatu dengan sol khusus, alat bantu jalan (tongkat), atau alat bantu lain untuk mendukung Anda beraktivitas. Konsultasikan dengan terapis atau dokter Anda terkait hal ini.

Perawatan dan gaya hidup sehat yang membantu mengatasi osteoarthritis

Selain obat secara medis dan terapi pendukung dari dokter dan terapis, ada beberapa pengobatan yang dapat membantu Anda mengatasi osteoarthritis. Salah satunya adalah perubahan gaya hidup. Berikut beberapa gaya hidup dan cara mengobati osteoarthritis lain yang dapat Anda coba:

1. Kompres air panas atau dingin

Selain obat-obatan medis, Anda juga bisa mengurangi rasa nyeri akibat osteoarthritis dengan cara rumahan, seperti kompres. Anda bisa mengompres bagian persendian yang sakit dengan botol berisi air panas atau dingin.

2. Olahraga teratur

Olahraga adalah salah satu hal penting yang perlu dilakukan penderita osteoarthritis. Aktivitas ini dapat membantu Anda memperkuat otot dan persendian, menurunkan berat badan, memperbaiki postur tubuh, serta menghilangkan stres, yang semuanya dapat meredakan gejala.

Jenis olahraga yang dapat Anda lakukan diantaranya berjalan, bersepeda, berenang, latihan kekuatan, atau olahraga yang menggabungkan dengan meditasi, seperti yoga dan tai chi.

3. Jaga berat badan ideal

Menjaga berat badan tetap ideal dapat membantu mengurangi beban pada sendi Anda, terutama pinggul, lutut, kaki, dan punggung. Oleh karena itu, bila Anda obesitas, sebaiknya Anda menurunkan berat badan. Hal ini dapat Anda lakukan dengan olahraga rutin dan mengonsumsi makanan untuk penderita osteoarthritis yang disarankan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ciri-ciri Infeksi Jamur di Mulut Anda

Infeksi jamur di mulut biasa disebut juga oral thrush atau kandidiasis. Simak penyebab, tanda dan gejala, serta cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Menjaga Tekanan Bola Mata Sebagai Langkah Pencegahan Glaukoma

Tekanan bola mata tinggi adalah penyebab penyakit glaukoma Apa saja langkah pencegahan tekanan bola mata tinggi agar tak kena glaukoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Mata, Glaukoma 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit

6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

Meski bisa berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak, garam sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh manusia. Apa saja manfaat garam bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Sederet Fungsi Vitamin B untuk Kecantikan

Kalau menyangkut kesehatan kulit dan rambut, vitamin E selalu jadi idola. Padahal vitamin B untuk kecantikan tak kalah pentingnya. Untuk apa?

Ditulis oleh: Tiara Putri
Hidup Sehat, Kecantikan 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

krim perontok bulu

Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
tekanan darah normal berdasarkan usiaasarkan usia

Apa Perbedaan Tekanan Darah di Pagi, Siang, dan Malam Hari?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
fakta sarapan bubur ayam

5 Fakta Menarik Seputar Sarapan Bubur Ayam

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
mood swing saat menstruasi

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit