Neutropenia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu neutropenia?

Neutropenia adalah kelainan pada kadar neutrofil di dalam tubuh. Neutrofil adalah salah satu jenis sel darah putih yang terbentuk di sumsum tulang.

Neutrofil bergerak di dalam aliran darah dan merupakan salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh Sel ini akan melepaskan zat kimia untuk membunuh mikroorganisme yang menyerang. Peran neutrofil sangat penting untuk melawan infeksi, terutama yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.

Pada orang dewasa, kurang dari 1.500 neutrofil per mikroliter darah dapat dikategorikan sebagai neutropenia. Untuk anak-anak, jumlah sel yang mengindikasikan penyakit ini bervariasi sesuai dengan usia.

Beberapa orang memiliki jumlah neutrofil di bawah rata-rata, namun tidak berisiko mengalami infeksi. Pada kondisi ini, kekurangan jumlah neutrofil bukanlah suatu hal yang berbahaya.

Orang-orang dengan kondisi ini memiliki risiko yang sangat tinggi untuk menderita infeksi serius. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak memiliki jumlah neutrofil yang cukup untuk melawan patogen penyebab infeksi.

Umumnya, kondisi ini lebih banyak ditemukan pada pasien leukemia. Neutropenia merupakan salah satu efek samping pada orang-orang yang menjalani pengobatan leukemia, terutama kemoterapi.

Seberapa umumkah neutropenia?

Neutropenia adalah kondisi kesehatan yang cukup jarang terjadi. Diperkirakan hanya terdapat 1-3 kasus yang terjadi di setiap 1 juta penduduk per tahunnya.

Kondisi ini jauh lebih umum ditemukan pada pasien yang menderita penyakit tertentu, seperti infeksi virus HIV, leukemia akut, dan sindrom myelodisplastik.

Selain itu, kondisi ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin wanita dibanding dengan pasien pria.

Neutropenia adalah penyakit yang dapat ditanggulangi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari neutropenia?

Neutropenia adalah kondisi yang dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Secara garis besar, terdapat 4 jenis, yaitu

1. Bawaan lahir

Kondisi ini dapat terjadi sejak masih berada di dalam kandungan. Salah satu jenis bawaan lahir yang paling parah adalah sindrom Kostmann.

Pada sindrom Kostmann, tubuh memiliki kadar neutrofil yang sangat rendah. Bahkan, pada beberapa kasus, tubuh tidak memiliki neutrofil sama sekali. Hal ini dapat mengakibatkan anak-anak dan bayi berisiko terserang infeksi yang sangat serius.

2. Siklik

Jenis siklik juga muncul sejak penderita lahir. Jenis ini menyebabkan kadar neutrofil berubah-ubah dalam siklus 21 hari. Neutrofil dapat berada di level yang normal, kemudian akan menurun secara mendadak.

Periode siklik ini dapat berlangsung selama beberapa hari, kemudian kadar neutrofil akan kembali normal setelahnya. Siklus ini akan berulang dan dimulai kembali dari awal.

3. Autoimun

Beberapa penderita menderita kondisi autoimun, di mana tubuh membentuk antibodi yang justru melawan sel-sel sehat di dalam tubuh. Pada kondisi neutropenia autoimun, antibodi di dalam tubuh akan melawan neutrofil.

Antibodi ini akan terus mematikan neutrofil, sehingga tubuh memiliki kadar neutrofil yang sangat rendah. Kondisi ini biasanya terjadi secara tiba-tiba pada satu waktu (acquired)

4. Idiopatik

Jenis idiopatik muncul pada usia berapa saja dan dapat menyerang siapa saja. Penyebabnya belum diketahui secara pasti.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala neutropenia?

Neutropenia pada umumnya tidak menimbulkan gejala. Pada beberapa kasus, pasien mengetahui mereka memiliki penyakit ini ketika mereka menjalani tes darah untuk alasan yang tidak terkait. Pasien dapat memiliki gejala lain mulai dari infeksi atau masalah yang menyebabkan neutropenia.

Infeksi dapat muncul sebagai komplikasi dari neutropenia. Infeksi ini biasanya paling sering muncul pada selaput lendir seperti pada bagian dalam mulut dan kulit.

Infeksi ini dapat muncul dalam bentuk:

  • Luka terbuka
  • Bisul (kumpulan nanah)
  • Bintik-bintik merah pada kulit
  • Luka yang lama tidak sembuh
  • Demam juga merupakan gejala umum dari infeksi

Infeksi yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan beberapa kondisi kesehatan yang serius, seperti:

  • Jumlah neutrofil semakin menurun
  • Durasi neutropenia semakin panjang, sehingga berpotensi bersifat kronis

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, pastikan Anda memeriksakan apapun gejala yang Anda alami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab neutropenia?

Penyebab utama dari neutropenia adalah menjalani pengobatan kemoterapi untuk kanker. Jenis pengobatan kanker lainnya, seperti terapi radiasi, transplantasi sumsum tulang, atau obat-obatan steroid, juga berpotensi menurunkan kadar neutrofil di dalam tubuh.

Terkadang, ketika menghancurkan sel-sel kanker, pengobatan ini memengaruhi sel-sel tubuh yang sehat. Kondisi ini menyebabkan terjadinya imunosupresi, atau fungsi sistem imun tubuh yang mengalami penurunan.

Berikut ini hal-hal umum yang menyebabkan neutropenia:

  • Masalah pada produksi neutrofil pada tulang sumsum
  • Perusakan neutrofil di luar tulang sumsum
  • Infeksi
  • Kekurangan nutrisi

Penyebab berkurangnya produksi neutrofil meliputi:

  • Terlahir dengan masalah pada tulang sumsum
  • Leukemia dan kondisi lain yang memengaruhi tulang sumsum atau yang dapat menyebabkan gagal tulang sumsum
  • Radiasi
  • Kemoterapi

Infeksi yang dapat menyebabkan neutropenia adalah:

  • Tuberkulosis
  • Demam berdarah
  • Infeksi virus seperti virus Epstein-Barr, cytomegalovirus, HIV, virus hepatitis

Peningkatan kerusakan neutrofil dapat disebabkan oleh sistem imun tubuh yang menargetkan neutrofil untuk dirusak. Hal ini dapat disebabkan karena kondisi autoimun, seperti:

Pada beberapa orang, neutropenia dapat disebabkan oleh beberapa obat, seperti:

  • Antibiotik
  • Obat tekanan darah
  • Obat psikiatrik
  • Obat epilepsi

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko saya untuk mengalami neutropenia?

Neutropenia adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari apa kelompok usia dan golongan rasnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan terkena suatu penyakit atau kondisi kesehatan.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat menderita penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya neutropenia:

1. Usia

Penyakit ini dapat terjadi pada individu dari semua umur. Namun, angka kejadiannya lebih banyak ditemukan pada pasien berusia lanjut, terutama 70 tahun ke atas.

Akan tetapi, pada jenis neutropenia tertentu, kondisi ini lebih banyak ditemukan pada anak-anak.

2. Jenis kelamin

Meskipun belum diketahui apa penyebab pastinya, kondisi ini lebih banyak terjadi pada pasien berjenis kelamin perempuan dibanding dengan pasien pria.

Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh banyaknya jenis obat-obatan yang digunakan oleh wanita dibanding dengan pria. Namun, kaitannya dengan penyakit autoimun pada wanita masih belum diketahui.

3. Menderita kanker

Pengobatan yang ditujukan untuk membunuh sel-sel kanker, seperti kemoterapi dan radioterapi, berisiko membunuh sel-sel neutrofil di dalam tubuh.

Maka dari itu, apabila Anda menderita kanker dan sedang menjalani pengobatan, kemungkinan Anda untuk mengalami kondisi ini jauh lebih besar.

4. Memiliki sistem imun tubuh yang buruk

Tubuh dengan sistem kekebalan yang buruk, baik kondisi bawaan lahir maupun didapat, menyebabkan penurunan pada kadar sel neutrofil. Hal ini tentu dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit ini.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana neutropenia didiagnosis?

Dalam mendiagnosis neutropenia, dokter mungkin akan menanyakan terlebih dahulu mengenai apa saja gejala yang Anda rasakan, berapa lama gejala tersebut berlangsung, serta riwayat penyakit yang Anda derita.

Setelah itu, untuk mendapatkan hasil diagnosis yang lebih akurat, dokter akan melakukan serangkaian tes tambahan seperti:

1. Pemeriksaan hitung darah lengkap (complete blood count)

Dalam pemeriksaan darah jenis ini, dokter dapat mengetahui jumlah neutrofil yang terdapat di dalam darah Anda.

Tes ini dilakukan secara berselang, agar dokter dapat melihat perubahan pada jumlah neutrofil 3 kali seminggu selama 6 minggu.

2. Tes antibodi

Dokter juga akan memeriksa apakah antibodi di dalam tubuh Anda membentuk kelainan autoimun, sehingga kadar neutrofil Anda mengalami penurunan.

3. Tes biopsi sumsum tulang

Tes ini dapat membantu dokter mengetahui kondisi sumsum tulang Anda dengan cara mengambil sedikit sampel atau cairan dari sumsum tulang.

4. Sitogenetik dan tes studi molekuler

Kedua tes tersebut dilakukan untuk melihat struktur sel dengan jelas.

Bagaimana neutropenia ditangani?

Saat menentukan perawatan terapi, penyedia layanan kesehatan akan memperhatikan penyebab dan tingkat keparahan dari neutropenia. Kasus ringan tidak memerlukan pengobatan.

Pada banyak kasus, neutropenia dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan pemulihan tulang sumsum sehingga dapat memproduksi sel darah putih yang cukup.

Langkah-langkah untuk mengobati neutropenia meliputi:

  • Antibiotik untuk infeksi bakteri, jika penyebab utamanya merupakan infeksi
  • Perawatan granulocyte colony-stimulating factor (G-CSF). Prosedur ini menstimulasi tulang sumsum untuk memproduksi sel darah putih. Prosedur ini digunakan untuk berbagai tipe neutropenia termasuk neutropenia bawaan. Terapi ini dapat menyelamatkan pada kasus ini.
  • Perubahan pengobatan, jika memungkinkan, apabila penyakit ini disebabkan oleh pengobatan tertentu
  • Transfusi sel darah putih granulosit
  • Imunoglobulin
  • Glukokortikosteroid
  • Kortikosteroid
  • Obat-obatan anti peradangan
  • Transplantasi sumsum tulang dapat berguna dalam mengobati beberapa tipe neutropenia yang parah, termasuk yang disebabkan oleh masalah tulang sumsum.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi neutropenia?

Neutropenia adalah penyakit yang dapat diatasi dengan cara melakukan perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan seperti di bawah:

  • Menjaga kesehatan mulut. Melakukan pemeriksaan gigi secara berkala dan menggunakan obat kumur anti-bakteri.
  • Melakukan vaksinasi secara rutin.
  • Melakukan pengobatan untuk demam diatas 101.3°F (38.5°C).
  • Mencuci tangan dengan bersih.
  • Mengobati luka potong dan luka gores.
  • Menggunakan antibiotik dan antijamur sesuai petunjuk.
  • Mengetahui cara menghubungi dokter dan rumah sakit.
  • Konsultasi dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi obat-obatan tertentu

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.