backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Ini Alasan Mengapa Anda Harus Puasa Sebelum Cek Darah

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 11/01/2024

Ini Alasan Mengapa Anda Harus Puasa Sebelum Cek Darah

Sebelum cek darah, sering kali dokter meminta pasien untuk puasa terlebih dahulu. Namun, apakah puasa sebelum cek darah sama seperti puasa pada umumnya?

Supaya tidak bingung lagi, simak informasi tentang aturan puasa sebelum cek darah melalui uraian berikut!

Alasan kenapa harus puasa sebelum cek darah

Sebenarnya, tidak semua tes darah harus diawali dengan puasa. Tujuan puasa sebelum cek darah biasanya berkaitan dengan hasil pemeriksaan yang dibutuhkan.

Saat makan atau minum, tubuh akan menyerap gula, lemak, protein, dan zat gizi lain yang bisa memengaruhi kondisi dan aliran darah. Akibatnya, hasil cek darah bisa kurang akurat.

Inilah alasan mengapa Anda tidak boleh makan dan minum apa pun kecuali air putih sebelum tes darah. Pasalnya, hasil tes yang kurang akurat bisa mengarah pada kesalahan diagnosis.

Sementara itu, air putih menjadi satu-satunya cairan yang boleh dikonsumsi sebelum cek darah karena tidak akan memengaruhi komposisi darah Anda.

Berapa jam Anda harus puasa sebelum tes darah?

Hasi tes darah organ hati

Mengutip situs MedlinePlus, pasien biasanya diminta berpuasa selama selama 8–12 jam untuk mendapatkan hasil tes darah yang akurat.

Akan tetapi, durasi tersebut bisa menjadi lebih panjang maupun singkat, sesuai dengan kebutuhan.

Jika Anda merupakan peminum alkohol, dokter mungkin meminta waktu berpuasa yang lebih lama. Pasalnya, alkohol membutuhkan waktu lebih panjang untuk diproses dalam tubuh.

Aturan puasa sebelum cek darah

Dokter biasanya menyarankan puasa jika ingin melakukan pemeriksaan terhadap beberapa kondisi berikut.

  • Kadar gula darah.
  • Kontrol diabetes.
  • Fungsi hati dan ginjal.
  • Jumlah lemak, seperti trigliserida, HDL, dan LDL.
  • Kolesterol dalam darah.
  • Fungsi metabolisme.
  • Kadar mineral, seperti zat besi.
  • Enzim, seperti GGT (Gamma-glutamyl transferase).

Tidak semua tes darah mengharuskan pasien untuk berpuasa terlebih dahulu. Pada pemeriksaan fungsi tiroid dan kadar hemoglobin, pasien biasanya boleh makan seperti biasa.

Selain itu, menjalani puasa sebelum cek darah tanpa anjuran dokter juga dapat memengaruhi hasil tes.

Oleh karena itu, pastikan selalu mematuhi aturan dokter demi mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat.

Tahukah Anda?

Cek darah biasanya dilakukan pada pagi hari supaya pasien bisa menjalani puasa saat tidur.

Tips puasa sebelum tes darah

Jika Anda dianjurkan untuk puasa sebelum cek darah, berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan.

1. Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Selain tidak memengaruhi hasil pemeriksaan, mengonsumsi air putih justru bisa memudahkan dokter melakukan pengambilan sampel darah.

Tubuh yang terhidrasi membuat pembuluh darah lebih terlihat sehingga memudahkan proses pengambilan darah.

Salah satu cara mudah untuk melihat apakah kebutuhan cairan terpenuhi adalah dengan memperhatikan warna urine. Warna yang pekat menunjukkan bahwa Anda kekurangan cairan.

2. Puasa sesuai waktu yang ditentukan

Setiap jenis cek darah bisa membutuhkan waktu puasa yang berbeda. Puasa untuk pemeriksaan kadar gula darah biasanya berlangsung selama delapan jam.

Sementara itu, untuk tes kolesterol darah, puasa bisa mencapai 12 jam. Pastikan berapa jam Anda harus puasa sebelum cek darah dengan bertanya kepada dokter.

Setelah mengetahui lamanya puasa yang dibutuhkan, Anda bisa menyesuaikannya dengan jadwal pengambilan darah.

Misalnya, Anda dijadwalkan tes darah pukul sembilan pagi dan harus berpuasa selama 12 jam. Dengan begitu, Anda perlu puasa sejak pukul 9 malam.

3. Perhatikan konsumsi obat-obatan

Selalu tanyakan pada dokter apakah Anda bisa tetap mengonsumsi obat-obatan meskipun sedang berpuasa.

Berhenti mengonsumsi obat bisa membuat kesehatan Anda memburuk sehingga Anda tetap perlu mengonsumsinya. Namun, beberapa jenis obat juga bisa mengganggu peredaran darah.

Oleh karena itu, penting untuk memberitahu dokter tentang obat-obatan yang Anda konsumsi, termasuk vitamin sebelum Anda berpuasa.

Selain itu, sampaikan pula kepada dokter jika Anda sedang hamil. Meski kebanyakan puasa sebelum pemeriksaan kesehatan aman untuk ibu hamil, Anda tetap perlu memastikannya ke dokter.

4. Berhenti merokok

Beberapa orang mengaku lebih sulit menahan godaan rokok daripada makanan saat puasa.

Namun, Anda tetap harus berhenti merokok sebelum cek darah karena berbagai zat dalam rokok bisa memengaruhi hasil pemeriksaan.

Sama seperti peminum alkohol, perokok mungkin juga harus berpuasa lebih lama sebelum cek darah dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Apabila Anda lupa berpuasa dan tanpa sengaja makan atau minum sebelum tes, sampaikan hal tersebut kepada dokter atau perawat.

Dengan begitu, dokter bisa menentukan apakah Anda masih bisa melakukan cek darah. Dokter mungkin mengganti jadwal cek darah untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 11/01/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan