Morning Sickness (Emesis Gravidarum)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu morning sickness (emesis gravidarum)?

Morning sickness atau emesis gravidarum adalah rasa mual yang muncul pada wanita hamil terutama di pagi hari. Morning sickness biasanya terjadi pada trimester pertama kehamilan atau muncul sebagai tanda awal bahwa Anda sedang mengandung.

Akan tetapi, sebagian wanita bisa merasakan mual ini sampai trimester kedua. Bahkan, ada sebagian wanita yang mengalami masalah ini selama kehamilannya.

Namun, tak perlu khawatir karena kondisi ini sama sekali tidak akan membawa dampak buruk pada bayi. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan fakta bahwa hal ini bisa menjadi tanda kehamilan yang sehat.

Meski kondisi ini termasuk hal yang biasa, morning sickness juga bisa terjadi dalam kondisi yang cukup parah. Kondisi ini disebut dengan hiperemesis gravidarum (HG). HG dapat memengaruhi sekitar 1 dari 1.000 wanita hamil.

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi serius yang harus diobati. Bila tidak, kondisi ini akan berefek buruk pada ibu dan bayi.

Seberapa umum morning sickness (emesis gravidarum)?

Masalah kesehatan yang satu ini sangatlah umum. Dilansir dari American Pregnancy, lebih dari 50% wanita hamil mengalami mual dan muntah di pagi hari.

Kondisi ini paling banyak terjadi di trimester pertama kehamilan saat terjadi pertambahan hormon di dalam tubuh.

Namun, hal ini bisa diatasi dengan mengurangi berbagai pemicunya. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala morning sickness (emesis gravidarum)?

Gejala umum morning sickness adalah:

  • Mual
  • Kehilangan nafsu makan
  • Muntah
  • Efek psikologis, misalnya depresi dan kecemasan.

Berbagai gejala ini biasanya muncul sejak awal mengandung dan akan membaik di minggu ke-12 kehamilan. Namun, seperti yang telah disebutkan di awal tak menutup kemungkinan kondisi ini akan terus muncul selama kehamilan.

Beberapa gejala mungkin tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang gejala, konsultasikan kepada dokter.

Kapan harus pergi ke dokter?

Sebagian besar wanita merasa cemas bahwa morning sickness ini bisa membahayakan bayi. Namun, hilangkan ketakutan ini dari pikiran Anda.

Pasalnya, bayi terlindung oleh cairan ketuban yang tidak mudah pecah hanya karena tekanan akibat terlalu sering muntah. Selain itu, muntah dan perasaan mual hanya memengaruhi sistem pencernaan Anda sehingga sama sekali tidak membahayakan bayi. 

Namun, ingatlah bahwa muntah berkepanjangan bisa mengakibatkan ibu hamil kurang gizi. Akibatnya, bayi berisiko mengalami malnutrisi dan lahir dengan berat badan yang berada di bawah rata-rata.

Hubungi dokter jika Anda mengalami mual dan muntah yang disertai dengan berbagai gejala seperti:

  • Urine berwarna sangat gelap
  • Sama sekali tidak buang air kecil dalam waktu lebih dari 8 jam
  • Tidak sanggup menyimpan makanan atau cairan di dalam tubuh selama 24 jam
  • Merasa sangat lemah, pusing, atau hendak pingsan ketika berdiri
  • Jantung berdetak tak beraturan
  • Sakit perut dan sakit kepala
  • Demam 38 derajat celcius atau lebih
  • Muntah darah
  • Berat badan turun

Ketika mengalami berbagai gejala yang parah ini, bisa jadi Anda mengalami hiperemesis gravidarum. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Penyebab

Apa penyebab morning sickness (emesis gravidarum)?

Sejumlah orang percaya bahwa morning sickness disebabkan oleh rasa takut dan cemas wanita, yang memicu ketidaknyamanan fisik. Namun, tidak ada penelitian yang mendukung pernyataan ini.

Meski begitu, sebagian besar ahli percaya bahwa kondisi ini disebabkan oleh adanya perubahan pada:

Kadar estrogen

Meningkatnya kadar estrogen di dalam tubuh, hingga 100 kali lebih tinggi, saat hamil dipercaya berkontribusi pada rasa mual.

Namun, sejauh ini belum ditemukan bukti yang menunjukkan perbedaan kadar estrogen antara wanita hamil dengan atau tanpa morning sickness.

Kadar progesteron

Tak hanya estrogen, kadar progesteron saat hamil juga akan meningkat. Tingginya kadar progesteron membantu mengencangkan otot-otot rahim untuk mencegah kelahiran prematur. Nah, hal ini juga diduga mampu memicu rasa mual.

Hipoglikemia

Hipoglikemia atau gula darah rendah juga diduga bisa memicu rasa mual saat hamil. Hipoglikemia kerap terjadi pada ibu hamil karena plasenta menguras energi dari tubuh ibu.

Human chorionic gonadotropin (hCG)

Hormon ini diproduksi pertama kali saat embrio mulai berkembang di rahim setelah pembuahan. Beberapa ahli menduga bahwa hormon ini juga bisa memicu morning sickness pada ibu hamil.

Indra penciuman yang sensitif

Selama kehamilan, biasanya wanita cenderung memiliki indra penciuman yang lebih sensitif. Hal ini diduga kuat merangsang mual secara berlebihan.

Kekurangan nutrisi

Dilansir dari laman Pregnancy birth and baby, kekurangan vitamin B6 di dalam tubuh diduga bisa memicu rasa mual.

Pasalnya, vitamin B6 memiliki berbagai peran penting dalam tubuh, mulai dari mengobati anemia, mencegah risiko penyakit jantung, menurunkan kolesterol tinggi hingga mengurangi morning sickness.

Masalah pada lambung

Saat produksi progesteron meningkat, kondisi ini bisa memberikan dampak yang kurang baik pada esofagus bagian bawah.

Bagian ini berhubungan dengan katup ke lambung yang juga akan terkena imbasnya. Ketika kedua bagian ini mengalami sedikit masalah, hal ini bisa memicu rasa mual.

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko mengalami morning sickness (emesis gravidarum)?

Ada banyak hal membuat Anda lebih berisiko terkena morning sickness, yaitu:

  • Mual dan muntah di kehamilan sebelumnya
  • Riwayat morning sickness dalam keluarga
  • Riwayat mabuk kendaraan
  • Riwayat mual saat menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen
  • Obesitas—di mana Anda memiliki indeks massa tubuh (IMT) 30 atau lebih
  • Stres
  • Kehamilan ganda, seperti kembar dua atau tiga
  • Kehamilan pertama

Komplikasi

Apa saja komplikasi akibat morning sickness (emesis gravidarum)?

Dalam kondisi yang ringan, mual saat hamil biasanya tidak akan menyebabkan komplikasi apa pun pada bayi.

Namun, dalam kasus yang cukup parah seperti pada hiperemesis gravidarum, Anda akan mengalami berbagai komplikasi seperti:

  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh
  • Dehidrasi
  • Depresi dan kecemasan ekstrem
  • Malnutrisi pada janin akibat berat badan ibu yang terus menurun
  • Kadar kalium di dalam darah rendah (hipokalemia)
  • Luka pada organ vital, termasuk hati, jantung, ginjal, dan otak.

Hiperemesis gravidarum merupakan kondisi yang biasanya baru akan membaik di bulan kelima kehamilan. Oleh karena itu, penting untuk segera mendapatkan perawatan agar tak berujung pada komplikasi.

Morning sickness bisa sangat menganggu dan memengaruhi ibu dalam banyak hal. Pasalnya, kondisi ini menaikkan tingkat stres, termasuk menambah kecemasan dan depresi.

Akibatnya, hal ini kerap menghambat wanita dalam bekerja, bersosialisasi, dan melakukan serangkaian kegiatan harian lainnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk morning sickness (emesis gravidarum)?

Morning sickness biasanya didiagnosis berdasarkan tanda dan gejala. Dokter akan mengukur berat badan ibu dan melakukan pemeriksaan USG pada bayi untuk melihat masalah yang mungkin muncul.

Jika dokter mencurigai bahwa Anda mengalami hiperemesis gravidarum, doker akan melakukan pemeriksaan klinis, tes urine, serta tes darah.

Apa saja pilihan pengobatan untuk morning sickness (emesis gravidarum)?

Jika morning sickness cukup parah, dokter biasanya meresepkan obat antimual (antiemetik) untuk membantu meringankan gejala.

Selain itu, dokter juga akan memberikan beberapa resep yang berisi:

Vitamin B6 dan doxylamine

Kombinasi doxylamine (Unisom) dan suplemen vitamin B6 direkomendasikan oleh American College of Obstetricians dan Gynaecologists untuk mengobati morning sickness selama trimester pertama. 

Berbagai data menunjukkan bahwa kombinasi kedua obat ini sangat efektif untuk mengurangi mual dan muntah.

Namun, obat ini biasanya akan memunculkan berbagai efek samping ringan seperti mengantuk, mulut kering, sakit kepala, dan sakit perut.

Suplemen jahe

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen jahe membantu mengurangi gejala mual selama kehamilan.

Namun, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum meminumnya. Selain itu, mintalah rekomendasi pada dokter kira-kira produk mana yang paling baik.

Akupresur

Akupresur adalah teknik pengobatan tradisonal Tiongkok dengan menekan beberapa titik tertentu di tubuh.

Terkadang akupresur juga bisa diterapkan dengan menggunakan pita khusus seperti gelang di lengan bawah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teknik ini mampu meringankan gejala mual dan muntah pada wanita hamil walaupun masih perlu penelitian lebih lanjut.

Akupunktur

Akupunktur merupakan salah satu terapi yang banyak dilakukan untuk membantu mengatasi mual saat hamil. Meski belum terbukti secara ilmiah, cara ini cukup membantu dan efektif untuk sebagian wanita.

Hipnosis

Hipnosis menjadi salah satu cara yang juga cukup banyak digunakan untuk meredakan mual di pagi hari.

Anda bisa mencoba cara ini karena sangat aman dan tidak akan memberikan efek negatif pada tubuh dan janin.

Namun, jika Anda mengalami hiperemesis gravidarum dokter akan memasukkan cairan intravena ke dalam tubuh dan memberikan obat antimual yang cocok.

Pengobatan di rumah

Apa saja pengobatan rumahan untuk mengatasi morning sickness (emesis gravidarum)?

Berikut berbagai gaya hidup dan pengobatan rumahan bisa membantu mengatasi morning sickness yaitu:

Menggunakan aromaterapi

Wewangian yang dihasilkan dari aromaterapi dapat menjadi pilihan obat mual alami yang aman untuk ibu hamil.

Carilah wangi aromaterapi yang sekiranya membuat Anda merasa lebih baik seperti lavender atau peppermint.

Sering makan camilan

Sering makan camilan saat hamil membantu membuat perut tidak terlalu kenyang. Pasalnya perut yang terlalu kenyang atau terlalu kosong bisa memicu perasaan mual.

Oleh sebab itu, makanlah camilan sering-sering. Di pagi hari misalnya usahakan makan beberapa potong biskuit atau roti untuk menggganjal perut sebelum makan besar.

Bangun perlahan-lahan

Gerakan mendadak saat bangun dari posisi tidur terkadang memicu rasa mual di pagi hari. Untuk itu, usahakan untuk bangun secara perlahan sambil duduk terlebih dahulu di kasur sebelum berdiri.

Menghindari pemicu mual

Jika Anda sering mual dan muntah akibat mencium bau sesuatu atau makanan tertentu, usahakan untuk menghindarinya.

Dengan menghindari berbagai pemicu ini Anda bisa mengurangi intensitas mual di pagi hari saat hamil.

Minum banyak air

Minum banyak air membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Kebiasaan ini juga bertujuan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang saat muntah.

Selain air putih, Anda bisa mengonsumsi jus buah encer, air kelapa, teh, atau sup.

Mengenakan pakaian yang longgar

Usahakan untuk selalu memakai pakaian yang longgar saat hamil. Jangan menggunakan pakaian yang terlalu ketat.

Selain membuat Anda tidak nyaman, hal ini juga bisa memicu mual muncul lebih sering akibat merasa terlalu sesak.

Sering menghirup udara segar

Jika memungkinkan, bukalah jendela kamar Anda setiap pagi. Biarkan udara masuk ke dalam kamar.

Tarik napas dalam-salam dan embuskan perlahan. Ulangi cara ini setiap kali Anda merasa mual dan ingin muntah.

Mengalihkan perhatian

Jangan berfokus pada perasaan mual yang muncul. Sebaliknya, usahakan untuk mengalihkan perhatian Anda pada berbagai hal menyenangkan.

Lakukan berbagai kegiatan yang Anda sukai untuk membantu melupakan mual yang kerap muncul. Percaya atau tidak, sugesti mampu meredakan mual yang Anda rasakan.

Makan makanan bergizi seimbang

Meski rasa mual membuat Anda kehilangan nafsu makan, paksa diri Anda untuk tetap makan. Hal ini bertujuan agar Anda tidak kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh dan bayi dalam kandungan.

Pilihlah makanan yang kaya protein, rendah lemak, dan mudah dicerna. Sebaliknya, hindari makanan pedas dan terlalu berlemak.

Jika ingin makan makanan berlemak pilihlah sumber lemak sehat, seperti minyak zaitun, alpukat, dan daging ayam tanpa kulit.

Selain itu, penuhi juga kebutuhan vitamin dan mineral Anda dari sayur dan buah yang bervariasi.

Cukup istirahat

Memiliki waktu istirahat yang cukup saat hamil adalah hal yang sangat penting. Saat hamil Anda lebih mudah lelah karena membawa beban dua kali lipat lebih berat dari biasanya.

Selain itu, kelelahan biasanya memicu mual yang tak tertahankan. Untuk itu, beristirahatlah kapan pun ketika Anda merasa lelah dan jangan memaksakan diri untuk terus beraktivitas.

Bilas mulut setelah muntah

Saat muntah, asam lambung naik dan akan menempel di mulut. Jika dibiarkan, asam ini bisa merusak email atau lapisan terluar gigi.

Oleh karena itu, selalu bilas mulut Anda dengan air yang telah dicampur dengan baking soda. Kombinasi larutan ini membantu menetralisir asam yang menempel dan tentu saja menjaga kesehatan gigi.

Apabila ada keraguan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca