backup og meta
Kategori

1

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Nafsu Makan Menurun Saat Hamil? Ini Solusinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 20/02/2023

Nafsu Makan Menurun Saat Hamil? Ini Solusinya

Saat awal kehamilan, nafsu makan ibu hamil sering kali menurun. Sebenarnya ini merupakan hal yang wajar karena adanya perubahan hormon dan rasa mual ketika morning sickness menyerang.

Namun, jika dibiarkan, hilangnya nafsu makan saat hamil bisa membuat ibu dan janin kekurangan gizi. Ini dikhawatirkan bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan bahkan komplikasi kehamilan.

Lantas, adakah cara yang tepat untuk mengatasinya?

Penyebab ibu hamil tidak nafsu makan

Ibu hamil kerap mengalami perubahan dalam pola makan. Tidak hanya ngidam, mereka juga sering kehilangan nafsu makan, khususnya pada awal masa kehamilan.

Selain disebabkan oleh perubahan hormon, beberapa kondisi berikut juga bisa menjadi penyebabnya.

1. Morning sickness

ibu hamil tidak nafsu makan

Penyebab utama ibu hamil tidak nafsu makan adalah morning sickness. Kondisi ini ditandai dengan rasa mual dan muntah sehingga ibu hamil kesulitan untuk memasukkan makanan ke dalam perut.

Morning sickness memang paling sering terjadi pada trimester pertama dan akan membaik seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

Meski terhitung sebagai hal yang wajar, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi tentang morning sickness kepada dokter saat pemeriksaan kandungan.

2. Perubahan hormon

Menurut sebuah studi dalam Gastroenterology Clinics of North America, meningkatnya beberapa jenis hormon pada awal kehamilan kerap disertai dengan penurunan nafsu makan.

Salah satu hormon yang meningkat kadarnya adalah leptin. Hormon ini mengendalikan nafsu makan dan menjaga keseimbangan energi sehingga Anda tidak terus-terusan merasa lapar.

Selain itu, meningkatnya hormon human chorionic gonadotropin (hCG) akan memperparah hilangnya nafsu makan karena hormon tersebut dapat menyebabkan mual.

Kadar hCG akan mencapai puncaknya pada minggu ke-11 usia kehamilan. Setelah itu, hCG akan perlahan menurun dan nafsu makan pun mulai kembali seperti semula.

3. Gangguan nafsu makan

Ibu hamil yang memiliki gangguan makan seperti bulimia atau anoreksia mungkin mengalami penurunan nafsu makan yang lebih parah.

Oleh karena itu, jika Anda pernah mengalami gangguan makan, penting untuk memberitahukannya pada dokter sejak pemeriksaan pertama.

Riwayat gangguan makan selama kehamilan mungkin perlu diberikan penanganan secara khusus.

Pasalnya, gangguan makan berkaitan erat dengan kondisi psikologis Anda, bukan hanya perubahan hormon yang biasanya akan membaik seiring dengan betambahnya usia janin.

Cara mengatasi nafsu makan yang menurun saat hamil

mual makan nasi saat hamil muda

Makan secara teratur merupakan hal yang penting dilakukan oleh ibu hamil. Dengan cara itulah ibu bisa memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan.

Jika ibu hamil mulai tidak nafsu makan, cobalah beberapa cara berikut untuk mengembalikannya.

1. Makan dengan porsi sedikit tetapi sering

Seiring dengan perut yang membesar, ibu hamil akan lebih cepat merasa kenyang hanya dengan mengonsumsi sedikit makanan.

Untuk mengatasinya, ibu bisa mengurangi porsi makan, tetapi membuatnya menjadi lebih saring.

Contohnya, jika ibu hamil biasanya sarapan pukul 8 pagi, cobalah untuk mengurangi porsi tersebut dan kembali makan pada pukul 10 pagi.

Lakukan pembagian yang sama untuk makan siang dan makan malam. Dengan begitu, ibu hamil bisa makan lebih sedikit, tetapi tetap memenuhi kebutuhan gizi harian.

2. Buat makanan lebih bervariasi

Makan makanan yang itu-itu saja tentu membuat ibu hamil kehilangan selera. Jika begitu keadaannya, cobalah untuk membuat menu makan lebih bervariasi.

Sebagai contoh, saat mulai kehilangan nafsu untuk makan sayur, Anda bisa memadukannya dengan buah-buahan dan membuatnya menjadi jus.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan protein selama kehamilan, Anda pun tidak harus selalu mendapatkannya dari daging.

Sesekali, Anda bisa mengganti menunya dengan kacang-kacangan untuk ibu hamil atau olahan susu.

3. Hindari makanan yang berbau menyengat

Tidak hanya sensitif secara emosional, ibu hamil biasanya juga menjadi lebih peka soal penciuman. Alhasil, saat mencium aroma makanan yang terlalu menyengat, ibu hamil jadi tidak nafsu makan.

Untuk mengatasinya, hindari makanan berbumbu tajam seperti tumisan bawang putih atau rempah lainnya.

Selain itu, ibu juga bisa mengurangi aroma suatu makanan dengan membiarkannya dingin terlebih dahulu. Makanan yang masih panas biasanya memiliki bau yang lebih menyengat.

4. Minum air jahe

Jahe merupakan salah satu tumbuhan herbal yang bisa digunakan untuk mengatasi mual saat hamil.

Dengan sifat antiemetik yang dimilikinya, jahe bisa meningkatkan kinerja lambung sehingga ibu hamil tidak lagi mual dan kehilangan nafsu makan.

Minuman jahe yang hangat juga bisa menenangkan perut sehingga rasa mual bisa berkurang.

Meski begitu, konsumsi jahe yang berlebihan juga tidak baik untuk pencernaan. Jadi, sebaiknya ibu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi jahe saat hamil.

5. Tidur yang cukup

Nafsu makan yang menurun saat hamil rupanya juga bisa disebabkan oleh waktu tidur yang kurang.

Kondisi tubuh yang lemas karena kurang istirahat bisa memicu rasa mual pada sebagian orang. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk tidur yang cukup dan berkualitas.

Di samping memenuhi waktu tidur malam selama 7–8 jam, ibu hamil bisa tidur siang selama 30–60 menit dalam sehari supaya badannya tetap segar.

6. Olahraga rutin

Olahraga rutin juga bisa menjaga nafsu makan selama kehamilan. Saat tubuh aktif bergerak, otak akan memproduksi senyawa yang memperbaiki suasana hati sehingga nafsu makan bisa kembali.

Kalori yang terbuang saat olahraga juga bisa membuat ibu hamil lebih mudah lapar. Namun, pastikan untuk memilih olahraga yang tidak terlalu berat, seperti jalan santai atau yoga.

Kehilangan nafsu makan saat hamil?

  • Wajar terjadi, tetapi tidak boleh disepelekan karena bisa menghambat pemenuhan kebutuhan gizi janin.
  • Selain diakibatkan oleh perubahan hormon dan morning sickness, juga bisa diakibatkan oleh riwayat ganggua makan.
  • Dapat diatasi dengan makan porsi kecil tapi sering, menambah variasi makanan, menghindari makanan berbau menyengat, dan gaya hidup sehat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 20/02/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan