Moluskum Kontagiosum

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu moluskum kontagiosum?

Moluskum kontagiosum atau molluscum contagiosum adalah infeksi pada lapisan atas kulit yang disebabkan oleh virus. Kondisi ini menyebabkan kulit memiliki tonjolan, putih, atau berbintil seperti mutiara. Jika terjadi pada daerah kemaluan, dapat menjadi penyakit menular seksual (PMS).

Tonjolan tersebut dapat muncul di mana saja, termasuk wajah, leher, lengan, kaki, perut, dan area genitial. Moluskum kontagiosum juga dapat muncul sendiri atau berkelompok. Molluscum contagiosum jarang ditemukan di telapak tangan atau kaki.

Jika salah satu benjolan jinak pada tubuh ini tergores atau terluka, infeksi dapat menyebar ke kulit di sekitarnya. Moluskum kontagiosum juga menyebar melalui kontak orang ke orang dan kontak dengan benda yang terinfeksi.

Molluscum contagiosum biasanya hilang dalam waktu satu tahun tanpa pengobatan, tetapi dokter juga bisa melakukan pengangkatan sebagai pilihan perawatan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Moluskum kontagiosum adalah kondisi yang umum. Molluscum contagiosum biasa terjadi pada anak-anak, terutama anak laki-laki, dan orang dewasa muda.

Pada orang dewasa, moluskum kontagiosum sebagian besar terjadi karena penularan melalui kontak seksual. Kasus-kasus yang lainnya disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang lemah atau penyakit menular lainnya.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala moluskum kontagiosum?

Tanda dan gejala khas dari moluskum kontagiosum adalah munculnya benjolan kecil pada kulit. Benjolan kecil dapat muncul pada kulit di bagian tubuh yang terkena virus, seperti di wajah, kelopak mata, ketiak, badan, dan paha (selangkangan). Biasanya, molluscum contagiosum tidak muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan mulut.

Molluscum contagiosum berukuran lebar sekitar 2 sampai 5 milimeter dan memiliki bintik di bagian tengah. Kemunculan benjolan biasanya tidak disertai peradangan (pembengkakan dan kemerahan), kecuali jika Anda menggaruk benjolan tersebut menyebabkan virus menyebar sebaris atau mengelompok, kondisi ini disebut crop.

Namun, jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, Anda mungkin memiliki gejala molluscum contagiosum yang lebih signifikan. Benjolan berukuran 15 milimeter dan  lebih sering muncul di wajah. Biasanya, kondisi ini tidak dapat diobati.

Jika moluskum muncul di kelopak mata, bakteri dapat menyebar ke mata dan menyebabkan gejala penyakit mata merah yang menular. Moluskum kontagiosum akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu, tetapi pada beberapa keadaan dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Penyakit ini biasanya tidak meninggalkan bekas.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala molluscum contagiosum yang disebutkan seperti di atas atau memiliki pertanyaan, silakan konsultasi dengan dokter Anda.

Tubuh setiap orang bertindak berbeda. Direkomendasikan untuk mendiskusikan hal ini dengan dokter Anda guna mengetahui apa yang terbaik untuk situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab moluskum kontagiosum?

Penyebab moluskum kontagiosum adalah poxvirus (keluarga virus yang sama yang menyebabkan kutil). Virus menyebar melalui kontak langsung, menyentuh kulit seseorang yang terinfeksi, atau menyentuh benda-benda lain yang terinfeksi seperti pakaian. Selain itu, virus ini juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Molluscum contagiosum merupakan salah satu penyakit yang dapat disebabkan oleh kebiasaan berbagi barang pribadi. Para ahli yang disebutkan Mayo Clinic menduga bahwa perenang menularkan virus melalui penggunaan handuk bersama atau kontak kulit.

Jika Anda menderita moluskum kontagiosum, Anda dapat menyebarkan infeksi ke seluruh tubuh. Anda dapat memindahkan virus dari satu bagian tubuh Anda ke bagian lain dengan menyentuh, menggaruk, atau mencukur benjolan, lalu menyentuh bagian lain di tubuh Anda. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk moluskum kontagiosum?

Infeksi moluskum kontagiosum lebih sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan pada anak-anak yang memiliki dermatitis atopik. Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengalami penyakit ini. 

Faktor-faktor ini hanya untuk referensi saja. Anda harus konsultasi dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk moluskum kontagiosum?

Benjolan dapat hilang dengan sendirinya, tetapi orang-orang sering melakukan pengobatan untuk menjaga agar virus tidak menginfeksi orang lain atau untuk menjaga bintil-bintil agar tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Pengobatan dapat dilakukan termasuk menghilangkan benjolan dengan menggunakan laser, bedah beku, atau penggoresan. Kadang-kadang metode pengobatan ini dapat meninggalkan bekas luka. Oleh karena itu, dokter dapat menggunakan obat alternatif berupa krim kulit khusus untuk menghilangkan benjolan

Pengobatan mungkin harus diulangi jika benjolan baru muncul. Molluscum contagiosum juga bisa terjadi lebih dari sekali. Hindarilah menggunakan handuk tangan yang terkontaminasi atau barang-barang pribadi lainnya dan memiliki kontak dekat dengan seseorang yang telah terinfeksi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Dokter akan melakukan diagnosis awal molluscum contagiosum berdasarkan dari riwayat kesehatan, pemeriksaan darah, dan pemeriksaan fisik. Diagnosis akhir tergantung pada ada tidaknya sel-sel darah putih khusus yang berserabut di dalam darah. Anda akan dianjurkan untuk periksa ke dokter spesialis darah (hematologi).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi moluskum kontagiosum?

Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi moluskum kontagiosum adalah:

  • Selalu periksakan diri Anda ke dokter untuk memantau perkembangan gejala dan kesehatan Anda.
  • Jagalah daerah yang terinfeksi agar tetap bersih dan tertutup dengan pakaian untuk menghindari penyebaran virus.
  • Jangan berbagi handuk tangan dengan orang lain sampai benjolan benar-benar hilang.
  • Jangan menggaruk benjolan pada kulit dan kemudian menyentuh bagian lain dari tubuh Anda. Anda dapat menyebarkan virus jika melakukan hal ini dan mungkin dapat terkena infeksi bakteri lain.
  • Jangan gunakan kolam renang umum, sauna, dan kamar mandi sampai benjolan hilang, untuk menghindari penularan infeksi kepada orang lain.
  • Pakai kondom saat berhubungan seksual untuk menghindari penularan.
  • Cuci pakaian dengan klorin (pemutih) atau air panas untuk membunuh virus.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Ruam Pada Kulit Pengidap HIV

    Ruam kulit kemerahan muncul pada sekitar 90% orang yang terinfeksi HIV dalam beberapa bulan pertama setelah terdiagnosis. Apakah ini berbahaya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    HIV/AIDS, Health Centers 16/08/2019 . 7 menit baca

    Selain Infeksi Menular Seksual, Ini Dampaknya Jika Sering Gonta-ganti Pasangan

    Kecenderungan gonta-ganti pasangan dapat menimbulkan sejumlah dampak bagi kesehatan fisik dan psikis. Berikut di antaranya.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 06/04/2019 . 4 menit baca

    Penyebab Orang dengan HIV/AIDS Susah Gemuk, Plus Solusi Ampuh Naikkan Berat Badan

    Orang dengan HIV/AIDS memang cenderung berbadan kurus. Selain karena virus itu sendiri, ada banyak faktor lain yang membuat ODHA susah gemuk.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    HIV/AIDS, Health Centers 30/03/2019 . 6 menit baca

    Tidak Merasa Sebagai Pria Ataupun Wanita, Kenali Identitas Gender Bernama Genderqueer

    Pernah mendengar identitas gender non-binary atau genderqueer sebelumnya? Ya, genderqueer adalah istilah untuk menggambarkan sekelompok orang. Apa artinya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 03/12/2018 . 3 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    jenis kelamin genetik ayah

    Kondisi Genetik Ayah Turut Menentukan Jenis Kelamin Anak yang Lahir

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/04/2020 . 3 menit baca
    meningitis adalah

    Meningitis (Radang Selaput Otak)

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . 1 menit baca

    Pasien Kedua yang Dinyatakan Sembuh dari HIV, Ini Faktanya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 14/03/2020 . 6 menit baca
    anak terkena hiv

    Cara Menyampaikan Bahwa Anak Anda Terkena HIV

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah
    Dipublikasikan tanggal: 22/11/2019 . 4 menit baca