Kurap (Kadas)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/05/2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kurap (kadas)?

Kurap adalah penyakit kulit menular akibat infeksi jamur yang menyerang permukaan teratas kulit. Penyakit yang juga dikenal dengan nama kadas ini ditandai dengan ruam merah pada kulit. Biasanya, ruam kurap membentuk pola seperti cincin yang dikelilingi dengan pinggiran bersisik yang sedikit terangkat.

Infeksi ini awalnya hanya menyerang area kulit tertentu hingga akhirnya bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Dilansir dari American Academy of Dermatology, tergantung area terinfeksinya, kurap memiliki nama yang berbeda. Berikut berbagai macam jenis kurap berdasarkan area yang terinfeksi:

  • Tubuh, disebut tinea corporis
  • Kaki, disebut juga dengan kutu air (tinea pedis)
  • Telapak tangan (tinea manuum)
  • Kulit kepala (tinea capitis)
  • Selangkangan, disebut juga dengan jock itch (tinea cruris)
  • Kuku, disebut juga dengan infeksi jamur kuku (tinea unguium atau onikomikosis)

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kurap termasuk penyakit yang cukup umum dan bisa menyerang siapa pun, baik anak-anak maupun lansia.

Penyakit ini bisa dicegah dengan menghindari faktor-faktor yang berisiko memicunya. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kurap (kadas)?

Ciri umum dari kurap atau kadas adalah ruam berbentuk cincin. Namun, terdapat beberapa tanda dan gejala yang sedikit berbeda, tergantung pada area yang terinfeksi.

Berikut ciri-ciri penyakit kurap sesuai dengan area yang terkena:

Kulit atau tubuh (tinea corporis)

  • Ruam yang membentuk seperti cincin
  • Kulit merah dan meradang di bagian luar cincin tetapi terlihat normal di bagian tengahnya
  • Ruam yang berkumpul
  • Area cincin yang sedikit terangkat
  • Rasa gatal pada ruam
  • Bercak tumbuh perlahan, bertambah besar, dan menyebar ke area lain di tubuh

Kaki (tinea pedis/kutu air)

  • Rasa gatal, terbakar, dan menyengat di antara sela jari kaki
  • Kulit kering dan bersisik di antara jari kaki dan menyebar ke telapak hingga samping kaki
  • Kulit mengelupas
  • Lepuhan kulit yang pecah hingga berdarah
  • Bercak merah tebal pada kulit yang bersisik
  • Area yang terinfeksi berbau tidak sedap

Telapak tangan (tinea manuum)

  • Kulit mengering dan menebal di telapak tangan
  • Retakan yang cukup dalam di telapak tangan
  • Bercak berbentuk cincin di bagian belakang tangan

Biasanya muncul akibat sering menyentuh kaki yang telah terinfeksi kutu air.

Kulit kepala (tinea capitis)

  • Terdapat area botak di kepala yang bersisik
  • Kebotakan semakin meluas disertai dengan bercak tebal dan kerak di kulit kepala
  • Munculnya titik-titik hitam di area kepala yang botak
  • Luka terbuka yang mengeluarkan nanah
  • Terdapat area kepala yang lunak, kenyal, dan meradang
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Rasa gatal yang tak tertahankan

Selangkangan (tinea cruris)

  • Ruam merah disertai dengan pembengkakan yang gatal di lipatan area selangkangan
  • Ruam menyebar ke pangkal paha hingga ke paha bagian dalam, pinggang, dan bokong
  • Kulit yang terinfeksi cenderung bersisik dan memiliki batas luar yang sedikit terangkat
  • Kulit mengelupas dan retak
  • Kadang terasa sangat gatal dan sakit

Biasanya gejala akan semakin memburuk saat berjalan, berlari, atau berolahraga.

Kuku (tinea unguium/onikomikosis)

  • Biasa menyerang satu kuku saja atau lebih dari itu
  • Dimulai dengan penebalan jaringan di bawah kuku
  • Kuku menghitam dan menebal
  • Kuku yang menebal biasanya mulai telihat seperti terangkat dari kulit di bawahnya
  • Kuku hancur
  • Kuku terkadang lepas dari kulit

Dibandingkan dengan kuku di jari tangan, infeksi ini lebih sering menyerang kuku di jari-jari kaki. Selain itu, kondisi ini juga biasanya sering berkembang pada orang yang sudah lama terinfeksi kutu air.

Jenggot

  • Kemerahan, bengkak, dan benjolan berisi nanah pada area sekitar jenggot
  • Kelenjar getah bening membengkak
  • Rambut jenggot perlahan rontok
  • Kulit yang kering dan terlihat seperti terbuka
  • Ada bagian kulit yang menonjol, lembut, dan mengeluarkan cairan
  • Mengalami kelelahan lebih dari biasanya

Kondisi ini biasanya muncul pada pria yang memiliki jenggot cukup tebal. Biasanya infeksi muncul ketika melakukan kontak dengan hewan yang telah terinfeksi kadas.

Mungkin saja ada gejala yang tidak dicantumkan di atas. Jika Anda mengkhawatirkan gejala tertentu, konsultasikanlah ke dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami ruam pada kulit yang tidak kunjung membaik dalam dua minggu. Anda juga bisa langsung pergi ke dokter jika ada gejala tak biasa di tubuh yang membuat tidak nyaman.

Semakin cepat diobati, semakin menurun pula risiko penyebaran penyakit ke area tubuh yang lainnya. Dengan begitu, Anda tetap bisa beraktivitas seperti biasa tanpa terganggu masalah kulit yang satu ini.

Penyebab

Apa penyebab kurap (kadas)?

Penyebab penyakit kurap adalah jamur yang hidup di lapisan terluar kulit. Trichophyton, microsporum, dan epidermophyton adalah tiga jenis jamur berbeda yang dapat menyebabkan infeksi ini. Jamur ini juga bisa hidup dalam waktu yang lama sebagai spora di tanah.

Kurap dapat menular dengan cara:

  • Manusia ke manusia, saat bersentuhan langsung dengan orang yang terinfeksi
  • Hewan ke manusia, kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi
  • Benda ke manusia, saat menyentuh permukaan benda yang disentuh oleh hewan atau orang yang terinfeksi
  • Tanah ke manusia, saat kulit menempel pada tanah yang terinfeksi baik dari hewan maupun manusia

Jamur penyebab kurap bisa hidup pada benda yang terinfeksi dalam waktu yang cukup lama. Untuk itu, Anda amat rentan tertular jika keluarga di rumah ada yang terinfeksi penyakit kulit ini.

Faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko kena kadas?

Semua orang dari kalangan usia berapa pun bisa terkena kurap. Namun, faktor risiko yang menyebabkan Anda terinfeksi kurap dapat meningkat, jika:

  • Tinggal di daerah tropis
  • Sering berkegiatan dalam cuaca yang panas dan lembap
  • Memiliki luka terbuka di kulit
  • Sering berenang di kolam umum
  • Sering menggunakan barang pribadi bekas pakai secara bersamaan
  • Tidak memakai alas kaki di ruang ganti pusat kebugaran atau kolam renang
  • Obesitas
  • Memiliki penyakit diabetes

Biasanya atlet cenderung lebih sering terkena kurap. Pasalnya, intensitas olahraga yang sering membuat tubuhnya banyak dalam keadaan basah dan lembap.

Oleh karena itu, selalu jaga tubuh tetap kering agar terhindar dari infeksi jamur pada kulit.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kurap (kadas)?

Seorang dokter kulit biasanya bisa langsung tahu Anda terkena penyakit kurap hanya dengan melihat gejala yang muncul pada area yang terinfeksi.

Dokter biasanya juga akan memeriksa area lain di tubuh. Hal ini karena kadas sangat mudah menyebar dari area satu ke yang lainnya.

Biasanya sebelum memberi diagnosis, dokter akan mengambil sampel kulit, rambut, atau kuku yang terinfeksi ke laboratorium.

Dokter akan mengikis sedikit kulit,potongan kuku, atau bagian rambut yang terinfeksi untuk kemudian diperiksa. Dengan melihat sampel ini di bawah mikroskop, dokter dengan mudah melihat keberadaan jamur penyebab infeksi.

Apa saja pilihan pengobatan untuk kurap (kadas)?

Kurap wajib diobati dengan segera. Jika tidak, ruam bisa tumbuh dan menyebar ke area kulit lainnya.

Pengobatan kurap yang tepat bisa membantu mencegah penyebaran dan meredakan rasa gatal yang mengganggu. Selain itu, mengobati kurap juga menjadi salah satu cara mencegah penyakit ini menular ke orang lain.

Biasanya pengobatan kadas tergantung pada lokasinya di tubuh dan seberapa parah infeksi yang ditimbulkan. Namun secara umum, obat-obatan nonresep yang bisa digunakan yaitu:

  • Clotrimazole (Lotrimin, Mycelex)
  • Miconazole (Azolen, DermaFungal, Desenex, Micaderm, Miranel, Mitrazol)
  • Terbinafine (Lamisil)
  • Ketoconazole (Xolegel)

Untuk lebih jelasnya, berikut berbagai perawatan untuk kurap berdasar lokasi tubuh yang terinfeksi:

Kulit tubuh

Salep atau krim antijamur biasanya bisa membasmi kurap pada kulit tubuh. Sebagian besar obat-obatannya perlu dioleskan dua kali sehari selama 2-4 minggu.

Namun, jika kadas sudah menginfeksi area kulit lain di tubuh yang lebih luas, obat oles saja tidak cukup. Dokter biasanya meresepkan obat oral antijamur.

Kaki

Krim atau semprotan antijamur tanpa resep bisa membantu menghilangkan kurap di kaki alias kutu air. Untuk kasus yang ringan, infeksi akan hilang dalam waktu 2 minggu.

Namun, untuk kondisi yang lebih parah atau tidak hilang dalam 2 minggu setelah diobati, dokter akan meresepkan obat yang lebih kuat.

Telapak tangan

Kurap di telapak tangan biasanya cenderung ringan. Oleh sebab itu, kondisi ini bisa diobati dengan krim antijamur. Namun, tak menutup kemungkinan Anda butuh obat antijamur yang lebih kuat seperti terbinafine atau itraconazole.

Kulit kepala

Kadas di kulit kepala biasanya perlu diobati dengan obat yang diresepkan dokter. Pasalnya krim, losion, atau bubuk antijamur tidak terlalu ampuh bekerja di kulit kepala.

Obat yang diberikan umumnya perlu diminum selama 1-3 bulan. Obat antijamur yang digunakan untuk mengobati kurap pada kulit kepala meliputi:

Minumlah obat-obatan ini sesuai petunjuk yang diberikan. Jangan berhenti meminumnya sebelum batas waktu yang telah ditentukan dokter.

Hal ini bisa membuat pengobatan gagal dilakukan. Akibatnya, penyakit kulit ini justru menjadi lebih sulit untuk disingkirkan.

Selain obat minum, Anda juga bisa menggunakan sampo antijamur untuk membersihkan rambut dan kulit kepala.

Mengingat kurap adalah penyakit yang sangat mudah menular, seluruh anggota keluarga bahkan disarankan untuk menggunakan sampo ini, bukan hanya Anda. Keramas dengan menggunakan sampo antijamur membantu mencegah penularan kadas di keluarga Anda.

Selangkangan

Untuk mengobati kurap di area selangkangan, dokter biasanya meresepkan krim, semprotan, atau bubuk antijamur. Obat ini umumnya harus digunakan dua kali sehari selama 10-14 hari.

Kuku

Umumnya, kurap di bagian ini diobati dengan obat antijamur minum. Kuku adalah bagian tubuh yang terus tumbuh. Itu sebabnya mungkin dibutuhkan waktu lebih lama untuk mengobatinya.

Jenggot

Di area jenggot, dokter akan meresepkan obat antijamur dan rencana perawatan khusus. Selain obat antijamur, dokter juga akan menghilangkan jaringan yang tidak sehat untuk mempercepat penyembuhan. Selain itu, biasanya Anda juga diminta untuk mencukur rambut yang terinfeksi di area jenggot.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kurap (kadas)?

Berikut berbagai perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kurap:

Mencuci sprei dan pakaian setiap hari

Selama terinfeksi kurap, Anda perlu mencuci sprei dan pakaian setiap hari. Hal ini bertujuan agar kurap tidak mudah menyebar ke bagian tubuh yang lain. Dengan begitu, pengobatan bisa dilakukan dengan cepat dan efektif.

Menggunakan pakaian longgar

Selama terserang kadas, hindari menggunakan pakaian ketat. Gunakanlah pakaian longgar agar tidak bergesekan dengan kulit yang terinfeksi hingga bisa memperparah penyakit.

Gunakan juga pakaian berbahan katun yang menyerap keringat. Pakaian ini mampu menyerap kelebihan keringat dengan baik sehingga tidak membuat jamur tumbuh semakin subur.

Mengompres area yang gatal

Kurap membuat kulit terasa sangat gatal. Namun, jangan sekali-kali menggaruknya karena bisa membuat infeksi ini menyebar ke area lainnya.

Salah satu cara untuk mengatasi gatal karena kurap, kompreslah dengan air dingin atau panas selama 20-30 menit.

Kompres bagian yang terkena infeksi saja, jangan semuanya. Mengompres semuanya malah membuat infeksi menyebar luas.

Setelah selesai mengompres, cucilah kain yang Anda gunakan dengan air panas. Tujuannya untuk membunuh jamur yang menempel.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah kurap (kadas)?

Cukup sulit mencegah penyakit kulit yang satu ini. Pasalnya, jamur ini ada di mana-mana dan sangat menular. Namun, beberapa cara mencegah kadas yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risikonya, antara lain:

Menjaga kebersihan tubuh

Menjaga kebersihan tentu saja menjadi langkah pencegahan yang paling penting. Usahakan untuk cuci tangan sesering mungkin setelah memegang hewan atau selepas memegang benda terutama di fasilitas umum.

Jangan lupa untuk rutin mandi selepas berolahraga atau berkegiatan yang mengeluarkan keringat. Mandi membantu meluruhkan kotoran termasuk bakteri dan jamur yang menempel di tubuh.

Tidak menggunakan barang pribadi berbarengan

Meski terlihat bersih, bukan tidak mungkin teman atau keluarga Anda sebenarnya telah terinfeksi jamur. Untuk itu, hindari penularannya dengan tidak berbagi barang pribadi.

Handuk, sisir, sikat gigi, sapu tangan, dan sepatu termasuk ke dalam barang pribadi yang baiknya tidak dipinjamkan. Jangan pula meminjam barang serupa dari orang lain meski sangat dekat.

Jaga tubuh tetap kering

Jamur sangat suka lingkungan yang hangat dan lembap. Untuk itu, jagalah tubuh tetap kering saat atau selepas beraktivitas guna mencegah jamur tumbuh dan menginfeksi tubuh.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu menggunakan alas kaki saat berada di ruang ganti umum, pusat kebugaran, atau kamar mandi umum.

Rutin memeriksa kesehatan hewan peliharaan

Jika Anda memiliki hewan peliharaan, jangan lupa untuk mengecek kesehatannya secara rutin. Ini karena hewan bisa menjadi salah satu cara penularan penyakit termasuk kurap.

Meski tidak memiliki tanda-tanda penyakit, sebaiknya periksakan selama enam bulan sekali.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 18/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Gastritis

Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 12 menit

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Coronavirus terbukti menular dari manusia ke manusia. Tapi belakangan ada kasus kucing positif COVID-19 karena tertular pemiliknya. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 09/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Meningitis (Radang Selaput Otak)

Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 09/04/2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jamur cordyceps

4 Manfaat Cordyceps Militaris, Jamur yang Berkhasiat bagi Kesehatan Terutama untuk Pernapasan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
obat untuk infeksi jamur kulit

Cara Memilih Obat untuk Kulit yang Gatal Karena Infeksi Jamur Kulit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . Waktu baca 4 menit
obat alami oral thrush

Pilihan Obat Alami Oral Thrush atau Infeksi Jamur di Mulut

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20/04/2020 . Waktu baca 5 menit