Kurap (Kadas)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kurap (kadas)?

Kurap adalah penyakit kulit menular akibat infeksi jamur yang menyerang permukaan teratas kulit. Penyakit yang juga dikenal dengan nama kadas ini ditandai dengan ruam merah pada kulit. Biasanya, ruam kurap membentuk pola seperti cincin yang dikelilingi dengan pinggiran bersisik yang sedikit terangkat.

Infeksi jamur (tinea) ini awalnya hanya menyerang area kulit tertentu hingga akhirnya bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Dilansir dari American Academy of Dermatology, tergantung area terinfeksinya, kurap memiliki sebutan yang berbeda. Berikut berbagai macam jenis kurap berdasarkan area yang terinfeksi.

  • Tinea corporis, kurap yang muncul pada leher, lengan, dan badan.
  • Tinea pedis (kutu air), jenis kurap yang terjadi pada kaki, disebut juga kutu air.
  • Tinea manuum, kurap yang muncul pada telapak tangan.
  • Tinea capitis, kurap pada kulit kepala.
  • Tinea cruris, kurap pada selangkangan, disebut juga dengan jock itch.
  • Tinea unguium, kurap yang muncul di kuku Kuku, disebut juga dengan infeksi jamur kuku (tinea unguium atau onikomikosis).
  • Tinea fasialis, kurap yang muncul di wajah.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kurap termasuk penyakit yang cukup umum. Seringnya penyakit ini menyerang anak-anak, namun bisa juga menyerang orang-orang dari segala usia.

Penyakit ini bisa dicegah dengan menghindari faktor-faktor yang berisiko sebagai pemicunya. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kurap (kadas)?

Ciri umum dari kurap atau kadas adalah ruam berbentuk cincin. Namun, terdapat beberapa tanda dan gejala yang sedikit berbeda, tergantung pada area yang terinfeksi. Berikut ciri-ciri penyakit kurap sesuai dengan area yang terkena:

Kulit atau tubuh (tinea corporis)

  • Ruam kulit bersisik yang membentuk seperti cincin.
  • Kulit merah dan meradang di bagian luar cincin tetapi terlihat normal di bagian tengahnya.
  • Ruam yang berkumpul.
  • Area cincin yang sedikit terangkat.
  • Rasa gatal pada ruam.
  • Bercak dapat tumbuh perlahan, bertambah besar, dan menyebar ke area lain di tubuh.

Kaki (tinea pedis/kutu air)

  • Rasa gatal, terbakar, dan menyengat di antara sela jari kaki.
  • Kulit kering dan bersisik di antara jari kaki dan menyebar ke telapak hingga samping kaki.
  • Kulit mengelupas.
  • Lepuhan kulit yang pecah hingga berdarah.
  • Bercak merah tebal pada kulit yang bersisik.
  • Area yang terinfeksi berbau tidak sedap.
  • Kuku kaki menjadi lebih tebal dan mudah rapuh atau terluka.

Telapak tangan (tinea manuum)

  • Kulit mengering dan menebal di telapak tangan.
  • Retakan yang cukup dalam di telapak tangan.
  • Bercak berbentuk cincin di bagian belakang tangan.

Biasanya kondisi ini muncul akibat sering menyentuh kaki yang telah terinfeksi kutu air.

Kulit kepala (tinea capitis)

  • Terdapat area botak di kepala yang bersisik.
  • Kebotakan semakin meluas disertai dengan bercak tebal dan kerak di kulit kepala.
  • Munculnya titik-titik hitam di area kepala yang botak.
  • Luka terbuka yang mengeluarkan nanah.
  • Terdapat area kepala yang lunak, kenyal, dan meradang, terkadang sakit saat diraba.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Rasa gatal yang tak tertahankan.

Selangkangan (tinea cruris)

  • Ruam merah disertai dengan pembengkakan yang gatal di lipatan area selangkangan.
  • Ruam menyebar ke pangkal paha hingga ke paha bagian dalam, pinggang, dan bokong.
  • Kulit yang terinfeksi cenderung bersisik dan memiliki batas luar yang sedikit terangkat.
  • Kulit mengelupas dan retak.
  • Kadang terasa sangat gatal dan sakit.

Biasanya gejala akan semakin memburuk saat berjalan, berlari, atau berolahraga.

Kuku (tinea unguium/onikomikosis)

  • Biasa menyerang satu kuku saja atau lebih dari itu.
  • Dimulai dengan penebalan jaringan di bawah kuku.
  • Kuku menghitam dan menebal.
  • Kuku yang menebal biasanya mulai telihat seperti terangkat dari kulit di bawahnya.
  • Kuku hancur.
  • Kuku terkadang lepas dari kulit.

Dibandingkan dengan kuku di jari tangan, infeksi ini lebih sering menyerang kuku di jari-jari kaki. Selain itu, kondisi ini juga biasanya sering berkembang pada orang yang sudah lama terinfeksi kutu air.

Wajah (tinea fasialis)

  • Muncul ruam merah yang dapat melebar pada area pipi, hidung, sekitar mata, dagu, dan kening.
  • Terkadang ruam merah juga disertai benjolan kecil atau bisul.
  • Wajah terasa gatal.
  • Gatal yang memburuk ketika wajah terkena paparan sinar matahari.

Jenggot

  • Kemerahan, bengkak, dan benjolan berisi nanah pada area sekitar jenggot.
  • Kelenjar getah bening membengkak.
  • Rambut jenggot perlahan rontok.
  • Kulit yang kering dan terlihat seperti terbuka.
  • Ada bagian kulit yang menonjol, lembut, dan mengeluarkan cairan.
  • Mengalami kelelahan lebih dari biasanya.

Kondisi ini biasanya muncul pada pria yang memiliki jenggot cukup tebal. Biasanya infeksi muncul ketika melakukan kontak dengan hewan yang telah terinfeksi kadas.

Mungkin saja ada gejala yang tidak dicantumkan di atas. Jika Anda mengkhawatirkan gejala tertentu, konsultasikanlah ke dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami ruam pada kulit yang tidak kunjung membaik dalam dua minggu. Anda juga bisa langsung pergi ke dokter jika ada gejala tak biasa di tubuh yang membuat tidak nyaman.

Semakin cepat diobati, semakin menurun pula risiko penyebaran penyakit ke area tubuh yang lainnya. Dengan begitu, Anda tetap bisa beraktivitas seperti biasa tanpa terganggu masalah kulit yang satu ini.

Penyebab

Apa penyebab kurap (kadas)?

Penyebab penyakit kurap adalah jamur yang hidup di lapisan terluar kulit. Trichophyton, microsporum, dan epidermophyton adalah tiga jenis jamur berbeda yang dapat menyebabkan infeksi ini. Jamur ini juga bisa hidup dalam waktu yang lama sebagai spora di tanah.

Kurap dapat menular dengan cara sebagai berikut.

  • Manusia ke manusia, saat bersentuhan langsung dengan orang yang terinfeksi.
  • Hewan ke manusia, kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.
  • Benda ke manusia, saat menyentuh permukaan benda yang disentuh oleh hewan atau orang yang terinfeksi.
  • Tanah ke manusia, saat kulit menempel pada tanah yang terinfeksi baik dari hewan maupun manusia. Cara penularan ini jarang terjadi.

Jamur penyebab kurap bisa hidup pada benda yang terinfeksi dalam waktu yang cukup lama. Untuk itu, Anda amat rentan tertular jika keluarga di rumah ada yang terinfeksi penyakit kulit ini.

Faktor risiko

Apa faktor risiko terkena kadas?

Semua orang dari kalangan usia berapa pun bisa terkena kurap. Namun, faktor risiko yang menyebabkan Anda terinfeksi kurap dapat meningkat, jika:

  • tinggal di daerah tropis,
  • sering berkegiatan dalam cuaca yang panas dan lembap,
  • memiliki luka terbuka di kulit,
  • sering berenang di kolam umum,
  • sering menggunakan barang pribadi bekas pakai secara bersamaan,
  • tidak memakai alas kaki di ruang ganti pusat kebugaran atau kolam renang,
  • obesitas, serta
  • memiliki penyakit diabetes.

Atlet merupakan profesi yang cenderung sering terkena kurap. Pasalnya, intensitas olahraga yang sering membuat tubuhnya banyak dalam keadaan basah dan lembap. Oleh karena itu, selalu jaga tubuh tetap kering agar terhindar dari infeksi jamur pada kulit.

Diagnosis & pengobatan

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kurap (kadas)?

Seorang dokter spesialis kulit biasanya bisa langsung tahu Anda terkena penyakit kurap atau kadas hanya dengan melihat gejala yang muncul pada area yang terinfeksi. Dokter biasanya juga akan memeriksa area lain di tubuh. Hal ini karena kadas sangat mudah menyebar dari area satu ke yang lainnya.

Sebelum memberi diagnosis, dokter biasanya akan mengambil sampel kulit, rambut, atau kuku yang terinfeksi ke laboratorium.

Dokter akan mengikis sedikit kulit, potongan kuku, atau bagian rambut yang terinfeksi untuk kemudian diperiksa. Dengan melihat sampel tersebut di bawah mikroskop, dokter akan mudah melihat keberadaan jamur penyebab infeksi.

Apa saja pilihan pengobatan untuk kurap (kadas)?

Kurap wajib diobati dengan segera. Jika tidak, ruam kulit bisa tumbuh dan menyebar ke area kulit lainnya.

Pengobatan kurap yang tepat bisa membantu mencegah penyebaran dan meredakan rasa gatal yang mengganggu. Selain itu, mengobati kurap juga menjadi salah satu cara mencegah penyakit ini menular ke orang lain.

Obat antijamur topikal biasa digunakan untuk meringankan ruam akibat kurap. Obat antijamur topikal merupakan obat yang dioleskan di atas permukaan kulit dan dapat tersedia dalam bentuk krim, gel, losion, bedak, atau semprotan.

Beberapa obat yang sering digunakan untuk mengatasi kurap adalah obat topikal jenis azole (clotrimazole, fluconazole, ketoconazole) dan allylamine (terbinafine). Kedua jenis obat ini berfungsi untuk menghambat kerja ergosterol, sebuah komponen pembentuk sel jamur utama.

Obat antijamur topikal bisa didapatkan tanpa resep dokter. Biasanya obat ini digunakan sebanyak dua kali sehari pada area yang terkena kadas selama dua sampai empat minggu. Namun, durasi pemakaian obat ini juga bergantung pada lokasi kadas dan seberapa parah infeksi yang ditimbulkan.

Bila gejala tak kunjung membaik setelah menggunakan obat tanpa resep, segera hubungi dokter. Nantinya, Anda mungkin akan diberikan obat antijamur lain yang lebih kuat. Terkadang pasien juga membutuhkan obat minum jika infeksi membandel.

Pengobatan di rumah

Apa saja upaya pengobatan di rumah untuk atasi kurap (kadas)?

Berikut berbagai perawatan untuk kulit dan pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kurap.

Mencuci sprei dan pakaian secara berkala

Selama terinfeksi kurap, Anda perlu mencuci pakaian setiap hari dan sprei setiap beberapa hari sekali. Hal ini bertujuan agar kurap tidak mudah menyebar ke bagian tubuh lain. Dengan begitu, pengobatan bisa dilakukan dengan cepat dan efektif.

Menggunakan pakaian longgar

Selama terserang kadas, hindari menggunakan pakaian ketat. Gunakanlah pakaian longgar agar tidak bergesekan dengan kulit yang terinfeksi hingga bisa memperparah penyakit.

Gunakan juga pakaian berbahan katun yang menyerap keringat. Pakaian ini mampu menyerap kelebihan keringat dengan baik sehingga tidak membuat jamur tumbuh semakin subur.

Mengompres area yang gatal

Kurap membuat kulit terasa sangat gatal. Namun, jangan sekali-kali menggaruknya karena bisa membuat infeksi ini menyebar ke area lainnya.

Salah satu cara untuk mengatasi gatal karena kurap, kompreslah dengan air dingin atau panas selama 20 – 30 menit. Kompres bagian yang terkena infeksi saja, jangan semuanya. Mengompres semuanya malah membuat infeksi menyebar luas.

Setelah selesai mengompres, cucilah kain yang Anda gunakan dengan air panas. Tujuannya untuk membunuh jamur yang menempel.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah kurap (kadas)?

Cukup sulit mencegah penyakit kulit yang satu ini. Pasalnya, jamur penyebab kurap ada di mana-mana dan sangat menular. Ada beberapa cara mencegah kadas yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risikonya, antara lain sebagai berikut.

Menjaga kebersihan tubuh

Menjaga kebersihan tentu saja menjadi langkah pencegahan yang paling penting. Usahakan untuk cuci tangan sesering mungkin setelah memegang hewan atau selepas memegang benda terutama di fasilitas umum.

Jangan lupa untuk rutin mandi selepas berolahraga atau berkegiatan yang mengeluarkan keringat. Mandi membantu meluruhkan kotoran termasuk bakteri dan jamur yang menempel di tubuh.

Tidak menggunakan barang pribadi berbarengan

Meski terlihat bersih, bukan tidak mungkin teman atau keluarga Anda sebenarnya telah terinfeksi jamur. Untuk itu, hindari penularannya dengan tidak berbagi barang pribadi.

Handuk, sisir, sikat gigi, sapu tangan, dan sepatu termasuk ke dalam barang pribadi yang baiknya tidak dipinjamkan. Jangan pula meminjam barang serupa dari orang lain meski sangat dekat.

Jaga tubuh tetap kering

Jamur sangat suka lingkungan yang hangat dan lembap. Untuk itu, jagalah tubuh tetap kering saat atau selepas beraktivitas guna mencegah jamur tumbuh dan menginfeksi tubuh.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu menggunakan alas kaki saat berada di ruang ganti umum, pusat kebugaran, atau kamar mandi umum.

Rutin memeriksa kesehatan hewan peliharaan

Jika Anda memiliki hewan peliharaan, jangan lupa untuk mengecek kesehatannya secara rutin. Ini karena hewan bisa menjadi salah satu cara penularan penyakit termasuk kurap.

Perhatikan bila muncul bercak pada area yang bulunya rontok. Meski tidak memiliki tanda-tanda penyakit, sebaiknya periksakan hewan peliharaan setiap enam bulan sekali.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit yang cukup umum terjadi. Apa penyebab, ciri-ciri, dan obat yang sering digunakan untuk mengobati psoriasis?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Psoriasis 24 September 2020 . Waktu baca 13 menit

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Pernah meraba ketiak Anda? Apakah menemukan benjolan di sana? Benjolan di ketiak dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit yang mungkin serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Pielonefritis (Infeksi Ginjal)

Pielonefritis adalah infeksi pada salah satu atau kedua ginjal yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Bagaimana menanganinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Urologi, Ginjal 6 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Infeksi Kandung Kemih

Infeksi kandung kemih adalah penyakit akibat serangan bakteri pada organ yang menampung urine. Pelajari gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis gonore adalah

Uretritis Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit