home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Digital Rectal Examination (Colok Dubur)

Definisi digital rectal examination|Persiapan digital rectal examination|Prosedur digital rectal examination|Hasil digital rectal examination
Digital Rectal Examination (Colok Dubur)

Definisi digital rectal examination

Apa itu digital rectal examination?

Digital rectal examination atau bisa Anda sebut juga dengan rectal toucher/colok dubur adalah pemeriksaan pada dubur untuk menegakkan diagnosis adanya masalah pada prostat dan organ bagian bawah. Pada prosedur ini, dokter dibantu perawat akan menyentuh prostat Anda melalui rektum.

Prostat adalah organ yang memasok sebagian besar air mani pria saat ejakulasi. Cairan ini memberikan nutrisi sekaligus melindungi sperma yang keluar saat berhubungan intim.

Biasanya, tes kesehatan ini dikombinasikan dengan tes darah antigen spesifik prostat (PSA), untuk memantau kesehatan kelenjar prostat pada pria. Selain membantu mendeteksi penyakit kanker prostat, tes kesehatan ini juga bisa mendeteksi pembesaran prostat.

Kapan perlu melakukan digital rectal examination?

Anda mungkin perlu menjalani tes ini jika dokter mencurigai adanya masalah pada prostat, dengan beberapa gejala sebagai berikut.

Menunjukkan gejala kanker prostat

Sebagian besar kasus kanker prostat terdeteksi lebih awal melalui tes skrining. Biasanya, penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Gejala akan muncul ketika kanker sudah memasuki tahap lanjut, seperti dilansir dari American Cancer Association.

  • Masalah buang air kecil, seperti aliran urine yang lambat dan lemah dan lebih sering merasakan desakan buang air kecil terutama pada malam hari.
  • Ada darah pada urine atau darah pada air mani saat berhubungan seks, serta kesulitan untuk ereksi atau mempertahankan ereksi.
  • Nyeri pada pinggul, punggung, dada, dan area lain jika kanker sudah menyebar ke tulang.
  • Kelemahan atau mati rasa pada kaki, dan kehilangan kontrol usus akibat kanker menekan sumsum tulang belakang.

Mengalami pembesaran prostat

Ketika prostat membesar, bisa mengganggu atau menyumbat kandung kemih. Sering buang air kecil adalah gejala umumnya, yang mungkin terjadi setiap 1 hingga 2 jam, terutama pada malam hari. Selain itu, orang dengan kondisi ini juga akan mengalami gejala lain, seperti:

  • Kandung kemih terasa penuh, sekalipun Anda sudah buang air.
  • Aliran urine lemah, kadang berhenti-henti.
  • Walaupun muncul desakan untuk buang air kecil, tapi kesulitan untuk mengeluarkan urine pada awalnya, kadang membuat seseorang perlu mengejan agar urine keluar.

Kondisi lain yang mengharuskan Anda untuk menjalani colok dubur adalah memiliki wasir, bermasalah dengan kebiasaan buang air besar, atau kemungkinan terkena kanker kolorektal.

Persiapan digital rectal examination

delirium adalah

Sebelum digital rectal examination, dokter akan meminta Anda untuk mengganti pakaian khusus. Kemudian, Anda akan memilih posisi paling nyaman untuk pemeriksaan, misalnya berbaring menyamping, jongkok pada meja khusus, atau membungkuk pada bagian depan depan meja. Anda perlu menenangkan diri agar prosesnya lebih mudah.

Prosedur digital rectal examination

dokter

Bagaimana prosedur digital rectal examination?

Setelah Anda tenang dan siap dengan posisi tes yang nyaman, dokter Anda akan dengan lembut memasukkan jari yang menggunakan sarung tangan. Kemudian, dokter akan memeriksa adanya kelainan, misal adanya tonjolan pada belajang dinding rektum yang menandakan pembesaran prostat.

Benjolan bisa saja merupakan tumor prostat, namun memiliki permukaan yang lebih halus jika disentuh. Selama proses ini, beberapa orang mungkin merasakan kesakitan atau desakan ingin buang air kecil. Hal ini terjadi karena tangan dokter yang masuk, memberikan tekanan kuat pada prostat.

Pemeriksaan rectal toucher tidak hanya pada pria saja. Wanita juga bisa menjalani tes pemeriksaan ini ketika mengunjungi ginekologi, dengan tujuan untuk memeriksa ruang antara rektum dengan vagina.

Pada orang yang memiliki ambeien (pembengkakan pembuluh dekat rektum), perdarahan bisa saja terjadi. Pemeriksaan dubur ini kemungkinan dapat membantu mendiagnosis kanker usus besar bagian bawah, tapi hanya pada kasus-kasus tertentu.

Tes pada pasien kanker usus besar biasanya bertujuan untuk mendapatkan sampel feses. Sampel ini kemudian akan diperiksa untuk melihat adanya perdarahan. Kemudian, mungkin berlanjut dengan tes lain, seperti tes darah okultisme.

Apa yang harus dilakukan setelah digital rectal examination?

Prosedur colok dubur adalah tes pemeriksaan yang aman dan mudah. Tidak ada peralatan khusus, selain sarung tangan dan pelumas.

Tidak ada tindakan khusus setelah Anda menjalani tes ini. Rasa tidak nyaman pada dubur dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa jam atau hari saja.

Hasil digital rectal examination

operasi bypass jantung

Apa yang bisa pahami dari hasil digital rectal examination?

Tergantung dengan tes lanjutan lainnya yang Anda jalani, tapi umumnya hasil pemeriksaan bisa Anda dapatkan pada hari yang sama setelah tes. Namun, mungkin juga perlu menunggu sekitar satu atau dua hari.

Berikut ini adalah hasil penjelasan tes rectal toucher yang mungkin Anda dapatkan.

  • Normal: ukuran prostat normal untuk seusia Anda dan permukaannya halus.
  • Lebih besar daripada ukuran normal orang yang seusia Anda: ini bisa menjadi tanda pembesaran prostat.
  • Keras, padat, dan halus: ini merupakan tanda dari kanker prostat.

Perlu Anda ketahui bahwa tes ini tidak sepenuhnya akurat. Orang yang mengalami pembesaran prostat atau kanker prostat, bisa saja memiliki prostat yang kesannya normal. Oleh karena itu, agar diagnosis lebih akurat, perlu tes lanjutan, misalnya biopsi.

Jika diagnosis kanker ditegakkan, Anda mungkin perlu menjalani operasi pengangkatan tumor, kemoterapi, radioterapi, atau pengobatan kanker lainnya. Dokter akan merekomendasikan jenis pengobatan sesuai dengan tingkat keparahan kanker yang Anda derita.

Sementara jika dokter mendiagnosis kondisi tersebut sebagai pembesaran prostat, dokter akan melakukan pengawasan pada tahap awal. Selanjutnya, dokter bisa menentukan pengobatan dapat berupa obat-obatan atau operasi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Digital rectal examination (DRE). (n.d.). Retrieved June 11, 2021, from https://prostatecanceruk.org/prostate-information/prostate-tests/digital-rectal-examination-dre.

Digital rectal exam. (n.d.). Retrieved June 11, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prostate-cancer/multimedia/digital-rectal-exam/img-20006434.

Prostate cancer signs and symptoms. (n.d.). Retrieved June 11, 2021, from https://www.cancer.org/cancer/prostate-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-symptoms.html

Benign prostatic Hyperplasia (BPH). (n.d.). Retrieved June 11, 2021, from https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/b/benign-prostatic-hyperplasia-(bph).

Roobol, M. J., Van Vugt, H. A., Loeb, S., Zhu, X., Bul, M., Bangma, C. H., . . . Schröder, F. H. (2012). Prediction of prostate cancer risk: The role of PROSTATE volume and digital RECTAL examination in the erspc risk calculators. European Urology, 61(3), 577-583. doi:10.1016/j.eururo.2011.11.012.

Romero, F. R., Romero, A. W., Tambara Filho, R., Brenny Filho, T., & Oliveira Júnior, F. C. (2011).Patient positioning during digital rectal examination of the prostate: Preferences, tolerability, and results. International Braz J Urol, 37(3), 371-379. doi:10.1590/s1677-55382011000300011.

Koulikov, D., Mamber, A., Fridmans, A., Abu Arafeh, W., & Shenfeld, O. Z. (2012). Why i cannot find the prostate? Behind the subjectivity of rectal exam. ISRN Urology, 2012, 1-4. doi:10.5402/2012/456821.

Joguet, E., Robert, R., Labat, J.J. et al. Anatomical basis of digital rectal examination. Surg Radiol Anat 34, 73–79 (2012). https://doi.org/10.1007/s00276-011-0832-8.

Chu, D., De Nunzio, C., Gerber, L. et al. Predictive value of digital rectal examination for prostate cancer detection is modified by obesity. Prostate Cancer Prostatic Dis 14, 346–353 (2011). https://doi.org/10.1038/pcan.2011.31.

Ahmad, S., Manecksha, R. P., Cullen, I. M., Flynn, R. J., McDermott, T. E., Grainger, R., & Thornhill, J. A. (2011). Estimation of clinically significant prostate volumes by digital rectal examination: a comparative prospective studyThe Canadian journal of urology18(6), 6025–6030..

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 30/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x