Macam-Macam Kanker pada Pria yang Harus Diwaspadai

    Macam-Macam Kanker pada Pria yang Harus Diwaspadai

    Secara umum, kanker menjadi “pembunuh” kedua terbesar bagi pria dari segala usia setelah penyakit jantung. Lantas, apa saja macam-macam penyakit kanker yang sering terjadi pada pria? Untuk mengetahuinya, simak pembahasan berikut ini.

    Macam-macam penyakit kanker pada pria

    Beberapa jenis penyakit kanker memang lebih berisiko terjadi pada kaum pria daripada wanita.

    Menurut The Global Cancer Observatory (Globocan) pada 2020, jenis kanker yang umum menyerang pria di Indonesia meliputi kanker paru, kanker kolorektal, dan kanker prostat.

    Mengetahui jenis dan gejala kanker pada pria membantu mencegah dan mendeteksi penyakit lebih awal. Hal ini bisa mengurangi komplikasi dan menyelamatkan hidup Anda.

    Berikut ini merupakan macam-macam kanker pada pria yang sering terjadi dan perlu diwaspadai.

    1. Kanker paru

    kanker paru usia muda

    Kanker paru sering dikaitkan dengan kebiasaan merokok. Hal ini ada benarnya, sebab sekitar 10–20% perokok memiliki risiko untuk mengembangkan kanker pada paru-parunya.

    Di samping rokok, paparan polusi udara dan zat kimia berbahaya yang terhirup ke saluran pernapasan, seperti radon, juga dapat meningkatkan risiko penyakit ini.

    Kebanyakan pengidap kanker paru tidak mengalami gejala. Gangguan ini baru menimbulkan sakit dan ketidaknyamanan saat berada pada stadium lanjut.

    Adapun, beberapa gejala umum dari kanker paru yang perlu Anda waspadai meliputi:

    • rasa sakit atau nyeri dada,
    • kesulitan bernapas,
    • batuk terus-menerus.
    • adanya darah dalam dahak,
    • napas bunyi (mengi),
    • kelelahan yang tidak biasa, dan
    • penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

    Salah satu langkah terbaik untuk mencegah kanker paru-paru yakni dengan berhenti merokok.

    Untuk orang yang tidak merokok, Anda juga perlu menghindari paparan asap rokok dan polusi udara, seperti dengan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

    2. Kanker nasofaring

    Sel kanker juga bisa menyerang bagian saluran pernapasan lain, yakni nasofaring. Bagian ini terletak di atas tenggorokan yang terhubung dengan bagian belakang hidung.

    Pada stadium awal, kanker nasofaring umumnya tidak bergejala. Pengidap kanker ini sering mengalami pembengkakan pada kedua sisi leher yang berada dekat area nasofaring.

    Selain pembengkakan, ciri-ciri kanker nasofaring yang dapat dirasakan meliputi:

    • benjolan leher yang tidak hilang setelah tiga minggu,
    • sering mengalami infeksi telinga,
    • telinga berdenging (tinnitus),
    • sakit kepala terus-menerus,
    • hidung tersumbat hingga mimisan,
    • mati rasa pada bagian bawah wajah,
    • kesulitan membuka mulut dan menelan,
    • perubahan suara atau serak, dan
    • penglihatan kabur.

    Kanker nasofaring lebih sering menyerang pria. Bahkan, penyakit ini berada pada peringkat keempat dari macam-macam penyakit kanker pada pria di Indonesia.

    Menerapkan pola makan yang sehat, berhenti merokok, dan menghindari konsumsi alkohol dapat menurunkan risiko masalah kesehatan ini.

    3. Kanker kolorektal

    usia kena kanker kolorektal

    Di antara macam-macam kanker pada pria, salah satu yang paling berbahaya ialah kanker kolorektal. Penyakit ini sendiri menyerang usus besar (kolon) dan bagian akhir dari usus besar sebelum anus (rektum).

    Meski bisa terjadi pada segala kelompok usia, penyakit kanker yang menyerang saluran pencernaan ini lebih sering terdeteksi pada orang yang berusia 50 tahun ke atas.

    Kanker usus besar atau rektum mungkin menimbulkan gejala yang berbeda. Akan tetapi, ada sejumlah gejala umum yang dapat dirasakan pengidapnya, meliputi:

    • diare atau sembelit terus-menerus,
    • perdarahan pada anus,
    • feses berdarah,
    • nyeri perut seperti ditusuk-tusuk jarum,
    • mual dan muntah,
    • perut selalu terasa penuh,
    • perasaan mudah kenyang,
    • tubuh terasa lemah, dan
    • berat badan menurun tanpa alasan jelas.

    Kanker ini tidak bisa dicegah, tetapi deteksi dini dapat menyelamatkan nyawa Anda. Dikutip dari Cleveland Clinic, orang yang berusia 45 tahun harus menjalani skrining kanker secara rutin.

    Bahkan, prosedur medis ini perlu dilakukan lebih awal bila salah satu anggota keluarga Anda pernah mengalami kanker kolorektal atau memiliki faktor risiko lainnya.

    4. Kanker hati

    Faktor hormonal, infeksi hepatitis kronis, hingga konsumsi alkohol secara berlebihan pada pria dapat meningkatkan risiko kanker hati.

    Hepatocellular carcinoma merupakan salah satu jenis kanker yang umum terjadi. Sel kanker umumnya berawal dari hepatosit atau sel utama pada liver.

    Kanker hati lebih sering terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita. Penyakit ini juga lebih sering menyerang pria berusia di atas 50 tahun.

    Beberapa gejala kanker hati para pria yng perlu Anda perhatikan meliputi:

    • penurunan berat badan secara drastis,
    • kehilangan nafsu makan,
    • nyeri perut bagian kanan atas,
    • sering mual dan muntah,
    • kelemahan yang tidak biasa,
    • pembengkakan pada perut,
    • kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice), dan
    • feses pucat dan bertekstur kapur.

    Kanker ini bisa dicegah dengan membatasi atau berhenti minum alkohol. Penting juga untuk menjaga berat badan ideal, yakni dengan mengatur pola makan dan rutin olahraga.

    5. Kanker prostat

    organ prostat

    Prostat merupakan bagian organ reproduksi pria yang berfungsi memproduksi cairan untuk melindungi dan mengangkut sel sperma. Kelenjar ini terletak di bawah kandung kemih.

    Seiring pertambahan usia, kelenjar prostat akan makin membesar. Sel-sel kanker juga bisa muncul pada bagian luar kelenjar sehingga menyebabkan kanker prostat.

    Kanker prostat sering kali menjari penyebab kematian tertinggi pada pria. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada lansia, utamanya berusia 50 tahun ke atas.

    Gejala kanker prostat pada pria jarang muncul pada stadium awal. Namun, beberapa tanda yang umumnya perlu Anda perhatikan meliputi:

    • kesulitan untuk buang air kecil,
    • buang air kecil terasa tidak tuntas,
    • lebih sering buang air kecil,
    • terbangun pada malam hari untuk kencing (nokturia),
    • darah dalam urine atau air mani,
    • penurunan berat badan, dan
    • disfungsi ereksi.

    Pola hidup sehat membantu menurunkan risiko kanker prostat. Pencegahan juga bisa Anda lakukan dengan melakukan skrining kanker prostat secara rutin.

    Pada umumnya, penyebab dari macam-macam kanker pada pria belum diketahui secara pasti.

    Untuk mencegah penyakit kanker, Anda tentu harus menghindari faktor risiko penyakit kanker, seperti pola makan yang tidak sehat, merokok, dan minum alkohol berlebihan.

    Penting untuk melakukan deteksi kanker sedini mungkin. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi sel-sel abnormal dalam tubuh sebelum menunjukkan gejala kanker.

    Dengan begitu, penyakit kanker dapat diatasi sebelum menyebar luas dan sulit disembuhkan.

    Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar macam-macam kanker yang berisiko pada pria, konsultasikan dengan dokter untuk memperoleh solusi terbaik.

    Kesimpulan

    • Menurut Globocan 2020, macam-macam kanker yang sering terjadi pada pria meliputi kanker paru, kanker nasofaring, kanker kolorektal, kanker hati, dan kanker prostat.
    • Kebanyakan penyakit kanker tidak bergejala pada stadium awal dan baru muncul saat kondisinya sudah parah.
    • Selain menerapkan gaya hidup sehat, pencegahan kanker bisa Anda lakukan dengan deteksi dini kanker bersama dokter.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

    General Practitioner · Klinik Chika Medika


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 01/12/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan