backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Metastasis, Penyebaran Sel Kanker ke Organ Tubuh Lain

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

Metastasis, Penyebaran Sel Kanker ke Organ Tubuh Lain

Perkembangan sel kanker memang bisa dikendalikan. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa penyakit ini bisa menyebar, bahkan ke area tubuh lain yang jauh dari area munculnya sel kanker. Dalam dunia medis, ini dikenal sebagai metastasis.

Walaupun metastasis menandakan bahwa kanker telah memasuki tahap lanjutan, bukan berarti kondisi ini benar-benar tidak bisa ditangani. Untuk memahami kondisi ini lebih lanjut, simak uraian berikut.

Apa yang dimaksud dengan metastasis?

Metastasis adalah kondisi ketika sel kanker sudah menyebar ke jaringan di sekitar atau bahkan ke organ lain yang jauh dari tempat pertama kalinya kanker ditemukan.

Penyebaran ini biasanya terjadi melalui pembuluh darah atau pembuluh limfatik (kelenjar getah bening).

Semua jenis sel kanker berpotensi untuk terus membelah diri tanpa terkendali sehingga menyebabkan penyebaran.

Namun, mengutip laman Cleveland Clinic, jenis kanker yang paling sering berkembang hingga tahap metastasis adalah kanker payudara, prostat, paru, tulang, hati, ginjal, tiroid, dan pankreas.

Tahapan metastasis kanker

manfaat tomat untuk kanker

Sel kanker bisa menyebar secara lokal ke jaringan sekitarnya maupun secara regional, yaitu ke jaringan yang jauh dari sel kanker utama.

Paru-paru, hati, tulang, dan otak menjadi area yang paling sering ditumbuhi kanker hasil metastasis.

Namun, terkadang dokter bisa menemukan metastasis tanpa daerah asal kanker. Kondisi ini disebut cancer of unknown primary (CUPS).

Berikut ini adalah cara sel kanker menyebar dan menyebabkan metastasis.

  • Sel kanker tumbuh dan menyebar ke jaringan sehat di sekitarnya.
  • Sel kanker menyebar ke dinding kelenjar getah bening atau pembuluh darah terdekat.
  • Kanker terbawa oleh aliran darah atau saluran kelenjar getah bening dan bergerak ke jaringan organ lain untuk membentuk tumor baru.
  • Selama perjalanan tersebut, sel kanker mungkin hancur oleh sistem imun atau aliran darah yang deras.

Jika sel kanker mampu bertahan, mereka akan menempel ke jaringan baru yang masih sehat dan membentuk tumor.

Setelah itu, sel tersebut akan membentuk pembuluh darah untuk mendapatkan suplai darah sehingga bisa terus berkembang.

Sebagian besar penyakit ini memang hasil dari perkembangan kanker stadium lanjut. Meski begitu, bukan berarti pertumbuhan kanker di tahap awal tidak bisa menyebar.

Sebagai contoh, kanker testis diketahui bisa menyebar meski masih stadium awal. Namun, pada tahap ini, kanker juga lebih mudah dikendalikan, bahkan disembuhkan.

Gejala metastasis kanker

Ciri-ciri metastatic cancer bisa bervariasi, tergantung di mana tempat baru sel kanker menempel. Berikut adalah beberapa gejala metastasis berdasarkan lokasi sel tumor yang baru ditemukan.

1. Tulang

Tanda pertama metastasis tulang adalah kerusakan tulang atau bahkan patah tulang. Kondisi ini bisa terjadi setelah cedera maupun tanpa cedera sama sekali.

Kerusakan tulang biasanya disertai nyeri punggung, mati rasa pada kaki, hingga kesulitan untuk mengontrol buang air besar dan kecil.

2. Otak

Sakit kepala, pusing, kesulitan bicara, gangguan penglihatan, hingga kesulitan berjalan merupakan gejala utama penyebaran kanker pada otak.

Sel kanker pada otak juga bisa menyebabkan gejala lebih serius, seperti gangguan memori, penurunan kemampuan berpikir, hingga perubahan perilaku.

3. Paru-paru

Dibandingkan organ lain, gejala kanker metastasis paru-paru termasuk yang sulit dikenali. Pasalnya, gejala yang ditimbulkan mungkin menyerupai gangguan pernapasan secara umum.

Beberapa gejala metastasis paru adalah batuk kering, berdahak, atau berdarah. Selain itu, pasien mungkin juga mengalami nyeri dada dan sesak napas.

4. Hati

Penurunan berat badan, mual, hingga penyakit kuning merupakan gejala dari perkembangan sel kanker pada hati.

Ketika diperiksa melalui USG, metastasis hati juga tampak menyebabkan penumpukan cairan di dalam perut (asites). Kondisi ini kerap disertai penurunan berat badan yang drastis.

Diagnosis metastasis

pantangan kanker hati

Berikut adalah beberapa tes yang bisa dilakukan dokter untuk mencari tahu apakah sel kanker pasien sudah tersebar.

  • USG: melihat kondisi perut, terutama untuk mendeteksi cairan.
  • CT scan: mendeteksi kelainan pada kepala, leher, dada, perut, dan panggul. Pemeriksan ini paling sering digunakan untuk mendeteksi tumor pada paru, hati, dan kelenjar getah bening.
  • Pemindaian tulang: pemeriksaan menggunakan pelacak radioaktif untuk mengevaluasi kerusakan tulang akibat kanker.
  • MRI: mendeteksi kerusakan sumsum tulang belakang atau mencari penyebaran kanker pada otak.
  • PET scan: pemeriksaan menggunakan spektrum warna khusus sebagai pelacak radioaktif untuk mendeteksi kanker pada bagian tubuh tertentu.
  • Biopsi: pengambilan sampel jaringan untuk mendeteksi keberadaan sel kanker.

Setelah mendapatkan hasil dari berbagai tes tersebut, dokter bisa menggunakan sistem TNM untuk mengetahui stadium kanker. Berikut adalah penjelasan dari sistem TNM.

  • T (tumor): ukuran dan luas tumor utama atau tumor primer.
  • N (nodus limfa): jumlah kelenjar getah bening di sekitar tumor primer yang memiliki sel kanker.
  • M (metastasis): mengetahui apakah kanker sudah bermetastasis dan sejauh mana.

Pengobatan kanker metastasis

Meski ada beberapa jenis kanker metastasis yang bisa disembuhkan, seperti kanker testis, tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar kasus penyebaran kanker sulit diatasi.

Oleh karena itu, pengobatan biasanya berfokus pada pengendalian pertumbuhan kanker dan meredakan gejala yang muncul sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga.

Pengobatan metastasis pada dasarnya sama seperti pengobatan kanker pada umumnya. Dokter akan menyesuaikannya dengan jenis kanker primer, lokasi penyebaran, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Berikut adalah pilihan pengobatan yang mungkin direkomendasikan oleh dokter.

  • Kemoterapi: pemberian obat-obatan, baik secara oral maupun intravena (melalui infus) untuk membunuh atau mengecilkan sel kanker.
  • Radioterapi: penyinaran menggunakan sinar X pada area tertentu untuk menghancurkan sel kanker.
  • Operasi: pengangkatan sel kanker dari dalam tubuh.
  • Ablasi: penggunaan gelombang listrik frekuensi tinggi, gelombang mikro, nitrogen cair, atau etanol untuk menghancurkan sel kanker.

Selain pengobatan intensif dari dokter, pasien kanker biasanya juga diminta untuk menerapkan gaya hidup sehat sehingga kualitas hidupnya bisa meningkat.

Kanker yang mencapai tahap metastasis memang lebih sulit disembuhkan. Namun, dengan perawatan yang tepat, pasien kanker tetap bisa memiliki kualitas hidup yang baik.

Selain itu, jangan takut untuk periksa ke dokter jika Anda merasakan gejala di atas. Pasalnya, semakin dini kanker ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan pengobatannya.

Kesimpulan

  • Metastasis adalah kondisi saat sel kanker sudah menyebar, baik ke area sekitar kanker maupun organ tubuh lain yang jauh dari asal kanker.
  • Gejala tahapan kanker ini bisa berbeda-beda, tergantung di mana pertumbuhan tumor baru terjadi. Paru, otak, tulang, dan hati merupakan organ yang paling sering terkena metastatic cancer.
  • Sebagian besar kanker metastasis memang tidak bisa sembuh total. Namun, dengan perawatan yang tepat, pasien kanker tetap bisa memiliki kualitas hidup yang baik.
  • Pengobatan metastatic cancer sama seperti jenis kanker lainnya, yaitu kemoterapi, radioaktif, ablasi, dan operasi.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan