Iskemia Miokardium

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu iskemia miokardium?

Iskemia miokardium adalah kondisi yang terjadi ketika aliran darah berhenti pada sebagian jantung, menyebabkan kerusakan pada otot jantung. Jantung membutuhkan pasokan oksigen dan nutrisi yang konstan, yang dihantarkan oleh arteri. Jika salah satu dari arteri ini tersumbat tiba-tiba, sebagian jantung menjadi kekurangan oksigen, suatu kondisi yang disebut “iskemia jantung.” Jika iskemia jantung berlangsung terlalu lama, jaringan jantung yang kekurangan oksigen akan mati.

Seberapa umumkah iskemia miokardium?

Iskemia miokardium adalah masalah yang cukup umum  terkait dengan penuaan. Seiring bertambahnya usia, risiko iskemia miokardium meningkat. Pada pria, risiko ini meningkat setelah usia 45 tahun. Pada wanita, risiko ini meningkat setelah usia 55 tahun.

Namun, ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala iskemia miokardium?

Meskipun gejala klasik dari iskemia miokardium adalah nyeri dada dan sesak napas, gejala-gejalanya dapat cukup beragam. Gejala yang paling umum dari iskemia miokardium antara lain:

  • tekanan atau sesak di dada
  • nyeri di dada, punggung, rahang, dan area lain di tubuh bagian atas yang berlangsung lebih dari beberapa menit atau yang datang dan pergi kembali
  • sesak napas
  • berkeringat
  • mual
  • muntah
  • pusing
  • denyut jantung cepat

Penting untuk dicatat bahwa tidak semua orang yang menderita iskemia miokardium mengalami gejala yang sama atau tingkat keparahan gejala yang sama. Nyeri dada adalah gejala yang paling umum dilaporkan baik di antara pria maupun wanita. Namun, wanita lebih cenderung untuk mengalami yang berikut daripada pria:

  • sesak napas
  • nyeri rahang
  • nyeri punggung atas
  • pening
  • mual
  • muntah

Bahkan, sejumlah wanita yang pernah menderita iskemia miokardium melaporkan bahwa gejala mereka terasa seperti gejala flu.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab iskemia miokardium?

Penumpukan plak dan kemudian pengerasan arteri membatasi aliran darah dalam arteri, mencegah organ dan jaringan mendapatkan oksigen darah yang dibutuhkan untuk berfungsi.

Berikut adalah penyebab umum dari pengerasan arteri:

  • Kolesterol tinggi

Kolesterol adalah zat kuning seperti lilin yang secara alami terdapat dalam tubuh dan juga dalam makanan tertentu yang Anda makan. Zat ini dapat meningkat dalam darah dan menyumbat arteri. Kolesterol menjadi plak keras yang membatasi atau menyumbat sirkulasi darah ke jantung dan organ lainnya.

  • Lemak

Makan makanan tinggi lemak juga dapat menyebabkan penumpukan plak.

  • Penuaan

Seiring bertambahnya usia, jantung dan pembuluh darah bekerja lebih keras untuk memompa dan menerima darah. Arteri dapat melemah dan menjadi kurang elastis, sehingga menjadi lebih rentan terhadap penumpukan plak.

Beberapa penyebab umum lainnya adalah:

  • merokok dan sumber tembakau lainnya
  • resistensi insulin, obesitas atau diabetes
  • peradangan akibat penyakit, seperti arthritis, lupus atau infeksi, atau peradangan karena sebab yang tidak diketahui

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk iskemia miokardium?

Berikut adalah faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami iskemia miokardium:

  • Tekanan darah tinggi

Anda berisiko lebih tinggi mengalami iskemia miokardium jika Anda memiliki tekanan darah tinggi. Tekanan darah yang normal adalah 120/80 mm Hg (millimeter merkuri) atau kurang, tergantung pada usia. Seiring meningkatnya angka tersebut, begitu pula dengan risiko Anda terkena masalah jantung. Memiliki tekanan darah tinggi merusak arteri dan mempercepat penumpukan plak.

  • Kadar kolesterol tinggi

Memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah menempatkan Anda pada risiko infark miokardium. Anda dapat menurunkan kolesterol dengan membuat perubahan pada diet atau dengan menggunakan obat-obatan tertentu yang disebut statin.

  • Kadar trigliserida tinggi

Kadar trigliserida yang tinggi juga meningkatkan risiko Anda mengalami iskemia miokardium. Trigliserida adalah sejenis lemak yang menyumbat arteri. Trigliserida dari makanan yang Anda makan berpindah melalui darah hingga tersimpan dalam tubuh Anda, biasanya dalam sel-sel lemak. Namun, sebagian trigliserida dapat tetap berada dalam arteri dan berkontribusi terhadap penumpukan plak.

  • Diabetes dan kadar gula darah tinggi

Diabetes adalah suatu kondisi yang menyebabkan kadar gula darah, atau glukosa, untuk meningkat. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan akhirnya menyebabkan penyakit arteri koroner. Ini adalah kondisi kesehatan serius yang dapat memicu iskemia miokardium pada sebagian orang.

  • Obesitas

Risiko Anda mengalami iskemia miokardium lebih tinggi jika Anda sangat kelebihan berat badan. Obesitas dikaitkan dengan berbagai kondisi yang meningkatkan risiko iskemia miokardium, termasuk:

  • diabetes
  • tekanan darah tinggi
  • kadar kolesterol tinggi
  • kadar trigliserida tinggi
  • Merokok

Merokok produk tembakau meningkatkan risiko iskemia miokardium. Merokok juga dapat menyebabkan kondisi dan penyakit kardiovaskular lainnya.

  • Usia

Risiko mengalami iskemia miokardium meningkat seiring usia. Pria lebih berisiko mengalami iskemia miokardium setelah usia 45 tahun, dan wanita lebih berisiko mengalami iskemia miokardium setelah usia 55 tahun.

  • Riwayat keluarga

Anda lebih berisiko untuk mengalami iskemia miokardium jika Anda memiliki riwayat keluarga akan penyakit jantung dini. Risiko Anda khususnya tinggi jika Anda memiliki anggota keluarga pria yang terkena penyakit jantung sebelum usia 55 tahun atau jika Anda memiliki anggota keluarga wanita yang terkena penyakit jantung sebelum usia 65 tahun.

  • Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko iskemia miokardium antara lain:
  1. stres
  2. kurang olahraga
  3. penggunaan narkoba tertentu, termasuk kokain dan amfetamin
  4. riwayat preeclampsia, atau tekanan darah tinggi selama kehamilan

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana iskemia miokardium didiagnosis?

Dokter akan mulai dengan riwayat medis dan pemeriksaan fisik jika ia mencurigai bahwa Anda mengalami iskemia miokardium. Selanjutnya, dokter mungkin akan menganjurkan:

  • Electrocardiogram (ECG)

Aktivitas listrik jantung Anda akan direkam melalui elektroda yang dipasangkan pada kulit Anda. Kelainan tertentu pada aktivitas listrik jantung dapat mengindikasikan iskemia miokardium.

  • Echocardiogram

Gelombang suara yang diarahkan ke jantung Anda dari alat seperti tongkat yang dipegangkan ke dada Anda akan menghasilkan gambar video jantung Anda. Echocardiogram dapat membantu mengidentifikasi apakah area jantung telah rusak dan tidak memompa dengan normal.

  • Scan nuklir

Sejumlah kecil materi radioaktif akan disuntikkan ke aliran darah Anda. Sementara Anda berolahraga, pelacak tersebut akan dimonitor seiring mengalir melalui jantung dan paru-paru Anda—membuat masalah aliran darah dapat teridentifikasi.

  • Angiografi koroner

Pewarna akan disuntikkan ke dalam pembuluh darah jantung Anda. Mesin X-ray kemudian mengabil serangkaian gambar (angiogram), memberikan penampakan detail bagian dalam pembuluh darah Anda.

  • CT scan jantung

Tes ini dapat menentukan apakah Anda memiliki kalsifikasi arteri koroner. Arteri jantung juga dapat dilihat menggunakan CT scanning (CT angiogram koroner).

  • Tes stres

Ritme jantung, tekanan darah dan pernapasan Anda akan dimonitor sementara Anda berjalan di atas treadmill atau mengayuh sepeda listrik. Olahraga membuat jantung memompa lebih keras dan cepat daripada biasanya, sehingga tes stres dapat mendeteksi masalah jantung yang mungkin tidak akan terlihat menggunakan cara lain.

Apa saja pengobatan untuk iskemia miokardium?

Iskemia miokardium membutuhkan pengobatan segera, jadi kebanyakan perawatan dimulai di ruang gawat darurat. Prosedur bedah yang disebut angioplasty dapat digunakan untuk membuka penyumbatan arteri yang memasok darah ke jantung. Selama angioplasty, dokter akan memasukkan selang panjang dan tipis yang disebut kateter melalui arteri untuk mencapai penyumbatan. Kemudian ia akan mengembangkan balon kecil yang terpasang pada kateter untuk membuka kembali arteri, membuat aliran darah dapat berjalan kembali. Dokter juga dapat menempatkan selang kecil dan bertautan yang disebut stent di lokasi penyumbatan. Stent ini dapat mencegah arteri menutup kembali.

Dokter mungkin juga ingin melakukan operasi bypass jantung (CABG) dalam sejumlah kasus. Dalam prosedur ini, dokter akan mengubah rute vena dan arteri sehingga darah dapat mengalir di sekitar penyumbatan. CABG terkadang dilakukan segera setelah iskemia miokardium terjadi. Namun, dalam kebanyakan kasus, CABG dilakukan beberapa hari setelah insiden tersebut sehingga jantung Anda memiliki waktu untuk sembuh.

Sejumlah obat-obatan yang berbeda juga dapat digunakan untuk mengobati iskemia miokardium:

  • Pengencer darah, seperti aspirin, sering digunakan untuk memecah gumpalan darah dan meningkatkan aliran darah melalui arteri yang sempit.
  • Trombolitik sering digunakan untuk melarutkan gumpalan.
  • Obat antiplatelet, seperti clopidogrel, dapat digunakan untuk mencegah terbentuknya gumpalan yang baru dan mencegah bertambah besarnya gumpalan yang ada.
  • Nitrogliserin dapat digunakan untuk memperlebar pembuluh darah.
  • Beta-blocker menurunkan tekanan darah dan membuat otot jantung relaks. Ini dapat membantu membatasi tingkat keparahan kerusakan jantung.
  • ACE inhibitor juga dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi stres pada jantung.
  • Pereda nyeri dapat digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan yang Anda rasakan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi iskemia miokardium?

Pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengurangi risiko iskemia miokardium, antara lain:

  • Berhenti merokok. Diskusikan dengan dokter mengenai strategi mengurangi rokok. Usahakan juga untuk menghindari secondhand smoke.
  • Atasi kondisi kesehatan yang mendasari. Obati penyakit atau kondisi yang dapat meningkatkan risiko iskemia miokardium, seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol darah tinggi.
  • Jalani diet sehat. Batasi lemak jenuh dan makan banyak biji-bijian, buah-buahan dan sayuran. Ketahui angka kolesterol Anda dan tanyakan pada dokter apakah Anda telah menurunkannya hingga tingkat yang dianjurkan.
  • Berolahraga. Diskusikan pada dokter mengenai memulai program olahraga aman untuk meningkatkan aliran darah ke jantung.
  • Pertahankan berat badan sehat. Jika Anda kelebihan berat badan, diskusikan pada dokter mengenai pilihan penurunan berat badan.
  • Kurangi stres. Lakukan teknik sehat untuk mengatasi stres, seperti relaksasi otot dan pernapasan dalam.
  • Penting untuk menjalani checkup rutin. Beberapa faktor risiko utama iskemia miokardium—kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan diabetes—tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Deteksi dan pengobatan dini dapat memperbaiki tahap tersebut untuk kesehatan jantung yang lebih baik seumur hidup.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca