Hipotiroidisme

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hipotiroidisme?

Hipotiroidisme atau lebih umum disebut dengan hipotiroid adalah kondisi yang terjadi saat tiroid tidak menghasilkan cukup hormon tiroid. Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu di depan leher. Tugasnya menghasilkan hormon tetraiodothyronine (T4) dan triiodothyronine (T3) yang berfungsi mengendalikan cara kerja tubuh dalam menggunakan energi.

Seberapa umum penyakit hipotiroid terjadi?

Orang dengan usia berapa pun dapat terkena hipotiroid, namun lansia lebih mudah terkena kondisi ini. Wanita di atas 60 tahun memiliki risiko yang paling tinggi untuk terkena hipotiroid. Anda juga cenderung memiliki penyakit hipotiroid ini apabila menurun di keluarga Anda.

Namun, hipotiroidisme dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor pemicunya. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hipotiroid?

Hipotiroid adalah kondisi kurangnya hormon tiroid di dalam tubuh. Tanda-tanda dan gejala hipotiroid yang muncul biasanya berbeda bergantung seberapa parahnya tubuh Anda kekurangan hormon tiroid. Namun umumnya, masalah yang muncul akan cenderung berkembang dengan perlahan, dalam beberapa tahun.

Pada awalnya, Anda mungkin jarang menyadari tanda-tanda dan gejala dari hipotiroidisme, seperti kelelahan dan bertambahnya berat badan. Anda mungkin merasa gejala itu sebagai gejala umum yang dirasakan ketika seseorang bertambah usia. Namun, hipotiroidisme mengakibatkan metabolisme Anda jadi melambat. Melambatnya metabolisme mungkin akan membuat Anda mengalami tanda-tanda dan gejala yang lebih jelas. Tanda-tanda dari hipotiroidisme meliputi:

  • Kelelahan
  • Meningkatnya sensitivitas terhadap dingin
  • Sembelit
  • Kulit kering
  • Bertambahnya berat badan
  • Muka bengkak
  • Suara serak
  • Kelemahan otot
  • Meningkatnya kadar kolesterol darah
  • Nyeri dan kaku otot
  • Perdarahan menstruasi yang lebih hebat dari biasanya atau tidak teratur
  • Rambut menipis
  • Detak jantung melambat
  • Depresi
  • Gangguan ingatan

Apabila hipotiroidisme tidak diatasi, tanda-tanda dan gejala dapat menjadi lebih serius secara bertahap. Rangsangan terus-menerus yang terjadi pada kelenjar tiroid untuk menghasilkan lebih banyak hormon akan menyebabkan pembesaran tiroid (gondok). Selain itu, Anda mungkin menjadi lebih pelupa, lama dalam proses berpikir atau depresi.

Pada beberapa kasus, hipotiroidisme bisa saja berkembang menjadi tingkat lanjut yang disebut dengan myxedema. Meskipun merupakan kondisi langka, apabila sampai terjadi kondisi ini dapat membahayakan nyawa. Tanda-tanda dan gejala yang muncul bisa meliputi tekanan darah rendah, menurunnya pernapasan, menurunnya suhu tubuh, tidak responsif, dan bahkan koma.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat menghentikan kondisi hipotiroid memburuk dan mencegah kondisi medis darurat lainnya. Untuk itu, bicaralah pada dokter Anda segera untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab hipotiroidisme?

Hipotiroid terjadi ketika tubuh Anda, dalam hal ini kelenjar tiroid tidak mampu menghasilkan hormon secara efektif. Akibatnya, keseimbangan reaksi kimia dalam tubuh dapat terganggu. Kemungkinan ada beberapa penyebab, termasuk penyakit autoimun, pengobatan untuk hipertiroidisme, terapi radiasi, operasi tiroid, dan obat-obatan tertentu.

Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid, yaitu triiodothyronine (T3) dan thyroxine (T4), memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan dan akan memngaruhi seluruh aspek metabolisme Anda. Hormon tiroid menjaga kecepatan tubuh dalam menggunakan lemak dan karbohidrat, membantu mengendalikan suhu tubuh, memengaruhi detak jantung, dan mengatur produksi protein.

Hipotiroidisme terjadi saat kelenjar tiroid gagal menghasilkan cukup hormon. Hipotiroidisme dapat disebabkan beberapa faktor, termasuk:

Penyakit autoimun

Orang yang mempunyai gangguan inflamasi tertentu, yang disebut Hashimoto’s thyroiditis, memiliki penyebab utama hipotiroidisme. Penyakit autoimun terjadi saat sistem imun mengasilkan antibodi yang menyerang jaringan tubuh Anda sendiri. Kadang proses ini melibatkan kelenjar tiroid.

Perawatan untuk hipertiroidisme

Orang yang menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid (hipertiroidisme) sering kali ditangani dengan obat anti-tiroid untuk mengurangi dan menormalkan fungsi tiroid. Namun, pada beberapa kasus, perawatan untuk hipertiroidisme dapat mengakibatkan hipotiroidisme permanen.

Operasi tiroid

Mengangkat seluruh atau sebagian besar kelenja tiroid dapat mengganggu produksi hormon. Pada kasus tersebut, Anda akan perlu menggunakan hormon tiroid dari luar seumur hidup.

Terapi radiasi

Radiasi untuk mengatasi kanker pada kepala dan leher dapat memengaruhi kelenjar tiroid dan menyebabkan hipotiroidisme.

Pengobatan tertentu

Berbagai obat-obatan dapat berperan pada hipotiroidisme. Salah satu obat adalah lithium, yang digunakan untuk mengatasi kelainan psikiatris tertentu.

Faktor Pemicu

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk hipotiroid?

Ada banyak faktor pemicu untuk hipotiroid, yaitu:

  • Wanita berusia di atas 60 tahun
  • Memiliki penyakit autoimun
  • Memiliki riwayat keluarga yang juga punya penyakit tiroid
  • Memiliki penyakit autoimun lain, seperti rheumatoid arthritis atau lupus, kondisi inflamasi kronis
  • Telah diobati dengan iodin radioaktif atau obat anti-tiroid
  • Menerima radiasi pada leher atau dada atas
  • Pernah menjalani operasi tiroid (tiroidektomi sebagian)
  • Pernah mengandung atau melahirkan bayi dalam waktu 6 bulan terakhir

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana hipotiroid didiagnosis?

Apabila dokter menduga Anda mengalami kondisi ini, pemeriksaan fisik akan dilakukan dan dokter akan merekomendasikan berbagai tes. Tes darah selalu digunakan untuk mengonfirmasi diagnosis hipotiroid atau hipotiroidisme ringan. Tes yang paling sering digunakan adalah:

  • Tes thyroid-stimulating hormone (TSH)
  • Pengukuran thyroxine (T4)

Apabila tes di atas tidak normal, tes antibodi antitiroid dapat menentukan apakah Anda memiliki penyakit autoimun Hashimoto’s thyroiditis atau tidak. Hashimoto’s thyroiditis merupakan kondisi di mana sistem pertahanan tubuh menyerang kelenjar tiroid.

CT scan atau MRI pada hipotalamus atau kelenjar pituitari juga dapat dilakukan untuk melihat perubahan pada area otak tersebut.

Bagaimana cara mengobati hipotiroid?

Dipercaya bahwa penanganan standar untuk hipotiroid meliputi penggunaan hormon tiroid buatan, levothyroxine. Pengobatan oral ini mengembalikan level hormon yang cukup, memperbaiki gejala-gejala hipotiroid.

Untuk menentukan dosis yang tepat terhadap penggunaan levothyroxine, dokter akan memeriksa kadar TSH setelah 2-3 bulan. Jumlah hormon yang berlebih dapat menyebabkan efek samping, seperti:

Apabila Anda memiliki penyakit arteri koroner atau hipotiroid parah, dokter akan memulai pengobatan dengan jumlah kecil dan meningkatkannya secara bertahap. Penggantian hormon progresif membantu jantung menyesuaikan diri terhadap peningkatan metabolisme.

Obat-obatan, suplemen, dan beberapa makanan tertentu dapat memengaruhi kemampuan menyerap levothyroxine. Bicarakan dengan dokter apabila Anda mengonsumsi produk kedelai atau pola makan berserat tinggi dalam jumlah besar, atau obat-obatan lain, seperti:

  • Suplemen zat besi atau multivitamin yang mengandung zat besi
  • Cholestyramine
  • Aluminum hydroxide, yang ditemukan dalam beberapa antacid
  • Suplemen kalsium

Apabila Anda memiliki hipotiroidisme subklinis, diskusikan perawatan yang bisa Anda gunakan dengan dokter. Untuk peningkatan TSH yang relatif ringan, Anda mungkin tidak mendapatkan manfaat dari terapi hormon tiroid, justru perawatan dapat berbahaya. Untuk kadar TSH yang lebih tinggi, hormon tiroid dapat meningkatkan kadar kolestrol, kemampuan memompa jantung, dan level tenaga.

Pencegahan

Apa saja yang dapat saya lakukan untuk mencegah dan  mengobati hipotiroid?

Walau Anda tidak dapat mencegah hipotiroid, Anda dapat mengawasi tanda-tanda dari penyakit agar dapat segera diatasi sebelum telanjur memburuk. Beberapa orang yang berisiko tinggi terhadap hipotiroidisme namun tidak mengalami gejala bisa menjalani tes untuk melihat apakah mereka mereka memiliki hipotiroidisme ringan atau subklinis.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Kapan Waktu Terbaik Minum Obat Hipotiroid: Pagi Atau Malam Hari?

    Minum obat sesuai anjuran dan tepat waktu dapat membantu mempercepat penyembuhan hipotiroid. Lantas, kapan obat hipotiroid sebaiknya diminum?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Penyakit Tiroid, Health Centers 30 Oktober 2018 . Waktu baca 5 menit

    Apa Itu Kelenjar Tiroid, dan Apa Akibatnya Jika Tiroid Bermasalah?

    Selain dari otak, produksi hormon di dalam tubuh juga dihasilkan dari kelenjar tiroid. Namun sayangnya, fungsi kelenjar ini juga bisa mengalami kerusakan.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Penyakit Tiroid, Health Centers 9 Agustus 2018 . Waktu baca 13 menit

    Kaki Terasa Dingin, Padahal Udara Panas? Atasi Dengan 4 Trik Ini!

    Rasa dingin di kaki umumnya normal. Namun, kaki dingin juga bisa menandai kondisi kesehatan yang lebih serius seperti hipotiroidisme dan anemia.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Februari 2018 . Waktu baca 6 menit

    Awas, Biduran yang Tak Sembuh Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Penyakit Ini

    Biduran sering dianggap sepele. Padahal, penelitian membuktikan kalau biduran yang kronis bisa jadi tanda kondisi yang serius, seperti penyakit autoimun.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
    Dermatologi, Health Centers 7 November 2017 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    penyakit tiroid bayi cacat

    Hati-hati, Penyakit Tiroid Pada Ibu Hamil Bisa Sebabkan Bayi Lahir Cacat

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 23 November 2019 . Waktu baca 4 menit
    olahraga untuk penderita tiroid, pandemi covid-19 di luar rumah

    Jenis Olahraga Apa yang Paling Cocok untuk Penderita Tiroid? Cek di Sini

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Andini Anissa
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2019 . Waktu baca 4 menit
    menghindari kesalahan pengobatan hipotiroid

    Supaya Lekas Sembuh, Hindari 6 Kesalahan Pengobatan Hipotiroid Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 5 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit
    penyebab kolesterol tinggi

    Masalah Hormon Tiroid dan Kadar Kolesterol Tinggi, Apa Hubungannya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit