Digigit Serangga

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu digigit serangga?

Disengat atau digigit serangga umumnya akan menimbulkan rasa sakit dan menyebabkan reaksi kulit langsung. Gigitan biasanya disebabkan oleh spesies seperti semut, kutu, lalat, dan nyamuk. Sementara sengatan biasa disebabkan oleh lebah dan tawon. Ada gigitan yang menimbulkan rasa panas dan mengganggu, namun ada pula gigitan yang menyebabkan luka bakar dan alergi pada beberapa orang.

Seberapa umumkah digigit serangga?

Digigit serangga adalah hal yang umum terjadi. Biasanya orang‐orang  yang  tinggal di area hutan atau sering  pergi ke hutan akan lebih sering terkena  gigitan serangga daripada yang tinggal di daerah perkotaan. Anda dapat  mencegah kondisi ini dengan mengurangi faktor‐faktor  risiko. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala digigit serangga?

Beberapa tanda dan gejala paling umum dari disengat atau digigit serangga adalah:

  • Rasa nyeri di kulit
  • Gatal
  • Kemerahan
  • Bengkak di daerah yang digigit
  • Sensasi terbakar
  • Mati rasa

Selain itu, beberapa orang yang digigit serangga juga terkadang mengalami gejala seperti edema, lemah, pusing, kesulitan bernapas, pingsan, muntah, dan diare. Pada kasus korban reaksi alergi berat, sesak napas dapat terjadi. Bila dibiarkan dapat menimbulkan gagal napas hingga kematian. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter Anda apabila mengalami nyeri berat pada luka gigitan,  infeksi, atau menderita kejang otot, kesulitan bernapas, atau masalah kesehatan akut. Anda juga harus menghubungi dokter secara spesifik apabila mengalami gatal, kesulitan bernapas, kesulitan menelan, atau berbicara.  Apabila Anda hamil dan terkena gigitan, segera temui dokter untuk mencegah komplikasi yang dapat mempengaruhi fetus.

Penyebab

Apa penyebab digigit serangga ?

Penyebab umum dari gigitan dan sengatan biasanya adalah serangga seperti semut, kutu, lalat dan nyamuk. Terdapat pula spesies‐spesies seperti laba‐laba, kumbang, kalajengking, dan tungau.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk digigit serangga?

Anda dapat memiliki risiko digigit serangga apabila Anda pergi ke dalam hutan  tanpa pakaian pelindung atau tinggal di dekat hutan yang gelap dan lembap. Selain itu, menggunakan pakaian yang gelap, parfum yang beraroma bunga-bungaan (floral), melakukan aktivitas di luar ruangan, serta tidak menggunakan losion anti serangga saat berada di luar ruangan juga akan meningkatkan risiko Anda digigit serangga.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk digigit serangga?

Dalam banyak kasus, gigitan dan sengatan serangga umumnya tergolong minor. Kebanyakan gigitan serangga menyebabkan reaksi kecil dan lokal di mana gejala mudah ditangani. Anda cukup melakukan perawatan rumahan sederhana untuk meringankan gejala dan reaksi dari gigitan dan sengatan serangga tersebut.

Untuk  gigitan dan sengatan serangga yang sifatnya ringan, Anda dapat menggunakan  kantong  es  atau  cold  packs,  krim  steroid  dan  antihistamin  guna meredakan  gatal  dan  bengkak. Apabila terjadi reaksi alergi berat, Anda  harus  segera  temui  dokter.  Dokter Anda  akan  memberi  epinephrine  untuk meredakan kondisi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan setelah digigit serangga?

Dokter akan mendiagnosis gigitan serangga yang dialami pasien dan menanyakan hal‐hal lain yang  terkait seperti riwayat kesehatan dan aktivitas yang ia lakukan. Setelah itu, dokter akan melakukan serangkaian tes untuk menentukan pengobatan yang tepat.

Biasanya seseorang akan menyadari ketika ia tergigit sesuatu dan serangga yang menggigit. Bila memungkinkan, tangkap serangga yang menggigit agar dokter dapat menentukan dengan tepat pengobatan yang diberikan. Hal ini terutama penting bila Anda digigit oleh laba-laba tertentu yang beracun.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gigitan dan sengatan?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut ini dapat membantu Anda mengatasi rasa sakit pasca digigit serangga:

  • Jangan memecahkan lepuhan yang disebabkan gigitan serangga karena dapat menyebabkan infeksi.
  • Apabila memungkinkan, gunakan plester untuk melindungi area.
  • Reaksi lokal yang kecil dan terbatas pada area gigitan dapat diatasi dengan kompres dingin
  • Jangan mengoleskan krim atau salep pada kulit terbuka dan selalu ikuti petunjuk pada kemasan.
  • Walau gigitan dapat terasa gatal, hindari menggaruknya karena dapat merusak kulit dan menyebabkan bakteri masuk ke kulit sehingga infeksi dapat terjadi.
  • Gunakan obat‐obat penghilang rasa sakit sesuai dengan anjuran dokter.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pakai lensa kontak kadang membuat mata merah dan berair, terlebih bagi yang punya alergi. Cari tahu lebih jauh tentang alergi softlens di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Serba-serbi Informasi Seputar Dokter Spesialis Kulit yang Perlu Anda Ketahui

Dokter spesialis kulit adalah dokter yang menangani beragam masalah pada kulit. Cari tahu informasi selengkapnya melalui artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi)

Jika mata Anda mudah merah tanpa penyebab yang jelas, coba simak artikel ini karena mungkin Anda memiliki alergi mata (konjungtivitis alergi).

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Alergi Susu, Bisakah Muncul Saat Dewasa dan Bagaimana Gejalanya?

Pada anak-anak, alergi susu itu normal. Tapi kalau Anda dulunya baik-baik saja dan kini jadi bermasalah tiap minum susu, mungkinkah Anda alergi pada susu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Alergi, Alergi Makanan 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi obat antibiotik

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Alergi Sperma

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit
alergi lateks

Mengenal Alergi Lateks, Termasuk Karet Gelang dan Kondom

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit
ciri-ciri dan gejala alergi dingin

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit