Folikulitis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu folikulitis?

Folikulitis adalah masalah kulit yang muncul akibat peradangan pada folikel rambut. Bagian kulit yang terkena masalah ini biasanya ditandai dengan benjolan merah kecil dengan ujung putih berisi nanah.

Dilansir dari American Academy of Dermatology, kondisi ini biasanya muncul pada bagian tubuh yang memiliki rambut, seperti janggut, lengan, punggung, kepala, bokong, alat kelamin, dan kaki.

Namun, masalah kulit yang satu ini juga dapat berkembang dan menyebar ke bagian tubuh lainnya kecuali bibir, telapak tangan, dan telapak kaki.

Folikulitis tidaklah berbahaya, tetapi memang meninggalkan sensasi gatal, nyeri, dan membuat Anda tidak nyaman. Pada kasus yang parah, kondisi ini dapat menyebabkan kerontokan dan bekas luka permanen.

Jika kondisinya ringan, gejala biasanya akan hilang dalam beberapa hari dengan perawatan rumahan. Namun, untuk kasus folikulitis yang lebih serius atau berulang, Anda perlu berkonsultasi ke dokter untuk diberikan obat yang sesuai.

Apa saja jenis-jenis folikulitis?

Ada dua jenis folikulitis yaitu dangkal dan dalam. Untuk yang dangkal biasanya menyerang bagian tertentu dari folikel saja sementara untuk yang dalam terjadi pada seluruh folikel dan lebih parah.

Folikulitis dangkal

Berikut berbagai jenis yang masuk dalam kategori ini, yaitu:

Folikulitis bakteri

Kondisi ini ditandai dengan benjolan gatal, putih dan berisi nanah. Biasanya muncul ketika folikel rambut terinfeksi bakteri akibat luka terbuka pada folikel.

Pseudomonas folliculitis

Kondisi ini ditandai dengan ruam merah bulat dengan benjolan yang gatal. Umumnya muncul saat seseorang terinfeksi bakteri psesudomonas di kolam air panas yang kotor dengan tingkat klorin serta pHnya tidak diatur dengan baik.

Pseudofolliculitis barbae

Iritasi kulit yang muncul karena rambut tubuh ke dalam (ingrown hair). Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria dengan rambut keriting yang bercukur terlalu dekat sehingga membuat kulit dan folikel terluka. Umumnya kondisi ini paling sering muncul di wajah dan leher.

Kondisi ini juga bisa muncul ketika seseorang mencukur rambut di area selangkangan. Jenis yang satu ini umumnya meninggalkan bekas luka yang kelihatan gelap.

Folikulitis pityrosporum 

Jenis yang satu ini menyebabkan kemunculan pustula kronis yang merah dan gatal. Paling sering muncul di punggung, dada, leher, bahu, lengan, dan wajah bagian atas. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi jamur.

Folikulitis dalam

Adapun jenis yang masuk ke dalam folikulitis dalam yaitu:

Sycosis barbae

Jenis ini bisa menyebabkan jaringan parut dan kerontokan rambut secara permanen.

Bisul

Disebabkan oleh bakteri Staph yang menginfeksi folikel hingga menyebabkan bisul bengkak berisi nanah. Bisul bisa membesar seiring dengan berjalannya waktu dan membuat rasa sakit yang teramat sangat.

Selain itu, bisul juga bisa tumbuh berkelompok dalam satu area dan menyebabkan gejala yang lebih parah hingga jaringan parut yang dalam.

Gram-negative folliculitis

Biasanya muncul pada orang yang minum antibiotik jangka panjang untuk mengobati jerawat. Ini karena antibiotik bisa memengaruhi keseimbangan bakteri di kulit. Namun, kondisi ini biasanya sembuh setelah konsumsi antibiotik dihentikan.

Folikulitis eosinofilik

Jenis yang satu ini biasanya menyerang orang dengan HIV/AIDS dan kanker. Kondisinya kerap ditandai dengan gejala seperti rasa gatal yang hebat. Selain itu, gejala lain yang muncul yaitu bercak seperti benjolan atau jerawat di dekat folikel rambut wajah dan tubuh bagian atas.

Dikarenakan gejalanya intens dan berulang, area kulit yang terkena biasanya lebih gelap dari bagian kulit yang lain. Sayangnya, penyebab folikulitis eosinofilik belum diketahui secara pasti.

Seberapa umumkah folikulitis?

Folikulitis adalah penyakit kulit yang umum terjadi. Kondisi ini paling sering menyerang anak-anak dan dewasa. Akan tetapi biasanya jarang muncul pada anak berusia 2 tahun ke bawah. Folikulitis dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risikonya. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala folikulitis?

Folikulitis biasanya ditandai dengan berbagai gejala seperti:

  • Benjolan-benjolan merah seperti jerawat dengan rambut di tengahnya
  • Bagian atas benjolan berwarna putih atau kuning
  • Benjolan dapat pecah, mengeluarkan darah atau nanah
  • Kemerahan atau peradangan pada kulit
  • Sensasi gatal atau perih
  • Nyeri pada benjolan dan area sekitarnya
  • Rasa gatal pada area benjolan
  • Benjolan terasa seperti terbakar
  • Demam ringan

Seiring berjalannya waktu, kondisi ini bisa menyebar ke folikel rambut terdekat. Kondisi ini bisa berlangsung dalam jangka waktu yang singkat (akut) atau justru dalam waktu lama (kronis). Lama-lama jika dibiarkan benjolan akan berkembang menjadi luka berkerak.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Pada kasus yang ringan, biasanya kondisi ini akan membaik dengan sendirinya dalam 2 minggu. Perawatan di rumah seperti kompres hangat biasanya membantu meringankan kondisi.

Namun, apabila area yang terinfeksi menjadi merah, bengkak, hangat, lebih sakit, atau mulai menyebar setelah 2 minggu, segera periksakan ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab folikulitis?

Kondisi ini paling sering muncul akibat infeksi pada folikel rambut yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus (staph). Infeksi muncul saat folikel rambut rusak atau terluka sehingga bakteri bisa dengan mudah masuk ke dalam dan menyebabkan infeksi.

Selain itu, penyakit kulit ini juga bisa disebabkan oleh virus, jamur dan peradangan dari rambut yang tumbuh ke dalam.

Adapun hal-hal yang dapat merusak folikel rambut yaitu:

  • Sering menyentuh atau menggaruk kulit
  • Sering memakai pakaian yang terlalu ketat
  • Bercukur

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena folikulitis?

Siapa pun bisa mengalami masalah kesehatan yang satu ini. Namun, beberapa hal berikut dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena masalah kulit ini, yaitu:

  • Memiliki jerawat atau dermatitis
  • Mengalami kerusakan kulit akibat cedera atau operasi
  • Sedang menggunakan obat tertentu seperti krim steroid atau antibiotik jangka panjang untuk jerawat
  • Obesitas
  • Memakai pakaian yang tidak menyerap keringat
  • Tidak berhati-hati saat mencukur rambut
  • Memiliki masalah kesehatan yang menurunkan kerja sistem imun seperti diabetes, leukemia kronis, atau HIV/AIDS
  • Berendam di kolam pemandian air panas yang tercemar

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis folikulitis?

Pertama-tama, dokter akan memeriksa kulit Anda dan menanyakan kondisi kesehatan serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi.Biasanya pemeriksaan mikroskopis kulit dilakukan untuk mendiagnosis penyakit dari gejala yang nampak.

Setelah itu, dokter dapat mengambil sampel dari cairan benjolan, kulit, atau rambut yang terinfeksi. Tujuannya yaitu untuk menemukan penyebab infeksi. Sampel ini nantinya akan diuji di laboratorium untuk menentukan apakah bakteri atau jamur yang menyebabkan infeksi.

Apa saja pilihan pengobatan untuk mengobati folikulitis?

Pengobatan yang digunakan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kondisi. Biasanya dokter akan melakukan kombinasi perawatan dengan obat dan prosedur medis tertentu. Adapun berbagai pilihan pengobatan yang diberikan yaitu:

Obat-obatan

Krim atau pil untuk mengendalikan infeksi bakteri

Untuk infeksi ringan dokter akan meresepkan krim antibiotik, losion, atau gel. Sementara untuk infeksi yang parah dan berulang dokter akan meresepkan antibiotik minum yang dosisnya disesuaikan dengan keparahan kondisi.

Krim, sampo, atau pil untuk infeksi jamur

Antijamur dalam bentuk krim, sampo, dan pil menjadi obat yang cukup efektif untuk mengobati infeksi akibat jamur. Jenis obat yang digunakan akan disesuaikan dengan keparahan kondisi dan lokasi folikel yang meradang.

Krim atau pil untuk mengurangi peradangan

Selain melawan bakteri atau jamur penyebab infeksi, dokter biasanya memberikan obat untuk mengurangi peradangan. Steroid dalam bentuk krim yang dioles langsung atau diminum umumnya dipilih untuk membantu mengurangi peradangan sekaligus mengurangi gatal.

Pembedahan kecil

Jika benjolan yang Anda miliki cukup besar biasanya dokter akan merekomendasikan prosedur pengangkatan. Operasi ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil di dalamnya untuk mengeringkan nanah. Dengan begitu, rasa sakit akan berkurang dan pemulihan pun akan semakin cepat.

Terapi cahaya

Ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa terapi cahaya bisa meringankan gejala folikulitis dalam. Terapi ini juga kerap dipakai untuk membantu mengobati jerawat, yaitu kondisi yang mirip dengan folikulitis.

Selain itu, terapi cahaya dan kombinasi zat kimia tertentu juga kerap digunakan untuk membunuh bakteri, jamur, dan virus.

Laser hair removal

Terapi ini dilakukan untuk membantu mengurangi jumlah folikel rambut yang meradang dan menyembuhkan infeksi. Laser hair removal membantu menghilangkan folikel rambut secara permanen sehingga perawatan di area yang meradang bisa lebih maksimal.

Dibutuhkan beberapa kali perawatan untuk dapat melihat hasil yang maksimal. Selain itu, efek samping yang biasanya kerap muncul yaitu perubahan warna kulit, munculnya jaringan parut, hingga lepuhan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi folikulitis?

Folikulitis yang ringan biasanya akan membaik dengan perawatan rumahan. Berikut berbagai pengobatan yang membantu meringankan gejala, mempercepat penyembuhan, dan mencegah infeksi agar tidak menyebar:

Mengompres dengan air hangat

Untuk membantu meringankan rasa gatal dan nyeri, kompres area yang terkena dengan air hangat. Anda bisa menambahkan 1 sampai 2 sendok teh garam ke dalam sebaskom kecil air.

Mengoleskan losion

Oleskan losion yang menenangkan seperti krim hidrokortison untuk mengurangi gatal. Anda bisa membelinya di apotek tanpa resep dokter dengan meminta bantuan pada apoteker.

Sering membersihkan kulit

Folikel rambut yang meradang perlu sering-sering dibersihkan. Bbersihkan kulit yang terinfeksi dua kali  sehari dengan menggunakan sabun antibakteri.

Pakailah handuk bersih atau tisu untuk mengeringkannya. Gunakan handuk Anda sendiri dan jangan berbagi barang pribadi ini dengan orang lain untuk mencegah penyebaran.

Agar folikel yang meradang tak menyebar luas, cucilah handuk dengan rutin. Gunakan air panas plus deterjen antibakteri untuk mencuci handuk bekas pakai.

Berhenti bercukur

Untuk sementara, hindari mencukur rambut-rambut di tubuh terutama di area yang meradang. Pasalnya, sebagian kasus gatal-gatal akan hilang ketika seseorang berhenti mencukur rambut tubuhnya.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah folikulitis?

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, yuk cegah folikulitis dengan cara:

Tidak menggunakan pakaian ketat

Gunakanlah pakaian yang longgar untuk mengurangi gesekan antara kulit dan pakaian yang bisa menyebabkan iritasi. Selain menggunakan pakaian yang tidak ketat, pilihlah juga pakaian dengan bahan yang menyerap keringat.

Hati-hati saat bercukur

Bercukur menjadi salah satu penyebab rusaknya folikel rambut yang bisa menyebabkan folikulitis. Oleh karena itu, selalu berhati-hati saat mencukur rambut agar folikel dan kulit di sekitarnya tidak terluka. Untuk itu, sebaiknya perhatikan beberapa kebiasaan ini sebelum bercukur:

  • Tidak bercukur terlalu sering
  • Mencuci area yang akan dicukur dengan air hangat dan sabun antibakteri
  • Mengunakan waslap atau bantalan pembersih dengan gerakan melingkar untuk mengangkat rambut yang menempel sebelum bercukur
  • Menggunakan losion atau foam di area rambut yang akan dicukur
  • Mencukur rambut ke arah tumbuhnya
  • Hindari mencukur terlalu dekat saat menggunakan pisau
  • Menggunakan pisau dengan mata yang tajam
  • Membilas area yang dicukur dengan air hangat setiap cukuran
  • Tidak berbagai pisau cukur, handuk, atau waslap pribadi dengan orang lain

Berendam di kolam yang bersih

Berendam di air hangat memang membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Namun, jika Anda berencana berendam di kolam umum, jangan sembarangan. Pastikan bahwa air yang digunakan rutin diganti untuk menghindari risiko penyebaran infeksi dari satu orang ke orang lainnya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca