Cedera Tulang Belakang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu cedera tulang belakang?

Cedera tulang belakang adalah hasil dari trauma langsung pada saraf di tulang belakang atau kerusakan tidak langsung pada tulang dan jaringan lunak serta pembuluh darah di sekitar sumsum tulang belakang.

Kerusakan sumsum tulang belakang akan berdampak pada hilangnya fungsi tubuh, seperti mobilitas/pergerakan atau sensitivitas untuk dapat merasakan rangsangan sentuhan/suhu. Pada orang yang mengalami cedera tulang belakang, biasanya kerusakan sumsum tulang belakang tidak terjadi sepenuhnya, tetapi hanya memar atau robek.

Cedera tulang belakang tidaklah sama dengan cedera punggung, yang mungkin dapat disebabkan oleh saraf kejepit atau pecahnya kepingan bantalan tulang belakang. Bahkan, seseorang bisa saja disebut tidak memiliki cedera tulang belakang apabila sumsum tulang belakangnya tidak terdampak sama sekali sekalipun tulangnya mengalami kerusakan.

Kondisi ini merupakan jenis trauma fisik sangat serius yang dapat berdampak signifikan dan berkepanjangan dalam menjalani keseharian apabila tidak ditangani secara serius.

Seberapa umumkah kondisi ini terjadi?

Di negara-negara yang maju secara sosial ekonomi, tingkat terjadinya kondisi ini sebesar 3 orang per 100.000 populasi. Pria lima kali lebih rentan mengalami cedera tulang belakang daripada wanita.

Namun, hal ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala cedera tulang belakang?

Bentuk apa pun dari cedera tulang belakang dapat mengakibatkan satu atau lebih dari tanda-tanda dan gejala berikut:

  • Kehilangan pergerakan
  • Kehilangan sensasi, termasuk kemampuan untuk merasakan panas, dingin, dan sentuhan
  • Kehilangan kontrol kandung kemih dan usus
  • Aktivitas refleks yang berlebihan atau kejang
  • Perubahan pada fungsi seksual, sensitivitas seksual dan kesuburan
  • Nyeri atau sensasi sengatan yang kuat akibat kerusakan pada serabut saraf di tulang belakang
  • Kesulitan bernapas, batuk atau pembersihan lendir dari paru-paru

Ada beberapa tanda dan gejala darurat yang harus diperiksakan ke dokter dengan segera, termasuk:

  • Nyeri punggung atau tekanan di leher, kepala, atau punggung yang ekstrem
  • Kelemahan, inkoordinasi atau kelumpuhan pada bagian tubuh apa pun
  • Mati rasa, kesemutan atau kehilangan sensasi di tangan, jari tangan, kaki atau jari kaki
  • Kehilangan kontrol kandung kemih atau usus
  • Kesulitan untuk seimbang dan berjalan
  • Gangguan pernapasan setelah cedera
  • Leher atau punggung yang terpelintir dengan posisi yang aneh

Selain itu, kelumpuhan dari cedera tulang belakang dapat disebut juga sebagai:

  • Tetraplegia. Juga dikenal sebagai quadriplegia, ini berarti lengan, tangan, tubuh/badan (torso), kaki dan organ panggul semua terpengaruh akibat cedera tulang belakang Anda.
  • Paraplegia. Kelumpuhan ini memengaruhi semua bagian badan, kaki, dan organ panggul.

Kapan harus periksa ke dokter?

Siapa pun yang mengalami trauma signifikan pada kepala atau leher membutuhkan evaluasi medis dengan segera untuk melihat adanya kemungkinan cedera tulang belakang. Bahkan, akan lebih aman untuk mengasumsikan bahwa korban trauma pasti memiliki cedera tulang belakang sampai jika terbukti sebaliknya, karena:

  • Cedera tulang belakang yang serius tidak selalu terlihat jelas dengan segera. Jika tidak dikenali, cedera yang lebih parah dapat terjadi.
  • Mati rasa atau kelumpuhan dapat terjadi dengan segera atau muncul secara bertahap sebagai pendarahan atau pembengkakan yang terjadi di atau sekitar sumsum tulang belakang.
  • Waktu antara cedera dan pengobatan bisa jadi penting dalam menentukan tingkat komplikasi dan jumlah pemulihan.

Mengasumsikan seseorang yang mengalami trauma memiliki kondisi ini akan membuat kita menjadi lebih waspada dan siap seandainya korban trauma benar-benar terkena cedera tulang belakang.

Jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau memiliki pertanyaan, konsultasikan pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara yang berbeda. Hal terbaik adalah mendiskusikan dengan dokter apa yang terbaik untuk keadaan Anda.

Penyebab

Apa penyebab cedera tulang belakang?

Kondisi ini sering kali merupakan akibat dari kecelakaan atau peristiwa kekerasan yang tidak terduga. Kecelakaan atau peristiwa tersebut dapat menyebabkan kerusakan sumsum tulang belakang, seperti:

  • Serangan kekerasan, seperti tusukan atau tembakan
  • Melompat ke dalam air yang terlalu dangkal dan membentur dasar
  • Trauma dari kecelakaan mobil (terutama benturan yang terjadi di wajah, kepala, dan daerah leher, pungung, atau daerah dada)
  • Jatuh dari ketinggian
  • Cedera kepala atau tulang belakang dari acara olahraga
  • Kecelakaan listrik
  • Terpelintir parah pada bagian tengah tubuh/badan (torso)

Faktor Pemicu

Faktor pemicu apa saja yang membuat seseorang lebih berisiko untuk terkena kondisi ini?

Beberapa pemicu yang dapat menyebabkan kondisi ini, antara lain:

  • Tidak mengenakan sabuk pengaman saat di mobil
  • Tidak menggunakan perangkat keamanan yang tepat selama berolahraga
  • Melompat ke dalam air tanpa memeriksa kedalamannya terlebih dahulu atau ada tidaknya batu di dasar air

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana cedera tulang belakang didiagnosis?

Setelah mengalami trauma yang mungkin melibatkan tulang belakang, Anda mungkin akan dibawa ke ruang gawat darurat rumah sakit. Di sana, dokter akan memeriksa dengan hati-hati, menguji fungsi sensorik dan pergerakan, serta menanyai Anda dengan beberapa pertanyaan terkait kecelakaan.

Namun, jika orang yang terluka mengeluhkan nyeri leher, tidak sepenuhnya sadar atau menunjukkan tanda-tanda kelemahan atau cedera neurologis yang sangat jelas, beberapa tes darurat mungkin diperlukan.

Tes ini dapat meliputi:

X-ray

Petugas kesehatan biasanya melakukan tes ini pada orang yang diduga memiliki cedera tulang belakang setelah trauma. X-ray dapat menunjukkan masalah vertebral (kolum tulang belakang), tumor, retak, atau perubahan degeneratif pada tulang belakang.

Computerized tomography (CT) scan

CT scan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas akan adanya kelainan dibandingkan menggunakan X-ray. Pemindaian dilakukan dengan komputer untuk membentuk serangkaian gambar penampang yang dapat menunjukkan kondisi tulang, kepingan, dan masalah lainnya.

Magnetic Resonance Imaging (MRI)

MRI menggunakan bidang magnet yang kuat dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar dari komputer. Tes ini sangat membantu untuk melihat sumsum tulang belakang dan mengidentifikasi kepingan hernia, bekuan darah, atau massa lainya yang dapat menekan sumsum tulang belakang.

Apa saja pengobatan untuk cedera tulang belakang?

Sayangnya, tidak ada cara untuk menyembuhkan kerusakan pada sumsum tulang belakang. Namun, para peneliti terus bekerja dengan pengobatan yang baru, termasuk prostesis (bagian tubuh buatan) dan obat-obatan yang dapat mendukung regenerasi sel saraf atau meningkatkan fungsi saraf yang tersisa setelah cedera tulang belakang.

Sementara ini, pengobatan berfokus pada pencegahan cedera lebih lanjut dan mendukung penderitanya untuk dapat kembali ke kehidupan yang aktif dan produktif.

Dalam keadaan darurat, lakukanlah langkah-langkah berikut:

  • Segera hubungi rumah sakit. Semakin cepat bantuan medis datang, semakin baik.
  • Jangan memindahkan atau mengganggunya dengan cara apa pun kecuali jika benar-benar diperlukan. Ini termasuk mengatur posisi kepala orang itu atau mencoba melepaskan helmnya.
  • Meminta orang itu untuk tetap diam sebisa mungkin, meskipun jika mereka merasa dapat berdiri dan berjalan sendiri.
  • Melakukan CPR (resusitasi jantung paru) jika orang itu tidak bernapas. Jangan mendongakkan kepalanya ke belakang, tetapi bawa rahang ke depan.

Pencegahan

Apa saja yang dapat saya lakukan di rumah untuk mencegah atau mengobati cedera tulang belakang?

Oleh karena cedera tulang belakang sering kali merupakan peristiwa yang tidak terduga, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah mengurangi risiko Anda. Beberapa langkah untuk mengurangi risiko termasuk:

  • Selalu gunakan sabuk pengaman saat di mobil
  • Gunakan peralatan keamanan yang tepat selama berolahraga
  • Jangan pernah melompat ke ke dalam air tanpa memeriksa kedalamannya dan memastikan bahwa area itu bebas dari batu

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan pada dokter untuk lebih memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Direkomendasikan untuk Anda

    nyeri tulang ekor sakit

    Penyebab Nyeri Tulang Ekor (Coccydynia) yang Perlu Anda Ketahui

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
    Dipublikasikan tanggal: 04/10/2018 . Waktu baca 4 menit
    cedera tulang belakang

    Setelah Cedera Tulang Belakang, Apakah Masih Bisa Punya Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. William
    Dipublikasikan tanggal: 03/03/2018 . Waktu baca 4 menit