Cedera Kepala Ringan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu cedera kepala ringan?

Cedera kepala ringan atau trauma kepala ringan adalah kondisi cedera kepala yang terjadi akibat benturan, kecelakaan, atau dipukul dengan benda keras. Cedera kepala jenis ini dapat menyebabkan trauma kepala dan kehilangan kesadaran selama kurang dari 30 menit.

Dalam kasus ini, otak terlindungi oleh tengkorak, sehingga efek yang timbul akibat benturan tidak bertahan lama. Diperkirakan 75-80% kasus cedera kepala tergolong dalam kategori cedera ringan.

Cedera kepala jenis ringan berpotensi mampu mengakibatkan terganggunya fungsi sel otak untuk sementara. Kondisi ini yang menyebabkan penderitanya akan kehilangan kesadaran untuk sementara waktu.

Namun, jika tak ditangani, kondisi ini akan menimbulkan komplikasi yaitu kerusakan, robek, atau memar pada jaringan sel otak.

Seberapa umum cedera kepala ringan?

Cedera kepala ringan adalah kondisi yang sangat umum terjadi dan bisa terjadi pada siapa pun. Namun, biasanya kasus cedera lebih banyak ditemukan pada anak kecil dan orang-orang berusia lanjut. Hal ini karena anak kecil dan lansia lebih rentan terjatuh.

Selain itu, remaja dan atlet yang sering mengikuti kegiatan fisik seperti pertandingan olahraga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami cedera kepala kategori ringan.

Cedera kepala ringan dapat diatasi dengan cara mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Anda dapat berdiskusi dengan dokter untuk mengetahui informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala cedera kepala ringan?

Cedera kepala ringan mungkin agak sulit untuk dideteksi. Walaupun Anda mungkin dapat melihat luka atau memar di kepala, Anda bisa jadi baru merasakan gejala-gejalanya beberapa hari bahkan minggu setelah kecelakaan terjadi.

Ada beberapa gejala yang memengaruhi mental, fisik, dan emosional seseorang yang mengalami cedera kepala jenis ringan. Gejala yang paling umum terjadi adalah sakit kepala, gangguan ingatan sementara, dan kebingungan.

Berikut adalah tanda-tanda yang mungkin Anda rasakan:

1. Gejala fisik

Gejala-gejala pada fisik yang mungkin Anda rasakan adalah:

  • Anda mungkin pingsan selama beberapa detik sampai beberapa menit
  • Terkadang Anda tidak kehilangan kesadaran, tapi mungkin merasa linglung, kebingungan, atau disorientasi
  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Lelah atau mengantuk
  • Sulit tidur
  • Tidur lebih lama
  • Pusing atau kehilangan keseimbangan
  • Kejang-kejang.

2. Gejala indra

Berikut adalah tanda-tanda pada panca indra Anda setelah mengalami cedera ringan di kepala:

  • Gangguan indra, misalnya penglihatan buram, telinga berdenging, mulut terasa buruk atau perubahan pada kemampuan untuk mencium
  • Sensitivitas terhadap cahaya atau suara.

Cedera kepala ringan juga dapat terjadi pada anak-anak dan bayi. Namun, cedera sulit untuk terdeteksi karena anak-anak dan bayi tidak dapat mendeskripsikan apa yang mereka rasakan dengan baik.

Beberapa tanda yang mungkin harus Anda perhatikan ketika anak-anak dan bayi mengalami cedera kepala jenis ringan adalah:

  • Kebingungan
  • Mudah kelelahan
  • Mudah marah dan sensitif
  • Kehilangan keseimbangan
  • Tidak mampu berjalan dengan normal
  • Menangis terus menerus
  • Perubahan pola makan dan tidur
  • Tidak tertarik dengan mainan favoritnya

Anda kadang-kadang mungkin memiliki gangguan kognitif atau kejiwaan setelah cedera kepala ringan, seperti kurang berkonsentrasi, suasana hati terus berubah, dan merasa tertekan atau cemas.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika Anda memiliki gejala tambahan seperti:

  • Muntah terus menerus
  • Hilang kesadaran terlalu lama
  • Sakit kepala semakin memburuk
  • Ada perubahan pada perilaku, misalnya lebih mudah marah
  • Tubuh kehilangan keseimbangan
  • Kebingungan dan disorientasi
  • Sulit mengenali orang atau tempat
  • Cara berbicara yang berantakan

Cedera kepala jenis ringan masih bisa menyebabkan komplikasi yang cukup parah. Apabila anak terluka di kepala dan memiliki perubahan nyata, misalnya terus menangis, tidak mampu memperhatikan atau merasa sedih dan depresi, Anda mungkin ingin memeriksakan anak ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab cedera kepala ringan?

Otak Anda memiliki konsistensi atau tekstur seperti gelatin. Otak terlindungi dari guncangan dan gerakan tubuh sehari-hari berkat adaya cairan serebrospinal di dalam tengkorak kepala.

Apabila Anda mengalami cedera kepala ringan, kepala Anda terbentur sangat keras dan hal tersebut dapat mengakibatkan otak bergerak di dalam tempurung kepala Anda.

Terdapat banyak penyebab cedera kepala ringan. Beberapa penyebab yang paling sering memberikan benturan keras ke kepala adalah:

  • Benda jatuh
  • Kecelakaan di jalan raya
  • Kecelakaan olahraga
  • Benda yang menghantam kepala

Kecelakaan tersebut dapat memengaruhi fungsi otak, yang biasanya hanya berlangsung sementara. Tergantung kekuatan benturan, Anda bisa mengalami cedera kepala ringan atau jenis cedera kepala yang lebih berat.

Gejala apapun dari sebagian besar cedera kepala ringan biasanya membaik dalam sebulan atau kurang. Cedera kepala ringan biasanya tidak menyebabkan komplikasi, tetapi dalam beberapa kasus ditemukan pula komplikasi yang diakibatkan rusaknya fungsi otak.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko cedera kepala ringan?

Cedera kepala ringan memang dapat terjadi pada siapa saja dan setiap orang dari berbagai golongan usia. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena cedera kepala ringan.

Aktivitas dan faktor risiko yang dapat memicu terjadinya cedera kepala ringan adalah:

  • Bayi dan anak-anak berusia 0-4 tahun
  • Remaja dan orang dewasa muda, berumur antara 15 hingga 25
  • Orang dewasa dan lansia berumur 75 dan lebih
  • Pernah terjatuh
  • Mengikuti olahraga berisiko tinggi seperti sepak bola, hockey, tinju, bela diri, dan lainnya
  • Berolahraga tanpa peralatan dan pengawasan yang memadai
  • Pernah mengalami kecelakaan kendaraan bermotor
  • Pernah ditabrak sepeda atau kendaraan bermotor
  • Tentara yang ikut berperang
  • Pernah menjadi korban kekerasan fisik
  • Pernah mengalami cedera kepala sebelumnya

Bila pekerjaan Anda membutuhkan tenaga kerja atau Anda berolahraga berat, risiko cedera kepala lebih tinggi.

Beberapa faktor risiko yang ada mungkin tidak dapat dihindari, namun Anda masih dapat mencegah terjadinya cedera kepala ringan dengan faktor-faktor risiko yang masih bisa dihindari. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan dari cedera kepala ringan?

Cedera kepala ringan yang tidak segera ditangani sedini mungkin berpotensi menyebabkan munculnya berbagai komplikasi, seperti: Sakit kepala post-traumatik

Sakit kepala post-traumatik dapat dialami oleh orang-orang dengan cedera kepala ringan beberapa minggu atau bula setelah kecelakaan.

1. Vertigo post-traumatik

Selain itu, orang yang mengalami kecelakaan juga berisiko menderita vertigo post-traumatik dengan gejala kepala berputar-putar dan sangat pusing.

2. Sindrom pasca cedera kepala

Beberapa orang memiliki gejala pusing, kesulitan berpikir, dan sakit kepala yang terlalu parah berbulan-bulan setelah kecelakaan.

3. Efek kumulatif atau penumpukan dari kecelakaan sebelumnya

Sangat mungkin terjadi apabila seseorang yang beberapa kali mengalami cedera kepala akan menderita kerusakan otak jangka panjang.

Obat & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis cedera kepala ringan?

Dokter dapat mendiagnosis cedera kepala dengan bertanya tentang kondisi fisik Anda. Namun, bisa saja sulit untuk memisahkan gejala cedera kepala ringan dan gejala karena cedera. Contohnya, seseorang mungkin mengalami kecelakaan mobil dan mengeluh tentang sakit kepala beberapa bulan kemudian.

Berikut adalah beberapa hal yang menjadi pertimbangan dokter dalam mendiagnosis cedera kepala ringan:

  • Keseimbangan
  • Konsentrasi
  • Koordinasi
  • Pendengaran
  • Ingatan
  • Refleks gerakan
  • Penglihatan

Tes cedera kepala yang dapat diandalkan adalah tes skala koma Glasgow, di mana Anda akan dinilai berdasarkan respon mata, verbal, dan motorik. Semakin rendah nilai, semakin serius cedera kepala. Tes pencitraan (X-ray, MRI) berguna untuk melihat apakah terdapat kerusakan pada tengkorak kepala atau otak.

Cara mengobati cedera kepala ringan

Cedera kepala ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan karena akan cepat membaik. Jika terdapat gejala macam sakit kepala atau pusing, mereka dapat diobati dengan obat tanpa resep.

Berikut adalah beberapa penanganan dan pengobatan yang direkomendasikan dokter:

1. Istirahat total

Agar kepala cepat pulih dari cedera, dokter sangat menyarankan Anda untuk beristirahat penuh. Tubuh akan cepat melakukan perbaikan pada sel-sel otak yang terdampak apabila Anda tidur yang cukup setiap malam. Pastikan Anda tidur selama 7-8 jam sehari.

2. Konsumsi obat-obatan

Dokter juga akan meresepkan obat-obatan yang dapat mengurangi rasa sakit di kepala, seperti acetaminophen (Tylenol). Anda harus menghindari obat-obatan antiinflamasi nonsteroid seperti aspirin dan ibuprofen.

3. Berhenti berolahraga untuk sementara

Karena Anda diharuskan beristirahat sebanyak mungkin, maka kegiatan Anda mungkin akan dibatasi, termasuk berolahraga. Tunggu hingga tubuh dan kepala Anda sudah benar-benar pulih, dan dokter sudah memastikan bahwa cedera tidak menimbulkan masalah yang serius di tubuh Anda.

Dokter mungkin meminta Anda mengawasi cedera kepala Anda dengan teliti seandainya muncul gejala baru atau gejala memburuk. Dalam periode ini, cara terbaik adalah menghindari aktivitas fisik atau berpikir dan banyak beristirahat.

Dokter juga akan memeriksa Anda setelah beberapa waktu untuk melihat apakah Anda sehat untuk kembali bekerja atau bersekolah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi cedera kepala ringan?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi cedera kepala ringan:

1. Helm dan peralatan pelindung lainnya

Apabila Anda bepergian dengan motor atau melakukan olahraga ekstrem, selalu pastikan Anda mempunyai peralatan pelindung, terutama helm.

2. Memakai sabuk pengaman

Mengenakan sabuk pengaman saat berkendara dapat menurunkan risiko terjadinya cedera kepala ringan dan berat selama kecelakaan kendaraan bermotor.

3. Menyetir dalam kondisi sadar

Pastikan Anda tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain dengan menyetir secara aman. Hindari mengonsumsi alkohol atau obat-obatan yang membuat Anda ngantuk.

4. Pola makan dan olahraga

Memperbaiki pola makan dan olahraga dapat membantu menjaga massa dan kepadatan tulang. Tulang yang lebih kuat tidak akan mudah mengalami kerusakan saat cedera terjadi.

Tips dan pencegahan lain yang dapat Anda coba adalah:

  • Memastikan Anda tetap dalam jangkauan telepon dan pertolongan medis dalam beberapa hari berikutnya
  • Banyak beristirahat dan menghindari situasi menekan
  • Menunjukkan lembar fakta kepada teman atau anggota keluarga yang bisa mengawasi kondisi Anda
  • Meminum obat penghilang rasa sakit seperti paracetamol untuk sakit kepala
  • Jangan tinggal di dalam rumah sendirian selama 48 jam setelah meninggalkan rumah sakit
  • Jangan minum aspirin atau obat tidur tanpa berkonsultasi dengan dokter
  • Jangan kembali bekerja sampai Anda merasa siap
  • Jangan berolahraga berat atau ekstrem selama setidaknya tiga minggu tanpa berkonsultasi dengan dokter
  • Jangan kembali berkendara sampai Anda merasa telah pulih. Kalau masih ragu, konsultasikan kepada dokter.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

Yang juga perlu Anda baca